Empat orang penjaga pun mulai meringkus dan memborgol John. John yang sudah memikirkan, bahwa tak mungkin baginya untuk menghadapi beberapa orang dengan bersenjata hanya bisa menurut.
Beberapa pengawal itu membawa John keluar dari rumah menuju mobil yang ada di bagasi, sedangkan pengawal lain kembali bertugas di tempatnya masing-masing.
Tangan dan kaki John diikat, serta mulutnya disumpal menggunakan kain, lalu dimasukkan ke dalam mobil.
Saat sopir akan mengeluarkan mobil dalam bagasi,
*NINU NINU NINU!!!
Terdengar suara sirine polisi dari luar kediaman Agnes.
Polisi itu memberitahu bahwa seseorang telah mencuri motor milik warga, dan ternyata itu adalah John yang mengambilnya.
Polisi itu melihat motor yang diambil John terparkir di halaman rumah Agnes.
Saat para pengawal sibuk berbincang dengan polisi, John berusaha melepaskan borgol di tangannya dan melepas tali yang mengikat kakinya.
John menemukan oli yang terbuka di dalam mobil. Ia menumpahkan oli dan membalurkannya ke tangan nya.
Dengan sekuat tenaga dan dengan bantuan oli, John dapat melepas borgol dari tangannya, walau tangan John harus berdarah.
John mulai membuka kain yang menutup mulutnya dan melepas tali yang mengikatnya.
Saat dua orang penjaga telah kembali memeriksa John,
*BUKKK!!!
John menendang salah satu pengawal hingga terpental. saat dia membuka pintu mobil.
John langsung melumpuhkan salah satu pengawal itu dengan mematahkan lehernya, dan mencari satu orang pengawal lainnya.
John bersembunyi di balik mobil, menunggu satu orang pengawal lainnya yang masih berada di sana.
Saat pengawal itu mengeluarkan pistolnya, dengan cepat John merebut dan memukul kepala pengawal itu dengan pistol dengan keras.
Setelah mendapat pistol, John kembali memasuki rumah Agnes untuk menemuinya yang kedua kalinya.
*DORRR!!!
John menembak kaki salah satu pengawal yang berada di dalam rumah Agnes.
Pengawal itu kesakitan dan merangkak hingga asisten pribadi Agnes pun melihatnya.
Dengan satu pukulan di leher, John mampu membuat asisten Agnes itu pingsan.
John terus memasuki rumah dan mencari keberadaan Agnes.
Betapa terkejutnya Agnes saat melihat John yang telah kembali dengan membawa pistol di tangannya.
Agnes pun mulai berjalan mundur ketakutan, saat melihat John yang berjalan mendekatinya.
John menodongkan pistol ke leher Agnes yang sudah terpojok ke dinding rumahnya, yang membuat Agnes semakin bergetar dan ketakutan.
“Ini pertemuan kedua yang kubilang sebelumnya. Kau masih ingat, bukan? Apa yang terjadi jika aku menemuimu lagi?”
John mengkokang pistolnya, lalu mengarahkannya ke kepala Agnes.
“Tembak dia!”
“Tembak dia!”
“Aku bilang, tembak dia!”
‘Tembak dia, brengsek!”
“TEMBAK DIA!”
Anna yang sudah pulang dan berada di rumah itu pun melihat John yang menodongkan senjatanya pada Agnes.
Anna berteriak dan terus menyuruh John untuk menembak Agnes, ibu tiri yang sangat ia benci, karena telah menelantarkannya.
John masih diam saja saat melihat Anna yang meneriakinya untuk menembak Agnes.
“Bunuh dia!”
“Tembak dan bunuh dia!”
Anna terus berteriak dengan histeris, hingga membuat salah satu pengawal wanita yang mengawalnya pun ikut mengamankan dan menyeretnya kembali masuk ke dalam kamar.
“Nyonya!”
Asisten pribadi Agnes yang telah sadar pun datang membawa beberapa pengawal dengan pistol di setiap tangan para pengawal.
Saat semua pengawal dan pasukan PASGA yang menjaga rumah Agnes datang, John mendekap leher Agnes dari belakang dan mengarahkan pistol ke kepalanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments