Sam sangat yakin bahwa PASGA bukanlah tandingan John seorang diri.
“Apa maksudmu, Pak Sam?”
“Pria itu merupakan juniorku dahulu, saat aku masih berada di militer, sebelum aku menjadi pengawal Pejabat Deny.”
“Hahahahaha. Pak Sam. Kau melembek sejak kau mengikuti pejabat parlemen itu?”
Marco masih tersenyum-senyum dan mengabaikan saran dari Sam.
“Mereka dalam bahaya, jika kau tak menyuruhnya mundur.”
Sam masih berusaha membujuk Marco agar menarik mundur pasukan PASGA.
“Aku tahu maksudmu. Jadi, dia anak buahmu sebelum kau bergabung dengan PASGA dan menjadi pengawal walikota?”
“Ya.”
“Baiklah, aku mengerti. Kau pasti ingin bilang bahwa anak yang kau latih itulah yang terkuat.”
Marco masih saja meremehkan dengan kemampuan John yang memang tak sebanding dengan pasukan PASGA.
“Bukan begitu, Pak Marco.”
“Pak Sam!!! Tampaknya kau tak mengerti. Aku ingin terhindar dari bahaya.”
“Kukerahkan seluruh regu penyerang untuk menangkap pemasang spanduk. Aku mengutus satuan tugas PASGA yang terbaik di negara ini!”
*BRAAAKKK!!!!
Sam berdiri dan memukul meja, karena Marco masih saja keras kepala dengan pendiriannya.
“Kau akan segera mengerti maksud ucapanku. Dia bukanlah prajurit biasa. Dia mendapatkan julukan Mesin Pembunuh, karena tak akan segan-segan untuk membunuh musuhnya.”
Sam pun pergi meninggalkan ruangan Marco, karena telah bosan untuk memperingatinya.
“Astaga. Apa-apaan….. Kurang ajar. Sial!” Marco pun emosi sendiri di dalam ruangannya.
***
Dan benar saja, terlihat John yang sedang berada di salah satu ruangan gudang kosong.
John terlihat sangat buru-buru mengemasi seluruh pakaiannya dan akan pergi dari tempat tinggalnya.
Sebelum John keluar dari gudang, ia melihat 2 mobil berwarna hitam yang turun di depan gedung dari jendela.
Mobil itu membawa sekitar 20 pasukan yang siap untuk menangkap John.
Dengan santainya, John kembali meletakkan tas berisi pakaiannya, lalu menyiapkan jebakan seadanya, untuk memudahkannya dalam menghabisi pasukan itu.
Sepuluh orang dari pasukan itu mulai menjaga di luar gudang dan sepuluh orang lainnya berusaha membobol gudang dan memasukinya.
Saat sepuluh orang itu berhasil membobol gudang,
*SRRTTTTTTTTTT!!!!!
Mereka menginjak genangan air yang mendapatkan aliran listrik sebesar 5000 volt.
Sepuluh orang itu tumbang sekaligus, karena terkena tegangan tinggi arus listrik.
Sepuluh orang lainnya yang tersisa pun segera menyebar dan berpencar untuk masuk ke dalam gudang melalui jendela, pintu belakang dan sisi lainnya.
Mereka telah mengetahui bahwa John telah memasangkan arus listrik pada genangan air, di pintu masuk gudang.
Saat para pasukan itu menyebar, John memanfaatkan kesempatan itu untuk menghabisinya satu persatu.
Sesuai ucapan Sam pada Marco, dengan mudahnya John melumpuhkan beberapa pasukan PASGA dengan seorang diri saja.
John mematahkan kaki, tangan dan leher mereka, agar mereka tak mengejarnya lagi.
Beruntung sekali nasib para pasukan PASGA, karena John tak langsung membunuhnya saat itu.
Setelah melumpuhkan semua pasukan, John kembali ke kamanya untuk mengambil tas, lalu pergi meninggalkan gudang itu.
John berjalan meninggalkan gudang dan membuang ponsel dan mematahkan kartu, agar tak ada yang melacak keberadaannya lagi.
Beberapa bulan John telah hidup dengan tenang, kini ia harus menghadapi masalah.
Setelah John sudah berjalan jauh meninggalkan gudang tempat persembunyiannya, Sam beserta beberapa anak buahnya baru tiba di gudang.
Sam bergegas masuk ke dalam gedung dan melihat semua pasukan PASGA yang telah terkapar tak berdaya.
Sam menghela nafas panjang dan,
“Astaga. Syukurlah.”
“Pak? Apa maksudmu?” tanya salah satu anak buahnya yang heran.
“Dia masih mengampuni teman-temanmu. Mereka semua selamat, dan tak ada yang mati,” jawab Sam dengan sedikit tersenyum.
Sam sangat senang karena John masih mengampuni pasukan PASGA yang telah berani mengusik hidupnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Yan Sofian
weeeewwww
2024-05-21
0
Yan Sofian
weeeewww
2024-05-21
0