Kinara masih linglung saat turun dari mobilnya, namun kakinya mengikuti kemana perginya Yoga dan Anita, saat memasuki lobi Kinara melihat Yoga dan Anita akan memasuki lift, tangan Yoga bahkan sudah berpindah ke pinggang Anita.
Kinara melihat angka diatas dan menunjukan lantai 8, dengan cepat tangannya menekan tombol lift disebelahnya lalu menekan lantai dimana Yoga dan Anita berada.
Sepanjang kotak besi itu berjalan, Kinara tak berhenti gelisah dia terus bergumam apa yang dia lihat ini hanya mimpi, tapi jika dia sedang bermimpi, untuk apa dia disini sekarang.
Kinara menelan ludahnya kasar saat pintu lift terbuka menampakan lorong dengan banyak pintu.. kemana?
Dimana kamar yang di tempati Yoga dan Anita..? Kinara terus berjalan mengikuti kata hatinya hingga tiba di ujung koridor. langkah kaki Kinara berhenti melihat sebuah pintu sedikit terbuka, Yoga sedang berpelukan sambil berciuman dengan Anita, tubuh mereka saling merapat bahkan kedua tangan mereka sudah mulai nakal memainkan satu sama lain, dan melepas satu persatu kancing kemeja yang melekat ditubuh mereka, mereka seperti terburu-buru dan penuh nafsu. Kinara mematung ditempatnya kakinya seperti terpaku begitu saja, tak bisa dibendung lagi, kini air mata mengalir semakin deras seiring retakan-retakan hatinya yang terasa terdengar nyaring di telinganya.
Kreeeek..
Hatinya patah, bahkan hancur berkeping-keping.
Kinara berbalik pergi tak ingin melihat lebih lanjut pengkhianatan suami dan sahabatnya itu, tangannya meraba dadanya yang amat sangat sesak,
Apa ini?
Rasanya sakit.. sakit sekali.. seperti sebuah batu besar tengah menimpa seluruh tubuhnya dan menjadikan dirinya tidak berdaya.
Kinara berpegangan pada dinding saat merasa kakinya tak bisa lagi dipijakkan.
Kinara terus berjalan melewati lift dan masuk ke tangga darurat.. Kinara jatuh terduduk diruang sunyi itu, dan mulai terisak pelan.. pelan.. pelan lalu tangisan itu terdengar semakin kencang.
Kinara meluapkan kekecewaannya, kemarahannya dan sakit hatinya namun rasanya tetap saja, sesak. mengetahui pria yang menikahi kita selama tiga tahun, ternyata sudah mengkhianatinya hati wanita mana yang tidak hancur.
Kinara terdiam lama disana hingga tak terasa hari sudah sore. kakinya yang berjongkok terlalu lama terasa keram, namun tak dia hiraukan dia terus berjalan dan turun kelantai satu, menuruni setiap anak tangga satu persatu.
Kinara sudah seperti boneka berjalan dengan tatapan kosong hingga dia tiba di parkiran dan masih melihat mobil Yoga disana, tentu saja dia berkata akan pulang di jam makan malam, itu berarti mereka masih bisa menghabiskan waktu berdua, didalam kamar itu.
Lagipula jarak dari hotel yang mereka tempati hanya berjarak satu jam saja.
...
Yoga pulang kerumah tepat di jam makan malam, dan melihat istrinya sedang menyiapkan makanan , Yoga tersenyum saat melihat Kinara menata piring diatas meja.
"Sayang, mas pulang" Kinara menegang saat mendengar suara Yoga di telinganya dengan kedua tangan yang memeluknya dari belakang, salah satu pelukan yang Kinara suka, yaitu Yoga mendekapnya dari belakang dengan sesekali mengecup tengkuknya.
"Mas sudah mandi?" 'Bersihkan dulu dirimu dari aroma menjijikan wanita lain mas' Kinara melepas tangan Yoga yang melingkar di pinggangnya.
Pertanyaan aneh dari Kinara membuat Yoga mengerut.
"Maksudku mas mandi dulu sana, abis itu kita makan bareng.."
"Oh, Okey.." Yoga mengangguk lalu pergi kelantai dua menuju kamar mereka.
Kinara jatuh terduduk di kursi makan, jantungnya berdebar kencang, serpihan ingatan Yoga dan Anita sedang bercumbu terus berputar di kepalanya, namun Kinara mencoba untuk kuat.
Sekali ini saja..
Sekali saja..
Aku akan beri kesempatan sekali saja, aku rasa kamu hanya sedang berjalan dijalan yang salah, dan aku akan membuat kamu berjalan kembali bersamaku, di jalan yang sama denganku.
Kinara berusaha untuk menutup matanya untuk kali ini saja, dia akan memikirkan apa yang kurang darinya dalam melayani sang suami, hingga suaminya bisa salah jalan, dan dia akan memperbaiki kesalahan itu, hingga suaminya kembali padanya.
Usai makan malam mereka biasa menghabiskan waktu berdua menonton tv sambil mengobrol membicarakan apa saja kegiatan mereka, terlebih Kinara.
Yoga akan dengan senang hati mendengarkan sambil menanggapi ucapan Kinara, sikap Yoga yang hangat benar-benar membuat Kinara merasa nyaman dalam berkeluh kesah, tanpa disadari olehnya itu hanyalah topeng untuk menyembunyikan pengkhianatan mereka.
Sampai disini benak Kinara mulai berfikir sejak kapan keduanya menjalin hubungan?.
"Sayang?" Kinara merasakan Yoga mengelus bahunya "Kamu menangis..?" Kinara meraba pipinya yang sudah basah, dengan cepat Kinara menghapus air matanya.
"Kan udah aku bilang jangan nonton sinetron begini, kamu tuh suka perasaan orangnya"
Kinara melihat kearah tv yang masih menayangkan sinetron dengan judul 'Wanita Yang Tersakiti' khas saluran ikan terbang.
Kinara menghela nafasnya, padahal sejak tadi dia hanya memikirkan nasibnya, hingga tak terasa menangis begitu saja.
Kinara tertawa kecil, seharusnya Yoga bisa tahu ada kepedihan di dalamnya "Iya aku jadi baper.."
"Nah itu, aku gak suka kamu menangis.. udah ah, pindahin chanel nya"
"Aku kan sedih mas, liat di istri diselingkuhin suaminya, menurut kamu gimana Mas?"
"Apa?" Yoga mengerutkan keningnya.
"Menurut kamu kenapa ada suami yang mengkhianati istrinya, kira-kira faktor yang paling mendukung tuh apa?, apa si istri kurang cantik?, kurang mengenyangkan perut?, atau si istri tidak memuaskan suaminya, hingga si suami memilih wanita lain sebagai penyalurannya.
"Bisa jadi salah satu dari yang kamu sebutkan tadi menjadi alasannya, tapi mungkin juga ada sesuatu yang lain menjadi alasannya yang tidak berhubungan dengan fisik.. "
"Seperti masalah hati ya Mas?" Kinara memiringkan wajahnya, menatap lekat pada Yoga "Tapi bukankah tetap saja tindakan itu tidak dibenarkan? bukannya harusnya, bicarakan dengan si istri agar bisa memperbaiki dirinya" Kinara masih yakin kesalahan ada pada dirinya, hingga membuat Yoga selingkuh dengan wanita lain, terlebih itu sahabatnya sendiri.
"Tuh, beneran baperan kan, yang ditonton cuma sinetron aku yang mesti jawab, udah lah Yang, kan yang penting itu gak terjadi sama kamu"
'Mengelak kamu Mas'
"Mas yakin?"
"Ya, iya mana mungkin aku ngelakuin itu" Yoga bahkan tak menampilkan raut ragu dalam mengatakannya seolah dia sudah berkata jujur, rupanya begitu.. entah itu benar atau tidak raut wajah Yoga tak pernah bisa ditebak.
Kinara menghela nafasnya lalu bangun "Aku mau tidur, ngantuk"
"Lah aku ditinggal.." Yoga bangun dan mengikuti Kinara kearah kamar mereka.
Kinara langsung pergi kearah kamar mandi, lalu mengganti pakaiannya dengan baju tidur tipis berbahan satin yang langsung saja menggoda libido Yoga.
Yoga tersenyum penuh semangat saat melihat istrinya sudah siap tempur.
Kinara naik ke ranjang dan menarik selimut hingga menutupi separuh tubuhnya, dan Yoga mulai melepas pakaiannya dan menyisakan celana bokser miliknya.
"Sayang.." Yoga mengelus lembut bahu Kinara yang terbuka, hanya ada seutas tali disana, sesekali kecupan basah ia layangkan untuk membuat Kinara ikut tenggelam dalam gai rahnya.
Tangannya mulai menelusuri setiap inci kulit Kinara, dan tangan Kinara meraba nakas dan mematikan lampu, hingga kini hanya tersisa keremangan di dalam kamar.
.
.
.
Like..
Komen..
Vote..
🌹🌹🌹🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Tuti Chandra
kenapa kinara ngga ngomong terus terang aja sih kl dirinya meliat suaminya cek in sama anita
2025-03-27
0
💦Mrs.Tiandra💦
berarti yoga itu type laki2 serakah...
2025-03-12
0
Ria Lita
kinara pinter ya masih bisa koreksi diri salah siapa/Ok/
2024-09-30
0