Episode 9/ Adu Skill di Investigasi.

Episode 9/ Adu Skill di Investigasi.

Tidak selang beberapa menit beberapa orang terdengar tengah melangkah, hanya saja kali ini rombongan itu yang berusaha di elakkan oleh Alice, yah mereka rombongan Prince, mereka semua mulai mendekat pada tubuh korban, nasib baik Alice bisa bersembunyi.

‘Mimpi apa bisa ketemu lagi dengan pria brengsek ini!’’ geramnya.

Alice tidak bisa melakukan banyak hal, dirinya berusaha mengirimkan pesan pada seseorang di seberang sana, berharap pria itu sempat membaca pesan darinya.

[Kamu bawakan keperluan saya ke tempat investigasi nantinya, yang paling terpenting janggut!]

Alice kembali menatap ke arah tiga pria itu, mereka memperhatikan dengan sangat detail. Alice yang masih bersembunyi hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah mereka. Tapi dia lebih fokus pada Prince, pria itu sudah berubah menjadi pria yang sangat tampan dan tentunya semua wanita akan tergila-gila padanya, mau sekuat apapun Alice melupakan pria yang pernah hadir di masa lalunya, itu semua akan sia-sia ketika mereka kembali berinteraksi.

‘Padahal aku sudah berusaha untuk melupakan kamu, Prince. Tapi … kenapa ini sangat sulit? Kenapa?’ pikir Alice membuang mukanya, dia tidak ingin jatuh cinta kembali pada pria masa lalunya.

Rombongan detektif juga sudah mulai bersiap-siap, mereka tengah mengambil semua keperluan untuk penyelidikan dan tentunya barang permintaan Alice, mereka akhirnya sepakat untuk melanjutkan perjalanan mereka, memang membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit untuk bisa berada di lokasi.

Ketika mereka masuk, tidak ditemukan Alice, yang mereka temukan hanya tiga pria ingusan yang bertingkah layaknya detektif.

Salah dari seorang mereka mendekat dan memberikan teguran pada ketiga pria itu, terjadi cekcok di lokasi investigasi, Alice yang bersembunyi disana, hanya bisa nyengir melihat semua tindakan para pria di depan sana, bagaimana caranya mereka masih cekcok sementara kasus ini perlu dipecahkan dengan cepat.

‘Awas saja mereka semua!’ geram Alice.

Ingin rasanya berteriak memarahi mereka, walaupun itu terlalu sulit dan pasti Prince akan mengenali suara asliku atau tidak suara Tuti, bingung tapi sebuah tangan menghampiriku, yah pria yang makan bersamaku di lokasi kejadian.

Dirinya datang dengan membawa semua perlengkapan yang Alice minta, tanpa buang waktu dirinya segera memakai semua peralatan yang dibutuhkan, Alice berubah bagaikan pria tua, sudah sangat mirip hanya perlu satu tindakan saja, suara lain, agar Prince dan rombongannya tidak mengenali.

‘’Detektif, Anda bisa memakai ini!’’ saran darinya.

Sebuah benda yang bisa merubah suara tergantung keinginan pemiliknya, Alice tersenyum bangga padanya, yah karena dengan bantuan pria tiga tahun jauh lebih muda darinya memang sangat bisa diandalkan.

‘’Bagus juga kamu kembali ke Indonesia,’’ puji Alice, pria itu hanya memberikan senyuman manis.

Alice dan pria itu melangkah mendekat, mereka berdua memperhatikan cekcok yang terjadi di depan sana, Alice yang sudah tidak sabaran untuk menghukum mereka, lantas dihentikan oleh pria yang bersamanya.

‘’What?’’ tanya Alice.

Pria itu hanya diam, dirinya melakukan sesuatu pada benda yang terpasang tepat di belakang jaket yang digunakan Alice, dia terlihat mengotak-ngatik benda itu, tidak lama hanya dua menit, setelah semuanya selesai mereka kembali mendekat.

Anggota detektif lainnya memperhatikan Alice dengan detail, mungkin mereka tidak mengenali pria bangka dalam balutan tubuh Alice.

‘Bagus juga ide dia ini, dengan cara seperti ini aku akan sangat mudah memecahkan banyak kasus tanpa takut dikenali oleh mereka, pria yang sangat menyebalkan, terutama dia!’ batin Alice yang dipenuhi dengan kebencian pada rombongan Prince, terutama ketua geng nya, mantan kekasihnya.

‘’Dasar bodoh kalian semua! Tidak lihat kah ada permasalahan di hadapan kalian ini, hah! Bisa-bisanya malah adu bacotan dibandingkan memecahkan kasus ini!’’ geram Alice.

Dirinya cukup terkejut pada suaranya yang seratus persen mirip dengan suara pria dewasa, dirinya melirik sekilas pada pria yang telah menyiapkan ini semua untuknya, selang beberapa detik kemudian, Alice focus pada anggota detektif dan geng Prince.

‘’Hei, Pak tua bangka! Mau apa Anda? Jangan sok-sokan jadi pahlawan kesiangan sekarang! Lebih baik Anda urus saja calon pemakaman Anda!’’ gertak Prince.

‘Benar-benar belum berubah! Awas saja kamu, Prince akan saya buat kamu menelan kembali ucapan kamu itu!’ batin Alice yang selalu makan hati ketika berhadapan dengan Prince.

Pria yang memberikan semua perlengkapan pada Alice, tersulut amarahnya. Langsung saja dia maju dan mencengkram kerah baju Prince, tatapan mematikan itu membuat kedua teman Prince ketakutan, tapi tidak dengan Prince sendiri.

‘’Mau apa? Pukul sekarang, hah! Jangan mentang-mentang kalian semua ini detektif, dengan seenak hatinya merendahkan kami!’’ geram Prince.

Alice tidak mempersibukkan dirinya pada kekacauan yang telah terjadi, dirinya lebih fokus pada semua titik di lokasi kejadian, yah memang seperti inilah Alice, lebih fokus menata hatinya untuk memecahkan kasus dibandingkan untuk menata hatinya demi seorang pria.

Kedua pria itu masih berdebat dan Alice juga focus pada penyelidikannya sendiri, dan anggota detektif lainnya hanya menjadi penonton di lokasi investigasi. Sudah menghabiskan sepuluh menit, dan Alice tersenyum dengan menyeringai, dirinya sudah paham kenapa insiden bunuh diri terjadi.

Dirinya akhirnya kembali dan kesal karena kedua pria itu masih sibuk dengan perdebatan yang tidak berguna, Alice mengedarkan pandangannya ke sebuah tempat, di sana ada dua kaleng minuman bersoda, tanpa pikir panjang Alice menendang dua kaleng minuman itu pada mereka berdua, yah dan tepat sasaran.

‘’Awhg!’’ teriak mereka kesakitan.

Alice tersenyum tipis, dirinya melangkah mendekat dan memberikan titah pada empat detektif yang sedari tadi hanya menjadi penonton tanpa bayaran, mereka mendengarkan titah Alice dengan baik dan langsung mengerjakan semua hal yang diinginkan oleh Alice.

‘’Untuk apa itu semua, Detektif?’’ tanya pria yang berdebat dengan Prince.

‘’Lihat saja nanti!’’ ujar Alice.

Prince seakan mengenal pria tua bangka ini, dia mendekat padanya dan mendekatkan wajahnya, memperhatikan dengan sangat detail pria tua bangka ini. Alice gelagapan dengan tatapan dari Prince, dia harus tetap melakukan penyamaran ini dengan baik, sekalipun hatinya sedang berdebar tidak karuan.

‘’Hei, Anda tidak sopan kepada yang lebih tua yah!’’ geram Alice mendorong tubuh Prince.

Prince malah tersenyum aneh, seakan dirinya sudah mengetahui hal penting dari Alice. Kedatangan rombongan detektif setidaknya bisa membuat Alice kembali mengabaikan keberadaan Prince.

‘’Bungkus rapi semua barang yang berserakan di lantai, di ujung kiri pintu masuk dan di daerah tempat pemanggang dan di bawah tubuh korban!’’ titah Alice.

Empat detektif itu mengangguk dan langsung bekerja, Alice mendekat pada pria yang cekcok dengan Pince, dirinya membisikkan sesuatu yang membuat jiwa penasaran Prince memberontak.

‘’Hei, apa-apaan ini! Kenapa hanya kalian berdua yang tahu tentang kasus ini!’’ geram tidak suka Prince.

‘Huh! Dasar bocah ingusan, sekalipun di beberkan padanya, apa dia akan mengerti!’ batin Alice yang mengabaikan Prince.

Anggota detektif yang telah mengumpulkan bersih semua hal yang diinginkan oleh Alice, mereka kembali menghadap. Alice melihat seluruh ruangan dan kembali menatap pada empat detektif ini.

‘’Sekarang kalian bawa semua barang ini ke tempat autopsy dan minta bantuan Profesor untuk menelitinya!’’ ujar Alice, detektif itu kembali memberikan anggukan.

Mereka izin undur diri, dan meninggalkan Alice, rombongan Prince dan pria yang cekcok dengan mantan kekasihnya ini.

‘’Sekarang kita ke tempat tubuh mayat ini sekarang!’’ titah Alice.

Tanpa pikir panjang pria itu setuju dan mereka langsung keluar dari lokasi kejadian, mengabaikan rombongan Prince yang ikutan keluar dari tempat itu.

‘’Apa kita harus mengikuti mereka?’’ tanya salah seorang rekan Prince.

‘’Hmm, tentu. Gue sangat penasaran dengan pria tua bangka itu!’’ ucap Prince.

Rombongan Prince masuk ke dalam mobil, hanya saja mereka kehilangan jejak mobil Alice, padahal selisih mereka hanya satu menit, tapi rombongan Prince sudah kehilangan jejak.

‘’Awhg, sial! Padahal ini satu-satunya cara agar bisa mengetahui siapa pria tua bangka itu!’’ kesal Prince.

‘’Lantas bagaimana sekarang? Kita sudah kehilangan jejak mereka,’’ kata rekan Prince yang menjadi pengemudi.

‘’Kita kembali saja, jika bukan sekarang maka masih ada hari-hari berikutnya untuk mengetahui siapa sebenarnya pria tua bangka itu!’’ ujar Prince.

‘’Lo sepertinya sangat terobsesi dengan pria tua bangka itu? Apa lo mengenalnya?’’ tanya rekan lain yang duduk di bangku belakang.

Prince tidak memberikan jawaban apapun, hanya senyuman aneh yang diberikan oleh Prince.

‘Untuk sekarang memang gue belum mengetahui siapa pria tua bangka itu, tapi nantinya semuanya akan terbongkar!’ batin Prince, dirinya sedang memikirkan satu nama ketika berhadapan langsung dengan pria tua bangka itu.

Episodes
1 Episode 1/ Kasus di Kampus Mantan.
2 Episode 2/ Kehidupan Neraka di Mulai.
3 Episode 3/ Tersangka Pertama
4 Episode 4/ Mendadak Trending Topik di Kampus Elite.
5 Episode 5/ Kasus dengan Petinggi Kampus.
6 Episode 6/ Siang Kampus Malam Kasus.
7 Episode 7/ Hampir Kebobolan.
8 Episode 8/ Memecahkan Teori Konspirasi Terbesar.
9 Episode 9/ Adu Skill di Investigasi.
10 Episode 10/ Melawan Elite Kampus.
11 Episode 11/ Membangunkan singa yang tertidur.
12 Episode 12/ Lambe Turah Meresahkan.
13 Episode 13/ Kesabaran Setipis Tisu.
14 Episode 14/ Permainan di Kuasai Oleh Setan-setan Berwajah Manusia.
15 Episode 15/ The Next Queen.
16 Episode 16/ Taruhan Kencan Dengan Mantan.
17 Episode 17/ Kencan gagal dengan Mantan Pacar.
18 Episode 18/ Over Size Penuh Pesona.
19 19/ Virus Mematikan
20 Episode 20/ Virus Elite Penawar Sulit.
21 Episode 21/ Virus Selesai Prince Terbengkalai
22 Episode 22/ Menyelamatkan Mantan dari Kematian.
23 Episode 23/ Air Mata Exclusive Khusus Untuk Prince Sang Mantan.
24 Episode 24/ Negosiasi Kematian Bersama Tuhan.
25 Episode 25/ Ronald Kesal, Kasus Tak Akan Usai.
26 episode 26/ Gengsi dan Keras Kepala Membuat Semua Merana.
27 Episode 27/ Dasar Manusia Munafik.
28 Episode 28/ Rahasia Dengan Mantan Kekasih.
29 Episode 29/ Kecantikan Alice Membuat Semua Pria Mabuk Kepayang.
30 Episode 30/ Kamu Bermain Licik, Aku Bermain Cerdik.
31 Episode 31/ Godaan Terbesar Pria Adalah Wanita.
32 Episode 32/ Pria Kunci Rahasia Alice.
33 episode 33/ Kasus Rumit, Cinta Semakin Sulit
34 Episode 34/ Klu Cinta Dari Detektif Brian.
35 Episode 35/ Tersudutkan Yang Menegangkan
36 Episode 36/ Kesepakatan dan Sebuah Penawaran.
37 Episode 37/ Dua Musuh yang Bekerja Sama.
38 Episode 38/ Simulasi Yang Menguji Nyali.
39 episode 39/ Perhatian Klunya, Alice!
40 Episode 40/ Jangan Paksa Aku Untuk Memilih
41 Episode 41/ Hati Lembut Di Balik Wajah Sangar.
42 Episode 42/ Alice, Gadis Tangguh Serba Bisa.
43 Episode 42/ Dengkuran Alice Membuat Pak Fardi Gemas.
Episodes

Updated 43 Episodes

1
Episode 1/ Kasus di Kampus Mantan.
2
Episode 2/ Kehidupan Neraka di Mulai.
3
Episode 3/ Tersangka Pertama
4
Episode 4/ Mendadak Trending Topik di Kampus Elite.
5
Episode 5/ Kasus dengan Petinggi Kampus.
6
Episode 6/ Siang Kampus Malam Kasus.
7
Episode 7/ Hampir Kebobolan.
8
Episode 8/ Memecahkan Teori Konspirasi Terbesar.
9
Episode 9/ Adu Skill di Investigasi.
10
Episode 10/ Melawan Elite Kampus.
11
Episode 11/ Membangunkan singa yang tertidur.
12
Episode 12/ Lambe Turah Meresahkan.
13
Episode 13/ Kesabaran Setipis Tisu.
14
Episode 14/ Permainan di Kuasai Oleh Setan-setan Berwajah Manusia.
15
Episode 15/ The Next Queen.
16
Episode 16/ Taruhan Kencan Dengan Mantan.
17
Episode 17/ Kencan gagal dengan Mantan Pacar.
18
Episode 18/ Over Size Penuh Pesona.
19
19/ Virus Mematikan
20
Episode 20/ Virus Elite Penawar Sulit.
21
Episode 21/ Virus Selesai Prince Terbengkalai
22
Episode 22/ Menyelamatkan Mantan dari Kematian.
23
Episode 23/ Air Mata Exclusive Khusus Untuk Prince Sang Mantan.
24
Episode 24/ Negosiasi Kematian Bersama Tuhan.
25
Episode 25/ Ronald Kesal, Kasus Tak Akan Usai.
26
episode 26/ Gengsi dan Keras Kepala Membuat Semua Merana.
27
Episode 27/ Dasar Manusia Munafik.
28
Episode 28/ Rahasia Dengan Mantan Kekasih.
29
Episode 29/ Kecantikan Alice Membuat Semua Pria Mabuk Kepayang.
30
Episode 30/ Kamu Bermain Licik, Aku Bermain Cerdik.
31
Episode 31/ Godaan Terbesar Pria Adalah Wanita.
32
Episode 32/ Pria Kunci Rahasia Alice.
33
episode 33/ Kasus Rumit, Cinta Semakin Sulit
34
Episode 34/ Klu Cinta Dari Detektif Brian.
35
Episode 35/ Tersudutkan Yang Menegangkan
36
Episode 36/ Kesepakatan dan Sebuah Penawaran.
37
Episode 37/ Dua Musuh yang Bekerja Sama.
38
Episode 38/ Simulasi Yang Menguji Nyali.
39
episode 39/ Perhatian Klunya, Alice!
40
Episode 40/ Jangan Paksa Aku Untuk Memilih
41
Episode 41/ Hati Lembut Di Balik Wajah Sangar.
42
Episode 42/ Alice, Gadis Tangguh Serba Bisa.
43
Episode 42/ Dengkuran Alice Membuat Pak Fardi Gemas.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!