Akhirnya setelah beberapa jam memasak, selesai juga. Virlie dan yang lainnya akhirnya merasa lega.
"Karena kalian sudah membantu Ibu-ibu di sini, sekarang saatnya makan. Ayo, semuanya kita makan!" ajak Pak RW.
Semuanya tampak semangat, Virlie pun akhirnya ikut karena perutnya sudah sangat lapar.
Ternyata Ibu-ibu sudah menyiapkan nasi liwet dan lauk pauk khas Sunda, seperti lalapan, sambel, tahu, tempe, dan ikan asin.
Virlie tampak menganga. "Makanan apa ini?" tanya Virlie.
"Ini namanya nasi liwet, Neng," sahut Pak RW.
Ibra yang memang sudah duduk bersila, kemudian menarik tangan Virlie supaya duduk juga sehingga membuat Virlie mendelikan matanya ke arah Ibra.
"Kenapa makannya di atas daun kaya gini? kan kotor, bagaimana kalau daunnya ada ulatnya," seru Virlie.
"Apaan sih berisik banget, kalau gak mau makan, ya sudah pergi saja jangan banyak protes. Pakai sok-sokan kaya anak orang kaya aja, manja banget," ketus Amara.
Ibra menatap Amara, Ibra tahu kalau Virlie memang anak orang kaya tapi sekaya apa orangtuanya, Ibra sama sekali tidak mengetahuinya hanya Ayahnya saja yang tahu.
"Sudah makan saja, jangan banyak protes," seru Ibra.
Semuanya tampak lahap dengan makannya, sedangkan Virlie hanya melongo karena bingung harus makan dengan apa.
"Ayo makan, ngapain malah bengong?" seru Ibra.
"Ada sendok gak? aku gak bisa makan kaya kalian," sahut Virlie.
Semuanya memang makan menggunakan tangan karena makanan Sunda memang enak kalau pakai tangan langsung tapi Virlie tidak bisa makan dengan cara seperti itu, maklum anak Sultan mana ngerti.
"Ini Vir, sendoknya. Apa mau sekalian aku yang suapin?" seru Kevin.
"No, aku masih bisa sendiri," tolak Virlie.
Setelah mendapatkan sendok, tetap saja Virlie melongo karena dia tidak tahu menu apaan itu, yang dia tahu hanya tempe dan tahu selebihnya dia sama sekali tidak tahu.
Ibra melirik ke arah Virlie, Ibra tahu kalau Virlie tidak pernah makan makanan seperti itu dan Ibra juga tahu kalau saat ini Virlie sedang lapar karena dari kemarin dia tidak makan.
Ibra menyomot nasi liwet plus tahu kemudian satu tangan Ibra menarik wajah Virlie supaya Virlie menoleh ke arahnya.
"Buka mulut kamu!"
"Kamu mau ngapain?"
"Buka mulutnya."
Virlie pun perlahan membuka mulutnya dan Ibra memasukan nasi ke dalam mulut Virlie, seketika Virlie melotot.
"Ih...itu kan tangan bekas kamu!" teriak Virlie dengan mulut penuh nasi.
"Kunyah jangan dibuang, aku tahu kamu lapar kan? karena tadi malam tidak makan."
Perlahan Virlie mulai mengunyah makanannya dan setelah dirasa-rasa ternyata memang enak, mungkin karena efek lapar jadi makan seadanya juga terasa sangat enak.
Akhirnya Virlie mengubah posisinya menjadi menghadap Ibra membuat Ibra mengerutkan keningnya.
"Kenapa?" tanya Ibra.
Virlie mulai membuka mulutnya. "Makan lagi."
"Apa? kamu kan bisa makan sendiri, ngapain minta disuapin segala?"
"Buruan aku lapar," rengek Virlie.
Kevin yang melihat itu merasa kesal, hingga akhirnya Kevin pun menghampiri Virlie.
"Biar aku saja yang suapin kamu," seru Kevin.
"Gak mau, buruan!" rengek Virlie dengan menarik-narik baju Ibra.
Ibra akhirnya mengalah juga, dia pun menyuapi Virlie dan memilih dirinya untuk tidak makan dulu. Virlie tampak senang dan makan dengan lahap membuat Ibra sedikit menyunggingkan senyumannya.
Wajah Virlie tampak dekat dengannya, dan jantung Ibra mulai berdetak tak karuan.
"Gila, kenapa cewek ini cantik banget, fix ini mah cantiknya gak ada obat," batin Ibra.
Setelah makan dengan lahapnya, Virlie pun berhenti juga. Perutnya begitu sangat kenyang.
"Ah, akhirnya kenyang juga," seru Virlie dengan mengusap perutnya.
"Manja banget sih jadi cewek, bilang aja kalau kamu pengen disuapin sama si Ibra pakai alasan gak biasa makan seperti itu lagi," sinis Fatma.
"Heem, bilang aja kalau kamu pengen cari perhatian sama cowok-cowok tampan di kampus, norak banget sih cara kamu. Sok-sokan gak pernah makan inilah, gak pernah ngelakuin hal itulah, dasar tukang halu. ini nih kalau cewek suka nonton Drakor, ngehalunya kebangetan berpikir kalau dirinya anak orang kaya padahal kenyataannya anak orang miskin," hina Amara.
Virlie benar-benar sangat malas berdebat dengan cewek-cewek alay pengagum Kevin itu, dia pun akhirnya bangkit dari duduknya dan menatap kedua cewek jilid yang ada di hadapannya itu.
"Kamu ngomongin diri kamu sendiri ya? ckckck..iri bilang Bos," seru Virlie dengan judesnya.
Virlie pun pergi meninggalkan Fatma dan Amara yang saat ini justru malah menganga dengan ucapan Virlie.
"Yang diomongin si Virlie ada benarnya, memang kamu seperti sedang membicarakan diri kamu sendiri," seru Fatma.
"Apa kamu bilang?" sentak Amara.
"Hehehe...sorry Ra."
"Awas ya kamu Virlie," geram Amara.
Semenjak kejadian menyuapi Virlie, Ibra menjadi salah tingkah sendiri saat berhadapan dengan Virlie, bahkan Ibra secara diam-diam sering memperhatikan Virlie.
***
Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, satu Minggu sudah mereka melakukan tugas lapangan dan hari ini adalah waktunya mereka kembali ke kota.
Seperti biasa, Virlie terlihat ribet sekali dengan dua kopernya.
"Sini, biar aku yang bawa koper kamu," seru Ibra dan Kevin bersamaan sembari memegang koper Virlie.
Virlie menatap Ibra dan Kevin bergantian. "Tumben kalian mau bawakan koper aku tanpa aku minta duluan," seru Virlie.
"Awas Bra, biar gue aja yang bawa koper Virlie, gue masih kuat menggeret dua koper," seru Kevin.
"Apaan sih, aku juga kuat kali tinggal menggeret koper," sahut Ibra tidak mau kalah.
Ibra dan Kevin bersitegang memperebutkan koper milik Virlie membuat Virlie mengerutkan keningnya, tapi Virlie tidak ambil pusing, dia pun langsung meninggalkan kedua pria tampan itu, dia sama sekali tidak peduli.
"Vir, tunggu!" teriak Kevin dengan mendorong tubuh Ibra.
"Sialan, kamu mendorong aku!" teriak Ibra.
Kedua pria tampan itu berlomba mengejar Virlie, akhirnya Ibra malah jatuh cinta kepada Virlie.
"Ayo Vir, masuk ke dalam mobilku," seru Kevin.
"Enak saja, Virlie kali ini harus naik bus," sahut Ibra.
"Idih, siapa Lo ngatur-ngatur Virlie," ketus Kevin.
"Kalian bisa diam tidak? aku pusing," kesal Virlie.
Seketika keduanya terdiam. "Ayo Vir, masuk ke dalam mobilku," seru Kevin lembut.
"Enggak, kali ini aku naik bus aja."
Seketika Ibra tampak kegirangan dan dengan cepat mengambil kedua koper Virlie dan memasukannya ke dalam bagasi bus.
"Loh, kok naik bus? naik bus panas tahu, nanti kamu bisa muntah."
"Mending aku kepanasan naik bus daripada satu mobil sama cewek-cewek alay itu," tunjuk Virlie.
Seketika Kevin membelalakkan matanya saat di dalam mobilnya, Amara dan Fatma sudah duduk manis bahkan Amara sudah duduk di depan dengan senyumannya.
"Astaga, kunci mobil aku hilang, ternyata kalian yang ambil!" bentak Kevin.
Amara hanya cengengesan, sedangkan Virlie dengan cepat masuk ke dalam bus dan di susul oleh Ibra yang tampak senyum-senyum gak jelas.
"Keluar kalian!"
"Gak mau, kita mau ikut sama kamu, Vin," sahut Amara.
"Aku bilang, keluar!" bentak Kevin kembali.
Amara dan Fatma merasa takut, hingga akhirnya mereka pun keluar dan masuk ke dalam bus. Sedangkan Kevin segera masuk ke dalam mobilnya dan dengan kesalnya dia pun melajukan mobilnya meninggalkan semuanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
☠☀💦Adnda🌽💫
awal yg bagus y dpt cemistry nya ibra dan virlie disuapin.... mau jg dong 🤭🤭
2022-12-25
1
R@yn@
kena virus Virlie ini si Ibra......
suka curi curi pandang, deg degan, salting dan senyum senyum sendiri.......🤣🤣🤣🤣
2022-11-18
1
R@yn@
🤣🤣🤣🤣🤣 emang penyakit pakai mau di obati...,
2022-11-18
0