18. RSK

Subuh dini hari, setelah selesai shalat subuh, Azzura menyempatkan waktunya membaca Al Qur'an serta mengirim doa untuk almarhum ayahnya.

Close yang sejak semalam tertidur di sofa ruang tamu, merasa terusik karena samar-samar mendengar suara merdu Azzura.

Karena penasaran, ia menghampiri pintu kamar.

Namun, setelah suara Azzura terhenti, Close langsung mengambil langkah seribu meninggalkan tempat itu.

Di balkon kamar, Ia termenung sembari berucap lirih, "Bahkan ini masih gelap, dia sudah terbangun. Laura nggak pernah terbangun sesubuh ini seperti yang Azzura lakukan." Tanpa sadar Close membandingkan istri dan gundiknya.

Tiga puluh menit berlalu ....

Setelah menyeduh kopi, Azzura memilih membuat nasi goreng untuk sarapannya.

Sama seperti semalam, aroma harum masakan Azzura memenuhi ruangan. Sehingga membuat Close menjadi lapar.

"Sial!! Perutku langsung lapar," gerutunya sambil menelan ludah.

*******

Tepat jam tujuh pagi, Azzura sudah meninggalkan rumah tanpa membawa motornya. Ia memilih naik bis menuju rumahnya.

Sementara Close yang baru saja keluar dari ruang fitness, langsung menuju dapur. Ia memindai ruangan masak itu yang sudah terlihat rapi.

Tadinya ia berharap akan ada sisa makanan buatan Azzura. Sayangnya, gadis itu tak menyisakan apapun melainkan nasi yang ada di dalam rice cooker.

Beberapa menit berlalu ....

Close sudah terlihat rapi dan akan berangkat ke kantor. Ia menghela nafas karena Laura masih tertidur.

Tanpa membangunkan gadis itu, ia memilih meninggalkan kamar kemudian menuju garasi.

.

.

.

Azzura yang kini sudah berada di rumahnya, sedang berbaring di kamar sekaligus mengistirahatkan tubuhnya.

Tiba-tiba saja air mata gadis itu mengalir membayangkan kejadian semalam.

"Ya Allah, aku takut jika nggak bisa hamil," gumam Azzura sambil mengelus perutnya yang masih terasa sakit. "Sebaiknya aku konsultasi ke dokter kandungan saja nanti."

"Wahai hati, bersabarlah, sedih, perih, gundah dan amarah, hilanglah. Ku bisikkan kalimat doa untuk menguatkan hati. Jangan sampai ada dendam yang dapat merusak hati, tetaplah tegar dan sabar dalam menjalani hari-hari," ucap Azzura lirih sembari mengelus dada. Terus seperti itu sehingga gadis itu tertidur

.

.

.

Beberapa jam kemudian ....

Ketika Laura membuka mata, ia mengamati kamar itu seraya memandangi jam dinding.

"Apa! Sudah jam 10.15 pagi!!" pekiknya lalu menyibak selimut lalu segera menuju ke kamar mandi.

"Close gimana sih!! Kenapa dia nggak membangunkanku," omelnya merasa kesal.

Setelah selesai membersihkan diri, ia menghubungi Close. Namun, sang empunya nomor tak menjawab. Beberapa kali ia menghubungi nomor itu namun tetap sama.

"Close ke mana sih?!!!" geramnya lalu memesan taksi online.

Sedangkan yang sedang dihubungi sedang berada di ruang meeting.

Saat meeting masih berlangsung, Close tak bisa fokus. Kekerasan yang dilakukannya semalam kembali menghiasi benaknya.

Apalagi ketika ia akan berangkat ke kantor, motor Azzura masih terparkir di tempat. Pikirnya gadis itu pasti sedang sakit

'Apa dia baik-baik saja? Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya? Akhh ... ngapain juga aku pikirkan. Biarkan saja, siapa suruh dia sudah mengganggu kesenanganku dan Laura.'

"Pak," tegur Yoga seraya menepuk lengan Close.

"Ya, ada apa?" tanya Close lalu memperbaiki posisi duduknya.

"Meetingnya sudah selesai," jawab Yoga.

"Hmm," ia hanya manggut-manggut kemudian beranjak dari tempat duduk. Tanpa banyak kata, Close meninggalkan ruangan meeting.

Sesaat setelah berada di ruang kerja, Close melepas dasi serta jas-nya seraya menghampiri meja kerja.

"Laura," ucapnya lirih sesaat setelah menyalakan layar ponselnya. Ia kembali meletakkan benda pipih itu di atas meja kerja.

Tok ...tok ... tok ...

Close menoleh ke arah pintu. "Yoga."

"Pak, ini ada beberapa proposal dari beberapa kepala divisi," kata Yoga lalu meletakkan proposal itu di atas meja kerja Close.

"Hmm."

Setelah itu, Yoga pamit kemudian meninggalkannya. Sepeninggal Yoga, Close duduk di kursi kerja sambil termenung.

"Jika benar dia hamil? Anak siapa yang dikandungnya? Gadis barista itu benar-benar membuatku muak. Munafik! Jika itu benar, aku akan membuatnya semakin tersiksa hingga ia benar-benar menyerah," ancam Close merasa geram.

*********

Jam 16.00 sore ...

Di salah satu rumah sakit Kota J, Azzura sedang menunggu giliran. Ia ingin berkonsultasi sekaligus memastikan rahimnya baik-baik saja.

Tak lama berselang nomor antriannya di panggil. Azzura pun masuk ke ruang praktek dokter spesialis kandungan itu. Ia menatap papan nama yang terpampang di atas meja, Dr. Fahira Zahwa SpOG.

"Silakan duduk," pinta dokter Fahira dengan ramah.

"Terima kasih, Dok," ucap Azzura.

"Apa Anda ingin cek kandungan Nyonya atau hanya ingin berkonsultasi saja?"

"Saya ingin berkonsultasi saja, Dok," jawab Azzura.

"Baiklah, silakan," pinta dokter Fahira.

"Dok, perut saya semalam terkena benturan meja dan masih terasa sakitnya. Bahkan sampai ke ulu hati tembus ke belakang. Saya takut nggak bisa hamil akibat benturan keras itu," jelas Azzura.

Dokter Fahira mengernyit menatap Azzura. "Kalau begitu, ayo kita ke bed pasien dulu. Saya ingin memeriksa," cetus sang dokter.

Keduanya menghampiri bed pasien. Dengan perlahan Azzura naik ke bed lalu berbaring.

"Maaf, saya singkap bajunya dulu ya." Azzura mengangguk.

Dokter Fahira cukup terkejut mendapati memar di perut Azzura seraya menatap lekat wajah gadis itu dengan perasaan iba.

'Sepertinya dia mengalami KDRT. Kasian anak ini, padahal masih muda. Tega banget suaminya.'

Dalam diam dokter Fahira meraba perut Azzura lalu mengoleskan gel. Ia kemudian menempelkan alat USG demi memastikan rahim pasiennya baik-baik saja.

Setelah beberapa menit menganalisa, dokter Fahirah mengulas senyum lalu menurunkan kembali baju Azzura.

"Alhamdulillah, rahim Nyonya nggak ada masalah, hanya ada lebam akibat benturan itu. Insyaallah kamu masih bisa hamil," jelas dokter Fahira.

Azzura perlahan mendudukkan dirinya sambil dibantu sang dokter.

"Boleh saya bertanya? Anggap saja saya sedang bertanya pada anak perempuan saya," kata dokter Fahira.

"Iya, Dok, boleh," kata Azzura.

"Maaf, apa kamu habis mangalami KDRT dari suamimu? Melihat beberapa lebam di perutmu sepertinya kamu baru saja mengalami KDRT," tanya dokter Fahira dengan nada lembut.

Azzura menunduk, lidahnya keluh serta membuat tubuhnya gemetar mengingat kejadian semalam. Sedetik kemudian ia mendongak menatap wajah dokter Fahira dengan mata berkaca-kaca.

"Bisakah, aku memelukmu sebentar, Bu," pinta Azzura yang kini sudah tak menggunakan kalimat formal.

Tanpa pikir panjang dokter Fahira langsung mendekapnya seraya mengelus punggung Azzura dengan sayang. Dekapan tulus dari sang dokter seketika membuat tangis Azzura pecah.

Sebuah pelukan yang Azzura butuhkan sebagai penguat dirinya. Ia tak mungkin menceritakan masalah rumah tangganya pada sang ibu.

"Nak, menangislah, tumpahkan air matamu. Karena air matamu adalah doa di saat kamu nggak mampu berkata-kata. Terkadang kita butuh waktu untuk tertawa, maka tertawalah, kita juga butuh waktu untuk menangis maka menangislah, itu manusiawi," bisik dokter Fahira dengan suara tercekat.

Sejatinya ia merasa sangat iba pada Azzura. Eratnya pelukan serta derasnya air mata gadis itu, menandakan jika ia benar-benar butuh kekuatan.

Dokter Fahira membiarkan Azzura menumpahkan semua air matanya. Sehingga tangisan gadis itu mulai mereda barulah ia mengurai pelukannya.

...🌿🌼----------------🌼🌿...

Jangan lupa masukkan sebagai favorit ya 🙏. Bantu like, vote dan komen, setidaknya readers terkasih telah membantu ikut mempromosikan karya author. Terima kasih ... 🙏☺️😘

Terpopuler

Comments

Epifania R

Epifania R

😭😭

2024-04-05

0

Hida Paridah12

Hida Paridah12

jahat sekali close.

2023-03-27

0

Nur Evida

Nur Evida

Azurra😭😭😭😭😭

2023-03-16

0

lihat semua
Episodes
1 1. RSK
2 2. RSK
3 3. RSK
4 4. RSK
5 5. RSK
6 6. RSK
7 7. RSK
8 8. RSK
9 9. RSK
10 10. RSK
11 11. RSK
12 12. RSK
13 13. RSK
14 14. RSK
15 15. RSK
16 16. RSK
17 17. RSK
18 18. RSK
19 19. RSK
20 20. RSK
21 21. RSK
22 22. RSK
23 23. RSK
24 24. RSK
25 25. RSK
26 26. RSK
27 Bab 27 : Mengundurkan diri ...
28 Bab 28 : Menunggu waktu saja ...
29 Bab 29 : Aku harap kamu nggak amnesia ...
30 Bab 30 : Aku ingin memastikan ...
31 Bab 31 : Katakan yang sejujurnya ...
32 Bab 32 : Maafkan kami bu ...
33 Bab 33 : Selalu saja kegelapan yang menyambutku ...
34 Bab 34 : Suatu kebetulan ataukah takdir ...
35 Bab 35 : Merasa bersalah ...
36 Bab 36 : Lebih baik kembalikan dia ...
37 Bab 37 : Kesalahpahaman berujung benci ...
38 Bab 38 : Sepertinya ini waktu yang tepat ...
39 Bab 39 : Ada hubungan apa mereka ...?
40 Bab 40 : Menikah karena terpaksa ...
41 Bab 41: Kritis ...
42 Bab 42 : Luapan emosi Azzura ...
43 Bab 43 : Ini belum ada apa-apanya ...
44 Bab 44 : Perginya ibu tercinta ...
45 Bab 45 : Separuh jiwaku seolah pergi ...
46 Bab 46 : Lebih tegar ...
47 Bab 47 : Apa kamu pernah melihat retaknya sebuah kaca ...?
48 Bab 48 : Nggak ada yang abadi ...
49 Bab 49 : Perasaan ini salah ...
50 Bab 50 : Permintaan Momy ...
51 Bab 51: Jika takdir menyatukan kita ...
52 Bab 53 : Kesempatan itu sudah tertutup ...
53 Bab 54 : Berterus-terang ...
54 Bab 55 : Bakal jadi mantan suami ...
55 Bab 56 : Kembali memergoki ...
56 Bab 57 : Pergilah, menjauhlah dan tinggalkan saja ...
57 Bab 58 : Meninggalkan kota J ...
58 Bab 59 : Terlambat menyesali ....
59 Bab 60 : Kenyataan pahit ...
60 Bab 61 : Frustasi ...?
61 Bab 62 : Harus bagaimana ...
62 Bab 63 : Depresi ...
63 Bab 64 : Jangan membenci tapi doakan ...
64 Bab 65 : Nggak pernah terpikir ...
65 Bab 66 : Ada di mana dirimu ...?
66 Bab 67 : Mulailah menata dan berjanji pada dirimu ...
67 Bab 68 : Kemarahan Momy Lio ...
68 Bab 69 : Tekad dan niat tulus Genta ....
69 Bab 70 : Apa itu sebuah janji ...?
70 Bab 71: Nyekar makam ...
71 Bab 72 : Kekhawatiran Genta ...
72 Bab 73: Sebuah janji ...
73 Bab 74: Pertemuan tak terduga ...
74 Bab 75: Hatiku terlanjur membatu ...
75 Bab 76: Di antara dua pilihan ...
76 Bab 77: Gelisahnya Devan ....
77 Bab 78: Mengetahui kenyataan yang sebenarnya ...
78 Bab 79: Masih nggak berubah ...
79 80. Jangan membuka luka lama ...
80 Bab 81: Ingin menghilangkan ingatanku ...
81 Bab 82: Menagih janji ...?
82 Bab 83: Izinkan aku menjadi imammu ...
83 84. Tetaplah menjadi sandaran bagiku dan Dev ...
84 85. Secercah harapan ...
85 Promo novel baru
86 87. Memohon ...
87 88. Apakah akan sama seperti sebelumnya ...?
88 89. Merasa terharu ...
89 90. Ke Kota J ...
90 91. Apa aku sedang bermimpi ...?
91 92. Berada di posisi serba salah ...
92 93. Siapa gadis beruntung itu ...?
93 94. Semangatku seolah patah ...
94 95. Sedikit cemburu ...
95 96. Dugaanku ternyata benar ...
96 97. Merajut asa menatap masa depan ...
97 98. Merasa terharu sekaligus bahagia ...
98 99. Kenapa takdirku semiris ini ...?
99 100. Modus ...
100 101. Kebahagiaan ku adalah kalian ...
101 102. Kenapa cinta begitu rumit ...?
102 103. Apa kamu baik-baik saja ...?
103 104. Semoga tebakanku benar ...
104 105. Dua garis merah ...
105 106. Merasa Dejavu ...
106 107. Nanti juga kamu akan tahu ...
107 108. Khawatir dan cemas ...
108 109. Tertantang ingin mendekat ...
109 110. Demi tugas negara ...
110 111. Ucapan selamat ...
111 112. Kesal dan cemburu ...
112 113. Coba saja jika dia berani ...
113 114. Semuanya akan baik-baik saja ...
114 115. Harap-harap cemas ...
115 116. Operasi Caesar ...
116 117. Harus puasa minimal setahun ...
117 118. Ingin punya momongan lagi ...
118 119. Anggaplah aku sebagai sahabat atau kakak
119 120. Hidup ini seperti drama ...
120 121. Dia nggak pantas disebut AYAH ...!
121 122. Maafmu sudah terlambat ...
122 123. Terbuat dari apa hatinya ...?
123 124. Pesan Genta untuk Close ...
124 125. Lidahnya mengalahkan tajamnya sebilah pedang ...
125 126. Aku mohon beri aku kesempatan ...
126 127. Tangisan sia-sia ...
127 128. Diam-diam mengagumi
128 129. Sepertinya kamu harus hati-hati padanya ...
129 130. Keputusan tegas Genta ...
130 131. Dipecat ...
131 131. RSK
Episodes

Updated 131 Episodes

1
1. RSK
2
2. RSK
3
3. RSK
4
4. RSK
5
5. RSK
6
6. RSK
7
7. RSK
8
8. RSK
9
9. RSK
10
10. RSK
11
11. RSK
12
12. RSK
13
13. RSK
14
14. RSK
15
15. RSK
16
16. RSK
17
17. RSK
18
18. RSK
19
19. RSK
20
20. RSK
21
21. RSK
22
22. RSK
23
23. RSK
24
24. RSK
25
25. RSK
26
26. RSK
27
Bab 27 : Mengundurkan diri ...
28
Bab 28 : Menunggu waktu saja ...
29
Bab 29 : Aku harap kamu nggak amnesia ...
30
Bab 30 : Aku ingin memastikan ...
31
Bab 31 : Katakan yang sejujurnya ...
32
Bab 32 : Maafkan kami bu ...
33
Bab 33 : Selalu saja kegelapan yang menyambutku ...
34
Bab 34 : Suatu kebetulan ataukah takdir ...
35
Bab 35 : Merasa bersalah ...
36
Bab 36 : Lebih baik kembalikan dia ...
37
Bab 37 : Kesalahpahaman berujung benci ...
38
Bab 38 : Sepertinya ini waktu yang tepat ...
39
Bab 39 : Ada hubungan apa mereka ...?
40
Bab 40 : Menikah karena terpaksa ...
41
Bab 41: Kritis ...
42
Bab 42 : Luapan emosi Azzura ...
43
Bab 43 : Ini belum ada apa-apanya ...
44
Bab 44 : Perginya ibu tercinta ...
45
Bab 45 : Separuh jiwaku seolah pergi ...
46
Bab 46 : Lebih tegar ...
47
Bab 47 : Apa kamu pernah melihat retaknya sebuah kaca ...?
48
Bab 48 : Nggak ada yang abadi ...
49
Bab 49 : Perasaan ini salah ...
50
Bab 50 : Permintaan Momy ...
51
Bab 51: Jika takdir menyatukan kita ...
52
Bab 53 : Kesempatan itu sudah tertutup ...
53
Bab 54 : Berterus-terang ...
54
Bab 55 : Bakal jadi mantan suami ...
55
Bab 56 : Kembali memergoki ...
56
Bab 57 : Pergilah, menjauhlah dan tinggalkan saja ...
57
Bab 58 : Meninggalkan kota J ...
58
Bab 59 : Terlambat menyesali ....
59
Bab 60 : Kenyataan pahit ...
60
Bab 61 : Frustasi ...?
61
Bab 62 : Harus bagaimana ...
62
Bab 63 : Depresi ...
63
Bab 64 : Jangan membenci tapi doakan ...
64
Bab 65 : Nggak pernah terpikir ...
65
Bab 66 : Ada di mana dirimu ...?
66
Bab 67 : Mulailah menata dan berjanji pada dirimu ...
67
Bab 68 : Kemarahan Momy Lio ...
68
Bab 69 : Tekad dan niat tulus Genta ....
69
Bab 70 : Apa itu sebuah janji ...?
70
Bab 71: Nyekar makam ...
71
Bab 72 : Kekhawatiran Genta ...
72
Bab 73: Sebuah janji ...
73
Bab 74: Pertemuan tak terduga ...
74
Bab 75: Hatiku terlanjur membatu ...
75
Bab 76: Di antara dua pilihan ...
76
Bab 77: Gelisahnya Devan ....
77
Bab 78: Mengetahui kenyataan yang sebenarnya ...
78
Bab 79: Masih nggak berubah ...
79
80. Jangan membuka luka lama ...
80
Bab 81: Ingin menghilangkan ingatanku ...
81
Bab 82: Menagih janji ...?
82
Bab 83: Izinkan aku menjadi imammu ...
83
84. Tetaplah menjadi sandaran bagiku dan Dev ...
84
85. Secercah harapan ...
85
Promo novel baru
86
87. Memohon ...
87
88. Apakah akan sama seperti sebelumnya ...?
88
89. Merasa terharu ...
89
90. Ke Kota J ...
90
91. Apa aku sedang bermimpi ...?
91
92. Berada di posisi serba salah ...
92
93. Siapa gadis beruntung itu ...?
93
94. Semangatku seolah patah ...
94
95. Sedikit cemburu ...
95
96. Dugaanku ternyata benar ...
96
97. Merajut asa menatap masa depan ...
97
98. Merasa terharu sekaligus bahagia ...
98
99. Kenapa takdirku semiris ini ...?
99
100. Modus ...
100
101. Kebahagiaan ku adalah kalian ...
101
102. Kenapa cinta begitu rumit ...?
102
103. Apa kamu baik-baik saja ...?
103
104. Semoga tebakanku benar ...
104
105. Dua garis merah ...
105
106. Merasa Dejavu ...
106
107. Nanti juga kamu akan tahu ...
107
108. Khawatir dan cemas ...
108
109. Tertantang ingin mendekat ...
109
110. Demi tugas negara ...
110
111. Ucapan selamat ...
111
112. Kesal dan cemburu ...
112
113. Coba saja jika dia berani ...
113
114. Semuanya akan baik-baik saja ...
114
115. Harap-harap cemas ...
115
116. Operasi Caesar ...
116
117. Harus puasa minimal setahun ...
117
118. Ingin punya momongan lagi ...
118
119. Anggaplah aku sebagai sahabat atau kakak
119
120. Hidup ini seperti drama ...
120
121. Dia nggak pantas disebut AYAH ...!
121
122. Maafmu sudah terlambat ...
122
123. Terbuat dari apa hatinya ...?
123
124. Pesan Genta untuk Close ...
124
125. Lidahnya mengalahkan tajamnya sebilah pedang ...
125
126. Aku mohon beri aku kesempatan ...
126
127. Tangisan sia-sia ...
127
128. Diam-diam mengagumi
128
129. Sepertinya kamu harus hati-hati padanya ...
129
130. Keputusan tegas Genta ...
130
131. Dipecat ...
131
131. RSK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!