Sementara Sora membaringkan dirinya di atas ranjang tempat tidur, Dimas duduk di sofa sambil menatap layar laptop. Hari ini ia memang tidak jadi masuk kerja, tapi besok ia akan masuk kantor bersama papanya.
Sebelah mata Sora mengintip dari balik guling, penasaran dengan apa saja yang di lakukan oleh Dimas. Apakah Dimas hanya fokus pada layar laptop saja, atau justru bersamaan dengan ponsel?
Aku pikir dia bakal menelepon balik wanita itu. Tapi ternyata tidak. Ujar Sora dalam hati.
Sora terus memantau pergerakan Dimas, hingga suara pintu yang di ketuk oleh seseorang mengalihkan perhatiannya, begitu juga dengan Dimas. Sora langsung pura-pura tidur lagi, saat Dimas beranjak dari sofa guna membukakan pintu.
Begitu pintu di buka, muncul salah satu pelayan rumah. Sora kembali mengintip dan menguping dari balik guling.
"Tuan Dimas, ada tamu di depan."
"Siapa?" tanya Dimas kemudian.
"Yang biasa datang," jawab pelayan itu.
"Angeline?"
"Iya, tuan. Dia sudah menunggu tuan di ruang tamu."
Mendengar nama tersebut kembali membuat iris mata Sora melebar.
Angeline? Dia sampai datang ke sini? Fiks, Dimas pasti ada hubungan dengan wanita itu. Dia sampai berani datang ke rumah untuk bertemu dengan Dimas.
"Ya sudah, lima menit lagi aku ke depan," jawab Dimas.
"Baik, tuan Dimas. Saya sampaikan dulu pada nona Angeline."
"Ya."
Dimas menutup pintunya kembali setelah pelayan tersebut pergi. Begitu membalikan badan, ia memergoki Sora setengah duduk dengan wajah tampak memikirkan sesuatu.
"Ada yang menguping ternyata."
Kalimat Dimas membuyarkan pikiran Sora, wanita itu sontak terkejut dan wajahnya kembali gugup.
"Menguping? Siapa yang menguping?" sangkal wanita itu pura-pura polos.
"Yang merasa saja. Ah ta, aku mau ke depan sebentar, ya," pamit Dimas.
"Mau menemui Angeline?" tanya Sora tidak sadar hal itu sama saja dengan mengakui jika dirinya baru saja menguping.
"Tuh kan kau menguping," tuduh Dimas dan Sora tidak dapat lagi mengelak. "Aku tahu sebenarnya kau cemburu kan pada Angeline? Dan itu tandanya kau mulai suka padaku. Benar kan?"
"Apaan sih? Jangan geer jadi orang. Siapa juga yang cemburu. Yasudah sana kau temui dia, bukannya dia pacarmu?" Sora mengerucutkan bibirnya, membuat Dimas merasa gemas dengan wanita itu.
"Ok, aku temui Angeline dulu, ya."
Dimas melipir pergi dari sana, sengaja untuk mengetes Sora apakah wanita itu akan merasa kesal lantaran beneran cemburu atau tidak. Dan benar saja, Sora tampak badmood.
"Aku jadi penasaran, seperti apa wajah Angeline itu? Apa dia sangat cantik?"
Sora tak ingin membuang banyak waktu lagi, ia segera turun dari ranjang tempat tidur dan menyusul langkah Dimas.
Sementara di depan, bu Merry hendak menemui Angeline dan memberi peringatan wanita itu untuk tidak lagi menemui putranya. Namun segera Dimas cegah.
"Mama di sini saja, ya. Biar aku yang menemui Angeline."
"Tapi Dimas, kau ini sekarang sudah menjadi istri Sora. Bagaimana kalau Sora melihatmu bersama Angeline?" ujar Bu Merry khawatir.
"Mama tenang saja, Sora tahu Angeline ada di sini. Dan dia sama sekali tidak cemburu, karena pernikahan kita ini terjadi atas dasar paksaan, bukan cinta. Lebih baik mama sekarang kembali ke kamar, ya."
"Dimas-"
"Mama tenang saja, aku tidak seperti yang ada di dalam pikiran mama. Mama ke kamar, ya."
Bu Merry sebenarnya masih khawatir Dimas akan melakukan hal yang dapat melukai hati Sora. Tapi Dimas sudah dewasa, dia pasti tahu batasan.
_Bersambung_
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments