12. RSK

Malam harinya pukul 9.30 malam ...

Azzura dan Nanda akhirnya berpamitan pulang, karena besok keduanya akan kembali bekerja seperti biasa.

Setelah berpamitan pada ibu juga suster Naima, Azzura dan Nanda kembali melanjutkan langkah meninggalkan kamar rawat.

"Zu, apa kamu baik-baik saja?"

"Insyaallah, aku baik-baik saja."

"Zu, jujur saja aku lebih respect pada Yoga daripada si pria brengsek itu!" ucap Nanda dengan perasaan dongkol. Ia bahkan tak segan-segan mengatai suami Azzura dengan menyebutnya pria brengsek.

Azzura tak menanggapi, ia tetap melangkah sambil mendengar omelan sang sahabat.

"Lihat saja tadi, Yoga dengan gentle langsung menggenggam tangan ibu. Bahkan sangat menghormatinya. Oh ya, Zu, lucu juga ya, kok bisa-bisanya ibu langsung menganggap Yoga itu suamimu. Sampai menitipmu pula padanya. Kalau boleh jujur nih ya, aku berharap kamu malah menikah beneran sama si Yoga," celetuk Nanda lalu terkekeh.

"Iishhh, apaan sih, kamu?" balas Azzura ikut terkekeh.

Sesaat setelah tiba di area parkir, keduanya langsung mengambil helm masing-masing.

Setelah memastikan Azzura naik ke atas motor, Nanda langsung menarik gas meninggalkan rumah sakit sekaligus mengantar Azzura pulang.

Karena jalanan cukup senggang, tak butuh waktu yang lama akhirnya Azzura dan Nanda tiba di kediaman sang sahabat.

"Nanda, nggak mampir dulu," tawar Azzura lalu meraih termos serta wadah brownies dari Nanda.

"Lain kali saja, Zu. Lagian ini sudah larut," tolak Nanda.

"Baiklah, kamu hati-hati ya. Salam buat tante dan om," pesan Azzura lalu melambaikan tangannya.

Sepeninggal Nanda, Azzura kembali melanjutkan langkah menuju pintu rumah. Ia menghela nafas karena mobil Close sudah terparkir di halaman rumah.

Ia menekan password lalu memberi salam. Namun, salamnya tak berbalas melainkan rumah itu sangat sepi.

Azzura kembali menghela nafas lalu akan melanjutkan langkah ke arah kamarnya. Baru saja ia melewati ruang tamu, suara bentakkan Close menghentikannya.

"Dari mana saja kamu, hah?! Jam segini baru pulang!"

Azzura mengarahkan pandangan ke arah Close yang sedang menuruni anak tangga lalu menghampirinya.

Close langsung menarik rambut Azzura kemudian menyeretnya ke arah sofa lalu mendorongnya dengan keras.

Bugh!!

"Akh! Close!" rintih Azzura sembari memegang keningnya yang terbentur di siku sofa.

Termos serta wadah box brownies yang di pegangnya tadi ikut terjatuh. Sehingga membuat sisa soto yang ada di dalam termos itu tumpah.

Close tersenyum sinis, menatap sisa makanan itu. "Apa kamu kekurangan makanan hingga harus mengemis makanan ini?!"

Azzura tak menghiraukan ucapan Close melainkan memungut termos serta wadah box browniesnya.

Close semakin emosi lalu merebut termos yang sedang dipegang Azzura lalu membantingnya hingga wadah itu pecah.

Merasa belum puas, ia kembali mencengkeram lengan Azzura. Menyeretnya ke arah kolam renang lalu mendorong gadis itu hingga tercebur.

Dinginnya angin malam yang berhembus membuat Azzura menggigil kedinginan . Ia Lalu berenang ke pinggir kolam lalu akan naik ke permukaan.

Namun, dengan cepat Close kembali membenamkan kepala Azzura ke dalam kolam sambil menahan kepala sang istri hingga beberapa menit untuk membuatnya jera.

Azzura yang sudah terlatih dengan teknik menahan nafas di dalam air, hanya menganggap itu hal biasa saja. Hingga akhirnya Close kembali melepas kepala Azzura lalu tersenyum mengejek.

"Rasakan itu, dasar gadis barista nggak tahu diri! Kamu memang pantas di hukum seperti ini!" umpat Close kemudian meninggalkan Azzura yang masih berada di dalam kolam renang.

Azzura hanya membisu kemudian naik ke pinggir kolam. "Bagaimana caranya aku masuk ke dalam jika basah begini," gumam Azzura dengan bibir bergetar menahan dingin.

Sedangkan Close yang kini sudah berada di dalam kamarnya tersenyum puas setelah menyakiti Azzura.

"Sejak awal aku sudah katakan, akan aku buat pernikahan ini seperti berada di dalam neraka. Aku nggak akan berhenti menyakiti dirimu. Sehingga kamu menyerah dengan sendirinya, kemudian menandatangani surat perjanjian perceraian itu lalu pergi dari hidupku," ucap close dengan perasaan geram.

Sedangkan Azzura yang masih berada di pinggir kolam, terpaksa masuk ke dalam rumah dalam keadaan basah lalu segera masuk ke dalam kamarnya.

Setelah membersihkan diri sekaligus mengganti pakaian, Azzura kembali ke ruang tamu lalu membersihkan ruangan itu hingga bersih.

Seusai membersihkan, ia kembali menggeser pintu pembatas kolam renang kemudian beristirahat sejenak di sofa ruang tamu sambil berbaring.

"Astaghfirullah, malang banget nasibmu Azzura," ucapnya pada dirinya sendiri.

Karena merasa lelah, akhirnya gadis berhijab itu malah ketiduran di sofa.

Sedangkan Close yang berada di kamar, sedang sibuk dengan laptopnya. Sesekali ia membalas pesan dari Laura.

Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Close meraih rokok serta pemantik membakar benda itu. Ia beranjak lalu keluar ke balkon kamar.

Sambil menyesap rokok, pikirannya kembali melayang memikirkan dari mana sebenarnya Azzura. Karena gadis itu pulang selarut ini. Bahkan saat ia pulang sore tadi, motor sang istri tak terparkir garasi.

Yang membuatnya heran adalah, gadis itu pulang dengan membawa termos makanan serta wadah box kue.

"Lalu tadi? Siapa yang mengantarnya pulang?" gumam Close sekaligus merasa penasaran.

Satu jam berlalu ....

Close keluar dari kamar menuruni anak tangga karena ingin ke dapur karena haus.

Namun, langkahnya terhenti saat ekor matanya tertuju ke arah Azzura yang sedang tertidur di sofa.

Ia menghampiri sang istri sembari menatap lekat wajahnya yang terlihat tenang nan teduh.

Mendapati memar di kening Azzura, tangannya terulur ingin menyentuh. Akan tetapi tertahan karena memanggil ibunya.

"Ibu ... bertahanlah, jangan tinggalkan aku."

Close menautkan alis kemudian memilih meninggalkan Azzura lalu lanjut ke dapur.

Ketika membuka kulkas, ia terkejut saat mendapati kulkas itu sudah terisi.

"Apa tadi pagi dia pergi berbelanja? Apa sisa makanan di termos dan wadah box itu masakannya sendiri?" gumam Close bertanya-tanya.

Bukannya senang, pria blasteran itu justru merasa jengkel lalu membanting pintu kulkas. Ia kembali menghampiri Azzura yang masih tertidur di sofa.

Tanpa aba-aba, Close langsung menarik tangan Azzura sehingga membuat gadis itu terjatuh.

"Aduh!" keluh Azzura kemudian merapikan bergonya seraya mendongak. "Close."

Close berjongkok lalu mencengkeram pipi Azzura. "Apa kamu pikir aku nggak bisa membeli semua makanan yang terisi di dalam kulkas itu hah! Apa kamu pikir aku kekurangan uang?!" bentak Close lalu melepas cengkeramannya.

"Maaf, aku tidak bermak ...."

Plak!

Belum sempat Azzura menyelesaikan ucapannya satu tamparan keras langsung mendarat ke wajahnya.

"Apa kamu pikir, aku akan memakan makanan yang kamu masak untukku?! Jangan mimpi kamu! Bahkan aku nggak sudi menyentuh apapun hasil dari olahan tangan mu ini!" ucap Close sinis kemudian menginjak jemari lentik Azzura.

"Ssssttt." Azzura meringis menahan sakit.

Setelah itu, Close kembali ke kamar lalu membanting pintu hingga membuat Azzura tersentak kaget.

Sambil menahan sakit, perlahan gadis itu bangkit berdiri sembari mengusap pipinya yang terasa perih juga panas.

Dengan langkah gontai Azzura meninggalkan ruang tamu menuju kamarnya lalu mengunci pintu.

Azzura langsung menangis meratapi nasibnya yang menjadi bulan-bulanan suaminya sendiri.

Belum hilang rasa sakit di tubuhnya yang lain, kini ia harus merasakan sakit di jarinya juga punggungnya.

"Azzura, kamu harus kuat, jangan pernah meneteskan air matamu walau hanya setetes di hadapannya," ucap Azzura lirih sekaligus menguatkan dirinya sendiri sembari menyeka air mata.

.

.

.

🌿 🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿

Jangan lupa masukkan sebagai favorit ya 🙏. Like, vote dan komen. Bantu like dan vote setidaknya readers terkasih telah membantu ikut mempromosikan karya author. Terima kasih ... 🙏☺️😘

Terpopuler

Comments

Epifania R

Epifania R

tega sekali close

2024-04-05

0

Red Jasmine

Red Jasmine

mampir lagi nih kak

2023-04-04

0

Nur Evida

Nur Evida

itu pasti Yoga yg senyum2 dibalik kaca mobil

2023-03-16

0

lihat semua
Episodes
1 1. RSK
2 2. RSK
3 3. RSK
4 4. RSK
5 5. RSK
6 6. RSK
7 7. RSK
8 8. RSK
9 9. RSK
10 10. RSK
11 11. RSK
12 12. RSK
13 13. RSK
14 14. RSK
15 15. RSK
16 16. RSK
17 17. RSK
18 18. RSK
19 19. RSK
20 20. RSK
21 21. RSK
22 22. RSK
23 23. RSK
24 24. RSK
25 25. RSK
26 26. RSK
27 Bab 27 : Mengundurkan diri ...
28 Bab 28 : Menunggu waktu saja ...
29 Bab 29 : Aku harap kamu nggak amnesia ...
30 Bab 30 : Aku ingin memastikan ...
31 Bab 31 : Katakan yang sejujurnya ...
32 Bab 32 : Maafkan kami bu ...
33 Bab 33 : Selalu saja kegelapan yang menyambutku ...
34 Bab 34 : Suatu kebetulan ataukah takdir ...
35 Bab 35 : Merasa bersalah ...
36 Bab 36 : Lebih baik kembalikan dia ...
37 Bab 37 : Kesalahpahaman berujung benci ...
38 Bab 38 : Sepertinya ini waktu yang tepat ...
39 Bab 39 : Ada hubungan apa mereka ...?
40 Bab 40 : Menikah karena terpaksa ...
41 Bab 41: Kritis ...
42 Bab 42 : Luapan emosi Azzura ...
43 Bab 43 : Ini belum ada apa-apanya ...
44 Bab 44 : Perginya ibu tercinta ...
45 Bab 45 : Separuh jiwaku seolah pergi ...
46 Bab 46 : Lebih tegar ...
47 Bab 47 : Apa kamu pernah melihat retaknya sebuah kaca ...?
48 Bab 48 : Nggak ada yang abadi ...
49 Bab 49 : Perasaan ini salah ...
50 Bab 50 : Permintaan Momy ...
51 Bab 51: Jika takdir menyatukan kita ...
52 Bab 53 : Kesempatan itu sudah tertutup ...
53 Bab 54 : Berterus-terang ...
54 Bab 55 : Bakal jadi mantan suami ...
55 Bab 56 : Kembali memergoki ...
56 Bab 57 : Pergilah, menjauhlah dan tinggalkan saja ...
57 Bab 58 : Meninggalkan kota J ...
58 Bab 59 : Terlambat menyesali ....
59 Bab 60 : Kenyataan pahit ...
60 Bab 61 : Frustasi ...?
61 Bab 62 : Harus bagaimana ...
62 Bab 63 : Depresi ...
63 Bab 64 : Jangan membenci tapi doakan ...
64 Bab 65 : Nggak pernah terpikir ...
65 Bab 66 : Ada di mana dirimu ...?
66 Bab 67 : Mulailah menata dan berjanji pada dirimu ...
67 Bab 68 : Kemarahan Momy Lio ...
68 Bab 69 : Tekad dan niat tulus Genta ....
69 Bab 70 : Apa itu sebuah janji ...?
70 Bab 71: Nyekar makam ...
71 Bab 72 : Kekhawatiran Genta ...
72 Bab 73: Sebuah janji ...
73 Bab 74: Pertemuan tak terduga ...
74 Bab 75: Hatiku terlanjur membatu ...
75 Bab 76: Di antara dua pilihan ...
76 Bab 77: Gelisahnya Devan ....
77 Bab 78: Mengetahui kenyataan yang sebenarnya ...
78 Bab 79: Masih nggak berubah ...
79 80. Jangan membuka luka lama ...
80 Bab 81: Ingin menghilangkan ingatanku ...
81 Bab 82: Menagih janji ...?
82 Bab 83: Izinkan aku menjadi imammu ...
83 84. Tetaplah menjadi sandaran bagiku dan Dev ...
84 85. Secercah harapan ...
85 Promo novel baru
86 87. Memohon ...
87 88. Apakah akan sama seperti sebelumnya ...?
88 89. Merasa terharu ...
89 90. Ke Kota J ...
90 91. Apa aku sedang bermimpi ...?
91 92. Berada di posisi serba salah ...
92 93. Siapa gadis beruntung itu ...?
93 94. Semangatku seolah patah ...
94 95. Sedikit cemburu ...
95 96. Dugaanku ternyata benar ...
96 97. Merajut asa menatap masa depan ...
97 98. Merasa terharu sekaligus bahagia ...
98 99. Kenapa takdirku semiris ini ...?
99 100. Modus ...
100 101. Kebahagiaan ku adalah kalian ...
101 102. Kenapa cinta begitu rumit ...?
102 103. Apa kamu baik-baik saja ...?
103 104. Semoga tebakanku benar ...
104 105. Dua garis merah ...
105 106. Merasa Dejavu ...
106 107. Nanti juga kamu akan tahu ...
107 108. Khawatir dan cemas ...
108 109. Tertantang ingin mendekat ...
109 110. Demi tugas negara ...
110 111. Ucapan selamat ...
111 112. Kesal dan cemburu ...
112 113. Coba saja jika dia berani ...
113 114. Semuanya akan baik-baik saja ...
114 115. Harap-harap cemas ...
115 116. Operasi Caesar ...
116 117. Harus puasa minimal setahun ...
117 118. Ingin punya momongan lagi ...
118 119. Anggaplah aku sebagai sahabat atau kakak
119 120. Hidup ini seperti drama ...
120 121. Dia nggak pantas disebut AYAH ...!
121 122. Maafmu sudah terlambat ...
122 123. Terbuat dari apa hatinya ...?
123 124. Pesan Genta untuk Close ...
124 125. Lidahnya mengalahkan tajamnya sebilah pedang ...
125 126. Aku mohon beri aku kesempatan ...
126 127. Tangisan sia-sia ...
127 128. Diam-diam mengagumi
128 129. Sepertinya kamu harus hati-hati padanya ...
129 130. Keputusan tegas Genta ...
130 131. Dipecat ...
131 131. RSK
Episodes

Updated 131 Episodes

1
1. RSK
2
2. RSK
3
3. RSK
4
4. RSK
5
5. RSK
6
6. RSK
7
7. RSK
8
8. RSK
9
9. RSK
10
10. RSK
11
11. RSK
12
12. RSK
13
13. RSK
14
14. RSK
15
15. RSK
16
16. RSK
17
17. RSK
18
18. RSK
19
19. RSK
20
20. RSK
21
21. RSK
22
22. RSK
23
23. RSK
24
24. RSK
25
25. RSK
26
26. RSK
27
Bab 27 : Mengundurkan diri ...
28
Bab 28 : Menunggu waktu saja ...
29
Bab 29 : Aku harap kamu nggak amnesia ...
30
Bab 30 : Aku ingin memastikan ...
31
Bab 31 : Katakan yang sejujurnya ...
32
Bab 32 : Maafkan kami bu ...
33
Bab 33 : Selalu saja kegelapan yang menyambutku ...
34
Bab 34 : Suatu kebetulan ataukah takdir ...
35
Bab 35 : Merasa bersalah ...
36
Bab 36 : Lebih baik kembalikan dia ...
37
Bab 37 : Kesalahpahaman berujung benci ...
38
Bab 38 : Sepertinya ini waktu yang tepat ...
39
Bab 39 : Ada hubungan apa mereka ...?
40
Bab 40 : Menikah karena terpaksa ...
41
Bab 41: Kritis ...
42
Bab 42 : Luapan emosi Azzura ...
43
Bab 43 : Ini belum ada apa-apanya ...
44
Bab 44 : Perginya ibu tercinta ...
45
Bab 45 : Separuh jiwaku seolah pergi ...
46
Bab 46 : Lebih tegar ...
47
Bab 47 : Apa kamu pernah melihat retaknya sebuah kaca ...?
48
Bab 48 : Nggak ada yang abadi ...
49
Bab 49 : Perasaan ini salah ...
50
Bab 50 : Permintaan Momy ...
51
Bab 51: Jika takdir menyatukan kita ...
52
Bab 53 : Kesempatan itu sudah tertutup ...
53
Bab 54 : Berterus-terang ...
54
Bab 55 : Bakal jadi mantan suami ...
55
Bab 56 : Kembali memergoki ...
56
Bab 57 : Pergilah, menjauhlah dan tinggalkan saja ...
57
Bab 58 : Meninggalkan kota J ...
58
Bab 59 : Terlambat menyesali ....
59
Bab 60 : Kenyataan pahit ...
60
Bab 61 : Frustasi ...?
61
Bab 62 : Harus bagaimana ...
62
Bab 63 : Depresi ...
63
Bab 64 : Jangan membenci tapi doakan ...
64
Bab 65 : Nggak pernah terpikir ...
65
Bab 66 : Ada di mana dirimu ...?
66
Bab 67 : Mulailah menata dan berjanji pada dirimu ...
67
Bab 68 : Kemarahan Momy Lio ...
68
Bab 69 : Tekad dan niat tulus Genta ....
69
Bab 70 : Apa itu sebuah janji ...?
70
Bab 71: Nyekar makam ...
71
Bab 72 : Kekhawatiran Genta ...
72
Bab 73: Sebuah janji ...
73
Bab 74: Pertemuan tak terduga ...
74
Bab 75: Hatiku terlanjur membatu ...
75
Bab 76: Di antara dua pilihan ...
76
Bab 77: Gelisahnya Devan ....
77
Bab 78: Mengetahui kenyataan yang sebenarnya ...
78
Bab 79: Masih nggak berubah ...
79
80. Jangan membuka luka lama ...
80
Bab 81: Ingin menghilangkan ingatanku ...
81
Bab 82: Menagih janji ...?
82
Bab 83: Izinkan aku menjadi imammu ...
83
84. Tetaplah menjadi sandaran bagiku dan Dev ...
84
85. Secercah harapan ...
85
Promo novel baru
86
87. Memohon ...
87
88. Apakah akan sama seperti sebelumnya ...?
88
89. Merasa terharu ...
89
90. Ke Kota J ...
90
91. Apa aku sedang bermimpi ...?
91
92. Berada di posisi serba salah ...
92
93. Siapa gadis beruntung itu ...?
93
94. Semangatku seolah patah ...
94
95. Sedikit cemburu ...
95
96. Dugaanku ternyata benar ...
96
97. Merajut asa menatap masa depan ...
97
98. Merasa terharu sekaligus bahagia ...
98
99. Kenapa takdirku semiris ini ...?
99
100. Modus ...
100
101. Kebahagiaan ku adalah kalian ...
101
102. Kenapa cinta begitu rumit ...?
102
103. Apa kamu baik-baik saja ...?
103
104. Semoga tebakanku benar ...
104
105. Dua garis merah ...
105
106. Merasa Dejavu ...
106
107. Nanti juga kamu akan tahu ...
107
108. Khawatir dan cemas ...
108
109. Tertantang ingin mendekat ...
109
110. Demi tugas negara ...
110
111. Ucapan selamat ...
111
112. Kesal dan cemburu ...
112
113. Coba saja jika dia berani ...
113
114. Semuanya akan baik-baik saja ...
114
115. Harap-harap cemas ...
115
116. Operasi Caesar ...
116
117. Harus puasa minimal setahun ...
117
118. Ingin punya momongan lagi ...
118
119. Anggaplah aku sebagai sahabat atau kakak
119
120. Hidup ini seperti drama ...
120
121. Dia nggak pantas disebut AYAH ...!
121
122. Maafmu sudah terlambat ...
122
123. Terbuat dari apa hatinya ...?
123
124. Pesan Genta untuk Close ...
124
125. Lidahnya mengalahkan tajamnya sebilah pedang ...
125
126. Aku mohon beri aku kesempatan ...
126
127. Tangisan sia-sia ...
127
128. Diam-diam mengagumi
128
129. Sepertinya kamu harus hati-hati padanya ...
129
130. Keputusan tegas Genta ...
130
131. Dipecat ...
131
131. RSK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!