Episode 12/ Lambe Turah Meresahkan.
Alice menghampiri Prince dengan penuh kemarahan yang tidak terbendung, dirinya sangat tidak habis pikir jika Prince, mantan pacarnya melakukan hal bodoh dan konyol ini tanpa sebab yang jelas. Ketiga rekannya Prince ketakutan dengan nyali besar yang dimiliki oleh Tuti, padahal di hari pertama dirinya melangkahkan kaki ke kampus elite itu, sangat banyak yang tidak menyukai dirinya dan semua gadis di kampus mereka membenci dan tidak segan untuk membenci Alice alias Tuti.
Prince bersikap santai dan membuat ketiga rekannya heran dengan perubahan sikap teman sekaligus bosnya ini, bagaimana jika Tuti mengajaknya untuk adu skil kecocotan, sudah pasti kalah telak Prince.
‘’Lo nggak takut Bro?’’ bisik salah seorang dari mereka.
‘’Hah? Takut?! Dengan si bongsor itu? Lo semua gila apa, mana ada yang bisa menandingi Prince dalam urusan apapun, termasuk dia!’’ balas Prince dengan penuh percaya diri menunggu kedatangan Tuti di tempat mereka.
Ketiga rekannya ini masih belum percaya, bagaimana mungkin Prince sanggup menghadapi Tuti yang awal masuknya saja sudah menghebohkan satu kampus, hingga lambe turah menceritakan tentang berita viral itu.
‘’Hei, dasar pria brengsek, Lo!’’ geram Alice mencengkram sangat kuat kerah baju Prince.
Prince tampak tenang menghadapi kemarahan Tuti, tapi tidak begitu dengan rekannya, mereka malah takut jika amarah Tuti akan membuat permasalahan lebih lanjut dan tentu itu sangat mengganggu sekaligus merepotkan.
‘’Hei, Nona. Lepas tangan Anda sekarang!’’ ujar mereka bertiga dengan keringat dingin yang membasahi sekujur tubuhnya.
‘Prince benar-benar sudah sangat gila, kenapa dia malah membuat keributan seperti ini? Bagaimana jika Tuti melakukan hal yang jauh lebih nekad dari ini, kan bisa berabe semuanya nanti!’ batin mereka.
Tuti memberikan tatapan tajam ketika ketiga pria itu berusaha menahan dirinya untuk memberikan tinju penyesalan pada Prince, mantan yang sangat menyebalkan. Mereka bertiga melangkah mundur dan memberikan kode menyerah untuk menghadapi Tuti.
‘’What?’’ tanya Prince dengan santai.
Tuti tidak habis pikir dengan pria ini, kenapa dia malah melakukan hal bodoh seperti ini, padahal mereka tidak saling mengenal satu sama lain sekarang, tapi kenapa baru beberapa hari merasakan kampus dan menjadi anak kuliah, dirinya diteror habis-habisan oleh mantan pacarnya ini.
‘’Apa yang ingin kamu lakukan, hah! Gue tidak ada bikin masalah sama lo, hah! Tapi kenapa lo dan geng brengsek serta kurang kerjaan ini terus mengusik hidup gue!’’ geram Tuti.
Dirinya masih tidak mengerti alasan apa yang membuat Prince melakukan tindakan ini semua, Tuti yang semakin amarah pada Prince langsung saja menampar pipi kanan sang mantan pacar.
Plakk.
Satu tamparan keras membuat satu kampus heboh dengan keberanian Tuti, orang baru yang mungkin ingin menghancurkan semua system di kampus ini, Prince tidak memberikan respon apapun, dirinya melirik pada Tuti dengan memberikan sebuah senyuman aneh dan membisikkan kalimat yang membuat Tuti panas dingin mendengarnya.
‘’Ini baru permulaan, tunggu permainan berikutnya!’’
Tuti yang mendengar ucapan Tuti sangat kaget, dirinya menampar untuk kedua kalinya dan membuat tiga rekannya itu tidak dapat membantu hanya bertindak sebagai penonton drama menegangkan tanpa harus membayar.
‘’Ini tamparan kedua untuk pria brengsek seperti, Lo! Dan ini terakhir kalinya gue berada dalam permasalahan akibat Lo, jika hal ini terjadi gue nggak akan jadi psikopat bagi, lo!’’ ancam Tuti dan melangkah meninggalkan Prince begitu saja.
Semua gadis-gadis kampus mendekat, mereka berusaha mencari simpatik dari Prince, tapi itu semua sia-sia, sikap Prince ini sebelas dua belas dengan Pak Fardi, mereka pria tampan dan elite kampus yang sangat sulit untuk di gapai.
‘’Sorry, yah cewek-cewek resek plus kegatelan, Prince itu sedang tidak mood untuk melayani fansnya yang sangat membludak ini. So … sini semua hadiah yang ingin lo semua kasih untuk Prince pada kami,’’ ucap salah seorang dari mereka.
‘’Akh, ogah kali. Bukannya sampai di tangan Prince, malah lo bertiga lagi yang akan makan semua pemberian kami ini!’’ balas mereka kompak.
‘’Yah, itu terserah lo semua, kami bertiga sudah berniat baik mau membantu lo untuk bisa menyerahkan semua bingkisan hadiah ini pada Prince, tapi kalo nggak mau juga nggak apa-apa, tapi jangan salahkan jika Prince beralih hati pada gadis baru itu,’’ ucap salah seorang dari mereka bertiga yang memberikan bumbu-bumbu ancaman pada semua gadis kampus yang terobsesi pada Prince.
Mereka bertiga lantas melangkah meninggalkan rombongan gadis-gadis itu dan baru saja melangkah gadis-gadis itu memanggil mereka dan setuju dengan saran dari ketiga rekan Prince, mereka semua memberikan semua bingkisan yang tujuan awalnya untuk Prince kepada semua temannya.
Ketiga pria ini kembali ke kelas dengan wajah cemerlang, bagaimana tidak untuk hari ini mereka tidak perlu jajan karena mereka akan makan enak dengan semua bingkisan pemberian fans Prince. Mereka bertiga terlebih dahulu mencari keberadaan Prince, hampir satu koridor kampus mereka cari, hanya saja orang yang mereka cari hilang entah kemana.
‘’Gini nih, kalo udah berhadapan dengan Prince, sekalinya dia menghilang maka akan sangat sulit untuk ditemukan, kenapa tuh bocah?’’ pikir mereka yang sudah sangat kelelahan untuk mencari Prince.
‘’Ahh, sudahlah, untuk apa dicari Prince, dia bukan anak kecil lagi, mendingan kita nikmati semua makanan gratis ini,’’ saran dari salah seorang mereka.
Dan mereka memilih kembali ke kelas dan malah bernasib sial karena di dalam sana sudah ada trio paling cetar dan membahana, mereka sedang sibuk menggunakan make up.
‘’Buset dah, tebal banget tuh muka!’’ sindir salah seorang dari mereka.
Ketiga gadis itu hanya diam dan tidak memberikan respon apapun, mereka masih sibuk merias diri, dan mereka teringat jika Prince belum datang padahal kelas sudah mau dimulai, salah seorang gadis mendekat pada bangku ketiga pria yang tengah menikmati cemilan gratis.
‘’Prince mana?’’
Ketiga pria itu hanya fokus pada makanannya dan mengabaikan keberadaan gadis yang di hadapannya ini, gadis itu kesal lalu melangkah ke luar kelas untuk mencari keberadaan Prince.
‘Awas saja jika Prince tengah berdua-duaan dengan gadis bongsor itu! Apa menariknya dia coba? Tubuh lebar ke samping itu aja yang membuat Prince bertekuk lutut padanya, benar-benar akan menjadi penghinaan besar jika itu semua terjadi, masa iya putri tercantik dan paling modis di kalahkan oleh gadis baru dan bongsor itu!’ batinnya terus melangkah.
Di sepanjang perjalanan, terlihat olehnya semua gadis maupun pria di kampusnya sibuk dengan gadget mereka, bukan hanya itu mereka saling berbisik-bisik dan melirik padanya, hal itu menimbulkan kecurigaan, dirinya langsung membuka gadgetnya dan betapa kaget ketika sebuah berita terpampang dengan nyata dan membuat emosinya membludak.
[PRINCE, RAJANYA KETAMPANAN TELAH MEMILIKI KEKASIH BARU.]
Dirinya yang melihat berita ini sontak kaget bukan main, dirinya yang kesal langsung berteriak bagaikan orang yang kesurupan.
‘’DASAR PENGACAU KAMU TUTI!'
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments