"Aku tidak mungkin mencintaimu. Pernikahan yang terjadi di antara kita adalah sebuah paksaan."
"Yakin?"
"Ya."
Dimas mendekatkan wajahnya dengan wajah Sora dan menyisakan jarak beberapa mili meter saja.
Seketika wajah Sora kembali menegang dan pucat, napas wanita itu tertahan. Hembusan napas Dimas yang terhempas ke seluruh bagian wajahnya terasa hangat dan wangi permen mint. Bahkan untuk menelan ludahnya saja Sora begitu kesulitan.
"Kau yakin tidak akan mencintaiku?"
Ya Tuhan, kenapa jantungku berdebar tidak karuan seperti ini?
Sora mendorong tubuh Dimas agar menjauh darinya.
"Iihh ... Kenapa harus dekat-dekat, sih?" seru Sora sembari memalingkan wajahnya yang berubah gugup.
"Kenapa? Kau takut padaku, hm?"
"Stop, jangan bahas itu lagi. Kau belum menjawab pertanyaanku. Sekarang kau jawab saja, apa kau sudah memiliki kekasih?"
"Kalau sudah memangnya kenapa?"
Lagi-lagi Sora harus menelan ludahnya. Ia berusaha untuk tidak perduli tapi kenapa kalimat itu terdengar menyakitkan?
"Tidak, tidak apa-apa." Sora beranjak dari sana untuk mengamankan jantung nya yang sebelumnya berpacu di atas normal.
Dimas memandang kepergian Sora dengan senyum yang di sebelah sudut bibirnya.
Dua tahun lalu, Sora merupakan mahasiswi di kampus yang sama dengan Dimas. Wanita itu menjadi incaran beberapa pria di kampus termasuk teman satu circle nya. Sora tidak begitu terkenal di kampus, tapi dia memiliki daya tarik yang cukup besar.
Selain paras wajahnya yang cantik, Sora juga memiliki body yang sungguh aduhai. Dimas spontan melihat telapak tangannya yang semalam tidak sengaja memegang buah dada milik wanita itu. Dan ternyata ukurannya memang melebihi dari yang ia pikirkan. Dimas menyunggingkan sudut bibirnya.
Sementara di kamar mandi, Sora melihat pantulan wajahnya di cermin wastafel. Ia membasuh wajahnya beberapa kali dan membiarkan wajahnya basah. Ia berusaha menepis pikiran kotor tentang apa yang baru saja terjadi pada dirinya.
"Tidak, tidak, Sora. Kau berpikir apa, sih? Kau baru saja sehari kenal dengannya, tapi kenapa jantungmu bisa berdebar seperti ini sih?" Sora berusaha menyadarkan dirinya sendiri.
"Aku tahu Dimas pria paling di incar di kampus dulu. Tapi aku hanya tahu bukan berarti mengenalnya. Lagipula di kampus dia terkenal dengan tengilnya."
Sora menundukan wajahnya, rasanya ia sudah tahan berlama-lama berada di rumah itu, terlebih ia harus melihat wajah Dimas setiap hari.
"Ibu .. Aku ingin pulang ..."
Seketika Sora teringat rumah dan ingin kembali ke rumah orang tuanya. Meski ia tidak tahu kedepannya akan seperti apa, tapi ia sudah tidak nyaman berada di sana.
"Kau kenapa?"
Pertanyaan tersebut menghentikan tangis Sora, wanita itu mendongak lalu menoleh. Dimas saat ini sudah berdiri di hadapannya.
"Sejak kapan kau di sini? Kenapa aku tidak mendengarmu masuk?"
"Pintunya tidak di tutup rapat. Kau sedang apa di sini memangnya?"
Sora melirirk ke arah pintu. Perasaan ia menutup rapat pintunya tadi.
"A-aku, aku .." Sora mencari alasan. "Kau sendiri mau apa kemari?" Sora berusaha untuk menghindar dari pertanyaan Dimas.
"Aku hanya memastikan jika kau masih hidup."
Sora mengerutkan dahinya bingung. "Maksudmu? Kau pikir aku akan mati?"
"Ya bisa saja. Karena aku pikir kau serangan jantung setelah wajah kita berdekatan tadi, apalagi mengingat kejadian semalam."
Dimas memperlihatkan telapak tangannya seperti kucing yang hendak mencakar. Sora spontan melihat ke bawah pada bagian dadanya, lalu melihat kembali wajah Dimas. Pria itu memberi senyum aneh di sertai satu alis yang di angkat.
Sora merasa malu, wajahnya sudah memerah seperti tomat. Ia melipir dari sana, namun sebelum wanita itu berlalu, Dimas menarik pergelangan tangan Sora, menghentikan langkahnya.
"Jadi kapan kita bisa melakukan malam pertamanya?"
Bisikan Dimas begitu menggelitik di telinga Sora. Wanita itu sampai merinding mendengar nya. Seolah ada sesuatu yang terasa menjalar di sekujur tubuh.
Tanpa meninggalkan kata sepatah pun, Sora berlalu dari sana. Sepertinya Dimas mulai menunjukan sifat aslinya, tengil.
_Bersambung_
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments
Pinny Tirawat Thitipong💭
lanjut thor
2022-11-13
1