19. RSK

Azzura menyeka air mata sekaligus mengatur nafas. Setelah itu, ia pun menceritakan semua yang terjadi semalam tanpa ada yang disembunyikan dari dokter Fahira.

Mendengar ungkapan Azzura, dokter Fahira turut merasa geram sekaligus marah. Tangannya seketika terkepal.

"Astaghfirullahaladzim." Dokter Fahira menatap Azzura. "Nak, sekuat itu kamu? Jika ibu yang berada di posisimu, ibu nggak akan kuat," aku dokter Fahira.

"Bu, biarlah cerita ini menjadi rahasia kita berdua," timpal Azzura.

"Baiklah, Nak," sahut dokter Fahira.

Beberapa menit kemudian ...

Dokter Fahira meresepkan beberapa obat pereda nyeri untuk Azzura. Setelah menerima secarik kertas kecil itu, Azzura lalu berpamitan sekaligus berterima kasih.

Gadis berhijab itu kemudian meninggalkan ruangan praktek. Ia melangkah pelan sambil melamun dengan pandangan kosong.

Dari arah yang berlawanan, Farhan menggelengkan kepala mendapati Azzura berjalan sambil melamun.

"Si gadis bermata indah seorang pelamun," gumam Farhan sambil tersenyum seraya menghitung langkah Azzura yang sebentar lagi akan menabraknya.

"Satu ... dua ... tiga ... empat ... lima ..."

Bruukk ....

Di hitungan yang kelima Azzura benar-benar menabraknya. Gadis itu terpaku sejenak lalu mendongak.

"Kak Farhan," ucap Azzura lalu mundur satu langkah ke belakang. "Maaf."

Farhan terkekeh. "Sebenarnya apa sih yang sedang kamu pikirkan? Bisa-bisanya berjalan sambil melamun," tanya Farhan menatap bola mata indah gadis itu.

"Nggak ada," dalih Azzura. "Oh ya, sedang apa Kak Farhan di sini?"

"Mengantar berkas penting ini." Farhan menunjukkan sebuah file penting. "Oh ya, kita pulang bareng saja," tawar Farhan. "Mau ke rumah sakit kan?"

"Iya, boleh deh, Kak. Kebetulan aku nggak bawa motor. Mumpung dapat tumpangan gratis," kelakar Azzura. "Tapi, tungguin sebentar, ya, soalnya aku ingin menebus obat dulu."

"Hmm ... nggak masalah," kata Farhan lalu mempercepat langkah ke ruangan yang di tuju. Sedangkan Azzura, mengarahkan langkah ke apotik.

Setibanya Farhan di depan pintu ruangan yang dituju, ia mengetuk lalu membukanya.

"Bunda, apa Bunda masih sibuk?" tanya Farhan seraya menghampiri sang bunda.

"Nggak, Nak. Bunda baru saja mau ke kantin," kata sang bunda yang tak lain adalah dokter Fahira. "Ada apa Nak?"

"Nggak apa-apa, Bun. Aku ingin memberikan file penting ini pada Bunda." Farhan meletakkan file itu di atas meja. "Oh ya, Bun, aku sekalian pamit soalnya buru-buru."

"Ya sudah, hati-hati di jalan," pesan sang bunda.

"Iya Bunda." Farhan menghampiri pintu lalu segera meninggalkan ruangan itu. Ia mempercepat langkah ke apotik untuk menemui Azzura.

"Zu," tegur Farhan. Namun, Azzura tak menjawab. "Zu ..." Farhan kembali menegurnya disertai sebuah tepukan di lengan.

Azzura menoleh dengan cepat. "Kak Farhan."

''Zu, apa kamu baik-baik saja?" tanya Farhan.

"Iya Kak," jawab Azzura lalu menunduk sekaligus mengalihkan pandangannya.

"Benar? Tapi tatapan matamu menyiratkan jika kamu tidak baik-baik saja," selidik Farhan.

Azzura bergeming tak menjawab. Tak lama kemudian namanya dipanggil. "Sebentar, aku ambil obatnya dulu."

Setelah mengambil obatnya, Azzura mengajak Farhan meninggalkan rumah sakit itu.

Di sepanjang perjalanan menuju rumah sakit tempat ibunya dirawat, sesekali Azzura melempar candaan, semua ia lakukan supaya Farhan tidak curiga jika ia sedang tidak baik-baik saja.

Selang satu jam kemudian, mereka tiba juga di rumah sakit itu.

"Kak, terima kasih, ya," ucap Azzura sambil melangkah bersama menuju kamar rawat ibunya.

''Sama-sama, Zu. Oh ya, maafkan Yoga ya. Gara-gara dia, ibumu sampai mengira jika adikku itu suamimu," kata Farhan.

Azzura terkekeh. "Nggak apa-apa, Kak," ucapnya bersamaan dengan langkahnya yang telah terhenti tepat di depan kamar rawat sang ibu. "Aku masuk dulu ya."

"Bareng saja, aku juga ingin melihat kondisi ibumu."

Azzura mengangguk lalu membuka pintu sekaligus menyapa suster Tiara juga dokter Aida yang kebetulan baru saja memeriksa Bu Isma.

"Ai, sudah lama?" tanya Farhan.

"Nggak juga," jawab dokter Aida sembari mengulas senyum. "Oh ya, karena Zu sudah datang, aku ajak suster Tiara sebentar untuk memeriksa pasien yang lain."

"Iya, nggak apa-apa, Dok," sahut Azzura lalu duduk di sisi ranjang Bu Isma. Sedangkan dokter Aida dan suster Tiara meninggalkan kamar itu.

Farhan ikut mendekat lalu menatap iba Bu Isma. "Bu, bagaimana dengan kondisi kesehatan Ibu sekarang," tanya Farhan.

"Seperti yang kamu lihat, Nak," jawab bu Isma dengan suara lirih.

Farhan melirik Azzura sejenak. "Zu, aku ke ruanganku dulu, ya. Jika kamu butuh sesuatu jangan sungkan ngomong sama aku," pesan Farhan. Setelah itu, ia meninggalkan kamar rawat bu Isma.

Sepeninggal Farhan, Azzura menatap lekat wajah ibunya.

"Azzura, kamu kenapa, Nak?" tanya ibu.

"Nggak apa-apa, Bu," jawab Azzura lalu merebahkan kepalanya di sisi ranjang.

Entah mengapa, bu Isma merasa iba melihat putri semata wayangnya itu. Perlahan tangannya terangkat mengelus kepala sang putri dengan sayang.

Elusan lembut sang ibu justru membuat Azzura merasa nyaman disertai rasa kantuk. Selang beberapa menit kemudian ia malah tertidur.

Tak lama berselang, pintu kembali dibuka, terlihat Nanda di susul oleh Yoga memasuki kamar rawat itu.

"Nak Nanda, Yoga," sapa bu Isma.

"Bu, aku membawakan makanan," kata Yoga kemudian melirik Azzura sekilas. Ia meletakkan paper bag berisi box makanan di atas meja sofa.

"Zu," panggil Nanda seraya menggoyangkan bahu Azzura.

Merasa seperti ada yang memanggil serta menyentuhnya, Azzura langsung membuka mata.

"Nanda."

"Aku sama Yoga." Nanda mengarahkan dagu ke arah Yoga yang berada di belakangnya.

"Zu ... apa kita bicara sebentar?" pinta Nanda.

"Hmm." Ia melirik ke ibunya lalu meminta izin, ingin ke rooftop, sekalian meminta Yoga menemani sang ibu sebentar.

Sesaat setelah berada di rooftop.

"Zu, apa kamu baik-baik saja?"

"Hmm."

"Beneran?"

"Hmm."

Nanda mengernyit karena tidak biasanya Azzura hanya menjawab seperti itu bahkan tatapan matanya terlihat kosong.

"Zu!! Lihat aku dan tatap mataku!" sentak Nanda seraya mengarahkan tubuh sahabatnya itu menghadapnya.

"Zu, apa pria bajingan itu melakukan sesuatu padamu lagi?! cecar Nanda menebak.

Azzura menunduk, air matanya seketika menetes.

"Zu!" desak Nanda.

Azzura langsung memeluk Nanda sambil terisak mengingat kejadian semalam. Ia pun menceritakan semua perlakuan Close padanya semalam.

Seketika Nanda merasa marah sakligus ingin membalas perbuatan keji suami sahabatnya itu.

"Azzura yang malang, sampai kapan kamu akan bertahan jika kamu terus mendapatkan KDRT dari pria bajingan itu. Rasanya aku ingin membunuh saja!”

Keduanya tak menyadari jika Yoga sedang memperhatikan mereka dari kejauhan.

"Azzura, ini yang kedua kalinya aku memergokimu menangis seperti itu. Sebenarnya apa yang terjadi padamu?" Yoga bertanya-tanya.

Asik memperhatikan kedua sahabat itu, Yoga tersentak kaget ketika bahunya ditepuk.

"Ada apa?" Farhan ikut mengarahkan pandangannya ke arah yang sama.

"Nggak apa-apa Kak. Entahlah aku merasa iba saja melihat Azzura," aku Yoga. "Ini kedua kalinya aku melihat ia menangis terisak."

"Sebelumnya?"

"Minggu kemarin," aku Yoga.

"Hmm, tadi aku bertemu dengannya di rumah sakit bunda. Sepertinya dia baru saja memeriksakan kesehatannya. Tapi nggak tahu di poli mana?" jelas Farhan.

...🌿🌼----------------🌼🌿...

Jangan lupa masukkan sebagai favorit ya 🙏. Bantu like, vote dan komen, setidaknya readers terkasih telah membantu ikut mempromosikan karya author. Terima kasih ... 🙏☺️😘

Terpopuler

Comments

Epifania R

Epifania R

padahal di poli bundamu farhan

2024-04-05

0

Sri Wahyuni

Sri Wahyuni

udah klau ibu y s azura klau emng crta y g bsa d obatin lgi ya uda peran g cpt d matiin az spya s zu ga terhalang ninggalin s close ibu y yg jd penghalang

2022-11-23

4

Sri Wahyuni

Sri Wahyuni

biasa nya klau d novel lain asisten itu pinter klau ada yg janggal itu d selidiki jngn ngmong d hati az

2022-11-23

1

lihat semua
Episodes
1 1. RSK
2 2. RSK
3 3. RSK
4 4. RSK
5 5. RSK
6 6. RSK
7 7. RSK
8 8. RSK
9 9. RSK
10 10. RSK
11 11. RSK
12 12. RSK
13 13. RSK
14 14. RSK
15 15. RSK
16 16. RSK
17 17. RSK
18 18. RSK
19 19. RSK
20 20. RSK
21 21. RSK
22 22. RSK
23 23. RSK
24 24. RSK
25 25. RSK
26 26. RSK
27 Bab 27 : Mengundurkan diri ...
28 Bab 28 : Menunggu waktu saja ...
29 Bab 29 : Aku harap kamu nggak amnesia ...
30 Bab 30 : Aku ingin memastikan ...
31 Bab 31 : Katakan yang sejujurnya ...
32 Bab 32 : Maafkan kami bu ...
33 Bab 33 : Selalu saja kegelapan yang menyambutku ...
34 Bab 34 : Suatu kebetulan ataukah takdir ...
35 Bab 35 : Merasa bersalah ...
36 Bab 36 : Lebih baik kembalikan dia ...
37 Bab 37 : Kesalahpahaman berujung benci ...
38 Bab 38 : Sepertinya ini waktu yang tepat ...
39 Bab 39 : Ada hubungan apa mereka ...?
40 Bab 40 : Menikah karena terpaksa ...
41 Bab 41: Kritis ...
42 Bab 42 : Luapan emosi Azzura ...
43 Bab 43 : Ini belum ada apa-apanya ...
44 Bab 44 : Perginya ibu tercinta ...
45 Bab 45 : Separuh jiwaku seolah pergi ...
46 Bab 46 : Lebih tegar ...
47 Bab 47 : Apa kamu pernah melihat retaknya sebuah kaca ...?
48 Bab 48 : Nggak ada yang abadi ...
49 Bab 49 : Perasaan ini salah ...
50 Bab 50 : Permintaan Momy ...
51 Bab 51: Jika takdir menyatukan kita ...
52 Bab 53 : Kesempatan itu sudah tertutup ...
53 Bab 54 : Berterus-terang ...
54 Bab 55 : Bakal jadi mantan suami ...
55 Bab 56 : Kembali memergoki ...
56 Bab 57 : Pergilah, menjauhlah dan tinggalkan saja ...
57 Bab 58 : Meninggalkan kota J ...
58 Bab 59 : Terlambat menyesali ....
59 Bab 60 : Kenyataan pahit ...
60 Bab 61 : Frustasi ...?
61 Bab 62 : Harus bagaimana ...
62 Bab 63 : Depresi ...
63 Bab 64 : Jangan membenci tapi doakan ...
64 Bab 65 : Nggak pernah terpikir ...
65 Bab 66 : Ada di mana dirimu ...?
66 Bab 67 : Mulailah menata dan berjanji pada dirimu ...
67 Bab 68 : Kemarahan Momy Lio ...
68 Bab 69 : Tekad dan niat tulus Genta ....
69 Bab 70 : Apa itu sebuah janji ...?
70 Bab 71: Nyekar makam ...
71 Bab 72 : Kekhawatiran Genta ...
72 Bab 73: Sebuah janji ...
73 Bab 74: Pertemuan tak terduga ...
74 Bab 75: Hatiku terlanjur membatu ...
75 Bab 76: Di antara dua pilihan ...
76 Bab 77: Gelisahnya Devan ....
77 Bab 78: Mengetahui kenyataan yang sebenarnya ...
78 Bab 79: Masih nggak berubah ...
79 80. Jangan membuka luka lama ...
80 Bab 81: Ingin menghilangkan ingatanku ...
81 Bab 82: Menagih janji ...?
82 Bab 83: Izinkan aku menjadi imammu ...
83 84. Tetaplah menjadi sandaran bagiku dan Dev ...
84 85. Secercah harapan ...
85 Promo novel baru
86 87. Memohon ...
87 88. Apakah akan sama seperti sebelumnya ...?
88 89. Merasa terharu ...
89 90. Ke Kota J ...
90 91. Apa aku sedang bermimpi ...?
91 92. Berada di posisi serba salah ...
92 93. Siapa gadis beruntung itu ...?
93 94. Semangatku seolah patah ...
94 95. Sedikit cemburu ...
95 96. Dugaanku ternyata benar ...
96 97. Merajut asa menatap masa depan ...
97 98. Merasa terharu sekaligus bahagia ...
98 99. Kenapa takdirku semiris ini ...?
99 100. Modus ...
100 101. Kebahagiaan ku adalah kalian ...
101 102. Kenapa cinta begitu rumit ...?
102 103. Apa kamu baik-baik saja ...?
103 104. Semoga tebakanku benar ...
104 105. Dua garis merah ...
105 106. Merasa Dejavu ...
106 107. Nanti juga kamu akan tahu ...
107 108. Khawatir dan cemas ...
108 109. Tertantang ingin mendekat ...
109 110. Demi tugas negara ...
110 111. Ucapan selamat ...
111 112. Kesal dan cemburu ...
112 113. Coba saja jika dia berani ...
113 114. Semuanya akan baik-baik saja ...
114 115. Harap-harap cemas ...
115 116. Operasi Caesar ...
116 117. Harus puasa minimal setahun ...
117 118. Ingin punya momongan lagi ...
118 119. Anggaplah aku sebagai sahabat atau kakak
119 120. Hidup ini seperti drama ...
120 121. Dia nggak pantas disebut AYAH ...!
121 122. Maafmu sudah terlambat ...
122 123. Terbuat dari apa hatinya ...?
123 124. Pesan Genta untuk Close ...
124 125. Lidahnya mengalahkan tajamnya sebilah pedang ...
125 126. Aku mohon beri aku kesempatan ...
126 127. Tangisan sia-sia ...
127 128. Diam-diam mengagumi
128 129. Sepertinya kamu harus hati-hati padanya ...
129 130. Keputusan tegas Genta ...
130 131. Dipecat ...
131 131. RSK
Episodes

Updated 131 Episodes

1
1. RSK
2
2. RSK
3
3. RSK
4
4. RSK
5
5. RSK
6
6. RSK
7
7. RSK
8
8. RSK
9
9. RSK
10
10. RSK
11
11. RSK
12
12. RSK
13
13. RSK
14
14. RSK
15
15. RSK
16
16. RSK
17
17. RSK
18
18. RSK
19
19. RSK
20
20. RSK
21
21. RSK
22
22. RSK
23
23. RSK
24
24. RSK
25
25. RSK
26
26. RSK
27
Bab 27 : Mengundurkan diri ...
28
Bab 28 : Menunggu waktu saja ...
29
Bab 29 : Aku harap kamu nggak amnesia ...
30
Bab 30 : Aku ingin memastikan ...
31
Bab 31 : Katakan yang sejujurnya ...
32
Bab 32 : Maafkan kami bu ...
33
Bab 33 : Selalu saja kegelapan yang menyambutku ...
34
Bab 34 : Suatu kebetulan ataukah takdir ...
35
Bab 35 : Merasa bersalah ...
36
Bab 36 : Lebih baik kembalikan dia ...
37
Bab 37 : Kesalahpahaman berujung benci ...
38
Bab 38 : Sepertinya ini waktu yang tepat ...
39
Bab 39 : Ada hubungan apa mereka ...?
40
Bab 40 : Menikah karena terpaksa ...
41
Bab 41: Kritis ...
42
Bab 42 : Luapan emosi Azzura ...
43
Bab 43 : Ini belum ada apa-apanya ...
44
Bab 44 : Perginya ibu tercinta ...
45
Bab 45 : Separuh jiwaku seolah pergi ...
46
Bab 46 : Lebih tegar ...
47
Bab 47 : Apa kamu pernah melihat retaknya sebuah kaca ...?
48
Bab 48 : Nggak ada yang abadi ...
49
Bab 49 : Perasaan ini salah ...
50
Bab 50 : Permintaan Momy ...
51
Bab 51: Jika takdir menyatukan kita ...
52
Bab 53 : Kesempatan itu sudah tertutup ...
53
Bab 54 : Berterus-terang ...
54
Bab 55 : Bakal jadi mantan suami ...
55
Bab 56 : Kembali memergoki ...
56
Bab 57 : Pergilah, menjauhlah dan tinggalkan saja ...
57
Bab 58 : Meninggalkan kota J ...
58
Bab 59 : Terlambat menyesali ....
59
Bab 60 : Kenyataan pahit ...
60
Bab 61 : Frustasi ...?
61
Bab 62 : Harus bagaimana ...
62
Bab 63 : Depresi ...
63
Bab 64 : Jangan membenci tapi doakan ...
64
Bab 65 : Nggak pernah terpikir ...
65
Bab 66 : Ada di mana dirimu ...?
66
Bab 67 : Mulailah menata dan berjanji pada dirimu ...
67
Bab 68 : Kemarahan Momy Lio ...
68
Bab 69 : Tekad dan niat tulus Genta ....
69
Bab 70 : Apa itu sebuah janji ...?
70
Bab 71: Nyekar makam ...
71
Bab 72 : Kekhawatiran Genta ...
72
Bab 73: Sebuah janji ...
73
Bab 74: Pertemuan tak terduga ...
74
Bab 75: Hatiku terlanjur membatu ...
75
Bab 76: Di antara dua pilihan ...
76
Bab 77: Gelisahnya Devan ....
77
Bab 78: Mengetahui kenyataan yang sebenarnya ...
78
Bab 79: Masih nggak berubah ...
79
80. Jangan membuka luka lama ...
80
Bab 81: Ingin menghilangkan ingatanku ...
81
Bab 82: Menagih janji ...?
82
Bab 83: Izinkan aku menjadi imammu ...
83
84. Tetaplah menjadi sandaran bagiku dan Dev ...
84
85. Secercah harapan ...
85
Promo novel baru
86
87. Memohon ...
87
88. Apakah akan sama seperti sebelumnya ...?
88
89. Merasa terharu ...
89
90. Ke Kota J ...
90
91. Apa aku sedang bermimpi ...?
91
92. Berada di posisi serba salah ...
92
93. Siapa gadis beruntung itu ...?
93
94. Semangatku seolah patah ...
94
95. Sedikit cemburu ...
95
96. Dugaanku ternyata benar ...
96
97. Merajut asa menatap masa depan ...
97
98. Merasa terharu sekaligus bahagia ...
98
99. Kenapa takdirku semiris ini ...?
99
100. Modus ...
100
101. Kebahagiaan ku adalah kalian ...
101
102. Kenapa cinta begitu rumit ...?
102
103. Apa kamu baik-baik saja ...?
103
104. Semoga tebakanku benar ...
104
105. Dua garis merah ...
105
106. Merasa Dejavu ...
106
107. Nanti juga kamu akan tahu ...
107
108. Khawatir dan cemas ...
108
109. Tertantang ingin mendekat ...
109
110. Demi tugas negara ...
110
111. Ucapan selamat ...
111
112. Kesal dan cemburu ...
112
113. Coba saja jika dia berani ...
113
114. Semuanya akan baik-baik saja ...
114
115. Harap-harap cemas ...
115
116. Operasi Caesar ...
116
117. Harus puasa minimal setahun ...
117
118. Ingin punya momongan lagi ...
118
119. Anggaplah aku sebagai sahabat atau kakak
119
120. Hidup ini seperti drama ...
120
121. Dia nggak pantas disebut AYAH ...!
121
122. Maafmu sudah terlambat ...
122
123. Terbuat dari apa hatinya ...?
123
124. Pesan Genta untuk Close ...
124
125. Lidahnya mengalahkan tajamnya sebilah pedang ...
125
126. Aku mohon beri aku kesempatan ...
126
127. Tangisan sia-sia ...
127
128. Diam-diam mengagumi
128
129. Sepertinya kamu harus hati-hati padanya ...
129
130. Keputusan tegas Genta ...
130
131. Dipecat ...
131
131. RSK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!