16. RSK

"Ibu, sudah jam berapa ini?" tanya Azzura setelah terbangun. Ia tersenyum kemudian kembali memeluk bu Isma sejenak. Sebelum akhirnya turun dari bed pasien.

“Sudah mau magrib, Nak," jawab bu Isma.

"Bu, apa ada yang datang menjenguk ibu tadi?" tanya Azzura karena mendapati kantong plastik buah di atas lemari nakas.

"Suamimu Nak," jawab ibu.

Kening Azzura berkerut tipis sembari melipat bibirnya menahan tawa. 'Yoga? Yang ibu tahu saat ini dialah suamiku. Biarin saja, lagian Close nggak bakal peduli. Jangankan ibu, aku saja dia perlakukan seenaknya. Aku hanya takut jika dia tahu lalu menghentikan pengobatan ibu.'

Azzura menatap ibunya sekilas lalu tersenyum tipis sembari membatin merasa lucu.

'Maafkan aku, Bu. Sebenarnya aku ingin jujur jika Yoga bukanlah suamiku. Tapi, kami sudah terlanjur berbohong. Apalagi ibu tahunya Yoga lah suamiku, hehehe.'

"Lalu, ke mana dia, Bu? Apa sudah pulang?"

"Dia ke rooftop, Nak."

"Ya sudah, aku temui dia dulu. Oh ya, Bu, aku membawa makanan untuk ibu juga suster Tiara. Nanti jika suster Tiara kemari, kalian makan duluan saja, ya," pesan Azzura.

"Baiklah Nak."

*******

Sesaat setelah berada di rooftop, Azzura mengerutkan kening memandangi punggung kedua pria yang sedang asik mengobrol. Bahkan mereka sangat akrab.

Saking asiknya mengobrol juga bercanda, keduanya pria itu tak menyadari kehadiran Azzura. Sebelum akhirnya sang barista menyapa.

"Yoga."

Kedua pria itu bergeming sejenak lalu berbalik badan. Azzura mengerutkan kening menatap kedua pria itu.

"Ah, Zu, kamu sudah bangun?" tanya Yoga dengan seulas senyum. "Kemarilah, aku akan memperkenalkanmu dengan kakak ku. Zu, ini Kakak ku, Farhan. Lebih tepatnya dokter Farhan spesialis bedah di rumah sakit ini." Yoga menepuk pundak sang kakak.

Farhan tersenyum seraya mengulurkan tangan untuk berjabat. "Farhan," ucapnya.

"Azzura," balas gadis itu menyambut tangan Farhan.

"Nama yang indah, seindah sang pemilik nama," puji Farhan dengan suara nyaris tak terdengar. "Jadi, gadis pelamun yang sering menabrakku ini, bernama Azzura, ya."

Azzura mengatupkan bibir menahan tawa disertai anggukan kepala.

"Kalian sudah kenal?" tanya Yoga dengan bingung.

"Hmm, tapi aku baru tahu namanya hari ini," aku Farhan.

Yoga terkekeh lalu meninju kecil lengan sang kakak.

"Yoga, terima kasih sudah menjenguk ibu juga membawa parcel buah untuknya," ucap Zu lalu beralih menatap Farhan. "Maaf, apa Pak dok ...." ucapan Azzura terpotong.

"Jangan panggil Pak dokter, Farhan atau kakak saja," sela Farhan.

"Apa Kak Farhan yang menangani ibu saat operasi itu?" tanya Azzura.

"Ya." Farhan tersenyum getir. Bukan tanpa alasan, ia tahu benar separah apa kanker yang sudah menyebar di tubuh bu Isma.

"Kak, apa kanker ibu sudah diangkat semua? Apa ibu masih ada harapan untuk sembuh," cecar Azzura dengan raut wajah yang kini tampak sendu serta khawatir.

"Azzura ...." Ucapan Farhan terjeda lalu melirik Yoga karena menahan pundaknya sembari memberi kode.

Tahu maksud sang adik, Farhan terpaksa mengangguk. Namun, merasa bersalah. "Yang perlu kita lakukan sekarang adalah, banyak berdoa untuk kesembuhan ibumu," pesan Farhan.

"Terima kasih, Kak Farhan, Yoga," ucap Azzura lalu mengarahkan pandangan ke depan bersisian di antara Yoga juga Farhan.

Hening sejenak ....

Mereka larut dengan pikiran masing-masing. Entah apa yang ada di benak ketiga-nya, hanya mereka yang tahu.

Tak lama berselang, azan magrib terdengar menyapa gendang telinga mereka bertiga.

"Yoga, Kak Farhan, aku duluan, ya," izin Azzura.

Yoga dan Farhan mengangguk. Setelah itu, Azzura mempercepat langkah menuju kamar rawat bu Isma. Sedangkan kakak adik itu, masih betah berada di tempat.

"Yoga."

"Hmm."

"Ada hubungan apa kamu dengan gadis bermata indah itu?" tanya Farhan sembari menyipitkan mata.

"Aku mengira hanya aku saja yang mengagumi mata indahnya, ternyata kakak juga." Yoga tersenyum tak langsung menjawab pertanyaan sang kakak, bahkan terkesan menggantung.

"Kamu belum menjawabku," sambung Farhan. "Kenapa sih, setiap kali aku bertanya kamu pasti nggak langsung menjawab."

"Yaaa, penasaran ya, Kak?" goda Yoga lalu tergelak.

"Ck, kamu ini." Farhan geleng-geleng kepala.

"Dia istrinya Pak Close Navarro Kheil, Kak," jelas Yoga.

"Maksudmu, boss mu itu?"

"Hmm, tapi, entah mengapa aku merasa mereka menikah karena terpaksa," sambung Yoga.

Farhan melirik Yoga. "Ah, sayang sekali," celetuk Farhan, namun tak menjelaskan secara gamblang.

Yoga tertawa. "Jangan bilang Kakak naksir padanya," goda Yoga.

Farhan bergeming dengan senyum tipis. "Yaaa ... begitulah," kata Farhan. "Sudahlah, ayo kita pulang."

"Hmm, kita mampir dulu ke kamar rawat ibunya Azzura," cetus Yoga.

"Baiklah."

*******

Kini keduanya sudah berada di kamar rawat bu Isma. kebetulan dokter Aida juga suster Tiara baru saja selesai memeriksanya. Sedangkan Azzura belum kembali dari mushalla.

"Kak Aida, suster Tiara," sapa Yoga.

"Aida, apa kamu yang menangani ibu ini?" tanya Farhan sambil berbisik.

"Iya. Tapi, ngomong-ngomong kenapa kalian bisa ada di sini?" selidik Aida.

"Yoga yang mengajakku, kebetulan Yoga bekerja di perusahaan suami Azzura," jelas Farhan seadanya.

"Oh." Aida manggut-manggut.

Ceklek ...

Pandangan mereka tertuju ke arah Azzura yang sedang membuka pintu.

"Dari mana?" tanya Aida.

"Dari mushalla," jawab Azzura kemudian meletakkan paper bag mukenahnya.

Mereka tertegun sekaligus merasa minder.

'Ah, istri idaman banget,' gumam Farhan dalam hati.

"Terima kasih semuanya sudah mau menjenguk ibuku," ucap Azzura merasa terharu.

Setelah itu, Azzura menjelaskan kepada sang ibu, jika Farhan dan Yoga adalah saudara sekaligus dokter yang menanganinya.

Farhan, Aida dan suster Tiara, cukup kaget saat bu Isma memuji Yoga sebagai suami yang baik serta bertanggung jawab pada Azzura.

Farhan geleng-geleng kepala menatap Yoga dengan tatapan penuh selidik. Ia bahkan seolah menuntut jawaban dari sang adik.

Sang dokter kemudian berpamitan sekaligus mengajak Yoga juga Aida ke ruangannya.

Sesaat setelah berada di ruangan kerja Farhan, ia langsung mengomeli Yoga.

"Yoga, kamu apa-apaan, sih!" Farhan menatap tajam sang adik.

"Coba jelaskan kepada kami berdua, sebenarnya apa yang terjadi?" timpal Aida.

"Kak, ini nggak seperti yang kalian pikirkan serta bayangkan," kata Yoga. "Sebenarnya kemarin saat aku ke sini, aku nggak sengaja melihat Azzura menangis di taman."

"Lantas!" Farhan masih terlihat kesal.

"Aku menghampiri kemudian mengajak Azzura mengobrol. Setelah itu, aku sekalian berinisiatif menjenguk ibunya. Ketika aku masuk ke kamar rawat itu, ibunya Azzura langsung mengira jika aku suaminya gadis itu," jelas Yoga sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Kenapa kamu nggak menjelaskan jika ...."

"Aku nggak mungkin menjelaskan pada ibu, apalagi melihat kondisinya seperti itu. Sebenarnya Azzura ingin menjelaskan tapi aku yang melarang," aku Yoga.

"Dasar, kamu ini benar-benar, ya. itu namanya menukar identitas," gerutu Farhan lalu menjitak kepala sang adik karena kesal.

"Apa kamu mau di cap pebinor!" omel Farhan sambil geleng-geleng kepala.

"Apa pak Close tahu?" tanya Aida.

"Sepertinya sejak mereka menikah, pak Close belum pernah bertemu dengan ibunya Azzura," jelas Yoga.

Aida mangut-mangut sekaligus membenarkan ucapan Yoga.

"Kamu benar, selama menangani bu Isma, belum pernah sekalipun pak Close datang menjenguk. Pantasan saja saat kamu menjenguknya, bu Isma langsung menyangka jika kamu suaminya Azzura," celetuk Aida lalu memukul pelan lengan Yoga.

"Lalu, bagaimana jika pak Close tahu?" tanya Farhan.

Yoga menggedikkan bahu tampak acuh seraya menjawab, "Biarkan waktu yang menjawab."

...🌿................🌿...

Jangan lupa masukkan sebagai favorit ya 🙏. Bantu like, vote dan komen, setidaknya readers terkasih telah membantu ikut mempromosikan karya author. Terima kasih ... 🙏☺️😘

Terpopuler

Comments

Epifania R

Epifania R

biarkan saja dia tidak tau

2024-04-05

0

Red Jasmine

Red Jasmine

hi kak aku datang lagi

2023-05-06

0

Nur Evida

Nur Evida

Farhan dan Yoga sama2 menyukai mata yang indah, Farhan dan Yoga apa mau sama2 jadi pebinor

2023-03-16

1

lihat semua
Episodes
1 1. RSK
2 2. RSK
3 3. RSK
4 4. RSK
5 5. RSK
6 6. RSK
7 7. RSK
8 8. RSK
9 9. RSK
10 10. RSK
11 11. RSK
12 12. RSK
13 13. RSK
14 14. RSK
15 15. RSK
16 16. RSK
17 17. RSK
18 18. RSK
19 19. RSK
20 20. RSK
21 21. RSK
22 22. RSK
23 23. RSK
24 24. RSK
25 25. RSK
26 26. RSK
27 Bab 27 : Mengundurkan diri ...
28 Bab 28 : Menunggu waktu saja ...
29 Bab 29 : Aku harap kamu nggak amnesia ...
30 Bab 30 : Aku ingin memastikan ...
31 Bab 31 : Katakan yang sejujurnya ...
32 Bab 32 : Maafkan kami bu ...
33 Bab 33 : Selalu saja kegelapan yang menyambutku ...
34 Bab 34 : Suatu kebetulan ataukah takdir ...
35 Bab 35 : Merasa bersalah ...
36 Bab 36 : Lebih baik kembalikan dia ...
37 Bab 37 : Kesalahpahaman berujung benci ...
38 Bab 38 : Sepertinya ini waktu yang tepat ...
39 Bab 39 : Ada hubungan apa mereka ...?
40 Bab 40 : Menikah karena terpaksa ...
41 Bab 41: Kritis ...
42 Bab 42 : Luapan emosi Azzura ...
43 Bab 43 : Ini belum ada apa-apanya ...
44 Bab 44 : Perginya ibu tercinta ...
45 Bab 45 : Separuh jiwaku seolah pergi ...
46 Bab 46 : Lebih tegar ...
47 Bab 47 : Apa kamu pernah melihat retaknya sebuah kaca ...?
48 Bab 48 : Nggak ada yang abadi ...
49 Bab 49 : Perasaan ini salah ...
50 Bab 50 : Permintaan Momy ...
51 Bab 51: Jika takdir menyatukan kita ...
52 Bab 53 : Kesempatan itu sudah tertutup ...
53 Bab 54 : Berterus-terang ...
54 Bab 55 : Bakal jadi mantan suami ...
55 Bab 56 : Kembali memergoki ...
56 Bab 57 : Pergilah, menjauhlah dan tinggalkan saja ...
57 Bab 58 : Meninggalkan kota J ...
58 Bab 59 : Terlambat menyesali ....
59 Bab 60 : Kenyataan pahit ...
60 Bab 61 : Frustasi ...?
61 Bab 62 : Harus bagaimana ...
62 Bab 63 : Depresi ...
63 Bab 64 : Jangan membenci tapi doakan ...
64 Bab 65 : Nggak pernah terpikir ...
65 Bab 66 : Ada di mana dirimu ...?
66 Bab 67 : Mulailah menata dan berjanji pada dirimu ...
67 Bab 68 : Kemarahan Momy Lio ...
68 Bab 69 : Tekad dan niat tulus Genta ....
69 Bab 70 : Apa itu sebuah janji ...?
70 Bab 71: Nyekar makam ...
71 Bab 72 : Kekhawatiran Genta ...
72 Bab 73: Sebuah janji ...
73 Bab 74: Pertemuan tak terduga ...
74 Bab 75: Hatiku terlanjur membatu ...
75 Bab 76: Di antara dua pilihan ...
76 Bab 77: Gelisahnya Devan ....
77 Bab 78: Mengetahui kenyataan yang sebenarnya ...
78 Bab 79: Masih nggak berubah ...
79 80. Jangan membuka luka lama ...
80 Bab 81: Ingin menghilangkan ingatanku ...
81 Bab 82: Menagih janji ...?
82 Bab 83: Izinkan aku menjadi imammu ...
83 84. Tetaplah menjadi sandaran bagiku dan Dev ...
84 85. Secercah harapan ...
85 Promo novel baru
86 87. Memohon ...
87 88. Apakah akan sama seperti sebelumnya ...?
88 89. Merasa terharu ...
89 90. Ke Kota J ...
90 91. Apa aku sedang bermimpi ...?
91 92. Berada di posisi serba salah ...
92 93. Siapa gadis beruntung itu ...?
93 94. Semangatku seolah patah ...
94 95. Sedikit cemburu ...
95 96. Dugaanku ternyata benar ...
96 97. Merajut asa menatap masa depan ...
97 98. Merasa terharu sekaligus bahagia ...
98 99. Kenapa takdirku semiris ini ...?
99 100. Modus ...
100 101. Kebahagiaan ku adalah kalian ...
101 102. Kenapa cinta begitu rumit ...?
102 103. Apa kamu baik-baik saja ...?
103 104. Semoga tebakanku benar ...
104 105. Dua garis merah ...
105 106. Merasa Dejavu ...
106 107. Nanti juga kamu akan tahu ...
107 108. Khawatir dan cemas ...
108 109. Tertantang ingin mendekat ...
109 110. Demi tugas negara ...
110 111. Ucapan selamat ...
111 112. Kesal dan cemburu ...
112 113. Coba saja jika dia berani ...
113 114. Semuanya akan baik-baik saja ...
114 115. Harap-harap cemas ...
115 116. Operasi Caesar ...
116 117. Harus puasa minimal setahun ...
117 118. Ingin punya momongan lagi ...
118 119. Anggaplah aku sebagai sahabat atau kakak
119 120. Hidup ini seperti drama ...
120 121. Dia nggak pantas disebut AYAH ...!
121 122. Maafmu sudah terlambat ...
122 123. Terbuat dari apa hatinya ...?
123 124. Pesan Genta untuk Close ...
124 125. Lidahnya mengalahkan tajamnya sebilah pedang ...
125 126. Aku mohon beri aku kesempatan ...
126 127. Tangisan sia-sia ...
127 128. Diam-diam mengagumi
128 129. Sepertinya kamu harus hati-hati padanya ...
129 130. Keputusan tegas Genta ...
130 131. Dipecat ...
131 131. RSK
Episodes

Updated 131 Episodes

1
1. RSK
2
2. RSK
3
3. RSK
4
4. RSK
5
5. RSK
6
6. RSK
7
7. RSK
8
8. RSK
9
9. RSK
10
10. RSK
11
11. RSK
12
12. RSK
13
13. RSK
14
14. RSK
15
15. RSK
16
16. RSK
17
17. RSK
18
18. RSK
19
19. RSK
20
20. RSK
21
21. RSK
22
22. RSK
23
23. RSK
24
24. RSK
25
25. RSK
26
26. RSK
27
Bab 27 : Mengundurkan diri ...
28
Bab 28 : Menunggu waktu saja ...
29
Bab 29 : Aku harap kamu nggak amnesia ...
30
Bab 30 : Aku ingin memastikan ...
31
Bab 31 : Katakan yang sejujurnya ...
32
Bab 32 : Maafkan kami bu ...
33
Bab 33 : Selalu saja kegelapan yang menyambutku ...
34
Bab 34 : Suatu kebetulan ataukah takdir ...
35
Bab 35 : Merasa bersalah ...
36
Bab 36 : Lebih baik kembalikan dia ...
37
Bab 37 : Kesalahpahaman berujung benci ...
38
Bab 38 : Sepertinya ini waktu yang tepat ...
39
Bab 39 : Ada hubungan apa mereka ...?
40
Bab 40 : Menikah karena terpaksa ...
41
Bab 41: Kritis ...
42
Bab 42 : Luapan emosi Azzura ...
43
Bab 43 : Ini belum ada apa-apanya ...
44
Bab 44 : Perginya ibu tercinta ...
45
Bab 45 : Separuh jiwaku seolah pergi ...
46
Bab 46 : Lebih tegar ...
47
Bab 47 : Apa kamu pernah melihat retaknya sebuah kaca ...?
48
Bab 48 : Nggak ada yang abadi ...
49
Bab 49 : Perasaan ini salah ...
50
Bab 50 : Permintaan Momy ...
51
Bab 51: Jika takdir menyatukan kita ...
52
Bab 53 : Kesempatan itu sudah tertutup ...
53
Bab 54 : Berterus-terang ...
54
Bab 55 : Bakal jadi mantan suami ...
55
Bab 56 : Kembali memergoki ...
56
Bab 57 : Pergilah, menjauhlah dan tinggalkan saja ...
57
Bab 58 : Meninggalkan kota J ...
58
Bab 59 : Terlambat menyesali ....
59
Bab 60 : Kenyataan pahit ...
60
Bab 61 : Frustasi ...?
61
Bab 62 : Harus bagaimana ...
62
Bab 63 : Depresi ...
63
Bab 64 : Jangan membenci tapi doakan ...
64
Bab 65 : Nggak pernah terpikir ...
65
Bab 66 : Ada di mana dirimu ...?
66
Bab 67 : Mulailah menata dan berjanji pada dirimu ...
67
Bab 68 : Kemarahan Momy Lio ...
68
Bab 69 : Tekad dan niat tulus Genta ....
69
Bab 70 : Apa itu sebuah janji ...?
70
Bab 71: Nyekar makam ...
71
Bab 72 : Kekhawatiran Genta ...
72
Bab 73: Sebuah janji ...
73
Bab 74: Pertemuan tak terduga ...
74
Bab 75: Hatiku terlanjur membatu ...
75
Bab 76: Di antara dua pilihan ...
76
Bab 77: Gelisahnya Devan ....
77
Bab 78: Mengetahui kenyataan yang sebenarnya ...
78
Bab 79: Masih nggak berubah ...
79
80. Jangan membuka luka lama ...
80
Bab 81: Ingin menghilangkan ingatanku ...
81
Bab 82: Menagih janji ...?
82
Bab 83: Izinkan aku menjadi imammu ...
83
84. Tetaplah menjadi sandaran bagiku dan Dev ...
84
85. Secercah harapan ...
85
Promo novel baru
86
87. Memohon ...
87
88. Apakah akan sama seperti sebelumnya ...?
88
89. Merasa terharu ...
89
90. Ke Kota J ...
90
91. Apa aku sedang bermimpi ...?
91
92. Berada di posisi serba salah ...
92
93. Siapa gadis beruntung itu ...?
93
94. Semangatku seolah patah ...
94
95. Sedikit cemburu ...
95
96. Dugaanku ternyata benar ...
96
97. Merajut asa menatap masa depan ...
97
98. Merasa terharu sekaligus bahagia ...
98
99. Kenapa takdirku semiris ini ...?
99
100. Modus ...
100
101. Kebahagiaan ku adalah kalian ...
101
102. Kenapa cinta begitu rumit ...?
102
103. Apa kamu baik-baik saja ...?
103
104. Semoga tebakanku benar ...
104
105. Dua garis merah ...
105
106. Merasa Dejavu ...
106
107. Nanti juga kamu akan tahu ...
107
108. Khawatir dan cemas ...
108
109. Tertantang ingin mendekat ...
109
110. Demi tugas negara ...
110
111. Ucapan selamat ...
111
112. Kesal dan cemburu ...
112
113. Coba saja jika dia berani ...
113
114. Semuanya akan baik-baik saja ...
114
115. Harap-harap cemas ...
115
116. Operasi Caesar ...
116
117. Harus puasa minimal setahun ...
117
118. Ingin punya momongan lagi ...
118
119. Anggaplah aku sebagai sahabat atau kakak
119
120. Hidup ini seperti drama ...
120
121. Dia nggak pantas disebut AYAH ...!
121
122. Maafmu sudah terlambat ...
122
123. Terbuat dari apa hatinya ...?
123
124. Pesan Genta untuk Close ...
124
125. Lidahnya mengalahkan tajamnya sebilah pedang ...
125
126. Aku mohon beri aku kesempatan ...
126
127. Tangisan sia-sia ...
127
128. Diam-diam mengagumi
128
129. Sepertinya kamu harus hati-hati padanya ...
129
130. Keputusan tegas Genta ...
130
131. Dipecat ...
131
131. RSK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!