Episode 11/ Membangunkan singa yang tertidur.
Daripada membuang waktunya untuk hal yang tidak berguna, meladeni Prince yang jika berbicara memang tidak disaring dulu mulutnya itu, Alice alias Tuti segera masuk ke dalam bus dan memilih bangku paling belakang, Prince yang melihatnya pun langsung mengikuti kemanapun Tuti melangkah, Prince sudah bagaikan anak ayam yang tidak bisa kehilangan ibunya.
‘’Hei! Lo ini kenapa sih dari kamaren terus mengikuti gue? Lo nggak senang sama gue? Jika memang tidak, bilang! Bukan dengan cara lo terus membuntuti gue terus lo bisa melancarkan aksi bejad lo itu, hah!’’
‘’Cepat pergi dari tempat gue ini!’’ geram Tui dengan sangat kasar pada Prince.
Bukannya pergi menjauh ketika sudah berhasil membangunkan singa yang tertidur, dia malah tetap santai duduk di samping Tuti, dan itu membuat mereka berdua menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di dalam bus.
‘Entah apa yang ada di pikiran pria brengsek ini! Dia nggak takut apa jika popularitasnya hancur ketika terkena skandal? Padahal dia merupakan bintang utama di kampus, atau mungkin dia sedang merencanakan sesuatu pada gue nantinya?’ Tuti terdiam ketika mereka semakin menjadi pusat perhatian, bahkan dirinya juga melihat ada beberapa oknum yang mengambil gambar mereka.
Alice masih sibuk menerka-nerka entah hal apa yang sedang direncanakan oleh mantannya ini, perasaan was-was akan terus mengikuti setiap langkahnya ketika berhadapan dengan Prince yang memiliki sejuta pesona, begitu sih kabar yang beredar di kampus.
‘Awas saja jika dia merencanakan sesuatu yang buruk, akan gue pastikan hidupnya tidak akan tenang selamanya!’ batin Alice yang menunduk, dirinya melirik pada Prince yang sangat santai bahkan Tuti atau Alice sudah sangat yakin jika pria ini pasti tahu ketika banyak orang yang secara sembunyi-sembunyi mengambil foto mereka.
‘Benar-benar mencurigakan!’
Bus mereka berhenti di depan gerbang kampus, pemandangan sangat elegan memang sesuai jika tempat ini dijadikan surganya bagi mereka yang memiliki penampilan menarik dan dengan standar kecantikan dan ketampanan yang begitu tinggi.
Hanya saja bukan itu yang menjadi permasalahan, di dalam gerbang sana sudah berdiri ber kerumunan penuh sesak, jika gerbang itu dibuka maka lautan manusia akan keluar dari sarangnya, benar-benar situasi yang sangat aneh dan tentunya Tuti menghindari desakan seperti ini.
‘Ini semua pasti gara-gara pria brengsek yang berdiri sok cool di samping gue!’ batin kesal Tuti menatap Prince dengan penuh kebencian.
Dan benar saja ketika gerbang itu terbuka, kerumunan lautan manusia berlari mendekat pada mereka, memang sudah seperti zombie yang datang ke tempat mereka berdiri, Tuti sudah merinding ketika melihat kejadian ini, tapi lain halnya dengan Prince, pria itu terlihat sangat santai bahkan terlihat senyuman aneh di wajah tampannya itu.
‘’DASAR SAMPAH MEREKA SEMUA!’’ ujar Prince dengan sedikit berbisik.
Tuti tidak habis pikir dengan pria yang berada di sampingnya, mulut mantannya ini memang jauh lebih pedas dibandingkan dengan rawit, wajah saja tampan dan hanya mengandalkan popularitas dirinya bisa mendapatkan ini semua dengan mudah.
‘’Oow, sepertinya zombie hidup itu datang menghampiri gue!’’ ucap Tuti yang akhirnya peka siapa yang menjadi bahan incaran mereka, yah bukan Prince melainkan dirinya.
Tuti melirik tajam pada Prince benar-benar tidak habis pikir dengan ulahnya ini, dan benar saja firasat buruk Tuti, kerumunan zombie hidup ini mengarah padanya dengan kebencian, mungkin saja skandal baru antara dirinya dan Prince sudah kembali berkembang.
‘Awas saja kamu pria brengsek, ternyata ini semua rencana jahat yang sedang kamu susun dari kemarin, tidak ada kata maaf lagi untuk kamu Prince!’’ geram Tuti.
Yah, dan benar saja Prince berlalu begitu saja meninggalkan Tuti yang akan menjadi bahan makanan bagi zombie hidup di kampusnya ini, mimpi apa bisa mengalami permasalahan begitu rumit seperti ini, padahal moodnya sebelum tidur sudah sangat bagus, eh malah ketika bangun dirinya mendapatkan permasalahan, dan ini baru pagi hari.
‘’Apa?! Mau apa kalian semua, hah!’’ geram Tuti dengan suara lantangnya.
Prince yang masih sempat mendengar suara lantang itu hanya tersenyum penuh kemenangan, terlihat rombongannya tengah menanti Prince, mereka dan semua pria yang ada di kampus mendapatkan tontonan gratis ketika semua gadis di kampusnya itu akan menghadang Tuti.
‘’Tontonan yang sangat mengasyikkan, bukan?’’ tanya Prince ketika dirinya sudah berada bersama dengan geng nya.
Mereka bertiga hanya geleng-geleng kepala ketika melihat semua hal yang telah dilakukan oleh Prince pada murid baru itu, Prince hanya menyulingkan sedikit senyum simpul.
‘Ini baru permulaan, hanya butuh kelinci permainan yang tepat untuk mengantarkan mereka semua ke neraka!’ batin Prince.
Di tempat yang berbeda, Pak Fardi dan Pak Boni hanya memperhatikan apa yang telah terjadi, dan mereka juga sudah seperti penonton film tanpa membayar, tontonan gratis yang disuguhkan oleh Prince.
‘’Entah apa yang sedang berkeliaran di dalam otak bocah ingusan itu!’’ ucap Pak Fardi yang kembali menatap penuh tanda tanya pada hal yang akan diterima oleh Alice alias Tuti.
Pak Boni sangat iba pada hal yang menimpa Tuti, dirinya murid baru dan sudah mendapatkan permasalahan serius di kampus elite ini, hanya saja Pak Boni tidak diizinkan untuk membantu Tuti, dirinya di cegat oleh Pak Fardi yang masih menatap lekat pada gadis dan rombongan yang mulai adu cekcok.
‘’Sabar dulu, Boni. Kita lihat seberapa tangguh gadis baru itu,’’ ujar Pak Fardi.
Dirinya hanya bisa pasrah karena sekeras-kerasnya dia akan jauh lebih keras lagi sikap dan sifat Pak Fardi, dirinya hanya tidak yakin jika Alice mampu menghadapi semua rombongan gadis di kampus.
‘’Tapi sampai kapan? Sampai gadis malang itu mendapatkan permasalahan serius baru kamu mau menolongnya, hah!’’ geram Pak Boni, semakin dirinya berusaha untuk menolong Tuti yang sudah dikerumuni oleh gadis-gadis kampus, Pak Fardi tidak akan pernah membiarkan dirinya menolong sedikitpun Tuti.
‘’Sabarlah dulu, Boni. Kita berdua hanya tinggal lihat reaksi apa yang akan dilakukan oleh gadis baru itu,’’ saran dari Pak Fardi.
Tuti memang sudah tidak bisa bergerak kemanapun, semua sudut sudah dikerumuni oleh gadis-gadis kurang kerjaan, Tuti berusaha untuk tetap tenang dalam menghadapi mereka semua.
‘’Hei, gadis pemegang santet! Lo santet pakai apa Prince, hah! Dasar gadis pemelihara dukun!’’ ujar salah satu dari seorang gadis, yah gadis yang selalu membuat keributan dengannya.
‘’Minggir dari hadapan gue sekarang juga! Atau lo semua yang jumlahnya ini sudah seperti zombie hidup kurang kerjaan akan merasakan pukulan dari tinju dan tendangan gue!’’ geram Tuti dengan nada suara yang sangat menakutkan.
Mereka semua masih mengerumuni Tuti dan mengeluarkan ejekan dan ucapan yang sangat mematikan, nasib baik Tuti sudah tahan banting dengan ini semua, dirinya menatap gadis-gadis yang mengerumuninya dengan sangat tajam.
‘’Minggir!’’ teriak Tuti, dirinya berhasil keluar dari kerumunan gadis-gadis penggila Prince.
Tuti menatap pada Prince di seberang sana dengan sangat kesal dan amarah yang sudah memuncak.
‘’AWAS SAJA LO PRINCE!’’
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments