‘’Semoga hati kamu bisa sekuat baja, Alice. Semoga semuanya berjalan dengan baik, dan semoga kamu masih bernyawa nantinya,’’ ujar Profesor yang memulai kembali pekerjaan yang sempat tertunda akan kedatangan Alice.
Dan saat ini Alice sudah berada di gerbang kampus sang mantan, bangunan megah dan tinggi menjulang membuat dirinya tersenyum, sudah sangat lama rasanya tidak menjadi seorang mahasiswi, baru saja melangkah, Alice dihadang oleh beberapa gadis-gadis di kampus elite itu.
‘’Hei! Wait!what are you doing?’’ tanya salah satu di antara para gadis-gadis berpenampilan serba mahal dan modis.
Alice sudah paham jika ini akan ia terima, postur tubuhnya mungkin akan menjadi permasalahan di kampus elite itu, dirinya tidak ambil pusing dan langsung saja pergi dari kumpulan para gadis-gadis.
‘’Hei!’’ teriak mereka yang berusaha mencegat langkah Alice untuk masuk ke dalam Kawasan elit itu, mereka menanyakan banyak hal dan terkesan ucapan yang gadis-gadis itu menghina fisik Alice yang sekarang.
Alice hanya diam, baginya sangat percuma untuk meladeni gadis-gadis ini, lebih baik dirinya focus dalam penyelidikannya di kampus sang mantan.
‘’Kenapa kamu hanya diam? Hah! Apa kamu bisu?’’
Gelak tawa saling bersautan satu sama lain, mereka para gadis-gadis kurang kerjaan itu semakin melakukan body shaming dan mengeluarkan ucapan yang tidak pantas, Alice hanya diam dan memperhatikan gadis-gadis ini dengan santai.
‘’Apa sudah selesai bicaranya? Apa sudah tidak ada lagi yang ingin disampaikan? Jika memang masih ada, saya persilahkan dengan segala hormat dan jika tidak ada, maka izinkan saya yang pergi. Saya tidak memiliki waktu dengan gadis-gadis konyol seperti kalian!’’ ucapan Alice membuat mereka semakin kesal, bisa-bisanya Alice membuat mereka di permalukan di depan umum.
‘’Sekarang minggir dari hadapan saya! Tidak ada waktu untuk meladeni gadis dengan otak kosong!’’ ujar Alice melangkah pergi.
Gadis-gadis itu semakin kesal dengan Alice, bahkan mereka berencana untuk membuat Alice merasakan hidup di neraka di kampus itu, yah mereka tengah membicarakan hal apa yang bisa membuat Alice merasakan neraka di kampus elit, dimana standar kecantikan di nomor satukan.
Dari kejauhan Prince memperhatikan semua yang terjadi di kampusnya, dia sedikit kagum pada keberanian yang dimiliki oleh Alice, wanita bertubuh besar yang sudah dapat dipastikan memiliki permasalahan dengan para gadis-gadis penguasa kampus.
‘’Gila, gue nggak menyangka jika akan ada wanita seperti dia yang mau ambil resiko besar untuk berada di kampus ini,’’ ujar seorang pria menatap focus pada Alice yang mulai masuk ke ruangan majelis guru.
‘’Hmm, lo benar. Padahal tidak ada yang berani untuk berhadapan dengan gadis-gadis pemegang rekor di kampus kita, harus gue akui jempol untuk wanita bertubuh bongsor itu,’’ balas pria lainnya.
‘’Apapun itu, dia akan menjadi saingan terberat mereka, gadis-gadis yang terus memecahkan rekor standar kecantikan di kampus kita selama tiga periode. Dan ini semua akan menjadi pertarungan yang menyenangkan untuk ditonton,’’ balas pria lainnya.
‘’Menarik,’’ ujar Prince.
Ketiga sahabat Prince saling pandang dengan pemikiran mereka masing-masing, dan mungkin saja pemikiran mereka sama persis untuk kasus kali ini.
‘’Jangan sampai seorang Prince jatuh cinta pada wanita bongsor itu,’’ ujar salah seorang.
Prince hanya memberikan jawaban dengan sedikit senyuman, dimana senyuman Prince ini memiliki banyak makna dan tentunya ketiga sahabatnya itu menaruh perasaan curiga pada Prince.
‘’Prince, sepertinya lo perlu dibawa ke dokter mata!’’
Pukul 10.00
Alice telah selesai acaranya di ruangan majelis guru, itu pertanda jika Alice diterima menjadi mahasiswa di kampus elit dengan standar kecantikan yang tinggi, padahal jika dipikir-pikir lagi, rasanya sangat mustahil Alice yang sekarang, Alice dengan tubuh bongsornya bisa diterima di kampus itu, mungkin saja Alice menyogok mereka, secara siapa yang tidak tergiur dengan uang.
‘Sekarang waktunya penyelidikan pertama akan dimulai, mungkin aku harus berusaha untuk menghindari gadis-gadis itu,’ batin Alice melangkah ke kelas barunya.
Baru saja memasuki kelas, betapa syoknya Alice melihat situasi kelasnya, gadis-gadis yang berusaha ia hindari ternyata sekelas dengannya, huhh, kehidupan neraka benar-benar akan dimulai, pikir Alice hanya bisa pasrah untuk masuk ke ruangan kelas barunya, jika pun Alice kembali ke ruangan staff itu juga sangat percuma, tidak ada lagi kelas yang bisa menerima mahasiswi baru.
Semua mata tertuju padanya, terlebih gadis-gadis itu, kebencian akan kejadian tadi pagi membuat mereka tersenyum puas karena pada akhirnya bisa memberikan pelajaran yang terbaik untuk Alice, gadis-gadis itu bersorak gembira, rasa kesalnya akan terobati setelah dosen keluar dari ruangan kelas.
Setelah Alice melakukan perkenalan diri secara singkat, dosen lantas menyuruh Alice untuk duduk di bangku yang kosong, dan benar saja gadis-gadis itu telah memiliki rencana jahat untuk Alice.
‘’Pak, disini ada bangku yang kosong,’’ ucap mereka kompak.
‘’Baik, Tuti. Kamu duduk disana yah hari ini,’’ ucap Dosen yang keluar dari ruangan kelas dan Alice pun melangkah ke tempat gadis-gadis kurang kerjaan itu.
‘’Hei!’’ ujar salah seorang dari mereka.
Alice hanya diam, buang-buang tenaga saja jika harus melayani mereka, di lain sisi Alice dari kejauhan melihat seseorang yang rasanya begitu familiar, yah mantanya sendiri mulai melangkah masuk ke dalam ruangan yang sama, jelas kehidupan neraka akan segera dimulai dan sudah pasti Alice mendapatkan banyak kekacauan dalam penyelidikan kali ini.
Gadis-gadis yang melihat kedatangan kumpulan pria tampan, mereka sangat bergembira dan memberikan pengumuman ketika kumpulan pria tampan sudah masuk ke dalam ruangan kelas.
‘’Gaiss, gua ada pengumuman nih. Please, dengerin baik-baik!’’ ucap salah seorang dari mereka.
Akhirnya semua yang ada di kelas memberikan pusat perhatian pada gadis-gadis itu, yah Alice sudah dapat menebak alur mereka, pasti bully pertama akan dirasakan olehnya. Alice tidak terlalu mementingkan itu semua, dia juga tidak akan takut di bully oleh mereka, justru Prince lah yang menjadi momok paling menakutkan bagi Alice.
‘’Gaiss, karena kita kedatangan teman baru, apa akita tidak ada acara penyambutannya? Apa seperti ini tata krama kelas kita pada teman baru kita yang Bernama Alice?’’ ujar salah seorang dari mereka.
Prince dan rombongannya saling pandang satu sama lain, terlebih gadis lainnya mengendap-ngendap dari belakang dengan membawa satu tong sampah penuh, baru hendak melangkah untuk dekat dengan Alice, dirinya sudah terlanjur mengerti apa yang akan terjadi, dan untuk memberikan efek jera kepada gadis-gadis kurang kerjaan itu, Alice bangkit berdiri dan menendang tong sampah yang ada di belakangnya secepat kilat, dan Bukkk, isi dari tong sampah itu malah mengenai gadis-gadis itu, gelak tawa tidak bisa dielakkan dari ruangan kelas.
Alice melangkah mendekat pada mereka dan berkata.
‘’UPPS, MAAF. TAPI INI MEMANG BALASAN YANG TEPAT UNTUK GADIS-GADIS KURANG KERJAAN!’’ ujar Alice yang membuat dirinya menjadi pusat perhatian baru di kelasnya, dirinya melangkah keluar dari kelas ketika melihat target pertamanya dari jendela kelas.
‘’TUTI!’’
‘’DASAR WANITA BONGSOR, LO AKAN HIDUP DI NERAKA SELAMA DI KELAS INI!’’
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
Roselia Dufan
emng dasar orng suka body shaming itu minta di seleding
2023-07-18
1
@Risa Virgo Always Beautiful
Alice berpikir lebih baik dia fokus dengan penyelidikan di kampus sang mantan
2023-07-17
0
ℛᵉˣℱᵅᵐⁱⳑʸʚɞ⃝🍀𝑬𝒓𝒊𝒛𝒂𝒀𝒖𝒖
gitu amat sih doain nya prof😶
2023-07-17
1