Episode 4/ Mendadak Trending Topik di Kampus Elite.
Alice keluar dari ruangan pribadi Pak Boni dengan sangat heran, sikap Pak Boni begitu beda, terlebih ucapan terakhirnya membuat Alice alias Tuti yang sedang menyamar mulai mencurigai Pak Boni.
‘’Saya sangat yakin ada hal aneh dengan kedua dosen itu, aku sangat yakin jika dirinya hanya melakukan penyamaran, mereka berdua terlalu aneh untuk bisa dipercaya dan lebih bodohnya lagi dosen itu berkata menyukai aku dalam bentuk Tuti, sudah jelas hanya sebuah rayuan dan tipuan dari seorang pria!’’ gumam Alice.
Tepat di hadapannya muncul komplotan gadis kurang kerjaan, mereka lah yang akan mengusik kehidupan Alice di kampus.
‘’Bisa tolong minggir!’’ ujar Tuti.
‘’Hah!’’ dengan nada ejekan.
‘’Apa kamu pikir dengan mudah kami ini akan melepaskan gadis yang telah membuat para gadis pencetak rekor di kampus elite ini malu untuk satu kelas!’’ geram ketua geng nya.
‘’Saya tidak peduli dengan status yang kamu semua miliki! Sekarang minggir dari hadapan saya!’’ bentak Tuti.
Sudah kali keduanya mereka dipermalukan di depan public dan yang jauh lebih bikin malu lagi adalah gadis yang berani menghinanya ini sangat tidak cantik, bisa-bisanya mempermalukan gadis paling hits di kampus.
‘’Minggir dari hadapan saya!’’ ucap Tuti memecah barisan mereka.
Para gadis-gadis itu masih terus mengejar Tuti, mereka semua tidak akan senang jika Tuti belum merasakan karma karena telah berani mengganggu gadis pemegang rekor, kapan perlu Tuti harus keluar dari kampus.
‘’Hei! Gadis brengsek! Lebih baik lo minggat dari kampus ini, sebelum karma buruk akan lo rasakan!’’ geram mereka.
Layangan jambakan berhasil dielakkan oleh Tuti, malah karma yang mereka bicarakan itu mengenai orang yang berbicara terlebih dahulu, buruknya lagi mereka malah masuk ke dalam got sampah, hal itu malah membuat gelak-tawa bermunculan dari semua penjuru kampus, mereka bertiga menjadi bahan candaan satu kampus.
‘’Sekarang KARMA itu mengarah pada siapa?’’ ejek Tuti yang berlalu meninggalkan mereka bertiga yang masih menjadi bahan candaan.
‘’Sial! Mereka semua menertawakan kita! Ini tidak bisa dibiarkan, gadis berengsek itu harus merasakan hal yang jauh lebih pedih dari yang kita rasakan sekarang!’’ geramnya.
‘’SETUJU!’’ sahut yang lainnya.
Di daerah kantin, Prince dan rombongannya mendapatkan tontonan gratis, bisa-bisanya gadis-gadis pemecah rekor di kampus dipermalukan oleh mahasisiwi baru, ini akan menjadi berita yang menggemparkan tentunya, dan benar saja berita tentang Tuti langsung tersebar luas di internet.
‘’Lo, lihat ini semua!’’ titah Gabriel.
Semua rekan yang lainnya menjadi focus pada layar hpnya sendiri, dan memang benar berita Tuti dan gadis pemegang rekor mulai tersebar dengan judul ‘’GADIS GENDUT BERURUSAN PANJANG DENGAN KAMPUS SETELAH MEMBUAT KEKACAUAN DENGAN GADIS-GADIS PEMECAH REKOR,’’
Mereka yang ada di kantin jelas heboh dengan berita yang viral ini, karena sudah pasti Tuti akan dipanggil oleh orang nomor satu di kampus, mereka sudah membayangkan apa yang akan terjadi.
‘’Ini tidak adil!’’ ujar Prince memukul meja makan kantin dengan sangat keras.
Brakk.
Pukulan meja yang sangat keras membuat semuanya terdiam, mereka juga terlihat saling berbisik satu sama lain, hal yang patut dicurigakan jika seorang pria paling dingin di kampus dan paling terkenal dengan cuek nya mendadak menaruh simpati pada gadis baru dan standar kecantikan gadis itu tidak sesuai dengan aturan kampus.
‘’Hei! Tenang bro, murid baru itu yang mendapat masalah kenapa lo yang harus kesal seperti ini?’’ tanya temannya.
‘’Lo tahu, sikap lo yang mendadak peduli ini jelas menimbulkan kecurigaan bagi semua gadis-gadis kampus, apa jangan-jangan lo kena pelet yah sama si Tuti itu?’’ bisik yang lainnya.
Prince yang awalnya focus pada layar hp nya dan membaca dengan sangat teliti berita yang sedang viral, langsung mendongakkan kepalanya dan baru saja menyadari jika semua yang ada di kantin kampus mencurigai dan saling berbisik satu sama lain.
‘’Baru sadarkah Prince? Apa Prince yang mendapatkan julukan si pria dingin sedingin es sudah meleleh akibat gadis gendut?’’ bisik yang lainnya.
Prince langsung saja kesal dan memukul kembali meja dengan sangat keras.
Brakk.
Semua teman-teman yang sedari tadi ikut menggoda dan mengejeknya lantas terdiam, ini kali pertama Prince marah di hadapan public.
‘’Lo semua benar-benar keterlaluan! Tidak ada kata cantik maupun jelek! Gendut ataupun langsing! Semuanya sama, dan lo tahu ucapan lo semua ini telah berhasil menunjukkan jika lo yang ada disini SAMPAH!’’ geram Prince dengan menunjuk mereka satu persatu.
Semuanya hanya bisa terdiam melihat Prince yang meninggalkan ruangan kantin dengan langkah kasar, semua rekannya berusaha mengejar Prince, mereka sangat menyesal karena telah membuat pria nomor satu di kampus menjadi marah.
‘’Lo sih ngomongnya terlalu menyinggung!’’ geram lainnya ketika mereka semua sedang fokus mengejar Prince.
‘’Lah kenapa lo malah nyalahin gue! Gue mana tahu jika Prince akan marah seperti ini, sementara lo sendiri tahu jika Prince itu cuek banget, tapi pas sama si Tuti itu dia mendadak peduli banget, kan wajar kalo gue ini menggodanya,’’ balasnya yang juga tidak ingin disalahkan.
‘’Udahlah, daripada lo berdua berantem untuk hal yang nggak penting, lebih baik sekarang kita kejar Prince dan minta maaf,’’ saran pria lainnya.
Mereka berdua berhenti bertikai dan masih terus berusaha untuk fokus mencari keberadaan Prince, tapi sayangnya Prince sangat sulit untuk ditemukan, dirinya seakan sudah hilang ditelan bumi saja.
‘’Kemana lagi dia? Jika sudah seperti ini pasti akan sangat sulit untuk ditemukan!’’ Teman-teman Prince masih berusaha untuk meminta maaf secara langsung padanya.
Berbeda tempat ternyata Prince memang ditakdirkan untuk bertemu dengan Alice alias Tuti, dua insan manusia yang pernah saling mencintai di masa lalu, hanya saja itu sebuah kenangan menyakitkan jika harus diingat kembali.
Bukk.
Alice dan Prince tidak sengaja saling tabrak, ketika rasa kesal di antara mereka saling memuncak, Alice sangat kaget niatnya ingin menghindar dari Prince malah dipertemukan lagi, dirinya yang tidak sengaja mendengar Prince yang membela Tuti yang sedang menjadi berita paling viral di kampus, disisi lain pasti akan ada rasa kagum pada Prince, tapi di lain sisi tentunya masa lalu yang menyakitkan itu akan terus menjadi bayang-bayang penghambat untuk mereka merajut kisah lama.
‘’Terima kasih,’’ ucap Alice yang lantas melangkah kembali.
‘Sial kenapa aku harus bertemu dia kembali ketika hatiku mulai damai?’ pikir Alice.
Prince menahan tangan Tuti, di saat itulah Tuti atau Alice mendadak panas dingin badannya.
‘’Tunggu!’’ Ujar Prince.
‘’Lepas!’’ Titah Tuti yang tidak ingin rasa cinta itu kembali hadir.
Prince akhirnya melepaskan genggaman tangan Tuti dan berdiri tepat di hadapan Tuti, mata yang sudah sangat lama tidak saling pandang akhirnya saling melepas rindu, bohong jika Tuti tidak rindu pada Prince, hanya saja situasi yang memaksa mereka untuk tidak saling kenal.
Ceklek.
Tanpa sadar ada seseorang yang memotret Prince dan Tuti, dengan senyum miring pria itu berkata penuh kemenangan.
‘’HABIS SUDAH KARIR KAMU PRINCE!’’
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
Manami Slyterin🌹Nami Chan🔱🎻
hello princ
2023-01-10
1