17 : PUM : Masa lalu yang kelam (2)

" Hai....apa kamu mau berteman denganku? "

' Wah....gantengnya!' Leily memuji anak laki-laki yang sedang minta berkenalan dan berteman. " Ah...iya..iya, aku Leily. " Dengan antusias dirinya berjabat tangan dengan anak dari tetangga barunya.

" Oh...iya, siapa yang ada di sana? " menunjuk pada seorang gadis muda yang ada di bawah pohon.

" Dia kakak tiri ku, jangan pedulikan dia. Dia hanya tau marah saja. " jawab Leily dengan selamba.

Tapi perkataan akan peringatan dari Leily tidak di gubris, dan justru berjalan mendekat pada Ovin yang sedang tiduran di bawah pohon.

Tapi kedatangannya di sambut dengan tatapan curiga.

'Orang ini siapa?' Pikirnya memandang satu orang tengah duduk di sampingnya.

" Apa aku mengganggu tidurmu? "

" Apalah kita saling kenal? " Tanya Ovin langsung pada intinya.

" Aku teman sekelasmu, masa lupa? "

' Siapa? Gaya rambutnya beda, wanginya juga beda, jadi siapa? Aku saja harus mengenali setiap anak laki-laki dari gaya rambut, gaya bicara. Siapa dia?' Ovin hanya terheran sendiri dan memandangnya dengan tatapan penasaran.

" Hei...hei...jangan menatapku seperti itu, nanti kami suka " godanya.

"............? " Ovin menatapnya datar. 'Bagaimana bisa suka, wajahnya saja aku tidak tahu seperti apa.' Pikirnya. " Maaf, aku lupa. " Saat hendak berdiri tangannya di tahan oleh laki-laki itu.

" Tunggu, kamu betulan lupa aku? Orang yang duduk di sebelahmu saat kelas 4 SD? "

" Iya, otakku sudah banyak terbentur, jadi mudah lupa. " Jawab Ovin dengan ketus. Ia menatap malas dengan orang yang ada di dekatnya apatah lagi jika orang itu laki-laki. " Dan tanganku sakit, aku pergi dulu dan jangan mendekati aku lagi atau kedua rubah itu akan mengusikku lagi. " Peringat Ovin pada orang tersebut.

*

*

Pertemuan pertama bagi Leily yang langsung jatuh hati, membuat Leily meminta ibunya untuk berkunjung ke rumah sebelah dimana tetangga baru yang ada anak laki-laki tampan itu baru datang beberapa hari lalu.

Ia ingin lebih dekat lagi dengan keluarganya namun di sisi lain Ovin justru sebaliknya dengan macam hinaan dan ancaman serta peringatan untuk menjauhinya.

" Arrghhh...... " Erang Ovin karena rambutnya di jambak oleh Leily.

" Jangan mendekati laki-laki itu, dia milikku. Jika sekali lagi aku melihat kamu berduaan dengannya, aku tidak akan segan-segan memotong rambutmu sampai gundul. "

Setelah berkata seperti itu, ia menghempas tubuh Ovin dengan kasar.

'Ini salahnya! Aku membenci laki-laki! Gara-gara mereka ibu! aku bisa menjadi seperti ini! Semua hancur....aku benci!' Tangisnya pecah melihat keadaannya sendiri serta keluarganya yang sudah tercerai berai tidak tersisa. 

Ia meringkuk sambil memeluk lututnya sendiri dan menangis dalam diam agar tidak ada orang yang tahu jika di balik mulutnya yang suka bicara pedas, hatinya sudah lapuk dan jika tersentuh sedikit maka akan seperti butiran pasir kecil yang akan hilang walau hanya tertiup angin sepoi.

Suatu hari, ia lebih memilih untuk kabur dari rumah, itulah pilihan yang terbaik. 

Ketimbang mati disiksa dan apalagi mati di tempat dimana rumahnya adalah tempat dulu ibunya serta ayahnya saling bersama dan mencintai, tapi keadaan yang berubah membuat kedua rubah itu masuk maka Ovin lebih memilih mati di jalanan dimana semua orang akan terkejut dan berkumpul akan kemalangan yang terjadi pada dirinya.

Sekarang Ovin berjalan dibawah hujan yang cukup deras, mana air matanya dan mana air hujan ia juga tidak tahu lagi.

Ia terbengong dengan satu restoran yang dikunjungi beberapa keluarga yang penuh akan kehangatan, bencengkrama dan tertawa bebas.

TIN....TIN...TIN....

Suara klakson itu akhirnya datang.

Cahaya menyilaukannya itu bagai cahaya kematian yang akan menyambut arwah malangnya, Ovin menutup sepasang matanya dan tidak berani melihat mobil yang melaju ke arahnya.

SRRETT.........

Suara rem mobil yang di injak dengan sangat dalam.

" Aku kira aku benar-benar akan mati. " Keluh Ovin menatap datar mobil hitam itu.

Setelah beberapa saat, seorang prai keluar dari mobil dan datang menghampiri Ovin yang jatuh terduduk karena saking terkejutnya.

" Kamu baik-baik saja nak? " Tanya sang sopir cemas, bagaimana tidak cemas jika di hujan yang lebat ini dan harus mengantarkan majikannya dulu ke suatu tempat malah akan terjadi tabrakan yang membawa korban gadis kecil.

"..............." Ovin menengadah ke atas dimana paman ini sedang menatap iba akan kondisi Ovin.

TAP.....

TAP....

TAP.....

" Tuan besar, anda jadi kehujanan!" Paman sopir itu khawatir karena majikannya malah turut serta turun dari mobil tanpa perlindunngan apapun.

Menghiraukan apa yang dikatakan oleh supirnya, pria tua ini tetap berjalan ke depann mobil, dimana seorang gadis masih terdiam dalam posisi duduk di bawah hujann yang sebenarnya cukup deras.

Sayangnya, perasaan rasa bersalah karena kelalaia ndari supinrya mebuat gadis kecil itu hampir tertabrak, justru tergantikan dengan sebuah tatapan terkejut.

" Kamu! " Hanya mengucap satu kata 'kamu' , namun nadanya agak aneh seolah ada perasaan terkejut dan rasa senang? " Mau ikut kakek? "

" Kenapa aku harus ikut dengan orang tdak dikenal?" Tanya Ovin tanpa memperdulikan ekspresi seperti apa yang sedang dia lihat saat ini.

"Tapi jika kamu disini terus, kamu akan sakit. Dan kakek tidak yakin jika kamu baik-baik saja, jadi bagaimana kalau kita kerumah sakit untuk pemeriksaan?" Bujuk kakek ini kepada Ovin, yang dimatanya itu terlihat sangatlah kasihan.

"................" Sayangnya setelah diberikan sedikit tawaran seperti itu, sekarang tatapan Ovin kembali sendu. "Memangnya siapa yang akan mempedulikanku jika aku sakit, bahkan jika mati?" Gerutu Ovin.

DEG..

Yang lantas membuat kedua orang itu semakin terkejut dengan apa yang baru saja dikatakan oleh seorang gadis yang masih belia itu.

Mendengar gadis kecil itu justru mengatakan mati, maka di mata mereka berdua, mereka mengerti akan satu hal, yaitu kalau perempuan di depan mereka itu sedang dalam kondisi putus asa.

"Jika kamu sakit dan mati, maka kakek lah yang merasa menyesal."

"Kenapa kakek berkat seperti itu?"

"Kan kamu jatuh karena mobil kakek karena menabrakmu kan?"

"Tapi-"

"Kamu lihat CCTV itu? Dari sudut itu mereka akan menganggap kalau mobil kakek lah yang menabrakmu. Dan Jika kamu mati karena kakek, maka itu akan memperpanjang masalah untuk kakek. Apa kamu tega dengan kakek, bagaimana jika kakek tiba-tiba dipenjara karena kamu mati?" Ucap kakek ini dibumbui sebuah kebohongan kecil agar bisa membujuk Ovin yang terlihat punya watak keras kepala itu.

Merasa tertekan sekaligus tidak mau merepotkan orang lain dengan cara seperti itu, Ovin pada akhirnya menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju.

"Tapi aku tidak mau rumah sakit."

"Baiklah, nanti dokterlah yang akan datang kepadamu." Jawab kakek ini, sambil membantu Ovin berdiri.

***********

Anak yang lusuh bak pengemis, Ovin pun tiba-tiba saja disuruh untuk mandi, alias di MANDIKAN!

" Tidak! Jangan memandikanku, aku bisa sendiri! " Jeirt Ovin tidak mau jika tubuhnya terlihat oleh pelayan itu. Alasannya selain malu, ia juga tidak mau memperlihatkan bekas luka yang ada di tubuhnya itu.

Karena Ovin terus keras kepala tidak mau dimandikan, kedua pelayan itu pun memutuskan untuk menyerah dan diganti dengan menyiapkan pakaian bagus untuk Ovin.

Yang dimana, setelah Ovin selesai mandi dan akhirnya memakai pakaian kering juga terasa hangat karena baru di setrika, Ovin pun terbesit rasa bahagia, karena setelah dua tahun ini dia tidak pernah mendapatkan pakaian baru, akhirnya dia bisa memakai pakaian wangi, bersih, rapi, dan masih hangat.

Kehidupannya seolah langsung berubah ketika dirinya dibawa oleh kakek itu untuk tinggal di rumah besar itu.

Selepas selesai mandi, Ovin pun di ajak pergi ke ruang makan.

" Makanlah. " Sang kakek menawarkan makanan yang sudah tersedia dimeja. Ada sushi, dissert, jus, dan beberapa lagi yang entah apa itu karena tidak pernah menonton Tv dan apalagi memegang ponsel selama dirinya hidup hingga saat ini.

Ovin makan dengan lahap karena baru kali ini bisa makan enak lagi setelah sekian lamanya.

" Kenapa tadi kamu berjalan sendirian di tengah hujan? " tanya sang kakek, perlahan mulai menginterogasi gadis kecil yang baru saja dia temukan di tengah jalan tadi.

"............" Ovin berhenti makan setelah mendengar pertanyaan itu.

" Aku ganti pertanyaannya, dimana ayahmu? "

" ..........." Ovin masih saja terdiam.

Sang kakek hanya tertawa geli karena tidak bisa membujuk gadis kecil yang dibawanya angkat bicara.

" Bagaimana keadaan ibumu? Apa Ibumu baik-baik saja? "

Awalnya Ovin membuat raut sedih, ia meletakkan sendok serta pisaunya di atas piring lalu minum jus segar yang dibuat pelayan tadi.

" Ibu baik-baik saja. "

" Tapi kenapa wajahmu sedih? Bilang pada kakek."

" Yah....ini bukan hal yang harus di rahasiakan. Ibu sudah baik-baik saja di alam sana. " jarinya telunjuknya menunjuk ke atas. Lalu tangan kanannya mengambil garpu dan menancapkannya ke daging sapi yang dibuat menjadi stiek.

" Kalau kakek boleh tahu, siapa nama ibumu? "

" Liyandra "

'Dugaanku benar, wajah anak ini mirip dengan ibunya sekaligus Liyandra itu adalah anakku. Jadi dia sudah berangkat dulu ketimbang aku, aih....anak durhaka ini.' Pikir pria tua ini. " Apa kamu mau tinggal bersama kakek?" Tawarmya.

" Tapi aku tidak kenal dengan kakek. " Jawab Ovin dengan singkat seraya membuat ekspresi bingung.

" Nah itu sudah kenal, aku adalah kakek. Yaitu kakekmu." Jawab Kakek ini dengan senyuman lemah, karena tidak menyangka akan menemukan cucunya dalam kondisi yang seperti itu, ditambah lagi Liyandra sudah lebih dulu pergi, sesaat hatinya jadi bertambah sakit saat cucunya ternyata tidak diurus dengan benar sampai berjalan sendirian di bawah hujan.

" A....pa? " Ovin tentu saja terkekut, sedang makan enak tapi diberikan pengakuan bahwa dirinya adalah cucu dari kakek itu? 'Kakek? dan rumah besar ini berarti miliknya.' Menjeling ke segala tempat.

Ada banyak barang mahal, bermacam-macam senjata yang di pasang di dinding sebagai dekorasi. Dan semua yang ada disini adalah milik dari pria tua itu?

Terpopuler

Comments

Matahari

Matahari

untung ovin ketemu sama kakeknya

2023-01-31

1

Anita

Anita

Sabarlah Ovin, aku mengerti penderitaan mu 🥲

2023-01-31

1

𝓜𝓪𝔀𝓪𝓻

𝓜𝓪𝔀𝓪𝓻

Rasa nya, di sini permulaan perubahan hidup Ovin.

2022-11-16

0

lihat semua
Episodes
1 01 : PUM , Ovin & Franz
2 02 : PUM, Kemarahan Franz
3 03 : PUM, Terjebak karena mereka.
4 04 : PUM , Ciuman yang salah
5 05 : PUM , Pesta
6 06 : PUM, Jebakan Yang Salah
7 07 : PUM , Pertemuan Keluarga
8 08 : PUM , Kejahilan Erin
9 09 : PUM : Rahasia Besar Franz
10 10 : PUM : Kembali Kerumah
11 11 : PUM : Cepat
12 12 : PUM : Rahasia dia
13 13 : PUM : Opium
14 14 : PUM : Amarah
15 15 : PUM : Kegagalan
16 16 : PUM : Masa kelam
17 17 : PUM : Masa lalu yang kelam (2)
18 18 : PUM : Kembali ke kenyataan.
19 19 : PUM : Kelelahan
20 20 : PUM : Ujian
21 21 : PUM : Meretas
22 22 : PUM : Demam
23 23 : PUM : Bar
24 24 : PUM : Sean
25 25 : PUM : Hampir
26 26 : PUM : Kontrol
27 27 : PUM : Jerry
28 28 : PUM : Perasaan
29 29 : PUM : Kata ini
30 30 : PUM : Tidak rela?
31 31 : PUM : Perhatian
32 32 : PUM : Franz dan Ovin ketahuan
33 33 : PUM : Karena Balas budi
34 34 : PUM : Posisi
35 35 : PUM : Balas dendam?
36 36 : PUM : Pengungkapan perasaan lagi
37 37 : PUM : Pencegahan
38 38 : PUM : Jarak
39 39 : PUM : Hati ini
40 40 : PUM : Menemukan
41 41 : PUM : Jarak
42 42 : PUM : Dibawah Hujan
43 43 : PUM : Dua berduaan
44 44 : PUM : Debatan Rangsang
45 45 : PUM : Insiden
46 46 : PUM : Hilangnya akal
47 47 : PUM : Dibawah suhu dingin ada kehangatan
48 48 : PUM : Hasil dari insiden.
49 49 : PUM : Gairah bersama
50 50 : PUM : Aset
51 51 : PUM : Besama
52 52 : PUM : Teriakan perasaan kecewa
53 53 : PUM : Jatuh
54 54 : PUM : Pikiran Dan Perasaan
55 55 : PUM : Skandal
56 56 : PUM : Karena Ovin
57 57 : PUM : Klarifikasi
58 58 : PUM : Ovn >< Bella
59 59 : PUM : Ovin >< Bella (Part 2)
60 60 : PUM : Tenggelam
61 61 : PUM : Kepanikan
62 62 : PUM : Penyelamatan
63 63 : PUM : Akhir dari Ovin
64 64 : PUM : Karena Ovin.
65 65 : PUM : Rumah sakit
66 66 : PUM : Sean menginap
67 67 : PUM : Marah
68 68 : PUM : Racau
69 69 : PUM : Rasa sakit
70 70 : PUM : Timun
71 71 : PUM : Perempuan ini
72 72 : PUM : Hantaman
73 73 : PUM : Kemarahan yang terlampiaskan
74 74 : PUM : Hasutan
75 75 : PUM : Perasaan sedih ini
76 76 : PUM : Kejaran
77 77 : PUM : Vin-vin
78 78 : PUM : Perasaan di bawah hujan
79 79 : PUM : Di tengah hujan yang dingin
80 80 : PUM : Istimewa
81 81 : PUM : Dipaksa berdua
82 82 : PUM : Tinggalkan
83 83 : PUM : Tanggung jawab
84 81 : PUM : Bangun
85 82 : PUM : Pikiran
86 86 : PUM : Tujuan Chade.
87 87 : PUM : Gagal total
88 88 : PUM : Ruby
89 89 : PUM : Mereka semua
90 90 : PUM : Hadiah
91 91 : PUM : Sisi lain
92 92 : PUM : Pesan.
93 93 : PUM : Misiku?
94 94 : PUM : Rencananya
95 95 : PUM : Pemberesan
96 96 : PUM : Balasan
97 97 : PUM : Butuh stimulan
98 98 : PUM : Perasaan cemburu
99 99 : PUM : Syarat 5 tahun
100 100 : PIM : Wasiat
101 101 : PUM : Egois
102 102 : PUM : Tautan perasaan
103 103 : PUM : Ingin lebih
104 104 : PUM : Keinginan
105 105 : PUM : Lemparan
106 106 : PUM : Ketahuan
107 107 : PUM : Alasan dari perasaan
108 108 : PUM : Kenyamanan
109 109 : PUM : Gagal karena ...
110 110 : PUM : Perpustakaan
111 111 : PUM : Iri
112 112 : PUM : Permintaan
113 113 : PUM : Kenapa
114 114 : PUM : Pertemuan malam
115 115 : PUM : Pikiran Frustasi
116 116 : PUM : Kesempatan
117 117 : PUM : Ratu Lebah
118 118 : PUM : Cemburu
119 119 : PUM : Milikku
120 120 : PUM : Jujur
121 121 : PUM : Malam
122 122 : PUM : Ingin
123 123 : PUM : Pakaian
124 124 : PUM : Masak.
125 125 : PUM : Hadiah kecil Chade
126 126 : PUM : Rebutan
127 127 : PUM : Menuju kencan bersama
128 128 : PUM : Ungkapan Rasa
129 129 : PUM : Pergi kencan?
130 130 : PUM : Kamar
131 131 : PUM : Karena Rambut
132 132 : PUM : Perjalanan
133 133 : PUM : Pertemuan
134 134 : PUM : Pertemuan Yang Menyakitkan
135 135 : PUM : Berdua
136 136 : PUM : Calon Ibu
137 137 : PUM : Ayah Ibu
138 138 : PUM : Ayah Ibu (2)
139 139 : PUM : Eldo
140 140 : PUM : Meleset
141 141 : PUM : Kejar di kejar
142 142 : PUM : Rencana Milik Ovin
143 143 : PUM : Kendali
144 144 : PUM : Tujuan lain.
145 145 : PUM : Pelukan & Bintang
146 146 : PUM : Awal Liburan
147 147 : PUM : Permulaan Rencana Ny. Jane
148 148 : PUM : Ovin di ...
149 149 : PUM : Franz Panik
150 150 : PUM : Ovin di bawah tekanan
151 151 : PUM : Ketahuan?
152 Istri Simpanan Tuan Muda Arvin
153 PUM S2
154 Prolog PUM S2
155 PUM : Akhir Cintanya Adalah Kematian
156 PUM : Perasaan
157 PUM : Tuan Owl
158 PUM : Si Misterius
159 PUM Nafas
160 Dalang Pembuat Cemburu
161 PUM : Bukan Sepupu Bukan Pelayan, lalu siapa?
162 PUM : Cemburu
163 PUM : Mencoreng wajah sendiri
164 PUM : Abelson
165 PUM : Debat
166 PUM : Foto
167 PUM : Amarahnya
168 PUM : Ciuman yang tidak berkah
169 PUM : Kepergian
170 PUM : Kepergian 2
171 PUM : Hutang
172 PUM : Keluarga
173 PUM : Rusuh
174 PUM : Tangisan
175 PUM : Berandai
176 PUM : Oktavin
177 PUM : Perwakilan
178 Pum : Kecelakaan Tunggal
179 PUM : Semakin Panas
180 PUM : Air Cinta?
181 Tilangan Cinta
182 PUM : Tumbang
183 PUM : Jerry
184 PUM : Penculikkan
185 PUM : Calluella
186 PUM : Melepaskan Ikatan
187 PUM : Curhatan
188 PUM : Peti Mati
189 PUM : Misi Bersama
190 PUM : Pertemuan Sejoli
191 PUM : Hidup Berdua
192 PUM : Tamu
193 PUM : Bergilir
194 PUM : Ethan
195 PUM : Selingkuh
196 PUM : Tawaran Cerai
197 PUM : Sendok Perak
198 PUM : Penyusup
199 PUM : Iblis
200 PUM : Gawat Darurat
201 PUM : Aliansi Pernikahan
202 Kesempatan Janda Muda
203 Keinginan Membunuhnya
204 Serobot
Episodes

Updated 204 Episodes

1
01 : PUM , Ovin & Franz
2
02 : PUM, Kemarahan Franz
3
03 : PUM, Terjebak karena mereka.
4
04 : PUM , Ciuman yang salah
5
05 : PUM , Pesta
6
06 : PUM, Jebakan Yang Salah
7
07 : PUM , Pertemuan Keluarga
8
08 : PUM , Kejahilan Erin
9
09 : PUM : Rahasia Besar Franz
10
10 : PUM : Kembali Kerumah
11
11 : PUM : Cepat
12
12 : PUM : Rahasia dia
13
13 : PUM : Opium
14
14 : PUM : Amarah
15
15 : PUM : Kegagalan
16
16 : PUM : Masa kelam
17
17 : PUM : Masa lalu yang kelam (2)
18
18 : PUM : Kembali ke kenyataan.
19
19 : PUM : Kelelahan
20
20 : PUM : Ujian
21
21 : PUM : Meretas
22
22 : PUM : Demam
23
23 : PUM : Bar
24
24 : PUM : Sean
25
25 : PUM : Hampir
26
26 : PUM : Kontrol
27
27 : PUM : Jerry
28
28 : PUM : Perasaan
29
29 : PUM : Kata ini
30
30 : PUM : Tidak rela?
31
31 : PUM : Perhatian
32
32 : PUM : Franz dan Ovin ketahuan
33
33 : PUM : Karena Balas budi
34
34 : PUM : Posisi
35
35 : PUM : Balas dendam?
36
36 : PUM : Pengungkapan perasaan lagi
37
37 : PUM : Pencegahan
38
38 : PUM : Jarak
39
39 : PUM : Hati ini
40
40 : PUM : Menemukan
41
41 : PUM : Jarak
42
42 : PUM : Dibawah Hujan
43
43 : PUM : Dua berduaan
44
44 : PUM : Debatan Rangsang
45
45 : PUM : Insiden
46
46 : PUM : Hilangnya akal
47
47 : PUM : Dibawah suhu dingin ada kehangatan
48
48 : PUM : Hasil dari insiden.
49
49 : PUM : Gairah bersama
50
50 : PUM : Aset
51
51 : PUM : Besama
52
52 : PUM : Teriakan perasaan kecewa
53
53 : PUM : Jatuh
54
54 : PUM : Pikiran Dan Perasaan
55
55 : PUM : Skandal
56
56 : PUM : Karena Ovin
57
57 : PUM : Klarifikasi
58
58 : PUM : Ovn >< Bella
59
59 : PUM : Ovin >< Bella (Part 2)
60
60 : PUM : Tenggelam
61
61 : PUM : Kepanikan
62
62 : PUM : Penyelamatan
63
63 : PUM : Akhir dari Ovin
64
64 : PUM : Karena Ovin.
65
65 : PUM : Rumah sakit
66
66 : PUM : Sean menginap
67
67 : PUM : Marah
68
68 : PUM : Racau
69
69 : PUM : Rasa sakit
70
70 : PUM : Timun
71
71 : PUM : Perempuan ini
72
72 : PUM : Hantaman
73
73 : PUM : Kemarahan yang terlampiaskan
74
74 : PUM : Hasutan
75
75 : PUM : Perasaan sedih ini
76
76 : PUM : Kejaran
77
77 : PUM : Vin-vin
78
78 : PUM : Perasaan di bawah hujan
79
79 : PUM : Di tengah hujan yang dingin
80
80 : PUM : Istimewa
81
81 : PUM : Dipaksa berdua
82
82 : PUM : Tinggalkan
83
83 : PUM : Tanggung jawab
84
81 : PUM : Bangun
85
82 : PUM : Pikiran
86
86 : PUM : Tujuan Chade.
87
87 : PUM : Gagal total
88
88 : PUM : Ruby
89
89 : PUM : Mereka semua
90
90 : PUM : Hadiah
91
91 : PUM : Sisi lain
92
92 : PUM : Pesan.
93
93 : PUM : Misiku?
94
94 : PUM : Rencananya
95
95 : PUM : Pemberesan
96
96 : PUM : Balasan
97
97 : PUM : Butuh stimulan
98
98 : PUM : Perasaan cemburu
99
99 : PUM : Syarat 5 tahun
100
100 : PIM : Wasiat
101
101 : PUM : Egois
102
102 : PUM : Tautan perasaan
103
103 : PUM : Ingin lebih
104
104 : PUM : Keinginan
105
105 : PUM : Lemparan
106
106 : PUM : Ketahuan
107
107 : PUM : Alasan dari perasaan
108
108 : PUM : Kenyamanan
109
109 : PUM : Gagal karena ...
110
110 : PUM : Perpustakaan
111
111 : PUM : Iri
112
112 : PUM : Permintaan
113
113 : PUM : Kenapa
114
114 : PUM : Pertemuan malam
115
115 : PUM : Pikiran Frustasi
116
116 : PUM : Kesempatan
117
117 : PUM : Ratu Lebah
118
118 : PUM : Cemburu
119
119 : PUM : Milikku
120
120 : PUM : Jujur
121
121 : PUM : Malam
122
122 : PUM : Ingin
123
123 : PUM : Pakaian
124
124 : PUM : Masak.
125
125 : PUM : Hadiah kecil Chade
126
126 : PUM : Rebutan
127
127 : PUM : Menuju kencan bersama
128
128 : PUM : Ungkapan Rasa
129
129 : PUM : Pergi kencan?
130
130 : PUM : Kamar
131
131 : PUM : Karena Rambut
132
132 : PUM : Perjalanan
133
133 : PUM : Pertemuan
134
134 : PUM : Pertemuan Yang Menyakitkan
135
135 : PUM : Berdua
136
136 : PUM : Calon Ibu
137
137 : PUM : Ayah Ibu
138
138 : PUM : Ayah Ibu (2)
139
139 : PUM : Eldo
140
140 : PUM : Meleset
141
141 : PUM : Kejar di kejar
142
142 : PUM : Rencana Milik Ovin
143
143 : PUM : Kendali
144
144 : PUM : Tujuan lain.
145
145 : PUM : Pelukan & Bintang
146
146 : PUM : Awal Liburan
147
147 : PUM : Permulaan Rencana Ny. Jane
148
148 : PUM : Ovin di ...
149
149 : PUM : Franz Panik
150
150 : PUM : Ovin di bawah tekanan
151
151 : PUM : Ketahuan?
152
Istri Simpanan Tuan Muda Arvin
153
PUM S2
154
Prolog PUM S2
155
PUM : Akhir Cintanya Adalah Kematian
156
PUM : Perasaan
157
PUM : Tuan Owl
158
PUM : Si Misterius
159
PUM Nafas
160
Dalang Pembuat Cemburu
161
PUM : Bukan Sepupu Bukan Pelayan, lalu siapa?
162
PUM : Cemburu
163
PUM : Mencoreng wajah sendiri
164
PUM : Abelson
165
PUM : Debat
166
PUM : Foto
167
PUM : Amarahnya
168
PUM : Ciuman yang tidak berkah
169
PUM : Kepergian
170
PUM : Kepergian 2
171
PUM : Hutang
172
PUM : Keluarga
173
PUM : Rusuh
174
PUM : Tangisan
175
PUM : Berandai
176
PUM : Oktavin
177
PUM : Perwakilan
178
Pum : Kecelakaan Tunggal
179
PUM : Semakin Panas
180
PUM : Air Cinta?
181
Tilangan Cinta
182
PUM : Tumbang
183
PUM : Jerry
184
PUM : Penculikkan
185
PUM : Calluella
186
PUM : Melepaskan Ikatan
187
PUM : Curhatan
188
PUM : Peti Mati
189
PUM : Misi Bersama
190
PUM : Pertemuan Sejoli
191
PUM : Hidup Berdua
192
PUM : Tamu
193
PUM : Bergilir
194
PUM : Ethan
195
PUM : Selingkuh
196
PUM : Tawaran Cerai
197
PUM : Sendok Perak
198
PUM : Penyusup
199
PUM : Iblis
200
PUM : Gawat Darurat
201
PUM : Aliansi Pernikahan
202
Kesempatan Janda Muda
203
Keinginan Membunuhnya
204
Serobot

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!