*BUK!!!!
Seorang memukul punggung John dari belakang menggunakan tongkat bisbol.
Tanpa merasakan sakit sedikitpun, John menghabisi sepuluh orang yang masuk ke dalam ruangan itu tanpa ampun.
Mereka tak mengetahui, jika yang dihadapinya adalah seorang monster dan mesin pembunuh paling ditakuti.
Bagi John, sepuluh orang tukang pukul amatir sangat mudah dikalahkan, karena mereka tidak sebanding dengan John yang terlatih dan dibentuk sebagai mesin pembunuh.
Dengan lincahnya, John terus menghindari pukulan dan membalas pukulan tukang pukul itu satu persatu.
Hingga hanya tersisa satu orang terakhir, yang saat John akan mematahkan tangannya, ia melihat sebuah luka yang ditutup dengan tato di tangannya.
*NINU NINU NINU!!!!!
“MUNDUR!!!! Polisi datang!!!!”
Satu komando dari salah satu orang itu menyuruh mundur untuk segera kabur dari sana, karena mendengar suara polisi yang datang.
Saat para perusuh di gedung milik Denny sudah kabur, John segera melepas kemeja lusuhnya dan menutup luka wanita paruh baya, agar tak mengeluarkan banyak darah.
“Bibi! Bibi! Apa bibi baik-baik saja?”
John terus berusaha untuk menyadarkan wanita paruh baya itu.
Begitupun para petugas yang tadinya menemai John untuk membenarkan spanduk, mulai berdatangan di ruangan John berada.
Ia bersama para petugas lainnya sedang mencari keberadaan Deny dan memastikan tak terjadi apa-apa kepadanya.
“Ambulan!”
“HUBUNGI AMBULANS!”
John berteriak pada petugas itu untuk menghubungi ambulan dan menyelamatkan wanita paruh baya itu lebih dahulu.
Dengan acuhnya, petugas gedung itu malah meninggalkan John beserta wanita paruh baya yang sedang terluka.
Mereka lebih mengutamakan untuk mencari keberadaan Deny sebagai calon kandidat wali kota, dan memastikan keselamatannya.
John pun segera mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi ambulan.
Saat para polisi dan ambulan mulai masuk ke gedung, John bergegas melompat turun dari gedung menggunakan tali yang diikatkan di tiang atap gedung.
John bergegas menuju ke dalam mobilnya, lalu kembali ke tempat tinggalnya.
Saat John telah pergi dari ruangan itu, asisten sekaligus pengawal pribadi Deny yang bernama Sam pun datang memeriksa ruang gedung dengan kaca yang pecah.
Sam datang bersama petugas gedung yang memberitahu ada seorang pekerja panggilan yang memecahkan kaca gedung.
Sam juga menemukan obeng John yang tertinggal dan melihat kaca gedung yang pecah.
“Dia seorang pekerja di periklanan?”
Sam bertanya dan sudah mulai curiga dengan itu.
“Benar, Pak,” jawab petugas.
“Kaca tebal itu….”
Sam sangat curiga dengan orang yang bisa memecahkan kaca dengan ketebalan khusus.
Bahkan, baja dan besi sekalipun peluru pun tak bisa menembus kaca gedung yang tebal itu.
Hanya orang khusus yang sudah terlatih, yang bisa memecahkan kaca dengan ketebalan khusus.
Sam bersama petugas gedung bergegas menuju ruangan monitor CCTV, untuk melihat siapa orang itu.
Sesampainya Sam di ruang monitor CCTV, ia melihat seorang pria yang memecahkan kaca gedung, dan bertarung menumbangkan para perusuh dengan mudah.
Sam memutar ulang rekaman CCTV, dan menekan tombol pause untuk melihat dan memperjelas gambar.
Sam sangat terkejut saat melihat orang itu adalah John, pria yang dulunya merupakan juniornya saat ia masih berada di militer.
Setelah lama pensiun dari militer, Sam menjadi pengawal sekaligus asisten pribadi Deny dan menikmati masa pensiunnya menjadi seorang pengawal.
Di tempat lain, terlihat istri seorang wali kota yang bernama Agnes, akan mendatangi wawancara di sebuah stasiun televisi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Yan Sofian
The Killer
2024-05-21
0