¹³UFB

Deruman motor ber-Cc tinggi yang menggema di sisi tempat temaram tersebut tampak menambah meriah suasana. Tempat dengan sumber penerangan hanya berupa lampu taman yang tersebar dibeberapa titik itu menjadi tempat yang dihinggapi puluhan pemuda yang tumpah ruah ke jalanan. Mereka sibuk di jalanan, menonton, memberikan support, ataupun sekedar mengatur para jagoan mereka yang akan segera bertanding.

Arena paling terkenal untuk melangsungkan balapan liar itu biasa disebut Area Fifty-one. Tempat yang tidak pernah luput dari keramaian, apalagi di tiap malam tertentu seperti saat ini. Ketika sebuah event di adakan, akan ada banyak anak muda berkumpul di area ini. Mereka berkumpul layaknya semut yang berkerumum saat menemukan gula.

Event balap liar sering dilakukan pada malam hari dan biasanya ada sosok yang memberi aba-aba untuk melakukan start. Kalau di film-film Hollywood bertemakan balapan, pemberi aba-aba ini adalah seorang perempuan dengan pakaian seksi. Sedangkan di area Fifty-one ada ada seorang gadis berpakaian minim bahan berdiri di tengah tengah jalan. Memegang sebuah bendera, mengibaskan nya beberapa kali, memberikan instruksi jika sebentar lagi balapan liar yang mereka ikuti akan segera dimulai.

"Ta, lo yakin?"

Pemuda dengan helm full face berwarna hitam itu menjawab singkat, "Hm."

"Jangan gegabah Ta, Alexander juga turun di event kali ini."

"Lo ngeraguin gue, Lib?"

Libra menelan saliva susah payah. Ia bukan meragukan kemampuan sang Leader, hanya saja ia bercermin pada insiden beberapa bulan yang lalu. Pada insiden naas itu sang leader terluka cukup parah.

"Tenang, gue nggak bakal mati semudah itu."

Libra mengangguk. Ia juga tahu alasan apa yang membuat sang Leader kembali turun ke jalan. Semua itu dilakukanya demi menangani krisis keuangan organisasi.

"Hati-hati, gue yakin lo nggak bakal mati semudah itu," ujar Libra sambil menepuk bahu sang leader.

Ia kemudian kembali ke atas motornya, siap menyalakan batang nikotin untuk menemani dirinya nonton balapan.

Pada balapan liar kali ini, Alexander ketua geng PIONIX juga ikut turun ke lapangan tanpa perwakilan. Sama halnya seperti Arga yang turun tangan dengan ambisi besar untuk meraih kemenangan, Alexander rupanya juga memiliki ambisi besar untuk keluar sebagai pemenang.

"Lo yakin Arga bakal menang?"

"Of course."

"Mereka nggak main curang lagi 'kan?"

"Nggak ada jaminan. Tapi, gue nggak yakin seratus persen kalau balapan kali ini bersih," timpal Orion. Netranya memandang jajaran para pembalap yang tengah bersiap-siap.

"Kalau Arga menang kita bisa dapet tambahan duit, dua juta dari supporter."

"Taruhan?"

Orion mengangguk. Balapan liar seperti ini tidak akan pernah lepas dari yang namanya taruhan. Para petaruh biasanya memasang tarif tinggal untuk jagoan yang mereka unggulkan. Siapa yang jadi pemenang tentunya akan mendapatkan hadiah tambahan dari taruhan tersebut. Hadiahnya juga lumayan, bias berupa uang cash, spareparts, sampai seorang perempuan untuk diajak kencan semalam.

"Mereka bertaruh kalau Arga bakal menang lagi."

"Kalau kalah?" Sela suara familiar yang langsung membuat Orion dan Libra menoleh.

"Kaget banget lihatnya, gue 'kan cuma nanya." Kekeh pemuda berambut ikal tersebut.

"Arga pasti menang," sengit Libra.

"Bisa jadikan Alex yang menang," sahut lawan bicaranya sambil menepuk bahu Libra kelewat santai.

Libra tetap bersikukuh. "Nggak, leader gue yang bakal menang!"

"Kita lihat aja nanti," imbun pemuda bernama Gray tersebut, salah satu anggota PIONIX. Salah satu kaki-tangan Alexander.

Suara riuh kendaraan yang mulai menggema, mengambil alih perhatian. Seiring dengan kibasan terakhir bendera yang dibawa gadis berpakaian terbuka di tengah arena, satu per satu para pembalap mulai melesat membelah jalanan dengan kecepatan di atas rata-rata.

Motor CBR250RR hitam dengan ukiran nama Arganta terlihat melesat di urutan paling depan, disusul oleh motor merah bergradasi emas dan silver yang mulai mencuri start. Motor merah itu milik Alexander yang tampak berambisi mengejar Arga

Balapan semakin memanas saat banyak pembalap yang mulai berguguran ditikungan. Minim istilah balapan bersih jika sudah turun ke area Fifty-one. Semua pihak merasa dirinya raja jalanan, belum lagi adanya taruhan yang menggiurkan tentu saja membuat jiwa-jiwa para pemburu kemenangan memberontak. Hasrat untuk keluar sebagai pemenang kemudian memacu mereka untuk menghalalkan segala cara.

"Ck, sial*n!" geram Arga saat memasuki lap terakhir.

Di awal balapan ia memang merasa ada yang aneh dengan motornya. Di putaran terakhir mulai lah ia sadar apa yang sebenarnya salah. Ternyata tangki bensinnya bocor, kini kondisi bahan bakarnya sudah hampir menipis. Padahal tadi saat mengecek kendaraannya, tidak ada masalah apapun.

"Siap-siap kalah," teria pengemudi motor berwarna merah yang baru saja menyalip.

Arga mengerang marah. Ia tidak boleh gegabah, lantas berujung kalah. Adanya event ini membawa angin segar untuk keuangan organisasi.

Bukan Arganta Natadisastra namanya, jika harus mengalah kepada keadaan. Nasib yang sudah saja masih bisa diubah jika ada kemauan serta niat untuk bersungguh-sungguh.

Arga memutar otak, memacu motornya dengan kecepatan tanpa batas saat menyalip motor yang dikendarai Alexander serta dua pembalap lainya. Ia bisa melihat garis finis dari sini. Jika ia membaca kendaraan lebih cepat dari yang lain, besar kemungkinan untuk menang sebelum bahan bakarnya benar-benar terkuras habis.

Bunyi lengkingan peluit serta kibasan bendera menjadi akhir dari segalanya. Banyak yang bersorak saat jagoan mereka meraih posisi yang diharapkan. Sebagian lagi harus merasakan kecewa, karena jagoannya tidak dapat meraih kemenangan.

"Shitt!" umpat pemuda yang baru melepaskan helm full face merahnya. Membiarkan bias wajah rupawannya terlihat dunia.

"Lex, are you okay?" tanya salah satu temannya yang datang menghampiri.

"Anj*ng, gue kalah start lagi," emosinya, saat dirinya terpaksa harus merasa puas dengan posisi kedua.

"Santai aja Lex, yang penting lo selamat."

"Bangs*t. Padahal tadi gue hampir aja menang." Alexander berdecak. Laki-laki rupawan beranting-anting itu tersenyum kecut jika mengingat kesengitan di garis finis.

"Tuh, 'kan emosian. Nanti cepat tuir lo," sindir Libra yang baru saja mendekat.

"Apa lo setan?" Gray, kaki-tangan Alexander ikut terpancing emosi.

"Jangan sok-sokan makanya, Tuhan nggak suka tuh sama orang orang ya suka belagu."

Orion yang ada berdiri di samping Libra tidak berniat melerai sedikit pun. Toh, untuk apa juga melerai, sesekali para anggota PIONIX memang perlu diberi wejangan.

"Bicara apa lo barusan?!"

"Tau ah, budeg si," cibir Libra. Ia kemudian berlalu begitu saja bersama Orion.

Alexander menggeram marah melihat siapa yang malam ini keluar sebagai pemenang. Lihatlah, sekarang laki-laki itu sedang diberondong ucapan selamat.

"Kita cabut!" instruksi nya. Sedetik kemudian ia mulai memacu kuda besinya dengan kecepatan tinggi. Meninggalkan Area Fifty-one yang tengah menyambut gembira pemenang yang keluar malam ini.

Arga sudah cukup lama vakum dari dunia balap liar, karena sempat mengalami cidera yang cukup fatal. Kini ia kembali menguasai podium sebagai pemenang yang sesungguhnya.

"Spareparts nya bisa diambil sekarang?"

"Bisa, tapi kita harus nunggu dulu."

Arga mengangguk. Ia menyerahkan sisanya pada Orion dan Libra.

"Gue balik duluan, lo berdua urus sisanya."

"Oke."

Arga kemudian bergegas memacu kuda besinya setelah berpamitan. Meninggalkan area Fifty-one, hendak menjangkau suatu tempat.

Tiba ditempat tujuan, Arga langsung memarkirkan kendaraannya dengan apik. Parkiran tempat itu terbilang sepi, mungkin karena sudah waktunya tutup. Dengan langkah lebar ia memasuki tempat Caffe tersebut. Sudah seminggu ia tidak bertandang ke sana. Selama itu pula, cafe dikelola oleh Nindi dan anak-anak lainya.

"Buahahaa... polongo polongo olongkoh, ondohnyo hahaha..." suara tawa yang menggema dari arah dapur menyapu indra pendengaran Arga saat pertama kali memasuki cafe.

Area utama cafe tampak sudah sepi. Mungkin karena para staf tengah berkumpul di area belakang, tempat khusus staf, di dekat dapur lebih tepatnya.

"Giliran lo Nar." Terdengar suara yang cukup Familiar ditelinga Arga dari arah sana.

"Aku?"

"Iya lah, maka si Iki."

"Ok, gimana rules nya?"

Seorang pemuda membuka gulungan kertas kecil di tangganya. "Tunjukkan pose ter-imut lo."

"Hmm, imut ya." Gadis bercempol tampak berpikir untuk sejenak.

"Gini, ya?" Ia menangkup kedua pipinya sambil memejamkan mata. Membuat pose se-imut mungkin, seperti rules yang dimaksud.

"Kurang!"

"Kurang apa?" bingung Nara seraya mengerjapkan mata.

"Kurang manis!"

"Eh, kurang manis? bukannya disuruh imut?" bingung Nara.

"Tambahin gula aja gih, biar manisnya pas. Sesuai takaran," sahut Iki. "Kalau kemanisan, takutnya lo pada diabetes."

"Hahaha...."

Tidak lama kemudian suara tawa kembali terdengar. Arga berjalan kian mendekat, melangkah kaki memasuki ruangan yang pintunya terbuka lebar. Onyx hitamnya langsung menangkap pemandangan di ruangan tersebut.

Suara tawa yang berbaur dengan lerai lirih seorang gadis. Itu jelas-jelas bukan suara Nindi, karena Arga yakin jika Nindi sudah pulang semenjak cafe tutup. Hanya ada satu nama yang terlintas di kepalanya. Itu suara milik Aleanska Nara.

Benar saja, gadis yang menggunakan sweeter coklat muda sebagai outher itu tengah berada di antara para laki-laki. Rupanya mereka bukan sedang bermain-main, melainkan tengah berjibaku dengan bahan masakan sambil sesekali melemparkan gurauan yang mengundang gelak tawa.

"Terus ini dagingnya dikasih apa lagi, Kak?"

"Lada hitam, terus masukin ke dalam wadah baru. Jangan lupa ditutup sama plastik biar bumbunya meresap, Nar. Besok jadi gampang pas manggang."

Gadis itu tampak antusias kala mengangguk. "Oke." 

Bahan masakan yang diolah di cafe ini memang fresh. Semua ditanam secara organik, jadi bebas dari pestisida berbahaya.

Mereka terkadang memanennya di pagi hari atau di malam hari seperti saat ini. Kemudian, mereka juga biasanya mempersiapkan olahan rumit lainya dari malam hari, supaya ketika esok ada yang memesan, bahan baku utama sudah siap masak.

"Lo gak mau pulang Nar? udah mau jam setengah sepuluh."

"Iya, sebentar lagi," jawab gadis yang tengah sibuk memasukan daging kedalam freezer itu.

"Pulang sendiri?"

"Iya."

"Kalau mau, lo bisa nebeng sama gue," tawar Ibo.

"Gue bawa motor."

"Iwow, modus lo, Bo," sanggah Iki sengit. "Bukanya dibawa pulang, nanti malah dibawa ke KAU lagi."

Dalam kurun waktu seminggu, gadis cantik bermata bening itu berhasil mencuri hati semua orang. Membuat semua orang akrab dan nyaman saat bercengkrama dengan dirinya.

"Pulang sama gue aja, si Vespa masih muat buat boncengan kok," ajak pemuda lain bernama Ezil, menimpali.

"Eh, sama gue aja. Kita 'kan searah."

"Sama gue juga ayok, Nar."

Nara tersenyum tipis mendengar tawaran-tawaran tersebut. Walaupun banyak yang mengajaknya untuk pulang bersama, tetapi Nara selalu menolaknya dengan baik baik.

"Aku pulang sendiri aja, Kak. Takut ngerepotin. Lagian...." belum sempat Nara menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba ada suara lain yang memotong.

"Dia pulang sama gue."

Bukan cuma Nara yang terkejut, lantas menoleh ke arah pintu. Namun, Ibo, Iki, Genta, Ezril serta dua kawan lainnya juga melakukan hal yang sama.

Di ambang pintu, berdiri sosok rupawan yang tengah menyenderkan badannya ke kusen pintu.

Nara menggelengkan kepala dengan sopan. "Aku pulang sendiri, Kak. Tadi aku udah pesan ojek online juga."

"Lo pulang sama gue," tukas Arganta Natadisastra tidak terbantahkan.

...🫐🫐...

...TBC...

...Jangan lupa tinggalkan jejaknya, vote, komentar untuk mengoreksi typo, like, rate bintang 🌟 lima, follow Author, share, tabur bunga sekebon 💐💐...

...Tanggerang 11-11-22...

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

Arga manly banget

2024-05-22

0

Rhayati Yati

Rhayati Yati

panjang bgt namanya panggil aj Arga

2022-11-16

1

💕Erna iksiru moon💕

💕Erna iksiru moon💕

idih maksa🤭suka bilang bosss😁kayanya nanti teman2nya Arga bakal nyadar kalo Arga tuh tertarik sm Nara

2022-11-11

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!