Bunda Sama Dengan Mama

Di tengah malam seorang wanita berjalan terseok dan memasuki rumahnya yang besar bak istana, bibirnya bersenandung kecil dengan sedikit tersendat akibat kesadarannya yang hilang.

Papa Arumi berdiri diujung tangga dengan melipat tangannya di dada, dia tak berniat membantu meski kaki dari wanita itu tersandung dan hampir jatuh.

"Wahhh suamiku.." wanita itu menangkupkan tangannya di dada "Pahlawankuuuu" wanita itu memeluk Papa Arumi.

Ya wanita ini adalah ibu dari Arumi sekaligus istrinya, Papa Arumi yang marah akibat hilangnya Arumi tadi siang melepas kasar tangan istrinya yang melingkar di lehernya, hingga wanita itu jatuh tersungkur di lantai "Apa kehidupan ini yang kamu mau, mabuk dan terus berkeliaran diluaran sana!"

Bukannya marah sang istri malah tertawa kecil lalu meletakkan jari telunjuknya di bibir dan berkata "Sssstttt.. kamu jangan berisik nanti Arumi bangun" lalu dia berteriak "Aruuuummiiii... Aruuumiii, Mama pulannnggg" Papa Arumi hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia memang bodoh karena bicara dengan orang mabuk.

"Bawa dia masuk ke kamar!" Papa Arumi memerintahkan pelayan untuk membawa Istrinya pergi ke kamar.

Dengan tatapan datar Papa Arumi melihat istrinya di geret oleh dua orang pelayan yang hampir kewalahan kerena sang Nyonya yang terus bergerak dan meracau.

Papa Arumi mengusap wajahnya kasar, bukan pernikahan seperti ini yang dia inginkan, bagaimana pun dia ingin punya kehidupan rumah tangga yang bahagia pada umumnya, saat dia sibuk bekerja dia ingin istrinya mengurus putrinya dirumah, menyambutnya dengan hangat saat kembali pulang, hingga tak ada drama putri yang kesepian, tapi apa daya dia terjebak dalam keadaan yang tidak dia inginkan.

Istrinya setiap hari keluar rumah dan pulang tengah malam bahkan dini hari dalam keadaan mabuk, dia bahkan harus memberikan pengawalan agar tak ada sesuatu yang buruk terjadi pada sang istri.

.

.

.

Kinara tertegun saat membuka rumahnya dipagi hari menemukan Yoga diluar pintunya "Mau apa kamu disini?" Kinara melewatinya begitu saja, niatnya keluar ingin membeli bubur ayam untuk sarapan, tapi malah menemukan Yoga yang berwajah kusut, Kinara juga ingat kemarin Yoga memakai pakaian yang sama dengan kemarin, apa Yoga tidak pulang semalaman?.

"Aku mau membuat kesepakatan?" Kinara mengerutkan keningnya lalu berbalik melihat Yoga yang mengikutinya.

"Kesepakatan?"

"Selama kamu hamil, Aku yang akan bertanggung jawab atas kehamilan dan semua kebutuhan kamu.. Juga saat kamu melahirkan aku ingin anakku tau aku adalah Ayahnya, dan aku juga akan menanggung sekolahnya hingga lulus" Kinara diam mendengarkan dia masih ada dihalaman rumah dan terpaksa mendengarkan omongan Yoga.

"Sudah selesai?" Yoga menelan ludahnya, melihat Kinara dia seperti tak berdaya, dan selalu merasa kalah, mungkin karena rasa bersalahnya.

"Pertama, aku bisa mengurus diriku sendiri, dan semua kebutuhanku, Kedua, aku gak berniat untuk menyembunyikan siapa Ayahnya , bukankah kemarin sudah kubilang jika dia mau.. dia bisa mencari Ayahnya kelak, dan untuk pendidikan sepertinya kompensasi perceraian yang kamu berikan itu sudah cukup, karena aku belum memakainya sepeserpun.."

Yoga tertegun "Ra, kenapa kamu melakukan itu?, Aku memberikan itu untuk kamu gunakan, terlebih kamu sedang hamil dari mana kamu mendapatkan uang"

"Aku hamil bukan sakit, dan aku punya tangan dan kaki yang lengkap untuk berusaha, terlebih aku tak mau menggunakan uang belas kasihan orang lain"

"Ra, aku benar-benar tidak bermaksud seperti itu.. aku khawatir jika kamu hidup dengan kekurangan" Kinara mengangkat alisnya, bukankah itu sama saja dengan kasihan.

Kinara menggelengkan kepalanya, lalu pergi tanpa mendengar omong kosong dari Yoga, dia harap kemarin adalah terakhir kali dia menangis, menangisi nasib buruknya, dan Kinara tidak mau lagi menangisi para manusia brengsek ini.

Usai membeli bubur, Kinara kembali kerumah dan duduk di kursi makan, melahap buburnya, meski mood nya sempat hilang akibat bertemu dengan Yoga, tapi setelah berjalan sepanjang trotoar nafsu makannya sudah kembali, Kinara melihat ponselnya berbunyi dan melihat nomer yang tidak tersimpan, awalnya dia tak berniat mengangkatnya tapi ketika mengingat itu nomer baru dan belum ada yang tahu kecuali Arumi, Kinara segera mengangkatnya, Ya Kinara benar-benar sebatang kara tanpa ada saudara, sesaat setelah bercerai Kinara mengganti nomer ponselnya dan tak ingin berhubungan lagi dengan Yoga, Anita dan keluarga mereka, bahkan teman- teman SMA, atau kuliahnya, Kinara benar- benar ingin menghapus semua hal dari masa lalu .

"Hallo..?"

"Hallo, tante.. hiks.. hiks.. " terdengar suara gadis kecil itu menangis, suaranya juga tersendat, mungkin sudah lama dia menangis.

"Arumi, ada apa sayang?" Kinara menyimpan mangkuk bekas buburnya lalu duduk kembali untuk mendengarkan Arumi yang menangis.

"Aku gak suka, Aku gak mau di rumah.. Papa sama Mama bertengkar terus, Aku tidak mau" Kinara menghela nafasnya.

"Dengarkan tante, masuk kamar tutup pintu rapat- rapat lalu Arumi duduk.."

Beberapa saat hening, tapi Kinara yakin anak itu menurut "Sudah tante.."

"Arumi punya headset?"

"Punya" tentu saja Papanya menyediakan semua nya lengkap, ponsel komputer bahkan meski Arumi belum terlalu bisa menggunakannya.

"Sekarang Arumi pakai, lalu tante akan bernyanyi untuk Arumi, agar suara berisik tidak terdengar" Arumi mengangguk sambil terisak.

"Sudah siap, mau tante menyanyikan lagu apa..?"

"Aku gak tahu.." Kinara mengerti fikiran anak ini pasti sedang kacau.

"Oke, kalau gitu biar tante yang tentukan lagunya.."

Kubuka album biru

Penuh debu dan usang

Ku pandangi semua gambar diri

Kecil, bersih, belum ternoda

Pikirku pun melayang

Dahulu penuh kasih

Teringat semua cerita orang

Tentang riwayatku

Kata mereka, diriku s'lalu dimanja

Kata mereka, diriku s'lalu ditimang

Nada-nada yang indah

S'lalu terurai darinya

Tangisan nakal dari bibirku

Takkan jadi deritanya

Tangan halus dan suci

T'lah mengangkat tubuh ini

Jiwa-raga dan seluruh hidup

Rela dia berikan

Kata mereka, diriku s'lalu dimanja

Kata mereka, diriku s'lalu ditimang

Oh, Bunda, ada dan tiada dirimu

'Kan selalu ada di dalam hatiku

Kinara terus bernyanyi suaranya memang tidak terlalu merdu, namun dia tahu Arumi cukup menikmati bahkan

ikut bernyanyi bersamanya, anak ini memang pintar dan mungkin juga karena lagu yang dia nyanyikan memang familiar.

Sambil bernyanyi Kinara juga membayangkan dirinya yang akan menjadi seorang ibu, dia mengelus perutnya pelan sambil tersenyum haru, bahkan tanpa terasa air matanya jatuh begitu saja.

Dalam bayangannya dia akan menggendong, mencium dan menyayangi anaknya, dengan penuh kasih dia akan merawatnya dengan baik hingga tak akan membiarkan anaknya kesepian meski tak punya seorang Ayah yang selalu bersamanya, dia tak mau anaknya kelak seperti Arumi yang sedih karena merasa tak diperhatikan.

"Tante bukankah Bunda Itu sama dengan Mama?"

"Ya, kamu benar.."

"Tapi kenapa Aku gak pernah di gendong Mama"

Oke, sepertinya Kinara salah menyanyikan lagu.

Tiga bab hari ini mari kita ngopi☕

Like..

Komen..

Vote..

🤗🤗🤗🤗

Terpopuler

Comments

Sunarmi Narmi

Sunarmi Narmi

Nyesek thor 😭😭😭😭..tpi pngen baca lanjutannya...dan berharap Yoga kembali brrsatu dng Kinara

2025-03-19

0

YuWie

YuWie

elahhh ternyata arumi masih ada mama nya

2025-03-26

0

ovi

ovi

sedih tapi lanjut kk

2024-12-25

0

lihat semua
Episodes
1 Kinara Indira
2 Prayoga Dinata Akbar
3 Flashback
4 Flashback2
5 Flashback Lagi
6 Masih Flashback : Hari itu
7 Penyesalan Yoga
8 Bertemu Anita
9 Masa Lalu
10 Arumi..?
11 Menambah Daftar Kepedihan
12 Papa Arumi
13 Bunda Sama Dengan Mama
14 Fabian Aksan Wiratama
15 Mantan Mertua Dan Menantunya
16 Semua Karena Kinara
17 Perkara Mengidam
18 Pemicu Pertengkaran
19 Ke Pasar Malam
20 Masih Di Pasar Malam
21 Duka
22 Aku Suaminya
23 Pelaku
24 Memori Yang Hilang
25 Kinara Yang Rapuh
26 Memulai
27 Menanamkan Rasa Bersalah
28 Menjerat Yoga
29 Bertemu Abi
30 Pengumuman
31 Perasaan Abi
32 Pengakuan Anita
33 Sisi Yang Berbeda
34 Pak Abi..?
35 Ibu Arumi..?
36 Kemarahan Arumi
37 Ayo Panggil Mas..!
38 Penolakan Kinara
39 Aku Mau..
40 Perkara Panggilan
41 Duda With Janda
42 Pertama Kalinya
43 Lakukan Sampai Kamu Benar- benar Lupa
44 Anita Dan Bayinya
45 Abi Yang Tampan
46 Usaha Anita
47 Reuni (1)
48 Reuni (2)
49 Berdebat
50 Menemui Kakek dan Nenek
51 Lamaran Abi
52 Manis Melebihi Gula
53 Yang Pertama
54 Dan Ternyata
55 Hidup Bahagia?
56 Kedatangan Riana
57 Usaha Riana
58 Kinara Oh Kinara
59 Dulu Dan Sekarang
60 Masih Kinara Oh Kinara
61 Apa Arti Aku Untuk Kamu..?
62 Kamu Berarti Untukku
63 Abi Marah?
64 Marah Lagi
65 Menghasut
66 Masuk Jebakan
67 WOT??
68 Maaf
69 Yoga Menjadi Gila
70 Loving You 2: Wanita Pengganti
71 Terlambat..?
72 Akhir Dari Riana
73 Kinara Oh Kinara (3)
74 Menemui Anita
75 Keikhlasan Sesungguhnya
76 Buah Yang Manis
77 Kipas- Kipas, Angin- Angin
78 Tamat
79 Istriku Tak Gendut Lagi
80 Promo
81 Muhasabah Cinta: Di Akhir Usia
82 Dear My Ex Husband
83 Promo
84 Kisah Belum Usai
85 Boleh Mampir
86 My Sweet Daddy
87 Broken Marriage
88 Mampir Yuk!
89 Bukan Sekedar Secretary
90 Gara-gara Mantan
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Kinara Indira
2
Prayoga Dinata Akbar
3
Flashback
4
Flashback2
5
Flashback Lagi
6
Masih Flashback : Hari itu
7
Penyesalan Yoga
8
Bertemu Anita
9
Masa Lalu
10
Arumi..?
11
Menambah Daftar Kepedihan
12
Papa Arumi
13
Bunda Sama Dengan Mama
14
Fabian Aksan Wiratama
15
Mantan Mertua Dan Menantunya
16
Semua Karena Kinara
17
Perkara Mengidam
18
Pemicu Pertengkaran
19
Ke Pasar Malam
20
Masih Di Pasar Malam
21
Duka
22
Aku Suaminya
23
Pelaku
24
Memori Yang Hilang
25
Kinara Yang Rapuh
26
Memulai
27
Menanamkan Rasa Bersalah
28
Menjerat Yoga
29
Bertemu Abi
30
Pengumuman
31
Perasaan Abi
32
Pengakuan Anita
33
Sisi Yang Berbeda
34
Pak Abi..?
35
Ibu Arumi..?
36
Kemarahan Arumi
37
Ayo Panggil Mas..!
38
Penolakan Kinara
39
Aku Mau..
40
Perkara Panggilan
41
Duda With Janda
42
Pertama Kalinya
43
Lakukan Sampai Kamu Benar- benar Lupa
44
Anita Dan Bayinya
45
Abi Yang Tampan
46
Usaha Anita
47
Reuni (1)
48
Reuni (2)
49
Berdebat
50
Menemui Kakek dan Nenek
51
Lamaran Abi
52
Manis Melebihi Gula
53
Yang Pertama
54
Dan Ternyata
55
Hidup Bahagia?
56
Kedatangan Riana
57
Usaha Riana
58
Kinara Oh Kinara
59
Dulu Dan Sekarang
60
Masih Kinara Oh Kinara
61
Apa Arti Aku Untuk Kamu..?
62
Kamu Berarti Untukku
63
Abi Marah?
64
Marah Lagi
65
Menghasut
66
Masuk Jebakan
67
WOT??
68
Maaf
69
Yoga Menjadi Gila
70
Loving You 2: Wanita Pengganti
71
Terlambat..?
72
Akhir Dari Riana
73
Kinara Oh Kinara (3)
74
Menemui Anita
75
Keikhlasan Sesungguhnya
76
Buah Yang Manis
77
Kipas- Kipas, Angin- Angin
78
Tamat
79
Istriku Tak Gendut Lagi
80
Promo
81
Muhasabah Cinta: Di Akhir Usia
82
Dear My Ex Husband
83
Promo
84
Kisah Belum Usai
85
Boleh Mampir
86
My Sweet Daddy
87
Broken Marriage
88
Mampir Yuk!
89
Bukan Sekedar Secretary
90
Gara-gara Mantan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!