Episode 8/ Memecahkan Teori Konspirasi Terbesar.

Episode 8/ Memecahkan Teori Konspirasi Terbesar.

Alice menanti jawaban apa yang akan di berikan oleh pria yang tidak lain detektif seniornya, pria itu bernama Detektif Brian. Yah, pria yang kembali pulang demi menuntaskan kasus yang tengah di usut oleh Alice.

‘’Sekarang coba pastikan tempat ini bersih kembali!’’ titah Detektif Brian.

Alice menoleh penuh keheranan, bagaimana mungkin pria ini membersihkan jejak yang bisa mereka gunakan sebagai barang bukti. Sudah gatal rasanya untuk menolak perintah Detektif Brian, tapi ia juga harus ingat jika Detektif Brian merupakan seniornya yang sudah sangat banyak menyelesaikan kasus-kasus berbahaya di luaran sana.

‘’Sudah Detektif,’’ balas mereka.

Detektif Brian tersenyum simpul, dia melirik pada Alice yang memperhatikan gerak-geriknya.

‘Kamu ini sangat lucu jika sedang berpikir keras seperti itu,’ batin Detektif Brian.

Detektif Brian menekan beberapa angka di ponselnya, lantas ketika sambungan itu berhasil masuk, tanpa basa-basi dia menembakkan satu peluru ke sebuah tempat.

‘’Cepat datang ke sumber suara ini atau jangan salahkan jika peluru ini akan menelan korban dan membuat permasalahan serius!’’ gertak Detektif Brian.

Alice dan detektif lainnya memperhatikan dengan siapa Detektif Brian ini tengah berbicara, apa mungkin itu pelakunya? Mereka menanti tindak lanjut dari detektif professional ini. Selang beberapa detik, seorang pria keluar dari arah tembakan Detektif Brian.

‘Itu ….’ batin Alice yang sangat mengenal siapa pria yang melangkah mendekat ke arah mereka.

Yah siapa lagi jika bukan Pak Fardi, dosen yang sangat menyebalkan bagi Alice, baru dua hari di kampus, pria itu telah melakukan banyak sekali permasalahan dengannya, mulai memberi hukuman yang terbilang aneh, hingga beberapa jam belakang, dia juga meminta Alice untuk membayar makananya.

Tapi bukan itu permasalahannya, kenapa dia bisa berada di satu lokasi yang sama? Sementara dia bukan seorang detektif melainkan dosen menyebalkan, apa mungkin pria itu bertindak seperti psikopat sejati, yang sangat lihai dalam memainkan perannya.

‘’Jika semua dugaanku benar, pria ini dalang dibalik semua permasalahan besar yang tengah aku selidiki, maka siap-siap nyawanya aku sendiri yang akan melenyapkan dan menghapus namanya di atas muka bumi ini!’ batin Alice memasang wajah curiga pada Pak Fardi.

Pak Fardi berdiri tepat di hadapan Detektif Brian, rasanya memang sangat aneh ketika Detektif Brian belum mengambil langkah apapun, mereka hanya saling memberikan tatapan aneh, yang membuat banyak rumus bertebaran di kepala Alice, memikirkan teori konspirasi yang sedang terjadi.

Alice memang memilih untuk diam, dia tidak berniat untuk mengatakan apapun karena jika dia bersuara sudah dapat dipastikan Pak Fardi akan sangat mudah mengenalinya. Sekarang Alice harus menahan mulutnya untuk tidak mengatakan satu kata apapun, itu sangat sulit untuk dilakukan oleh Alice yang biasanya sangat gatal untuk memberikan selaan deduksi gila ketika penyelidikan terjadi.

Mereka berdua masih belum mengatakan sepatah kata apapun, Alice mulai bosan dan kesal menunggu hal apa yang telah terjadi sekarang, dirinya kembali berusaha untuk menahan diri, hingga Detektif Brian mulai berbicara.

‘’Sekarang kalian semua silahkan kembali ke kantor,’’ titah Detektif Brian.

Alice yang mendengarnya sangat kaget, dia masih tidak menyangka jika kasus ini hancur begitu saja tanpa memberikan deduksi sedikitpun, tapi bagaimanapun Alice harus menahan diri ketika di hadapannya ini terdapat seorang dosen di kampusnya yang akan menggagalkan semua penyamaran yang baru seumur jagung.

Anehnya mereka malah melangkah menjauh dan Alice merasa terabaikan, dia begitu kesal, bisa-bisanya sudah datang jauh-jauh malah tidak ada yang ia dapatkan. Seorang detektif muda menghampirinya, dengan senyum mengembang dirinya berniat mengajak Alice untuk ke restoran atau cafe terdekat, siapa tahu Alice bisa mereda amarahnya.

Alice setuju dan mereka memilih untuk jalan kaki saja, suasana tenang dapat menenangkan pikiran Alice. Pria yang berada di sampingnya memang lebih tinggi dari Alice, mereka selisih sepuluh sentimeter.

‘’Jangan mengejek ku yah, Detektif!’’ geram Alice.

Pria di sampingnya ini hanya geleng-geleng kepala, dia hanya tidak habis pikir ternyata seorang wanita yang bergelar detektif pun, seorang yang paling bijak bisa juga bertingkah layaknya anak kecil.

‘’Sekarang Anda mau pesan apa?’’ tanya pria itu ketika mereka sudah berada di salah satu kafe.

Alice yang memang sudah sangat lapar, dirinya memilih makanan dengan porsi banyak dan tentunya itu malah membuat pria yang duduk berhadapan dengan Alice kaget bukan main, ternyata porsi wanita cantik ini luar biasa jika sedang kesal.

‘’Apa ada masalah, Detektif? Sedari tadi Anda sepertinya sedang menertawakan saya!’’ geram Alice dengan tatapan mematikannya itu.

Pria yang di depannya ini memberikan gelengan kepala, Alice dikenal memang paling aneh, sifatnya ini sangat random, kadang bisa menjadi seorang yang sangat lembut, kadang bisa juga bertingkah sangat kasar.

‘’Sangat mencurigakan!’’ gumam Alice.

Dirinya memberikan menu itu pada pria yang duduk di hadapannya, hanya saja belum sempat memberikan daftar menu, dia sudah memesan.

‘’Cukup satu kentang goreng dan es teh manis,’’ pesannya.

‘’Baik, Mbak dan Mas nya. Tunggu sebentar, kami akan buatkan pesanannya,’’ ucap pekerja kafe itu.

Alice dan pria tampan di hadapannya ini, hanya saling terdiam. Alice memilih untuk memandang taman hijau di luaran sana, sementara pria itu malah tersenyum ketika Alice tersenyum tanpa sebab.

‘’Bisa-bisa diabetes saya jika terus seperti ini,’’ ucapnya.

Alice yang tidak sebodoh itu jika dihadapkan dalam masalah cinta, sontak saja dia langsung mengerti maksud pria yang bersamanya ini mengajak untuk makan di kafe.

‘’Sepertinya sudah sangat lama saya ini tidak memberikan satu tonjokan!’’ ujarnya masih menatap ke luar jendela.

Pria itu langsung sadar diri akan maksud tersirat yang disampaikan oleh Alice, bertepatan dengan itulah ponselnya berdering, setidaknya kehormatannya sebagai seorang pria tidak hancur begitu saja ketika bersama dengan Alice yang memang dikenal sebagai detektif anti asmara.

‘’Detektif Brian,’’ gumamnya heran.

Alice yang mendengar nama detektif itu lantas mengambil alih ponsel pria itu, Alice memberikan aba-aba untuk diam dan mengikuti semua arahan dan perintah yang ia berikan, dengan terpaksa pria itu memberikan anggukan.

[Sekarang kamu ada dimana? Cepat datang ke tempat saya!] titah Detektif Brian.

Alice meminta pria itu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Detektif Brian, dia sangat penasaran kenapa tidak ke nomor nya saja jika memang ada hal yang penting. Alice semakin curiga dengan Detektif Brian dan Pak Fardi, mereka seakan menyembunyikan sesuatu yang sangat penting dan misterius dari dirinya.

[Baiklah, saya tunggu kedatangan kamu satu jam lagi, oh yah jangan lupa bawa sesuatu hal yang bisa menyenangkan saya nantinya!] titah Detektif Brian.

Sambungan telepon diputus secara sepihak oleh Detektif Brian, Alice semakin kesal saja dengan tingkah detektif professional ini, tapi hal lain semakin menjanggalkan bagi Alice, awalnya Detektif Brian memerintahkan untuk segera ke lokasinya sekarang dan selang beberapa detik berikutnya dirinya malah memerintahkan untuk satu jam berikutnya baru datang menemui dengan membawa sesuatu hal yang bisa menyenangkan dirinya, ini sangat aneh dan misterius.

Sementara itu, di tempat lainnya Detektif Brian dan Pak Fardi tengah berada di satu lokasi jauh di ujung sana,mereka saling berpandangan dengan tatapan tajam yang sangat mematikan.

‘’Apa ada hal lain yang akan terjadi hari ini?’’ tanya Pak Fardi masih dengan tatapan mematikan itu.

Detektif Brian tidak memberikan jawaban apapun terkait dengan pertanyaan yang diajukan oleh Pak Fardi, dia hanya mengulaskan senyum manisnya, senyum yang sangat misterius jika itu sudah terjadi, mereka sama-sama menyeduh kopi hingga habis dalam satu kali tegukan, mungkin ini memang sudah menjadi kebiasaan para detektif tingkat tinggi, yang sering melakukan hal-hal misterius, sama seperti tugas mereka.

Alice tidak mempertanyakan langsung pada pria yang duduk berhadapan dengannya ini, dia masih sibuk menyimpulkan teori konspirasi apa yang telah terlewatkan, Alice memang harus mengaku kalah jika di minta adu deduksi gila dengan Detektif Brian, tapi bukan teori konspirasi tentang Detektif Brian yang telah berhasil mengganggu pemikirannya, ini semua tentang Pak Fardi.

‘Apa hubungan dosen itu dengan kasus yang telah terjadi hari in?’ pikir Alice yang masih sibuk merangkai semua kejadian yang telah berlalu.

Pemikirannya kacau ketika terdengar suara teriakan dari daerah dapur, teriakan yang membuat keributan dan membuat para pengunjung berlarian panik keluar dari dalam sana.

‘’AWHG! ADA YANG BUNUH DIRI!’’

Alice dan pria itu kaget, mereka memutuskan untuk menuju ke bagian di mana sumber teriakan itu berasal, dan benar saja, terlihat seorang wanita yang sudah tidak bernyawa tergantung di atas sana.

‘’Cepat panggil ambulance dan minta lima detektif untuk menangani kasus kali ini!’’ titah Alice yang segera dilakukan oleh pria yang bersamanya.

‘’SIAPA DALANG DIBALIK SEMUA INI?’’

Episodes
1 Episode 1/ Kasus di Kampus Mantan.
2 Episode 2/ Kehidupan Neraka di Mulai.
3 Episode 3/ Tersangka Pertama
4 Episode 4/ Mendadak Trending Topik di Kampus Elite.
5 Episode 5/ Kasus dengan Petinggi Kampus.
6 Episode 6/ Siang Kampus Malam Kasus.
7 Episode 7/ Hampir Kebobolan.
8 Episode 8/ Memecahkan Teori Konspirasi Terbesar.
9 Episode 9/ Adu Skill di Investigasi.
10 Episode 10/ Melawan Elite Kampus.
11 Episode 11/ Membangunkan singa yang tertidur.
12 Episode 12/ Lambe Turah Meresahkan.
13 Episode 13/ Kesabaran Setipis Tisu.
14 Episode 14/ Permainan di Kuasai Oleh Setan-setan Berwajah Manusia.
15 Episode 15/ The Next Queen.
16 Episode 16/ Taruhan Kencan Dengan Mantan.
17 Episode 17/ Kencan gagal dengan Mantan Pacar.
18 Episode 18/ Over Size Penuh Pesona.
19 19/ Virus Mematikan
20 Episode 20/ Virus Elite Penawar Sulit.
21 Episode 21/ Virus Selesai Prince Terbengkalai
22 Episode 22/ Menyelamatkan Mantan dari Kematian.
23 Episode 23/ Air Mata Exclusive Khusus Untuk Prince Sang Mantan.
24 Episode 24/ Negosiasi Kematian Bersama Tuhan.
25 Episode 25/ Ronald Kesal, Kasus Tak Akan Usai.
26 episode 26/ Gengsi dan Keras Kepala Membuat Semua Merana.
27 Episode 27/ Dasar Manusia Munafik.
28 Episode 28/ Rahasia Dengan Mantan Kekasih.
29 Episode 29/ Kecantikan Alice Membuat Semua Pria Mabuk Kepayang.
30 Episode 30/ Kamu Bermain Licik, Aku Bermain Cerdik.
31 Episode 31/ Godaan Terbesar Pria Adalah Wanita.
32 Episode 32/ Pria Kunci Rahasia Alice.
33 episode 33/ Kasus Rumit, Cinta Semakin Sulit
34 Episode 34/ Klu Cinta Dari Detektif Brian.
35 Episode 35/ Tersudutkan Yang Menegangkan
36 Episode 36/ Kesepakatan dan Sebuah Penawaran.
37 Episode 37/ Dua Musuh yang Bekerja Sama.
38 Episode 38/ Simulasi Yang Menguji Nyali.
39 episode 39/ Perhatian Klunya, Alice!
40 Episode 40/ Jangan Paksa Aku Untuk Memilih
41 Episode 41/ Hati Lembut Di Balik Wajah Sangar.
42 Episode 42/ Alice, Gadis Tangguh Serba Bisa.
43 Episode 42/ Dengkuran Alice Membuat Pak Fardi Gemas.
Episodes

Updated 43 Episodes

1
Episode 1/ Kasus di Kampus Mantan.
2
Episode 2/ Kehidupan Neraka di Mulai.
3
Episode 3/ Tersangka Pertama
4
Episode 4/ Mendadak Trending Topik di Kampus Elite.
5
Episode 5/ Kasus dengan Petinggi Kampus.
6
Episode 6/ Siang Kampus Malam Kasus.
7
Episode 7/ Hampir Kebobolan.
8
Episode 8/ Memecahkan Teori Konspirasi Terbesar.
9
Episode 9/ Adu Skill di Investigasi.
10
Episode 10/ Melawan Elite Kampus.
11
Episode 11/ Membangunkan singa yang tertidur.
12
Episode 12/ Lambe Turah Meresahkan.
13
Episode 13/ Kesabaran Setipis Tisu.
14
Episode 14/ Permainan di Kuasai Oleh Setan-setan Berwajah Manusia.
15
Episode 15/ The Next Queen.
16
Episode 16/ Taruhan Kencan Dengan Mantan.
17
Episode 17/ Kencan gagal dengan Mantan Pacar.
18
Episode 18/ Over Size Penuh Pesona.
19
19/ Virus Mematikan
20
Episode 20/ Virus Elite Penawar Sulit.
21
Episode 21/ Virus Selesai Prince Terbengkalai
22
Episode 22/ Menyelamatkan Mantan dari Kematian.
23
Episode 23/ Air Mata Exclusive Khusus Untuk Prince Sang Mantan.
24
Episode 24/ Negosiasi Kematian Bersama Tuhan.
25
Episode 25/ Ronald Kesal, Kasus Tak Akan Usai.
26
episode 26/ Gengsi dan Keras Kepala Membuat Semua Merana.
27
Episode 27/ Dasar Manusia Munafik.
28
Episode 28/ Rahasia Dengan Mantan Kekasih.
29
Episode 29/ Kecantikan Alice Membuat Semua Pria Mabuk Kepayang.
30
Episode 30/ Kamu Bermain Licik, Aku Bermain Cerdik.
31
Episode 31/ Godaan Terbesar Pria Adalah Wanita.
32
Episode 32/ Pria Kunci Rahasia Alice.
33
episode 33/ Kasus Rumit, Cinta Semakin Sulit
34
Episode 34/ Klu Cinta Dari Detektif Brian.
35
Episode 35/ Tersudutkan Yang Menegangkan
36
Episode 36/ Kesepakatan dan Sebuah Penawaran.
37
Episode 37/ Dua Musuh yang Bekerja Sama.
38
Episode 38/ Simulasi Yang Menguji Nyali.
39
episode 39/ Perhatian Klunya, Alice!
40
Episode 40/ Jangan Paksa Aku Untuk Memilih
41
Episode 41/ Hati Lembut Di Balik Wajah Sangar.
42
Episode 42/ Alice, Gadis Tangguh Serba Bisa.
43
Episode 42/ Dengkuran Alice Membuat Pak Fardi Gemas.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!