11. RSK

Sepeninggal dokter Aida dan suster Tiara, Azzura duduk di samping bu Isma. Sedangkan Nanda di kursi samping bed pasien.

"Azzura, Nanda, kenapa wajah kalian murung begini?" tanya bu Isma seraya menggenggam kedua jemari gadis itu.

Baik Azzura maupun Nanda keduanya bergeming. Air mata Azzura tiba-tiba mengalir lalu memeluk sang ibu.

"Sayang kamu kenapa?" Bu Isma mengusap punggung Azzura.

"Nggak apa-apa Bu," bisik Azzura. Sedih karena mengingat kelakuan suaminya yang semena-mena. "Semoga cepat sembuh, Bu. Sudah lama kita nggak jalan-jalan ke puncak. Begitu ibu sembuh kita akan ke sana." Azzura menyeka air mata disertai senyum tipis.

"Tante, andai tante tahu apa yang terjadi pada Azzura, aku yakin tante pasti akan meminta Azzura meninggalkan pria brengsek itu," gumam Nanda dalam hati. Benci mengingat sosok Close.

"Nanda, aku titip ibu sebentar. Aku ingin membeli sesuatu," pinta Azzura dan dijawab dengan anggukan oleh Nanda.

Azzura segera meninggalkan kamar rawat. Ia memilih ke taman rumah sakit. Kini gadis berhijab itu, duduk di salah satu bangku taman di bawah pohon rindang.

Ia menghela nafas memandangi pengunjung rumah sakit yang sedang membesuk keluarga mereka. Azzura termenung sekaligus memikirkan nasibnya ke depan.

Bayangan akan perlakuan kasar Close di hadapan Laura, membuat harga dirinya jatuh. Jijik saat mengingat suami juga kekasih pria itu. Sungguh miris yang ia rasakan.

Tak bisa lagi membendung air mata, akhirnya kristal bening itu mengalir deras. Azzura terisak sembari mengusap dada yang terasa begitu sesak..

Tanpa ia sadari dari kejauhan Yoga terus memandangi kemudian memutuskan menghampirinya.

Di sela-sela tangisan Azzura, Yoga menyodorkan tisu sembari menyapa, "Azzura."

Azzura mendongak menatap siapa gerangan yang menegurnya. "Yoga," ucapnya lirih sembari meraih tisu dari pria itu. Mengusap air matan yang masih saja menetes.

Yoga mendaratkan bokong tepat di samping Azzura. Menatap lekat wajah cantik wanita berhijab itu.

"Sedang apa kamu di sini? Apa yang membuatmu bersedih sampai menangis seperti ini?" tanya Yoga.

"Aku baru saja membesuk ibuku," jawab Azzura masih sesenggukan.

"Jadi, sebelum akad ...." Ucapan Yoga terputus karena Azzura langsung menyela.

"Ya, aku menyempatkan waktu untuk mengantar ibu sampai di depan ruang operasi."

"Operasi apa?" tanya Yoga, penasaran.

"Kanker payudara," jawab Azzura. "Yoga, sejujurnya aku takut kehilangan ibuku, apalagi kankernya itu sudah stadium 4. Aku nggak tahu berapa lama lagi ibuku akan bertahan. Hanya dia satu-satunya yang aku miliki saat ini."

"Apa pak Close tahu jika ibumu sedang sakit?" selidik Yoga dengan kening berkerut tipis.

Azzura mengangguk pelan dengan pandangan tertunduk karena berbohong. Ia tak ingin Yoga tahu jika Close belum pernah bertemu dengan ibunya.

Yoga bergeming sembari melirik Azzura. Keduanya kini terdiam. Sejenak merasakan hembusan angin sepoi-sepoi yang menerpa.

Terasa damai nan menenangkan walau sesaat. Azzura memejamkan mata sembari mengatur nafas untuk menetralkan perasaannya.

Yoga menatap gadis itu dalam diam. Mengagumi sekaligus merasakan hatinya ada yang sulit diartikan.

"Ngomong ngomong sedang apa kamu di sini? Apa kamu juga akan membesuk keluargamu yang sedang sakit?" tanya Azzura.

"Nggak, kakak ku dokter spesialis bedah di rumah sakit ini," jelas Yoga dengan seulas senyum. "Zu, apa boleh aku menjenguk ibumu?"

"Ya, tentu saja boleh," sahut Azzura. "Ayo, kamar rawat ibu ada di bangsal 3." Azzura beranjak dari bangku sekaligus mengajak Yoga ke ruangan itu.

Beberapa menit kemudian, keduanya pun masuk ke dalam kamar rawat bu Isma.

"Azzura, apa ini suamimu, Nak?" tanya bu Isma dengan dengan seulas senyum.

"Ah Bu ...." Belum sempat Azzura menjawab, bu Isma meminta Yoga mendekat.

Tak pelak membuat Azzura juga Nanda saling berpandangan.

"Bu, dia buk ...." Ucapan Azzura terpotong takala bu Isma memprotes sang putri.

"Azzura, kamu ini kenapa sih, Nak? Apa kamu nggak senang suamimu datang membesuk ibu?"

"Bukan begitu, Bu." Azzura mengusap tengkuk seraya melirik Yoga.

Mendapati gestur tak enak Azzura, Yoga malah curiga jika Close belum pernah menemui sang mertua pasca menikah.

Azzura menatap Yoga lalu beralih ke Nanda kemudian memberi kode.

"Zu." Yoga mengedipkan kedua matanya. Mengisyaratkan jika tak masalah ia dianggap suami dari gadis berhijab itu.

Yoga akhirnya mendekat bu Isma. Menarik kursi yang ada di dekat bed pasien lalu mendudukinya.

Yoga menggenggam jemari bu Isma seraya menatapnya lekat. "Ibu, apa ada yang ingin Ibu sampaikan padaku?" tanya Yoga.

"Terima kasih Nak, sudah mau menerima putri ibu apa adanya." Bu Isma meraih tangan Azzura lalu meletakkan di atas punggung tangan Yoga.

"Ibu." Sepasang mata Azzura kini berkaca-kaca sekaligus merasa bersalah pada yoga.

Yoga kembali mengedipkan kedua matanya memberi kode supaya Azzura tetap bersikap santai.

"Nak, mulai detik ini dan seterusnya, ibu titip Azzura padamu. Sayangi, cintai, serta bimbinglah putriku. Ajari juga maafkan dia jika Azzura berbuat salah padamu. Jangan sekali-kali berlaku kasar apalagi main tangan padanya. Sebaiknya kembalikan dia pada ibu daripada kamu melakukan KDRT."

Bu Isma menjeda sejenak kalimatnya seraya menatap Azzura dan yoga bergantian. Sedangkan Nanda yang berdiri di belakang malah menangis sekaligus memilih keluar dari kamar itu.

Bagaimana tidak, Nanda tak sanggup mendengar kalimat selanjutnya. Apalagi mengingat Azzura yang diperlakukan kasar oleh Close.

Sementara di dalam kamar, bu Isma kembali melanjutkan kalimatnya.

"Nak, sejak kecil Azzura kami didik dengan baik. Sedikit pun ibu juga almarhum ayahnya nggak pernah menyakiti apalagi membentaknya. Jadi, ibu mohon perlakukanlah Azzura dengan penuh kasih sayang," pesan bu Isma dengan lirih.

"Ibu." Azzura menangis.

"Ibu, aku berjanji akan menjaga titipan ibu ini. Aku juga berjanji akan melindungi, menyayangi serta mencintainya," ucap Yoga lalu melirik Azzura yang sedang menangis.

"Nak, ibu nggak tahu harus berapa lama lagi ibu bisa bertahan. Setidaknya jika terjadi sesuatu pada ibu, ibu sudah bisa pergi dengan tenang karena ada kamu yang akan menjaga Azzua." Bu Isma menepuk pundak Yoga.

Air mata Azzura semakin mengalir deras mrmbasahi pipi. Kalimat terakhir sang ibu membuat dadanya sesak.

Tak jauh berbeda dengan Yoga, ia pun merasakan sesak di dada sekaligus tak bisa menahan air mata mendengar ucapan bu Isma barusan.

Hening sejenak ...

Yang terdengar hanyalah suara lirih tangisan Azzura. Sebelum akhirnya bu Isma menegur sang putri semata wayang.

"Azzura, jangan menangis, Nak. Semuanya akan baik-baik saja," bujuk bu Isma.

Beberapa detik kemudian, Yoga meminta izin untuk berbicara dengan Azzura di luar kamar.

Sesaat setelah berada di luar kamar rawat. Keduanya duduk di kursi tunggu sedangkan Nanda entah ke mana.

"Zu, maaf jika aku sudah lancang sehingga ibumu mengira jika aku adalah suamimu. Aku tidak bermaksud ..." Ucapan yoga terputus.

"Nggak apa-apa Yoga. Sebenarnya aku sedikit khawatir tadi. Tapi, ya sudahlah. Maafkan ibuku ya," sela Azzura merasa bersalah.

"Nggak apa-apa dan nggak masalah bagiku, santai saja," timpal Yoga. "Oh ya, kalau begitu aku ke ruang kerja kakak ku dulu ya. Jika ibumu bertanya, katakan saja aku ada urusan mendadak."

"Baiklah, terima kasih, ya," ucap Azzura.

Yoga tersenyum disertai anggukan kepala. Pria itu lalu mengangkat kedua jempolnya.

...🌿----------------🌿...

Jangan lupa masukkan sebagai favorit ya 🙏. Like, vote dan komen. Bantu like dan vote setidaknya readers terkasih telah membantu ikut mempromosikan karya author. Terima kasih ... 🙏☺️😘

Terpopuler

Comments

Epifania R

Epifania R

sedih bangat

2024-04-05

0

Hida Paridah12

Hida Paridah12

sedih banget

2023-03-27

0

Sri Wahyuni

Sri Wahyuni

sbner y suka ksel bca novel s istri yg lemah jg oon

2022-11-22

4

lihat semua
Episodes
1 1. RSK
2 2. RSK
3 3. RSK
4 4. RSK
5 5. RSK
6 6. RSK
7 7. RSK
8 8. RSK
9 9. RSK
10 10. RSK
11 11. RSK
12 12. RSK
13 13. RSK
14 14. RSK
15 15. RSK
16 16. RSK
17 17. RSK
18 18. RSK
19 19. RSK
20 20. RSK
21 21. RSK
22 22. RSK
23 23. RSK
24 24. RSK
25 25. RSK
26 26. RSK
27 Bab 27 : Mengundurkan diri ...
28 Bab 28 : Menunggu waktu saja ...
29 Bab 29 : Aku harap kamu nggak amnesia ...
30 Bab 30 : Aku ingin memastikan ...
31 Bab 31 : Katakan yang sejujurnya ...
32 Bab 32 : Maafkan kami bu ...
33 Bab 33 : Selalu saja kegelapan yang menyambutku ...
34 Bab 34 : Suatu kebetulan ataukah takdir ...
35 Bab 35 : Merasa bersalah ...
36 Bab 36 : Lebih baik kembalikan dia ...
37 Bab 37 : Kesalahpahaman berujung benci ...
38 Bab 38 : Sepertinya ini waktu yang tepat ...
39 Bab 39 : Ada hubungan apa mereka ...?
40 Bab 40 : Menikah karena terpaksa ...
41 Bab 41: Kritis ...
42 Bab 42 : Luapan emosi Azzura ...
43 Bab 43 : Ini belum ada apa-apanya ...
44 Bab 44 : Perginya ibu tercinta ...
45 Bab 45 : Separuh jiwaku seolah pergi ...
46 Bab 46 : Lebih tegar ...
47 Bab 47 : Apa kamu pernah melihat retaknya sebuah kaca ...?
48 Bab 48 : Nggak ada yang abadi ...
49 Bab 49 : Perasaan ini salah ...
50 Bab 50 : Permintaan Momy ...
51 Bab 51: Jika takdir menyatukan kita ...
52 Bab 53 : Kesempatan itu sudah tertutup ...
53 Bab 54 : Berterus-terang ...
54 Bab 55 : Bakal jadi mantan suami ...
55 Bab 56 : Kembali memergoki ...
56 Bab 57 : Pergilah, menjauhlah dan tinggalkan saja ...
57 Bab 58 : Meninggalkan kota J ...
58 Bab 59 : Terlambat menyesali ....
59 Bab 60 : Kenyataan pahit ...
60 Bab 61 : Frustasi ...?
61 Bab 62 : Harus bagaimana ...
62 Bab 63 : Depresi ...
63 Bab 64 : Jangan membenci tapi doakan ...
64 Bab 65 : Nggak pernah terpikir ...
65 Bab 66 : Ada di mana dirimu ...?
66 Bab 67 : Mulailah menata dan berjanji pada dirimu ...
67 Bab 68 : Kemarahan Momy Lio ...
68 Bab 69 : Tekad dan niat tulus Genta ....
69 Bab 70 : Apa itu sebuah janji ...?
70 Bab 71: Nyekar makam ...
71 Bab 72 : Kekhawatiran Genta ...
72 Bab 73: Sebuah janji ...
73 Bab 74: Pertemuan tak terduga ...
74 Bab 75: Hatiku terlanjur membatu ...
75 Bab 76: Di antara dua pilihan ...
76 Bab 77: Gelisahnya Devan ....
77 Bab 78: Mengetahui kenyataan yang sebenarnya ...
78 Bab 79: Masih nggak berubah ...
79 80. Jangan membuka luka lama ...
80 Bab 81: Ingin menghilangkan ingatanku ...
81 Bab 82: Menagih janji ...?
82 Bab 83: Izinkan aku menjadi imammu ...
83 84. Tetaplah menjadi sandaran bagiku dan Dev ...
84 85. Secercah harapan ...
85 Promo novel baru
86 87. Memohon ...
87 88. Apakah akan sama seperti sebelumnya ...?
88 89. Merasa terharu ...
89 90. Ke Kota J ...
90 91. Apa aku sedang bermimpi ...?
91 92. Berada di posisi serba salah ...
92 93. Siapa gadis beruntung itu ...?
93 94. Semangatku seolah patah ...
94 95. Sedikit cemburu ...
95 96. Dugaanku ternyata benar ...
96 97. Merajut asa menatap masa depan ...
97 98. Merasa terharu sekaligus bahagia ...
98 99. Kenapa takdirku semiris ini ...?
99 100. Modus ...
100 101. Kebahagiaan ku adalah kalian ...
101 102. Kenapa cinta begitu rumit ...?
102 103. Apa kamu baik-baik saja ...?
103 104. Semoga tebakanku benar ...
104 105. Dua garis merah ...
105 106. Merasa Dejavu ...
106 107. Nanti juga kamu akan tahu ...
107 108. Khawatir dan cemas ...
108 109. Tertantang ingin mendekat ...
109 110. Demi tugas negara ...
110 111. Ucapan selamat ...
111 112. Kesal dan cemburu ...
112 113. Coba saja jika dia berani ...
113 114. Semuanya akan baik-baik saja ...
114 115. Harap-harap cemas ...
115 116. Operasi Caesar ...
116 117. Harus puasa minimal setahun ...
117 118. Ingin punya momongan lagi ...
118 119. Anggaplah aku sebagai sahabat atau kakak
119 120. Hidup ini seperti drama ...
120 121. Dia nggak pantas disebut AYAH ...!
121 122. Maafmu sudah terlambat ...
122 123. Terbuat dari apa hatinya ...?
123 124. Pesan Genta untuk Close ...
124 125. Lidahnya mengalahkan tajamnya sebilah pedang ...
125 126. Aku mohon beri aku kesempatan ...
126 127. Tangisan sia-sia ...
127 128. Diam-diam mengagumi
128 129. Sepertinya kamu harus hati-hati padanya ...
129 130. Keputusan tegas Genta ...
130 131. Dipecat ...
131 131. RSK
Episodes

Updated 131 Episodes

1
1. RSK
2
2. RSK
3
3. RSK
4
4. RSK
5
5. RSK
6
6. RSK
7
7. RSK
8
8. RSK
9
9. RSK
10
10. RSK
11
11. RSK
12
12. RSK
13
13. RSK
14
14. RSK
15
15. RSK
16
16. RSK
17
17. RSK
18
18. RSK
19
19. RSK
20
20. RSK
21
21. RSK
22
22. RSK
23
23. RSK
24
24. RSK
25
25. RSK
26
26. RSK
27
Bab 27 : Mengundurkan diri ...
28
Bab 28 : Menunggu waktu saja ...
29
Bab 29 : Aku harap kamu nggak amnesia ...
30
Bab 30 : Aku ingin memastikan ...
31
Bab 31 : Katakan yang sejujurnya ...
32
Bab 32 : Maafkan kami bu ...
33
Bab 33 : Selalu saja kegelapan yang menyambutku ...
34
Bab 34 : Suatu kebetulan ataukah takdir ...
35
Bab 35 : Merasa bersalah ...
36
Bab 36 : Lebih baik kembalikan dia ...
37
Bab 37 : Kesalahpahaman berujung benci ...
38
Bab 38 : Sepertinya ini waktu yang tepat ...
39
Bab 39 : Ada hubungan apa mereka ...?
40
Bab 40 : Menikah karena terpaksa ...
41
Bab 41: Kritis ...
42
Bab 42 : Luapan emosi Azzura ...
43
Bab 43 : Ini belum ada apa-apanya ...
44
Bab 44 : Perginya ibu tercinta ...
45
Bab 45 : Separuh jiwaku seolah pergi ...
46
Bab 46 : Lebih tegar ...
47
Bab 47 : Apa kamu pernah melihat retaknya sebuah kaca ...?
48
Bab 48 : Nggak ada yang abadi ...
49
Bab 49 : Perasaan ini salah ...
50
Bab 50 : Permintaan Momy ...
51
Bab 51: Jika takdir menyatukan kita ...
52
Bab 53 : Kesempatan itu sudah tertutup ...
53
Bab 54 : Berterus-terang ...
54
Bab 55 : Bakal jadi mantan suami ...
55
Bab 56 : Kembali memergoki ...
56
Bab 57 : Pergilah, menjauhlah dan tinggalkan saja ...
57
Bab 58 : Meninggalkan kota J ...
58
Bab 59 : Terlambat menyesali ....
59
Bab 60 : Kenyataan pahit ...
60
Bab 61 : Frustasi ...?
61
Bab 62 : Harus bagaimana ...
62
Bab 63 : Depresi ...
63
Bab 64 : Jangan membenci tapi doakan ...
64
Bab 65 : Nggak pernah terpikir ...
65
Bab 66 : Ada di mana dirimu ...?
66
Bab 67 : Mulailah menata dan berjanji pada dirimu ...
67
Bab 68 : Kemarahan Momy Lio ...
68
Bab 69 : Tekad dan niat tulus Genta ....
69
Bab 70 : Apa itu sebuah janji ...?
70
Bab 71: Nyekar makam ...
71
Bab 72 : Kekhawatiran Genta ...
72
Bab 73: Sebuah janji ...
73
Bab 74: Pertemuan tak terduga ...
74
Bab 75: Hatiku terlanjur membatu ...
75
Bab 76: Di antara dua pilihan ...
76
Bab 77: Gelisahnya Devan ....
77
Bab 78: Mengetahui kenyataan yang sebenarnya ...
78
Bab 79: Masih nggak berubah ...
79
80. Jangan membuka luka lama ...
80
Bab 81: Ingin menghilangkan ingatanku ...
81
Bab 82: Menagih janji ...?
82
Bab 83: Izinkan aku menjadi imammu ...
83
84. Tetaplah menjadi sandaran bagiku dan Dev ...
84
85. Secercah harapan ...
85
Promo novel baru
86
87. Memohon ...
87
88. Apakah akan sama seperti sebelumnya ...?
88
89. Merasa terharu ...
89
90. Ke Kota J ...
90
91. Apa aku sedang bermimpi ...?
91
92. Berada di posisi serba salah ...
92
93. Siapa gadis beruntung itu ...?
93
94. Semangatku seolah patah ...
94
95. Sedikit cemburu ...
95
96. Dugaanku ternyata benar ...
96
97. Merajut asa menatap masa depan ...
97
98. Merasa terharu sekaligus bahagia ...
98
99. Kenapa takdirku semiris ini ...?
99
100. Modus ...
100
101. Kebahagiaan ku adalah kalian ...
101
102. Kenapa cinta begitu rumit ...?
102
103. Apa kamu baik-baik saja ...?
103
104. Semoga tebakanku benar ...
104
105. Dua garis merah ...
105
106. Merasa Dejavu ...
106
107. Nanti juga kamu akan tahu ...
107
108. Khawatir dan cemas ...
108
109. Tertantang ingin mendekat ...
109
110. Demi tugas negara ...
110
111. Ucapan selamat ...
111
112. Kesal dan cemburu ...
112
113. Coba saja jika dia berani ...
113
114. Semuanya akan baik-baik saja ...
114
115. Harap-harap cemas ...
115
116. Operasi Caesar ...
116
117. Harus puasa minimal setahun ...
117
118. Ingin punya momongan lagi ...
118
119. Anggaplah aku sebagai sahabat atau kakak
119
120. Hidup ini seperti drama ...
120
121. Dia nggak pantas disebut AYAH ...!
121
122. Maafmu sudah terlambat ...
122
123. Terbuat dari apa hatinya ...?
123
124. Pesan Genta untuk Close ...
124
125. Lidahnya mengalahkan tajamnya sebilah pedang ...
125
126. Aku mohon beri aku kesempatan ...
126
127. Tangisan sia-sia ...
127
128. Diam-diam mengagumi
128
129. Sepertinya kamu harus hati-hati padanya ...
129
130. Keputusan tegas Genta ...
130
131. Dipecat ...
131
131. RSK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!