Episode 5/ Kasus dengan Petinggi Kampus.
Prince memang sudah curiga jika setelah berita itu berkembang, maka sudah dipastikan Tuti akan berhadapan petinggi kampus, dirinya terlihat berdecit dan langsung menarik tangan Tuti, dirinya melewati banyak ruangan kelas dan semua sorot mata tertuju padanya, tentu hal itu akan menimbulkan berita-berita yang jauh lebih menggemparkan dari sebelumnya.
‘’Lihat itu Prince dengan gadis gendut? Siapa dia?’’
‘’Kamu benar, rasanya dia baru di kampus tapi bodohnya malah sudah dipanggil oleh petinggi kampus, padahal kamu tahu kan jika sudah berkasus pertama kali disini, maka gawat sudah riwayat kamu,’’ bisik lainnya.
‘’Hmm, kamu benar. Tapi hal yang lebih aneh lagi kenapa Prince juga terlibat? Apa itu karena dirinya membela gadis gendut itu?’’ pikir yang lainnya.
Prince terus menggandeng tangan Tuti, dirinya memang dikenal paling cuek tapi jika sudah menyangkut harga diri Prince tidak akan main-main, dirinya pernah merasakan berada di posisi Tuti dan akan dia pastikan harga diri seseorang yang berusaha untuk kuat dilemahkan seperti ini.
Tuti alias Alice tidak percaya jika mantan pacarnya ini begitu peduli, pipi Tuti memerah dan disadari oleh Prince. Prince berbisik pada Alice ketika mereka sudah berada tepat di depan ruangan petinggi kampus.
‘’Jangan kegeeran, gua membantu kamu itu hanya atas dasar kemanusian, bukan dasar lainnya. Jadi jangan kepedean,’’ bisiknya.
Tuti hanya diam, dirinya tidak permasalahkan ucapan Prince, tapi hal yang ia permasalahkan hanya kenapa dia diperhatikan oleh begitu banyak orang, apa ini semua ada sangkut pautnya dengan Prince, secara dirinya seorang pemegang rekor paling tampan.
‘’Ayo masuk,’’ ajak Prince.
Mereka masuk ke ruangan yang bisa dikatakan sebagai ruangan kematian, dan tentunya mereka akan di interogasi dengan banyak hal yang tidak masuk akal.
‘’Silahkan duduk!’’ titah pria bertubuh tinggi, posturnya juga ok dan paling penting dirinya terlihat masih lajang.
‘’Kamu berdua tahu kenapa saya panggil kan?!’’ ujarnya dengan datar.
Tuti dan Prince mengangguk, petinggi kampus itu lantas memukul meja dengan begitu keras.
Brakk.
‘’Dan sekarang dengan enaknya kalian berdua datang ke RUANGAN KEMATIAN INI, dengan santai!’’ geramnya.
Tuti dan Prince saling pandang satu sama lain, mereka semakin heran ketika petinggi kampus mengambil sebuah buku dengan ukuran besar dan menjatuhkannya tepat di depan mereka.
Terlihat sebuah papan nama yang ditulis menggunakan tinta merah ‘’BUKU KASUS SISWA,’’
‘’Kamu berdua sudah tahu hal apa yang akan terjadi kan! Sekarang hanya tinggal memilih apakah masih ingin bertahan di sini secara terhormat atau keluar secara tidak terhormat!’’ ujarnya.
Prince yang mendengarnya sontak sangat marah, dirinya memukul begitu keras meja yang ada di depannya dan tanpa rasa bersalah juga membanting ulang ‘’BUKU KASUS SISWA,’’ tepat di hadapan petinggi kampus.
‘’Saya ingatkan pada Anda, jangan karena Anda ini memiliki jabatan tinggi, Anda bisa dengan mudah menghancurkan orang lain. Dan saya katakan, tidak akan ada kata MAAF yang terjadi!’’
‘’Tanpa tahu dengan jelas sebuah kesalahan, lantas untuk apa Anda membungkam mulut kami hanya karena jabatan tinggi yang Anda miliki?!’’ geram Prince.
Dirinya mengajak Tuti untuk meninggalkan ruangan petinggi kampus, dengan sangat kesal petinggi kampus itu langsung menghajar Prince dengan babak belur. Nasib baik Pak Boni datang dan melerai dua pria ini, Pak Boni memerintahkan agar Tuti membawa Prince ke ruangan UKS dan mengobali luka lebamnya.
‘’Awhg! Sial! Bisa-bisanya dia berbuat curang seperti itu!’’ geram Prince.
Di sepanjang perjalanan ke ruangan UKS, Prince terus saja menggerutu kekalahannya. Tuti yang mulai bosan dengan racauannya langsung melepas Prince yang membuat dirinya terjatuh ke lantai.
‘’Awhg! Why?’’ tanya Prince heran.
‘’Stop! Dari tadi kamu itu hanya menyalahkan orang lain saja, siapa suruh tidak bisa bela diri! Makanya kalo jadi pria itu jangan lemah!’’ ujarnya.
Prince berusaha berdiri, tapi dikarenakan dirinya masih sangat lemah malah kembali terjatuh. Hal itu membuat Tuti sedikit iba dan kembali menolongnya, hanya karena Prince sedang kesal dirinya menolak.
‘’Kamu ini masih belum berubah apa! Masa iya, gini aja langsung ngambek!’’ ucap Tuti tanpa memperdulikan Prince yang kesal padanya, dirinya akan tetap membantu Prince dan membantunya melangkah.
‘’Tunggu!’’ ujar Prince ketika Tuti telah selesai mengobatinya.
‘’Hmm,’’ jawab Tuti singkat.
‘Aku harus cepat menemukan rahasia-rahasia aneh di kampus ini, petinggi kampus itu begitu aneh, aku yakin jika dirinya menyembunyikan hal besar!’ batin Tuti.
‘’Kenapa kamu seakan paham akan gua?’’ tanya Prince yang mulai curiga.
Tuti sadar jika dirinya keceplosan beberapa menit yang lalu, tapi dirinya harus tetap santai agar Prince tidak semakin curiga. Tuti mengelak dan hanya mengatakan jika itu dilakukan atas dasar ketidak sengajaan.
‘’Sangat mencurigakan,’’ gumam Prince.
‘’Terserah kamu saja, yang penting saya telah menyelesaikan tugas saya untuk mengobati kamu dan sekarang saya harus kembali ke kelas, jika kamu masih lemah, istirahatlah dulu. Dan terima kasih atas semua bantuannya,’’ kata Tuti berlalu pergi.
Prince memperhatikan gerak-gerik mencurigakan yang diberikan oleh Tuti, dia merasa memiliki koneksi dengan nya, entah ini hanya sebuah pemikirannya, tapi yang pasti Prince akan mengawasi Tuti dan mencari tahu kebenarannya.
Hingga tanpa sadar jika Pak Boni sudah berada di ruangan UKS, dirinya yang mengerti dengan tatapan Prince juga mulai merasa curiga dengan Tuti.
‘Aku sangat yakin jika gadis itu ada misi di kampus ini, aku harus terus mengawasinya!’ batin Pak Boni.
Prince baru sadar akan kehadiran Pak Boni setelah beberapa menit kepergian Tuti, dirinya malah heran kenapa Pak Boni tidak langsung menegurnya.
‘’Sejak kapan Bapak ada disini?’’ tanya Prince sedikit canggung.
‘’Bagaimana dengan kabar kamu?’’ Pak Boni malah berbalik bertanya.
Prince menjelaskan jika dirinya sudah mulai membaik, Pak Boni lantas menatapnya dengan serius seakan ada hal penting yang akan terjadi.
‘’Sekarang katakana dengan saya kenapa kamu tanpa rasa bersalah berani melawan petinggi kampus?’’ tanya Pak Boni.
‘’Memangnya kenapa? Apakah itu ada masalah dengan, Anda?!’’ Prince berbalik tanya.
‘’Tidak perlu bertanya seperti itu, sekarang jawab saja! Kamu tahu kan dengan siapa sedang bermasalah, dirinya bisa saja menghancurkan kamu dengan mudah!’’ ujar Pak Boni.
‘’Yah, saya tahu itu dan saya tidak peduli. Selama dirinya masih terus menerus menggunakan konsep lama, maka saya tidak akan tunduk pada aturan konyol nya itu!’’ ucap Prince.
Harus Pak Boni akui jika Prince memang berbeda, dirinya memang dikenal paling berani ketika berhadapan dengan petinggi kampus, terkadang dirinya memang harus babak belur. Hanya saja Pak Boni khawatir dengan keselamatan Prince jika dirinya terus menerus berani menentang petinggi kampus.
‘’Saya mulai curiga pada kamu, apa semua pertentangan ini murni dari hati kamu atau ada unsur lain?’’ tanya Pak Boni yang membuat Prince bingung.
‘’Sekarang jawab dengan jujur apakah ini ada sangkut pautnya dengan Tuti?!’’ ucap Pak Boni serius.
‘’Mau iya ataupun tidak, itu bukan urusan Anda. Malah saya yang seharusnya penasaran pada Anda!’’ balas Prince.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
Manami Slyterin🌹Nami Chan🔱🎻
semangat ya thor
2023-01-10
1