Cuaca yang cerah di Rabu siang itu. Seluruh warga SMA Angkasa tampak memanfaatkan keadaan tersebut dengan aktivitas. Ada yang berlatih cheerleader di lapangan outdoor sambil memberikan support kepada team futsal kebanggan almamater mereka. Ada juga beberapa anak Seni yang tengah berlatih untuk pentas seni yang akan segera berlangsung.
"Kak Arga keren banget deh!" ujar salah seorang siswi yang duduk di tribun terdepan.
"Iya, udah ganteng, old money, most wanted, smart, pintar gocek bola juga, " timpal yang lainya.
Senyuman angkuh terbit di bibir gadis yang berdiri tidak jauh dari mereka. Dengan senyuman angkuh tersebut, ia melewati keduanya dengan santai. Ada rasa bangga ketika nama Arganta dielu-elukan kaum Hawa.
"Him is mine," klaimnya.
"Ck, sok banget sih si Alexa. Mentang-mentang saudara Arganta!" Ketus salah satu dari keduanya.
Gadis cantik itu tak ambil pusing, ia sudah lebih dulu melenggang pergi bersama kedua sahabatnya. Sudah bukan rahasia umum lagi jika sosok tampan yang tengah diperbincangkan adalah miliknya. Semua orang tahu mereka berbagi darah yang sama. Darah Natadisastra.
Pemilik nama Alexandria Natadisastra itu kemudian bergegas mendekat ke arah topik pembicaraan semua orang saat ini.
"Nih, khusus buat kamu." Setelah berkata demikian, ia menyodorkan isotonik water dingin.
Namun, minuman tersebut tidak diterima oleh sang lawan bicara. Alih-alih menerima isotonik water tersebut, Arganta lebih memilih mengambil air mineral dingin yang sudah dipersiapkan oleh Orion.
Ia kemudian melirik ke arah Alexa yang tampak memasang wajah masam.
"Gue benci minuman isotonik!" ujarnya datar, kemudian menenggak air mineral dingin yang telah dibuka.
"Makanya jangan sok tau," Celetuk Iki.
Alexa menatap Iki yang baru saja nyeletuk dengan tajam. Ia kemudian kembali mempersempit jarak di antara dirinya dan Arganta. "Seenggaknya kamu hargain pemberian aku, Ta!"
"Harus banget?"
Alexa mengangguk. "Harus. Aku udah capek-capek beli ini di minimarket buat kamu."
"I'am f*cking don't care," jawab Arganta sekenanya.
"Buahahaa.... lebok sia (makan tuh)," tambah Iki, kegirangan melihat wajah Alexa yang kian masam. Sudah seperti belimbing wuluh saja.
"Pergi. Lo nggak dibutuhkan di sini," usir Arga tanpa perasaan.
Alexa meremas ujung roknya marah. Selain malu, ia juga marah karena Arga selalu saja bersikap seperti ini kepadanya. Belum lagi sikap tema-tema Arga juga sama-sama menyebalkan.
"Aku bakal pergi kalau kamu jelasin soal kemarin."
Arga tampak menautkan kening mendengar ucapan Alexa.
"Kenapa tiba-tiba kamu dekat sama anak kampungan itu?"
"Bukan urusan lo!" Sekarang Arga tahu kemana maksud dari topik pembicaraan Alexa mengarah.
Semenjak kejadian di kantin kemarin, memang ada kabar simpang siur yang sedang jadi buah bibir. Apalagi jika bukan soal interaksi Arga dan Nara.
"Kamu jangan dekat-dekat sama cewek kampungan itu, Ta. Dia itu membawa pengaruh buruk."
Arga menatap Alexa lekat. Onyx hitam miliknya tampak menyeramkan jika dilihat dari dekat.
"Jangan ikut campur. Kalau Lo berani ganggu dia, berarti lo berurusan sama gue."
Arga kemudian berbalik setelah memperingati Alexa.
"Cabut," titahnya, langsung diiyakan oleh kawan-kawannya.
Alexa menatap kepergian Arga dengan perasaan sebal. Kali ini Arga sudah berani mengklaim seorang gadis rendahan, Alexa tentu tidak akan tinggal diam
🫐🫐
Aroma harum nan lezat dari kuah kaldu bercampur bumbu membuat siapapun pasti tergoda untuk menikmatinya.
"Eh anjrit, ngapain lo makan bakso punya gue!"
"Nyicip dikit," Kekeh Iki sambil mengunyah bakso di dalam mulutnya. Benar dugaannya, bukan saja aroma harum nan lezat dari kuah kaldunya yang menggoda, ternyata rasa bakso pun lezat dan nikmat.
"Maen gigit aja. Kalau lo menularkan penyakit gimana?" sewot Libra, si pemilik bakso. Ia lekas melindungi mangkok berisi bakso pesanannya.
"Bibir gue steril, Lib! Gue tuh selalu kumur-kumur sama cairan antiseptik, bukan Listerine lagi. Biar steril dari kuman-kuman nauzubillahi min dzalik."
"Halah bacot, maling mah maling. Udah, nggak usah bersilat lidah."
Iki tertawa ngakak mendengar perkataan Libra. "Segitu nggak ikhlas nya bakso lo dimakan sama gue? nanti gue ganti deh. Dua porsi sekaligus!"
"Nggak usah. Gue masih mampu beli sendiri," ketus Libra.
"Lo berdua kalau mau berisik, mending di luar?" ucap Orion, buka suara.
"Tau, situ tuh yang mulai." Kesal Iki seraya mencomot kwetiau goreng milik Orion.
"Punya tangan yang sopan," komentar Orion setelah memukul tangan Iki yang lancang.
"Maaf, maaf. Tangan gue memang udah biasa gini." Iki terkekeh kecil seraya menangkup kedua tangan di depan dada.
Iki memang anak yang paling tidak bisa diam di antara mereka. Iki bukan tidak punya uang untuk membeli jajan, ia hanya ingin usil saja.
"Eh, lihat arah jarum jam tiga dong guys," kata Iki tiba-tiba.
Arga yang sejak tadi diam saja seraya bermain game online di handphone nya, ikut mengalihkan pandangan ke arah jam tiga. Tidak jauh dari tempat mereka nongkrong, ada dua adik kelas yang menggunakan almamater OSIS SMA Angkasa.
Salah satunya adalah Nara. Nara tampak sibuk mencatat sesuatu di sebuah buku. Jika Arga tebak, gadis bertubuh mungil itu pasti sedang menagih uang kebersihan. Uang kebersihan memang ditarik setiap satu Minggu sekali oleh anak OSIS. Namun, yang membuat kehadiran Nara kali ini mencolok adalah dengan siap ia datang.
Bukan datang bersama rekan sesama seksi bidang atau sekbid, rupanya Nara datang menagih uang kebersihan bersama ketua OSIS SMA Angkasa. Arsena Kaninggaran.
Arsena Kaninggaran sendiri adalah siswa yang terkenal sebagai gold children di SMA Angkasa. Ia siswa yang teladan, taat peraturan, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang baik. Alhasil Arsena menjadi salah satu siswa kesayangan para guru. Arsena juga terkenal dengan sifat yang baik dan bersahabat, kecuali dengan para pembuat onar macam Arga dan kawan-kawan.
"Anjirr, gandengannya ketos, wa," celetuk Iki.
"Bukan sesuatu yang aneh. Dia memang anak OSIS, lagi pula mereka cuma nagih uang kebersihan," sahut Orion santai.
"Oh ya? gue denger-denger sih mereka temen deket. Saking deket nya udah kayak lem sama perangko," tambah Iki, tak mau kalah. Ia cukup banyak memiliki informasi soal Nara beserta teman-temannya.
"Kalau mereka kayak lem sama perangko, apa kabarnya si Alexa yang selalu nempel sama Arga?" Sahut Libra.
di SMA Angkasa siapa sih yang tidak tahu soal Natadisastra sibling. Mereka berdua terkenal karena orang tua mereka adalah orang ternama. Ditambah lagi Arga dan Alexa juga disebut-sebut sebagai sibling goals. Sama-sama rupawan. Namun, sebagai besar siswa dan siswi juga tidak menyukai hubungan darah di antara mereka, karena salah satunya sangat posesif. Siapa lagi jika bukan Alexa.
Alexa memang sangat posesif pada Arga, bahkan berani melabrak siswi yang ketahuan mendekati Arga secara agresif. Sifat posesif Alexa bahkan setara dengan sikap proses seorang kekasih. bahkan lebih.
"Gue udah selesai."
Arga tiba-tiba mendorong kursi, lantas beranjak seraya menyimpan tiga lembar uang pecahan seratus ribu di atas meja. Padahal makanan yang ia beli belum disentuh sama sekali.
"Hari ini gue yang bayar," imbuhnya. Membuat kawan-kawannya langsung bersorak gembira.
Ketika jam istirahat berlangsung, mereka memang selalu berkumpul di satu area. Termasuk di kantin seperti saat ini. Mereka biasa menghabiskan waktu dengan berceloteh ria, makan siang bersama, main game, sampai nonton anime bersama. Semua itu dilakukan tanpa keikutsertaan mahluk bernama perempuan.
Mereka menjunjung tinggi solidaritas di dalam organisasi. Masalah pribadi adalah hal yang bersifat privasi. Jadi, sesuai panji-panji, masalah pribadi tidak boleh dibawa kedalam organisasi.
"Kamu duluan, ya. Aku mau ke toilet dulu," ujar Nara ketika mereka hendak berbelok.
"Kalau gitu aku duluan ya, Nar?"
Nara mengangguk. Iya sudah memberikan buku catatan serta uang kebersihan kepada Arsena yang akan langsung menuju ruang OSIS.
Keduanya kemudian berpisah di belokan koridor. Alea harus pergi ke toilet, karena ingin buang air kecil.
Tidak butuh waktu lama bagi Nara untuk menuntaskan hajatnya, ia kemudian keluar dari toilet sekitar lima menit kemudian. Setelah menagih uang kebersihan, niatnya Nara akan kembali ke kantin bawah untuk sekedar memanfaatkan WiFi gratis yang kapasitasnya lebih kencang. Ia tidak punya kuota internet, jadi harus menggunakan WiFi gratis yang tersedia di sekolah untuk kepentingan belajar serta kepentingan pribadi, seperti streaming serta download anime kesukaannya. Terkadang ia juga suka baca komik online yang update satu Minggu sekali.
Kemungkinan baru besok ia bisa membeli pulsa, kemudian dipaketkan menjadi kuota internet. Mengingat hari ini uangnya belum cukup.
"Astagfirullah."
Nara spontan beristighfar saat menemukan sosok tinggi, tegap, dengan raut wajah datar tepat di depan pintu toilet yang barusan ia buka.
"Kakak sedang apa di sini? ini toilet perempuan, Kak." Nara celingukan sendiri, mencari apakah laki-laki itu datang sendiri atau bersama antek-antek nya.
"Kak?"
Alih-alih menjawab, Nara malah kembali dibuka terkejut kala sang lawan bicara tiba-tiba meraih pergelangan tangannya.
"Gue ada perlu sama lo."
"Ada perlu apa, Kak?"
"Mulai hari ini, Lo harus turutin semua perintah gue."
Nara menautkan kening mendengar ucapan Arga. "Maksud Kakak? Aku bukan pesuruh yang harus patuh sama siapapun."
"Anggap aja begitu," jawab Arga seraya menyeringai tipis. "Lo jadi pesuruh gue."
Nara semakin dibuat kebingungan. Kenapa tiba-tiba ia harus jadi pesuruh?
"Sebagai pesuruh yang tugasnya disuruh-suruh, Lo harus ikutin semua perintah gue."
"Enggak. Aku nggak mau," tolak Nara.
"Ini titah, bersifat memerintah." Arga mendekatkan wajahnya, agar dapat menatap Nara lebih dekat. "Lo sebagai pesuruh harus patuh sama gue. Inget itu."
"Atas dasar apa Kakak klaim aku sebagai pesuruh? Kalau Kakak mengatur hidup aku, itu berarti Kakak merampas hak aku."
Arga tertawa. Tawa kecil yang menurut Nara menyeramkan. "You are mine. You understand?"
Nara menggelengkan kepala. Sebagai tanda jika ia memang tidak mengerti ucapan Arga.
"Nanti juga lo ngerti," ucap Arga seraya melepaskan genggaman tangan mereka.
Ia kemudian melenggang pergi begitu saja setelah mengklaim Nara sebagai pesuruh.
"Dasar aneh?!" gumam Nara kesal sambil menatap kepergian Arga.
...🫐🫐...
...TBC...
...Tanggerang 04-11-22...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Cegilnya Matthias
Bener, Arga aneh
2022-11-08
2
Cegilnya Matthias
Mine mine mine 😶🤔
2022-11-08
1
🌸Erna iksiru moon🌸
ho oh dasar aneh ih kumaha sih🙄??
2022-11-04
2