Keesokan harinya, terlihat Sam dan Marco yang sedang bersama Agnes untuk melaporkan kejadian.
“Jadi, maksudmu kau kehilangan tukang spanduk itu?”
“Maafkan aku, Nyonya.”
Marco membungkuk dan meminta maaf pada Agnes.
“Tak bisa dihindari. Orang tak berbakat selalu dibatasi oleh kurangnya keterampilan.”
“Kurasa ini yang terbaik yang bisa kau lakukan. Baiklah. Kerjamu sangat bagus. Aku kagum.”
Agnes mengucapkan kata sarkas pada Marco.
“Maafkan aku, Nyonya. Aku pasti akan menemukan pemasang spanduk itu! Tolong beri aku sedikit waktu lagi.”
Marco terus memohon pad Agnes agae memberinya kesempatan lagi.
“Sedikit? Sedikit, ya? Dalam sedikit waktu itu, dia bisa bertemu dengan reporter. Atau bisa bertemu kandidat lain dan mendapatkan uang banyak sebagai gantinya.”
“Itukah yang kau inginkan?”
“Aku minta maaf, Nyonya.”
Marco sangat gugup dan hanya mengucapkan permintaan maaf pada Agnes.
Sam yang tadi berdiri pun hanya diam dan terlihat akan membicarakan sesuatu pada Agnes.
“Boleh aku mengatakan sesuatu, Nyonya?” tanya Sam pada.
“Kita pasti takkan bisa menangkapnya, walau kita mengerahkan seluruh pasukan PASGA yang kita punya.”
“Bagaimana kau yakin itu, Ketua Sam?” tanya Agnes.
“Bukan maksudku untuk menjelekkan PASGA, tapi dia adalah satu orang yang pernah aku latih di Pasukan Khusus. Dia bukan orang yang bisa ditangkap oleh PASGA.”
“Hahahaha. Maksudmu PASGA tidak kompeten, dan dia sangat kuat?”
Agnes sepertinya juga masih meragukan kemampuan dari seorang John.
“Mungkin seperti mencari alasan, tapi itu benar adanya. Dia bukan hanya pemasang spanduk biasa, dia merupakan mantan prajurit terkuat dari beberapa angkatannya.”
“Dia juga diberhentikan secara tidak hormat, karena kesalahan sepele. Saat aku masih menjadi seniornya, dia pernah menjadi petarung terbaik di UFC.”
“Petarung terbaik di UFC?” tanya Marco yang kaget mendengar perkataan Sam.
“UFC?” tanya Agnes yang juga terkejut.
“Ia juga pernah berada di perusahaan militer swasta yang berkembang di seluruh dunia. Dia tentara bayaran tingkat atas yang pernah bertugas di afrika.”
“Kalau begitu, tawarkan saja dia untuk bergabung dan menjadi ketua PASGA yang baru,” usul Agnes.
“Dia tak akan mau, Nyonya.”
“Bagaimana kau bisa yakin?”
“Dia sedang dalam pelarian sekarang,” jawab Sam.
“Dalam pelarian?”
“Dia diusir dari UFC sekaligus militer tempatnya berada. Bahkan, para interpol juga mengeluarkan surat perintah penangkapan untuknya.”
“Beberapa rumor mengatakan dia bergabung dengan tentara pemberontak. Aku baru tahu dia di New York setelah aku melihat rekaman CCTV kemarin. Dia bersembunyi dengan rapi.”
Sam terus memberi informasi mengenai John kepada Agnes.
“Baiklah, Ketua Sam. Itu sudah cukup. Jadi, ini artinya PASGA tak sanggup mengurusnya.”
Agnes pun mulai yakin dengan penjelasan Sam.
“Tidak, Nyonya! Siapa pun akan mati jika ditembak! Aku akan menangkapnya sendiri.”
Marco masih ngeyel dan tak terima dengan ucapan Agnes.
“Kau terlalu banyak bicara, Direktur Marco. Apa kau bisa mencari keberadaannya sekarang?”
“Apa? Baiklah. Baiklah, Nyonya. Aku pasti akan temukan dia.”
“Sekertaris!!!”
Agnes pun memanggil asistennya.
“Ya, Nyonya.”
“Saat kau dapat lokasinya dari Direktur Marco, aku ingin kau yang mengurusnya.”
Agnes malah mengutus sekertaris sekaligus asisten pribadinya untuk mengurus John
“Baik Nyonya,” jawab asisten.
“Nyonya, tolong beri kami kesempatan lagi. Terlalu sia-sia jika kita membunuhnya. Dia sangat berbakat dalam hal apapun. Kita bisa menangkapnya dan menariknya ke pihak kita.”
Sam terlihat masih ingin melindungi John.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments