15. RSK

Ba'da Ashar ....

Setelah pergantian shift, Azzura tak langsung pulang melainkan ke rumah sakit untuk menjenguk sang ibu.

Setelah memarkir motor, ia merenggangkan otot-ototnya yang terasa pegal. "Masha Allah, hari ini lumayan melelahkan," ucapnya lirih. Azzura meraba lengannya merasakan sakit. "Pasti akan memar lagi."

Gadis berhijab itu pun mengayunkan langkah sambil membawa paper bag mukenah juga makanan untuk ibu dan suster yang berjaga.

Setelah tiba di bangsal tiga, ia malah menubruk seseorang. Azzura bergeming sejenak kemudian perlahan mendongak.

"Pak dokter, maaf."

"Nggak apa-apa, makanya hati-hati serta fokus jika berjalan. Ini sudah yang kesekian kalinya kamu menabrakku," sahut pria itu dengan seulas senyum. "Saya kan sudah bilang jangan suka melamun."

Azzura mengangguk mengerti. Setelah itu, ia melanjutkan langkah kakinya menuju kamar rawat bu Isma.

Sedangkan Pak dokter menggelengkan kepala. Memandangi Azzura yang kini sudah menjauh darinya.

"Baru saja aku ingin berkenalan dengannya, dia malah buru-buru pergi," gumam Pak dokter lalu lanjut menuruni anak tangga.

Sedangkan Azzura kini sudah berada di dalam kamar rawat bu Isma. Senyum seketika terbit di wajah wanita paruh baya itu memandangi sang putri.

"Kemarilah Nak," pinta bu Isma dan dengan patuh Azzura menurut lalu duduk di kursi.

"Bagaimana keadaan Ibu?" tanya Azzura sembari menggenggam jemari sang ibu.

"Alhamdulillah, Nak, ibu merasa jauh lebih baik," jawab bu Isma berbohong. Padahal ia merasa kondisi kesehatannya semakin menurun dan merasa waktunya tak akan lama lagi.

Terpaksa ia rahasiakan supaya sang putri tak merasa khawatir juga bersedih. Bu Isma tak ingin melihat Azzura menangis seperti kemarin.

"Bu, aku ingin tidur sejenak sambil memeluk Ibu," pinta Azzura.

“Kemarilah, tidurlah disamping ibu," timpal bu Isma sembari menepuk kasur.

Azzura langsung naik ke bed pasien kemudian memeluk sang ibu lalu memejamkan mata. Mungkin karena kelelahan, tak lama berselang gadis berhijab langsung terlelap.

"Azzura, maafkan ibu karena berbohong," Bisik bu Isma. Menatap lekat wajah teduh Azzura sembari mengelus punggungnya dengan penuh kasih.

"Ibu sudah pasrah, Nak. Ibu merasa sudah tidak kuat lagi menahan sakit ini. Namun ibu sudah bisa merasa tenang karena ada suamimu yang akan menjagamu sepeninggal ibu nanti."

Tak lama berselang, seseorang mengetuk pintu lalu membuka benda itu. Seketika bu Isma mengarahkan pandangannya ke depan.

"Nak Yoga." Bu Isma tersenyum. "Kamu juga baru pulang, Nak?"

"Iya, Bu, kebetulan memang sudah jam pulang kantor. Jadi, aku sekalian mampir," jawab Yoga seraya meletakkan kantong plastik berisi buah di atas lemari nakas.

Ia memandangi Azzura yang sedang tertidur sambil memeluk bu Isma. Terlihat sekali jika gadis itu sangat lelah. Yoga menarik kursi lalu duduk di samping bed pasien.

"Bagaimana keadaan Ibu sekarang? Apa Ibu sudah merasa jauh lebih baik?" tanya Yoga.

"Nak Yoga, jujur saja keadaan ibu saat ini tidaklah baik-baik saja. Ibu merasa kondisi kesehatan ibu semakin menurun. Namun, demi Azzura, ibu berusaha untuk terlihat sehat. Ibu tidak ingin Azzura mengkhawatirkan ibu. Ibu tidak sanggup melihatnya menangis," ungkap bu Isma dengan suara bergetar.

Yoga memandangi Azzura. Wajah teduh nan tenang gadis itu, membuat hatinya tiba-tiba menghangat. Sudut bibirnya langsung melengkung membentuk sebuah senyuman.

"Bu, Ibu harus sembuh. Aku yakin Ibu pasti bisa melewati masa-masa sulit ini. Ibu harus semangat jangan berputus asa. Ada aku dan Azzura yang akan selalu menyemangati Ibu," kata Yoga menyemangati bu Isma sambil menggenggam erat jemarinya.

"Terima kasih, Nak," ucap bu Isma dengan senyum tipis.

"Oh ya, Bu, aku tinggal sebentar, ya. Jika Azzura bertanya atau mencariku, katakan saja aku ada di rooftop," pesan Yoga.

Bu Isma mengangguk. Sepeninggal Yoga, wanita paruh baya itu, menatap wajah Azzura lalu mengecup puncak kepala sang putri.

"Azzura, suamimu pria yang baik. Ibu bisa melihat serta merasakan ketulusannya. Bukan hanya padamu saja tapi pada ibu juga. Ibu sangat yakin dia benar-benar pria yang tepat untukmu," ucap bu Isma nyaris tak terdengar.

.

.

.

Kantor Close ....

Close masih betah berada di kantor. Duduk termenung sambil menggoyang-goyangkan kursi kerjanya.

Pikirannya kembali larut mengingat senyum tulus istrinya pada sang asisten. Bahkan senyum itu tak pernah terukir jika bersamanya.

Satu hal yang membuatnya sangat penasaran adalah, ingin melihat Azzura tanpa hijab.

"Aakhh, sial! Kenapa aku malah memikirkannya," umpat Close seraya beranjak dari tempat duduknya. Meraih jas kemudian memilih meninggalkan ruangan kerja.

Tujuannya kini adalah ke apartemen Laura sekalian akan menjemputnya untuk membawa gadis itu menginap di rumahnya malam ini.

Apalagi yang ia rencanakan jika bukan ingin menyakiti hati juga perasaan Azzura.

Di sepanjang perjalanan menuju apartemen Laura, benaknya kembali bertanya-tanya? Kenapa bisa secara kebetulan Yoga bertemu dengan Azzura di pusat perbelanjaan?

Dan yang membuatnya sangat jengkel adalah, saat membayangkan Azzura itu berboncengan dengan sang asisten.

"Apa Yoga yang mengantarnya semalam? Secara, motornya ada sama pria itu," gumam Close bertanya pada dirinya sendiri.

Amarah seketika merasuki jiwanya. Close mencengkram kuat setir mobil merasakan hatinya panas disertai darah yang seolah mendidih.

"Awas saja kamu nanti, Zu! Aku akan memberimu pelajaran lagi," ancam Close dengan perasaan geram.

...🌿................🌿...

Jangan lupa masukkan sebagai favorit ya 🙏. Bantu like, vote dan komen, setidaknya readers terkasih telah membantu ikut mempromosikan karya author. Terima kasih ... 🙏☺️😘

Terpopuler

Comments

Epifania R

Epifania R

dasar pasangan menjijikan

2024-04-05

0

Hida Paridah12

Hida Paridah12

Perlakuan jijik close dan Laura, agar Zu cemburu dan marah, tapi Zu tidak cemburu karena zu memang tidak mencintai suaminya.

2023-03-27

1

lihat semua
Episodes
1 1. RSK
2 2. RSK
3 3. RSK
4 4. RSK
5 5. RSK
6 6. RSK
7 7. RSK
8 8. RSK
9 9. RSK
10 10. RSK
11 11. RSK
12 12. RSK
13 13. RSK
14 14. RSK
15 15. RSK
16 16. RSK
17 17. RSK
18 18. RSK
19 19. RSK
20 20. RSK
21 21. RSK
22 22. RSK
23 23. RSK
24 24. RSK
25 25. RSK
26 26. RSK
27 Bab 27 : Mengundurkan diri ...
28 Bab 28 : Menunggu waktu saja ...
29 Bab 29 : Aku harap kamu nggak amnesia ...
30 Bab 30 : Aku ingin memastikan ...
31 Bab 31 : Katakan yang sejujurnya ...
32 Bab 32 : Maafkan kami bu ...
33 Bab 33 : Selalu saja kegelapan yang menyambutku ...
34 Bab 34 : Suatu kebetulan ataukah takdir ...
35 Bab 35 : Merasa bersalah ...
36 Bab 36 : Lebih baik kembalikan dia ...
37 Bab 37 : Kesalahpahaman berujung benci ...
38 Bab 38 : Sepertinya ini waktu yang tepat ...
39 Bab 39 : Ada hubungan apa mereka ...?
40 Bab 40 : Menikah karena terpaksa ...
41 Bab 41: Kritis ...
42 Bab 42 : Luapan emosi Azzura ...
43 Bab 43 : Ini belum ada apa-apanya ...
44 Bab 44 : Perginya ibu tercinta ...
45 Bab 45 : Separuh jiwaku seolah pergi ...
46 Bab 46 : Lebih tegar ...
47 Bab 47 : Apa kamu pernah melihat retaknya sebuah kaca ...?
48 Bab 48 : Nggak ada yang abadi ...
49 Bab 49 : Perasaan ini salah ...
50 Bab 50 : Permintaan Momy ...
51 Bab 51: Jika takdir menyatukan kita ...
52 Bab 53 : Kesempatan itu sudah tertutup ...
53 Bab 54 : Berterus-terang ...
54 Bab 55 : Bakal jadi mantan suami ...
55 Bab 56 : Kembali memergoki ...
56 Bab 57 : Pergilah, menjauhlah dan tinggalkan saja ...
57 Bab 58 : Meninggalkan kota J ...
58 Bab 59 : Terlambat menyesali ....
59 Bab 60 : Kenyataan pahit ...
60 Bab 61 : Frustasi ...?
61 Bab 62 : Harus bagaimana ...
62 Bab 63 : Depresi ...
63 Bab 64 : Jangan membenci tapi doakan ...
64 Bab 65 : Nggak pernah terpikir ...
65 Bab 66 : Ada di mana dirimu ...?
66 Bab 67 : Mulailah menata dan berjanji pada dirimu ...
67 Bab 68 : Kemarahan Momy Lio ...
68 Bab 69 : Tekad dan niat tulus Genta ....
69 Bab 70 : Apa itu sebuah janji ...?
70 Bab 71: Nyekar makam ...
71 Bab 72 : Kekhawatiran Genta ...
72 Bab 73: Sebuah janji ...
73 Bab 74: Pertemuan tak terduga ...
74 Bab 75: Hatiku terlanjur membatu ...
75 Bab 76: Di antara dua pilihan ...
76 Bab 77: Gelisahnya Devan ....
77 Bab 78: Mengetahui kenyataan yang sebenarnya ...
78 Bab 79: Masih nggak berubah ...
79 80. Jangan membuka luka lama ...
80 Bab 81: Ingin menghilangkan ingatanku ...
81 Bab 82: Menagih janji ...?
82 Bab 83: Izinkan aku menjadi imammu ...
83 84. Tetaplah menjadi sandaran bagiku dan Dev ...
84 85. Secercah harapan ...
85 Promo novel baru
86 87. Memohon ...
87 88. Apakah akan sama seperti sebelumnya ...?
88 89. Merasa terharu ...
89 90. Ke Kota J ...
90 91. Apa aku sedang bermimpi ...?
91 92. Berada di posisi serba salah ...
92 93. Siapa gadis beruntung itu ...?
93 94. Semangatku seolah patah ...
94 95. Sedikit cemburu ...
95 96. Dugaanku ternyata benar ...
96 97. Merajut asa menatap masa depan ...
97 98. Merasa terharu sekaligus bahagia ...
98 99. Kenapa takdirku semiris ini ...?
99 100. Modus ...
100 101. Kebahagiaan ku adalah kalian ...
101 102. Kenapa cinta begitu rumit ...?
102 103. Apa kamu baik-baik saja ...?
103 104. Semoga tebakanku benar ...
104 105. Dua garis merah ...
105 106. Merasa Dejavu ...
106 107. Nanti juga kamu akan tahu ...
107 108. Khawatir dan cemas ...
108 109. Tertantang ingin mendekat ...
109 110. Demi tugas negara ...
110 111. Ucapan selamat ...
111 112. Kesal dan cemburu ...
112 113. Coba saja jika dia berani ...
113 114. Semuanya akan baik-baik saja ...
114 115. Harap-harap cemas ...
115 116. Operasi Caesar ...
116 117. Harus puasa minimal setahun ...
117 118. Ingin punya momongan lagi ...
118 119. Anggaplah aku sebagai sahabat atau kakak
119 120. Hidup ini seperti drama ...
120 121. Dia nggak pantas disebut AYAH ...!
121 122. Maafmu sudah terlambat ...
122 123. Terbuat dari apa hatinya ...?
123 124. Pesan Genta untuk Close ...
124 125. Lidahnya mengalahkan tajamnya sebilah pedang ...
125 126. Aku mohon beri aku kesempatan ...
126 127. Tangisan sia-sia ...
127 128. Diam-diam mengagumi
128 129. Sepertinya kamu harus hati-hati padanya ...
129 130. Keputusan tegas Genta ...
130 131. Dipecat ...
131 131. RSK
Episodes

Updated 131 Episodes

1
1. RSK
2
2. RSK
3
3. RSK
4
4. RSK
5
5. RSK
6
6. RSK
7
7. RSK
8
8. RSK
9
9. RSK
10
10. RSK
11
11. RSK
12
12. RSK
13
13. RSK
14
14. RSK
15
15. RSK
16
16. RSK
17
17. RSK
18
18. RSK
19
19. RSK
20
20. RSK
21
21. RSK
22
22. RSK
23
23. RSK
24
24. RSK
25
25. RSK
26
26. RSK
27
Bab 27 : Mengundurkan diri ...
28
Bab 28 : Menunggu waktu saja ...
29
Bab 29 : Aku harap kamu nggak amnesia ...
30
Bab 30 : Aku ingin memastikan ...
31
Bab 31 : Katakan yang sejujurnya ...
32
Bab 32 : Maafkan kami bu ...
33
Bab 33 : Selalu saja kegelapan yang menyambutku ...
34
Bab 34 : Suatu kebetulan ataukah takdir ...
35
Bab 35 : Merasa bersalah ...
36
Bab 36 : Lebih baik kembalikan dia ...
37
Bab 37 : Kesalahpahaman berujung benci ...
38
Bab 38 : Sepertinya ini waktu yang tepat ...
39
Bab 39 : Ada hubungan apa mereka ...?
40
Bab 40 : Menikah karena terpaksa ...
41
Bab 41: Kritis ...
42
Bab 42 : Luapan emosi Azzura ...
43
Bab 43 : Ini belum ada apa-apanya ...
44
Bab 44 : Perginya ibu tercinta ...
45
Bab 45 : Separuh jiwaku seolah pergi ...
46
Bab 46 : Lebih tegar ...
47
Bab 47 : Apa kamu pernah melihat retaknya sebuah kaca ...?
48
Bab 48 : Nggak ada yang abadi ...
49
Bab 49 : Perasaan ini salah ...
50
Bab 50 : Permintaan Momy ...
51
Bab 51: Jika takdir menyatukan kita ...
52
Bab 53 : Kesempatan itu sudah tertutup ...
53
Bab 54 : Berterus-terang ...
54
Bab 55 : Bakal jadi mantan suami ...
55
Bab 56 : Kembali memergoki ...
56
Bab 57 : Pergilah, menjauhlah dan tinggalkan saja ...
57
Bab 58 : Meninggalkan kota J ...
58
Bab 59 : Terlambat menyesali ....
59
Bab 60 : Kenyataan pahit ...
60
Bab 61 : Frustasi ...?
61
Bab 62 : Harus bagaimana ...
62
Bab 63 : Depresi ...
63
Bab 64 : Jangan membenci tapi doakan ...
64
Bab 65 : Nggak pernah terpikir ...
65
Bab 66 : Ada di mana dirimu ...?
66
Bab 67 : Mulailah menata dan berjanji pada dirimu ...
67
Bab 68 : Kemarahan Momy Lio ...
68
Bab 69 : Tekad dan niat tulus Genta ....
69
Bab 70 : Apa itu sebuah janji ...?
70
Bab 71: Nyekar makam ...
71
Bab 72 : Kekhawatiran Genta ...
72
Bab 73: Sebuah janji ...
73
Bab 74: Pertemuan tak terduga ...
74
Bab 75: Hatiku terlanjur membatu ...
75
Bab 76: Di antara dua pilihan ...
76
Bab 77: Gelisahnya Devan ....
77
Bab 78: Mengetahui kenyataan yang sebenarnya ...
78
Bab 79: Masih nggak berubah ...
79
80. Jangan membuka luka lama ...
80
Bab 81: Ingin menghilangkan ingatanku ...
81
Bab 82: Menagih janji ...?
82
Bab 83: Izinkan aku menjadi imammu ...
83
84. Tetaplah menjadi sandaran bagiku dan Dev ...
84
85. Secercah harapan ...
85
Promo novel baru
86
87. Memohon ...
87
88. Apakah akan sama seperti sebelumnya ...?
88
89. Merasa terharu ...
89
90. Ke Kota J ...
90
91. Apa aku sedang bermimpi ...?
91
92. Berada di posisi serba salah ...
92
93. Siapa gadis beruntung itu ...?
93
94. Semangatku seolah patah ...
94
95. Sedikit cemburu ...
95
96. Dugaanku ternyata benar ...
96
97. Merajut asa menatap masa depan ...
97
98. Merasa terharu sekaligus bahagia ...
98
99. Kenapa takdirku semiris ini ...?
99
100. Modus ...
100
101. Kebahagiaan ku adalah kalian ...
101
102. Kenapa cinta begitu rumit ...?
102
103. Apa kamu baik-baik saja ...?
103
104. Semoga tebakanku benar ...
104
105. Dua garis merah ...
105
106. Merasa Dejavu ...
106
107. Nanti juga kamu akan tahu ...
107
108. Khawatir dan cemas ...
108
109. Tertantang ingin mendekat ...
109
110. Demi tugas negara ...
110
111. Ucapan selamat ...
111
112. Kesal dan cemburu ...
112
113. Coba saja jika dia berani ...
113
114. Semuanya akan baik-baik saja ...
114
115. Harap-harap cemas ...
115
116. Operasi Caesar ...
116
117. Harus puasa minimal setahun ...
117
118. Ingin punya momongan lagi ...
118
119. Anggaplah aku sebagai sahabat atau kakak
119
120. Hidup ini seperti drama ...
120
121. Dia nggak pantas disebut AYAH ...!
121
122. Maafmu sudah terlambat ...
122
123. Terbuat dari apa hatinya ...?
123
124. Pesan Genta untuk Close ...
124
125. Lidahnya mengalahkan tajamnya sebilah pedang ...
125
126. Aku mohon beri aku kesempatan ...
126
127. Tangisan sia-sia ...
127
128. Diam-diam mengagumi
128
129. Sepertinya kamu harus hati-hati padanya ...
129
130. Keputusan tegas Genta ...
130
131. Dipecat ...
131
131. RSK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!