Di halaman rumah, ia melihat pemilik rumah, si pria tua sedang duduk dan meminum alkohol.
John menghampiri pria tua itu dan duduk bersama nya di halaman rumah.
“Kau mau?”
Pria tua itu menawarkan alkohol pada John.
Tanpa menjawab, John mengambil botol itu dan meminumnya seteguk.
“Sudah 49 hari sejak putra kami meninggal. Kami sedang dalam perjalanan kembali dari kuil.”
Pria itu berdiri dan berjalan menuju pekarangan rumahnya.
Begitupun John yang berdiri dan berjalan mengikutinya.
Pekarangan rumah itu sangatlah luas dengan tanaman dan rumput liar yang mengelilinginya.
“Pohon buah-buahan itu ibarat anak-anak. Mereka cepat layu dalam waktu yang singkat, jika tak ada yang merawat mereka.”
“Aku akan menyingkirkan ini semua. Tak ada yang membelinya, jadi aku akan membakar semua ini!”
Pria paruh baya itu mulai bercerita sembari menenggak alkoholnya. lalu menawarkan botol itu pada John.
John mengambil botol alkohol itu, lalu menghabiskan yang tersisa.
“Dengarkan aku, Nak. Bisakah kau singkirkan pohon-pohon dan rumput-rumput liar ini untukku?”
Akhirnya, pria tua itu meminta bantuan John untuk membersihkan pekarangan rumahnya.
“Kau serius, ingin aku memotong semua ini?” tanya John.
“Tentu saja, Nak. Aku serius. Singkirkan semuanya! Ini akan sulit, jika aku melakukannya sendiri.”
“Baiklah. Aku akan melakukannya.”
“Sungguh kau akan melakukannya?”
John hanya menganggukkan kepalanya.
“Astaga. Aku merasa bebas telah hilang dari dadaku! Kalau begitu, tolong lakukan itu untukku besok. Aku akan membayar upah kerjamu sebisaku.”
“Baiklah,” jawan John.
“Syukurlah. Bagus sekali!”
Pria tua itu berjalan kembali dan masuk ke dalam rumah untuk beristirahat.
Begitupun dengan John yang juga kembali ke rumah dan beristirahat.
Pagi harinya, saat pria tua itu telah bangun dari tidurnya, ia melihat John yang sudah berada di pekarangan rumah, memotong rumput-rumput liar menggunakan mesin pemotong rumput.
John mengenakan celana tentara dan kaos dalam berwarna putih.
Pria tua itu pun mulai mengambil alat pemotong rumput dan membantu John yang sudah mendapat setengah pekarangan.
Istri dari pria tua itu pun ikut melihat John dan suaminya yang sedang memotong rumput bersama.
Saat siang hari, Istri dari pria tua itu telah memasakkan makanan seadanya, lalu memanggil John dan suaminya untuk makan terlebih dahulu.
Istri pria itu tersenyum kecil, saat melihat John yang makan dengan lahap.
Sepertinya, ia teringat anaknya yang sudah meninggal saat melihat John yang sepertinya juga seumuran dengan anak dari pasangan tua itu.
“Jika kau ingin tinggal lebih lama, tinggallah.”
“Jika kau serius dengan perkataanmu, aku mungkin akan tinggal di sini, Pak,” jawab John.
“Hahahahaha.”
Pasangan tua itu tertawa mendengar jawaban John yang dingin.
“Ini sangat enak. Kau sangat pintar memasak, Bibi.”
John memuji istri pria tua, yang membuatnya tersipu malu.
Istri dari pria itu pun berdiri dan mengambil sesuatu untuk John.
“Ini milik putra kami yang sudah meninggal. Kau bisa memakainya, jika tak keberatan.”
Wanita tua itu memberikan pakaian bekas milik anaknya yang telah meninggal kepada John. Dia sangat kasihan pada John yang hanya membawa beberapa pakaian saja.
“Ini sama ukurannya denganku! Terimakasih, Bibi.”
John mulai mengambil salah satu pakaian dan mencobanya.
Setelah menghabiskan makan siang, John dan pemilik rumah pun melanjutkan pekerjaannya kembali.
Mereka berdua kembali memotong rumput liar yang masih tersisa sedikit lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments