Saat Agnes berada di ruang rias, asistennya datang menghampirinya, memberitahu bahwa gedung suaminya telah di serang oleh pihak lain, dan memberitahu bahwa suaminya sedang bersama wanita lain.
“Lagi? Kubu mana kali ini?”
“Penyelidikan sedang dilakukan, Nyonya. Kurasa mereka adalah suruhan dari pejabat Tom, karena ia sangat ingin Pak Deny turun dari jabatannya.”
Tom juga merupakan calon kandidat wali kota yang berada di kubu lain, di kota New York.
“Itu sudah jelas. Aku pun sudah menduganya.”
“Apa yang harus kita lakukan soal itu?”
“Katakan saja, kelompok tidak dikenal menyerang kantor dan mencuri pernyataan kebijakan.”
“Baik, Nyonya. Lalu, bagaimana dengan gadis yang bersama suamimu?”
“Cari tahu siapa dalangnya dan pertahankan dia untuk sekarang. Dia akan berguna suatu saat nanti.”
Agnes pun sudah tak kaget lagi ketika mendengar suaminya selingkuh bersama wanita lain, karena itu sudah menjadi kebiasaan suaminya. Ia juga sengaja menikahi Deny hanya untuk tujuan lain.
“Baik, Nyonya.”
Agnes berdiri dari kursinya, lalu menghadap cermin, mengelus pipinya sendiri.
“Yang kudapat hanyalah keriput? Berapa usia wanita itu?”
“Usianya di akhir 20-an tahun.”
Agnes tersenyum dan,
“Setidaknya, kali ini bukan gadis remaja.”
*KRING!!!
Ponsel agnes pun berbunyi, sepertinya itu telepon dari Deny, suaminya sendiri.
“Ini aku. Apa aku bisa menyantap sarapan buatanmu mulai besok? Kau terlihat hebat saat di depan kamera.”
“Omong-omong, aku menghubungi tentang pemasang spanduk itu. Aku ingin kamu mengurusnya.”
“Kenapa dengan pemasang spanduk itu?” tanya Agnes.
“Orang itu melihat wajahku dengan jelas, saat aku berada di dalam kamar.”
“Astaga. Baiklah.”
Agnes pun menutup telepon dari suaminya, lalu menghubungi Marco untuk meminta pertolongan.
Marco adalah orang kepercayaan Agnes. Marco bertugas menaungi pasukan khusus bernama PASGA, yang dipunyai oleh keluarga wali kota.
Agnes meminta Tom mengerahkan pasukannya untuk mencari keberadaan tukang spanduk itu berada.
“Pak Marco?”
“Ya. Bu,” jawab Marco dari teleponnya.
“Kau merahasiakan sesuatu dariku?”
“Apa? Tentu saja tidak, Bu. Mana mungkin aku berani menyembunyikan sesuatu…”
“Aku tidak seharusnya marah kepadamu, tapi aku tersinggung, karena baru mengetahui kabar tentang pemasang spanduk itu dari suamiku.”
“Bukan begitu, Bu. Aku tidak ingin membuatmu cemas karena masalah sepele.”
“Kalau begitu, cepat urus tukang spanduk yang telah melihat wajah suamiku.”
“Baik, Bu. Maafkan aku. Aku akan mengurus dan melaporkan hasilnya kepadamu.”
“Ya. Baiklah. Selamat malam, Bu.”
Kembali di gedung, terlihat Marco yang juga mendatangi gedung bersama seorang pria yang merupakan ketua dari PASGA, dan pria itu bernama Jack.
“Astaga. Bagaimana dia bisa tahu kabar ini?” gumam Marco.
“Apa regu penyerang sudah pergi untuk mencari?” tanya Marco pada Jack.
“Sudah, Pak. Aku sudah mengerahkan semua anak buahku untuk mencarinya. Mereka akan segera menangkapnya,” jawab Jack.
“Kekacauan apa ini gara-gara seorang pemasang spanduk? Sial!”
Tom pun segera menuju ke ruangannya yang juga berada dalam gedung itu.
Saat Tom sedang duduk nyantai di ruangannya, Sam datang dan masuk ke dalam ruangannya.
“Astaga, Pak Sam. Ada apa kemari?”
“Cepat tarik semua regu PASGA yang sedang mencari pemasang spanduk itu.”
“Kenapa begitu?”
“Kalau tidak, mereka semua akan mati.”
Sam menyuruh Marco untuk menarik semua regu PASGA kembali, karena ia tahu bahwa John tak akan segan-segan membunuh semua orang yang mengganggunya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Yan Sofian
hmmm, ,, ,,,, pembunuh berdarah dingin
2024-05-21
0