“Kau ingin aku menjual surelnya padamu?”
“Hhhh. Tak ada hal yang tak ada harganya di dunia ini.”
“Tentu saja. Aku juga tahu itu. Harga mengakses surel itu mungkin sebanding dengan hidup miskin yang kujalani sekarang. Karena aku akan mati jika kuserahkan,” ucap John.
“Silahkan sebutkan harganya. Akan kuberikan kau dua atau tiga kali lipat dari hargamu.”Polisi itu pun membuka pintu mobil tempat menyetir. Dia berpikir bahwa John lah yang akan menyetirnya.
Tapi ternyata Agnes lah yang masuk ke dalam tempat menyetir, sedangkan John duduk di kursi belakang mobil.
“Astaga. Nyonya menyetir sendiri?”
Polisi itu terkejut saat Agnes lah yang menyetir mobil.
Saat John dan Agnes telah pergi dengan mobilnya, asisten pribadi Agnes pun menyuruh salah satu pengawal untuk mengambil mobil, dan menyusul mobil yang dikendarai Agnes.
Di dalam mobil, Agnes fokus menyetir dan menuruti semua perintah dari John.
“Sepertinya aku terlalu meremehkanmu.”
Agnes sangat menyesal karena telah meremehkan kemampuan John yang sangat luar biasa.
Selain bertarung, John juga mempunyai strategi yang bagus untuk menghadapi lawannya.
“Hhhh. Kau tak berpikir panjang. Aku tak tertarik putri tak sah dengan suamimu sebelumnya.”
“Aku tak tertarik dengan ketertarikanmu,” sahut Agnes.
“Baiklah. Aku akan mengakui kesalahanku. Mari kita mulai negosiasi.”
“Negosiasi?” tanya John.
“Sebutkan harganya,” ucap Agnes.
Agnes terus ingin bernegosiasi dengan John mengenai surel itu.
“Hmmm. Kalau begitu, berapa dengan harga mu?” tanya John.
“JIka aku minta suamimu untuk memilih antara kau dan akses ke akun surelnya, mana yang akan dipilih oleh suamimu?”
“Apa dia akan memilihmu daripada pemilu? Atau dia akan menjualmu untuk memenangkan pemilu?”
John membalikkan perkataan Agnes yang membuat Agnes tak bisa berkata-kata lagi.
“Kenapa kau diam? Kau tak yakin soal itu? Apa itu berarti kau lebih murah dari akses surel yang kumiliki?”
Agnes pun terdiam dan akan marah, tapi tak bisa melampiaskan kemarahannya.
Saat mobil yang dikendarai Agnes berjalan dengan tenang, terlihat dua orang berboncengan menaiki motor dan mengejar mobil yang dikendarai Agnes.
John yang melihat dari dalam mobil pun berpikir itu salah satu anak buah Agnes.
“Sepertinya anak buahmu tak pandai menuruti perintah.”
Agnes yang melihat dua orang yang berboncengan menggunakan motor melalui spion mobil.
Ia seperti tak mengenali motor dan dua orang yang sedang mengejarnya itu.
Sepertinya, dua orang itu memang bukan merupakan salah satu anak buahnya ataupun pasukan PASGA.
Dua orang yang berboncengan itu terus mengikuti mobil yang dikendarai Agnes.
Satu pria yang dibonceng itu mengeluarkan tablet. Sepertinya, ia sedang mengendalikan mobil yang dikendarai Agnes yang sudah disabotase.
Di dalam mobilnya, Agnes tak bisa menghentikan mobil walau ia telah menginjak pedal rem.
Masih belum diketahui identitas dan siapa yang menyuruh orang yang mengikuti Agnes dengan motor.
“Kenapa kau tak memperlambat lajunya?” tanya John.
“Bukan… Bukan aku yang mempercepat mobil ini! Mobilnya aneh! Rem nya pun juga tak berfungsi.”
Agnes terlihat sangat panik dan terus mencoba menginjak pedal rem berkali-kali.
“Sepertinya mobilmu telah disabotase,” ucap John.
John terlihat tetap tenang dan memikirkan jalan keluarnya.
“Waaah. Sepertinya ada banyak orang yang sangat menginginkanmu mati.”
“Apa? Siapa?” tanya Agnes.
“Orang-orang itu,” ucap John yang melihat dua orang berboncengan mengendarai motor yang mengikutinya dari belakang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Ariestha Malelak
lanjut thor..seru
2023-03-08
0
Sonny Ndolu
ini mah cerita di drama K2
2022-12-24
1