John pun mengeluarkan pistolnya dan mencoba untuk menembak dua orang yang mengikutinya dari dalam kaca jendela mobil yang juga sudah disabotase.
“Tak ada gunanya. Itu kaca anti peluru,” ucap Agnes.
“Sial!”
John pun kembali menurunkan pistolnya.
Begitupun dengan Agnes yang hanya bisa menggerakkan ban mobil dari setirnya.
Mobil yang dikendarainya melaju dengan kencang melewati kendaraan lainnya yang melintas di jalan itu.
“Ada penyebrangan. Penyeberangan!!!!”
John berteriak saat melihat jalan yang akan dilalui telah ditutup.
Untungnya, dengan cepat John memutar setir mobil yang membuat mobil itu berbelok arah.
Beberapa mobil lainnya pun hampir bertabrakan, saat mobil itu berbelok arah.
“Tak ada waktu. Pindah ke belakang sekarang juga!”
John menyuruh Agnes untuk berpindah ke belakang dan mengambil alih kemudi mobil.
Begitupun mobil para pengawal dan pasukan PASGA yang masih terus mengikuti mobil Agnes.
Terlihat juga Sam dan Deny yang baru tiba dan langsung mengejar mobil Agnes.
Kembali ke mobil Agnes yang telah diambil alih oleh John. Dengan lihai, John terus memutar setir dan menghindari kendaraan lain yang sedang melintas, agar tak terjadi kecelakaan.
“Ada tikungan di depan. Itu tempat yang sangat sempurna untuk memalsukan kecelakaan.”
Entah apa yang akan dilakukan oleh John, ia terus memutar setir dan mendempetkan mobilnya pada motor yang sedang mengejar.
John berusaha menjatuhkan pengendara motor itu, tapi usahanya belum berhasil untuk itu, karena orang itu juga sangat cepat menghindar, saat John akan mendempetinya kembali.
“Apa yang kau lakukan?”
Agnes sangat ketakutan ketika John malah menginjak pedal gas sedalam-dalamnya.
“Mobil ini tak bisa diperlambat, tapi bisa jika kita mempercepatnya.”
“Apa kau gila? Kenapa kau malah mempercepatnya?”
Agnes sangat panik dan tak tahu apa maksud John melakukan itu.
“Jangkauan alat pengendalinya 20 meter dari mobil kita. Itu sebabnya pengendara motor itu terus mendekati kita. Kita harus menjauh 20 meter dari mereka, agar mereka tak bisa mengendalikan mobil kita.”
Agnes pun terdiam dan mulai paham dengan jawaban yang logis dan masuk akan dari John.
John terus menginjak pedal gas untuk menjauhi pengendara motor yang mengejarnya.
Saat John sudah terpojok, mobil yang dikendarainya pun memasuki lajur yang berlawanan arah.
Beberapa mobil saling berhenti dan sedikit bersenggolan, saat mobil yang dikendarai John melintas dengan cepat.
John sangat merasa bersalah dengan itu, tapi ia tak mempunyai pilihan lain untuk menyelamatkan dirinya sendiri.
Keadaan pun telah kembali tenang saat John sudah berada di jalur yang tepat.
“Tekan terus tombol pembuka kacanya sampai bisa.”
Agnes pun menuruti perkataan John dan mencoba menekan tombol pembuka kaca jendela berulang kali.
Kaca jendela mobil itu pun mulai dapat terbuka sedikit demi sedikit, saat mobil John telah cukup jauh dari pengendara motor yang mengejarnya.
Seperti pembalap profesional, dengan cepat John memutar setir yang membuat mobilnya memutar seperti yang dilakukan para drifter handal.
Saat mobil yang dikendarai John memutar,
*DOR DOR DOR!!!!
Tiga tembakan dilayangkan dari pistol yang dipegangnya dengan tangan kiri John, kearah pengendara motor yang masih juga mengejarnya.
Saat mobil John telah kembali, ia segera menginjak pedal gas kembali untuk menjauh dari kejaran.
“Sepertinya anak buahmu akhirnya tahu. Meski mereka agak terlambat.”
Para pengawal Agnes dan pasukan PASGA telah menyadari bahwa pengendara motor itu bukan bagian dari pihak Agnes.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments