Saat hendak memotong, pisau yang digunakan John pun patah karena sudah berumur.
“Paman! Apa kau punya pisau cadangan?”
“Astaga. Kurasa aku tak punya.”
“Baiklah. Kalau begitu, aku akan membelinya dulu.”
John pun pergi dengan mobil tua milik pemilik rumah itu.
Saat mobil yang dibawa John pergi, datang sebuah mobil sedan berwarna hitam yang berpapasan dengan mobil yang dikendarai John.
Mobil itu berhenti tepat di depan rumah pasangan tua.
Seorang pria berpakaian hitam dan menggunakan topi keluar dari mobil itu dan menghampiri rumah pasangan tua.
Sepertinya, itu adalah orang atau pembunuh bayaran yang diutus oleh Agnes untuk menangkap John.
Saat John telah kembali dengan membawa pisau rumput yang baru, ia melihat mobil berwarna hitam yang berpapasan dengannya, berhenti di depan rumah pasangan tua itu.
Karena curiga dengan itu, John bergegas turun dari mobilnya dan menuju ke rumah.
Sesampainya John di halaman, betapa terkejutnya ia melihat pasangan tua itu telah diikat dan akan dibakar oleh pria suruhan Agnes.
John berlari dan melayangkan tendangannya ke kepala pria itu yang membuatnya jatuh tersungkur.
Pria itu bangun dan mengeluarkan sebuah golok dari balik jaketnya, lalu menyerang John yang akan menolong pasangan tua yang sedang terikat.
Dengan mudahnya John menghindar dan menangkis menggunakan pisau pemotong rumputnya yang baru dibelinya.
Mereka berdua terus bertarung untuk saling menjatuhkan satu sama lain.
Dan jelas saja, sekelas pembunuh bayaran pun tak sebanding kemampuannya dengan John.
John menyayat pergelangan tangan, kaki dan perut dari pria itu, lalu membantingnya hingga tak berdaya.
John menghampiri pembunuh bayaran suruhan itu dan akan mematahkan tangannya.
Saat pria itu telah mengerang kesakitan, John melepaskan tangannya lalu menendang kepala dan perut pria itu berkali-kali, hingga keluar darah dari pelipis pria itu.
Setelah lemas tak berdaya, John bergegas melepaskan pasangan tua yang terikat, lalu kembali untuk menyeret pria itu dan mengikatnya di gudang milik pasangan tua.
Di gudang itulah John mengintrogasinya.
“Siapa yang mengirimmu kemari?” tanya John.
“Hahahaha. Jika ku beritahu, aku juga akan mati.”
Pria itu malah tertawa dan tak mau menjawab pertanyaan John.
“Aku sudah ribuan kali bertemu orang sepertimu, dan dia mengatakan hal yang sama.”
John berdiri dan mengambil sebuah palu yang cukup besar.
“Tak ada dendam pribadi diantara kita. Aku juga harus mencari nafkah dari pekerjaanku ini. Kami sangat profesional”
Pembunuh bayaran itu mulai beralasan pada John.
“Maaf, tapi aku juga tak dendam kepadamu. Aku juga harus mencari nafkah, bukan? Kau sebut dirimu profesional, tapi mengalahkanmu saja aku tak butuh waktu lama. Aku yakin kau mengerti itu.”
John telah kembali dan membawa sebuah palu berukuran besar dan menghampiri pembunuh bayaran yang dikirim Agnes.
John mulai menyiapkan tempat untuk memukul tangan pria itu menggunakan palu, agar ia mau mengatakan yang sesungguhnya.
“Bahkan jika bukan di tanganku, kau tetap akan segera dibunuh.”
Pria itu masih sempat mengancam John, walau ancamannya sangat tak berarti untuk John.
“Kau benar. Aku seharusnya sudah mati lama, tapi aku bisa selamat dari semua kejadian yang hampir merenggut nyawaku.”
“Tapi apa kau tahu, bajingan? Tidak apa-apa kau mencoba membunuhku. Tapi aku sungguh tak mengerti, kenapa kau lakukan itu pada pasangan tua. Kau lebih mirip seperti banci.”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments