12.

Clek.

Jasmine akhirnya tiba di kamarnya lalu perempuan itu dibantu kepala pelayan membawa semua barang-barangnya ke dalam kamar.

Setelah itu, sang kepala pelayan pergi meninggalkan kamar Jasmine sementara Jasmine mengunci pintu kamarnya dan membereskan barang-barangnya ke dalam lemari.

Lalu tiba-tiba, dia menatap ke meja rias dan terkejut melihat ada perubahan barang-barang yang ia susun di sana.

Dia merasa aneh dengan hal itu, namun ketika dia memikirkannya lagi, maka Jasmine berpikir kepala pelayanlah yang melakukannya karena sempat datang ke tempat itu untuk mengambil barang-barangnya ketika dia ada di rumah sakit.

Jasmine mengabaikannya dan dia terus membereskan semua barang-barangnya sampai semuanya selesai.

Tok tok tok...

Jasmine membuka pintu kamar dan mendapati ternyata yang ada di depan ialah Feni yang sedang menggendong bayinya.

Karena trauma dengan perempuan itu, maka Jasmine enggan keluar dari kamar dan dia hanya berdiri di dalam kamarnya sambil memegang pintu yang setengah terbuka.

"Kakak ke-5, apakah ada yang bisa kubantu?" Tanya Jasmine dengan hati-hati meski Sebenarnya dia tidak ingin membantu apapun yang menyangkut perempuan itu.

"Ahh iya, Ini sudah waktunya bagi bayiku untuk minum susu, bisakah kau membantuku membuatkan susu untuknya?" Tanya Feni langsung membuat Jasmine kebingungan di tempatnya karena dia tidak mau Jika dia sampai dituduh lagi mencelakai bayi itu.

"Itu, Aku tidak tahu cara membuat susu untuk anak kecil," ucap Jasmine yang memang selama ini dia belum pernah membuat susu untuk seorang anak-anak.

Feni tersenyum, "kalau begitu sekarang kau harus belajar untuk membuat susu karena sebentar lagi kau juga akan memiliki seorang anak bayi sepertiku. Pergilah ke dapur dan ikuti petunjuk yang ada di bungkus susunya." Ucap Feni lalu perempuan itu berbalik pergi meninggalkan Jasmine.

Jasmine yang berdiri di tempatnya kebingungan dengan ucapan perempuan itu bahwa sebentar lagi dia akan memiliki seorang bayi.

Tetapi Jasmine berusaha berpikir positif bahwa mungkin apa yang dikatakan oleh Feni adalah sebuah doa, jadi perempuan itu kemudian keluar dari kamar dan pergi ke dapur.

"Nyonya," seorang pelayan yang ada di sana berbicara pada Jasmine.

"Ahh, itu, bisakah kau membuatkan susu untuk bayi dari kakak ke-5?" Tanya Jasmine yang tentunya dia tidak ingin lagi masuk ke jebakan Feni.

Sang pelayan menganggukkan kepalanya, "tentu," ucap perempuan itu segera berjalan ke lemari penyimpanan susu.

"Itu, nanti setelah kau membuatnya bawakan lah ke kamar Kakak ke-5, aku akan pergi ke taman untuk berjalan-jalan." Ucap Jasmine langsung diangguki oleh sang pelayan lalu Jasmine kemudian pergi ke taman untuk berjalan-jalan.

Dia kemudian memetik beberapa bunga untuk ia rangkai di dalam kamarnya, namun dia terkejut ketika salah seorang pria tiba-tiba saja mendatanginya.

Jasmine mengenali pria itu sebagai anak pertama dari keluarga Barada, dan pria itu memiliki tanggung jawab untuk mengelola perusahaan luar negeri jadi hanya kembali ke rumah 6 bulan sekali.

"Kakak ipar," ucap Jasmine melemparkan senyuman pada pria itu meski Sebenarnya dia takut pada pria itu.

Meski dia tidak tahu apa niat sebenarnya, namun traumanya terhadap Feni membuatnya merasa bahwa dia harus lebih berhati-hati berhadapan dengan orang-orang yang ada di rumah tersebut.

"Kau sedang memetik bunga," ucap pria yang bernama Darson.

"Ah, iya," jawab Jasmine sembari melihat bunga di tangannya.

"Maukah kamu menemaniku untuk berjalan-jalan sebentar?" Tanya Darson langsung mengejutkan Jasmine, namun dia juga tidak enak untuk menolak permintaan pria itu, jadi Jasmine kemudian menganggukkan kepalanya lalu dia kemudian melangkah bersama Darson mengelilingi taman di rumah itu.

Dari balkon lantai 2, tuan besar memperhatikan kedua orang itu dan pria itu tersenyum melihat Jasmine yang akhirnya memiliki seseorang yang mau mengajaknya untuk berbicara.

Tetapi, pria itu terkejut ketika tiba-tiba saja dia melihat Darson malah menarik Jasmine secara paksa ke arah sebuah gudang yang terletak tak jauh dari tempat itu.

"Mmhh...!!! Mmhh!!!" Jasmine meronta-ronta ditarik oleh pria itu dan dia sangat terkejut ketika dia dilemparkan ke dalam gudang lalu Darson kemudian mengunci pintu gudang.

"Apa yang kau lakukan??" Tanya Jasmine dengan cepat berdiri dan berlari menjauhi pria itu.

"Aku hanya ingin bersenang-senang denganmu sebentar," ucap Darson.

@info

Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️

Terpopuler

Comments

tata 💕

tata 💕

Y ampun thor ini keluarga stres semua apa y?? Pantes aja kakek dan suaminya bikin siasat, gilingan gilingan

2022-11-12

1

$uRa

$uRa

banyak sekali orang jahat di rumah itu

2022-11-06

0

💮Aroe🌸

💮Aroe🌸

kurang ajar si darsono😤 untung kakek liat

2022-11-05

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!