Pesta sudah berakhir. Sora di bawa ke tempat kediaman Asberto lantaran akan di tinggal di sana usai menikah. Wiranto dan bu Arum ikut mengantarkan putrinya.
"Jaga dirimu baik-baik di sini, nak. Hormati suami dan juga kedua mertuamu, ya," pesan bu Arum di angguki oleh Sora.
"Iya, ibu."
"Kamu harus bisa beradaptasi di rumah barumu, jangan samakan sikapmu seperti di rumah. Sekarang kau sudah menikah. Bersikaplah selayaknya istri untuk suamimu dan juga menantu yang baik untuk mertuamu."
"Hm," jawab Sora seraya membelakakan matanya malas, pernikahan ini terjadi atas dasar keinginan ayahnya, bukan dirinya.
"Sora!" seru Wiranto.
"Iya, ayah. Aku dengar," jawab Sora.
"Maafkan sikap putri kami. Maafkan sikap Sora, Dimas," ucap Wiranto pada kedua besan dan juga menantunya.
"Iya, pak Wiranto. Kami bisa mengerti," jawab ibu Merry.
"Kalau begitu, kami pamit. Sora dan Dimas juga pasti butuh istirahat," pamit Wiranto.
"Iya, silahkan," jawab Asberto.
Sora mencium punggung tangan ibu dan ayahnya, di susul oleh Dimas usai di senggol sikutnya oleh ibu Merry.
"Hati-hati, ayah, ibu," ucap Sora.
"Iya, nak," sahut bu Arum.
Mereka masuk ke dalam mobilnya, tidak berapa lama mobil pun meninggalkan pelataran rumah Asberto yang luas.
Kina hanya ada mereka berempat di sana.
"Dimas, ajak Sora masuk. Kasihan, Sora pasti sangat lelah seharian di pesta tadi."
"Dia bisa jalan sendiri, ma," sahut Dimas.
"Dimaaass ..." Bu Merry memberi peringatan agar putranya bersikap baik pada Sora.
"Iya, ma, iyaaa .." jawab pria itu. "Hei, ayo masuk," ajak Dimas kemudian.
"Iya," jawab Sora.
"Ah ya, nanti dia tidur dimana, ma?"
"Dimas, Sora ini istrimu. Sora tidur denganmu."
"Ck, iya, iyaaa .."
Dimas melipir pergi dari sana, Sora mengikuti langkah pria itu dari belakang seraya menarik kopernya.
"Dimas, bantuin Sora bawa kopernya ...!!!" teriak bu Merry namun di hiraukan oleh Dimas.
Merry menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sikap Dimas pada Sora.
"Dimas belum terbiasa dengan Sora, biarkan saja. Nanti juga mereka pasti akan terbiasa," ujar Asberto di angguki oleh istrinya.
"Iya, pa. Kalau begitu, kita juga masuk, ya. Sudah malam."
"Iya."
Keduanya ikut melipir masuk ke dalam rumah megah bak Sultan.
Sampai di kamar, Sora mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan. Kamar pria sangat simple, hanya ada tempat tidur, nakas, sofa panjang, dan juga lemari besar. Berbeda sekali dengan kamar dirinya, lemari besar pun ada dua.
Dimas berjalan ke arah lemari besar, dia mengambil pakaian ganti dan melemparnya ke atas tempat tidur. Setelah itu, dia membuka pakaiannya tanpa canggung.
Sora spontan menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangan dan dengan cepat membalikan badan.
"Hei ... Apa kau tidak bisa mengganti pakaian di kamar mandi saja?" seru Sora.
"Ini kamarku, terserah aku mau ganti baju dimana saja. Kenapa jadi kau yang repot!?" jawab Dimas ketus.
"Tapi di sini ada aku. Seharusnya kau malu denganku."
"Aku tidak perduli."
Sora menghembuskan napas kasar, kenapa ia bisa menikah dengan pria seperti itu. Ia tidak tahu, berapa lama pernikahannya akan bertahan. Ia rasa, sehari saja tidak sampai.
"Sudah beluuumm ..?" teriak Sora.
"Sudah," jawab Dimas dan Sora membuka penutup wajahnya.
Kemudian Sora membalikan badan dan.
"Aaaaaaa ..." Sora kaget melihat Dimas belum memakai pakaian, pria itu hanya memakai cd saja.
"Hahahaha ..." Dimas malah tertawa terbahak-bahak, ia berhasil membohongi Sora.
_Bersambung_
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments
Dravia Hastuti
dimas dimas 😊
2022-11-15
1
Pinny Tirawat Thitipong💭
lanjut Thor..semangat ya cerita bagus💕
2022-11-09
1