..."Masa lalu adalah cara bagaimana Tuhan mengingatkan kita untuk introspeksi diri di kemudian hari."...
...Un familiar Brother...
...🫐🫐...
Gadis manis dengan senyum secerah mentari itu bernama Aleanska Nara. Senyum selalu terpatri di bibir mungilnya. Gadis yang pembawanya selalu riang gembira itu suka sekali dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan animasi dan dunia fantasi. Ia juga penggemar fanatik warna pastel.
Si pemilik nama panggilan Nara itu juga suka sekali mendengar Japanese song dari soundtrack anime yang ia sukai, contohnya hotarunohikari, orange, kanashimi wo Yasashisani ni, blue bird, Lovers, wind, serta I'am in love with a angel dari soundtrack 7 ghost. Masih banyak lagi soundtrack yang ia koleksi dalam playlist.
Nara memiliki sifat yang ceria, penawar dari segala kerumitan dalam kehidupan yang ia jalani. Nara hanya anak yang dibesarkan oleh seorang ayah luar biasa, tanpa peranan seorang ibu. Nara kemudian tumbuh menjadi gadis yang mandiri, serta mampu berdiri sendiri.
Nara salah satu siswi penerima beasiswa dengan akumulasi nilai akademik yang selalu memuaskan berkat otaknya yang brilian. Oleh karena itu, ia bisa bersekolah di SMA Angkasa yang notabene SMA favorit dengan biaya SPP dan registrasi yang terbilang sangat mahal.
Keceriaan juga keramahannya membuat Nara menjadi gadis yang mudah disukai. Iya juga anak yang pekerja keras.
"Lo, siapa?" tegas Orion. Ia kemudian melirik name tag yang tersemat di baju gadis tersebut. "Aleanska Nara. Lo ....anak kelas dua?"
Aleanska Nara. Nama yang mungkin familiar bagi sebagian telinga mereka. Namun, nama itu tidak terlalu familiar bagi pemilik onyx hitam yang saat ini tengah menatapnya tajam.
"Iya, itu aku. Kenapa ya, Kak?"
Gadis yang datang membawa beberapa alat kebersihan yang tidak terpakai itu menjawab. Penampilan gadis itu amatlah sederhana. Seragam putih abu dengan logo SMA Angkasa yang ia gunakan tampak lusuh. warnanya juga agak pudar, tidak putih bersih seperti baru.
"Lo ada kepentingan apa di sini?" Tanya Libra.
Nara tak kunjung menjawab, karena ia tengah mencoba mengenali satu per satu pentolan sekolah yang sekarang berdiri di hadapannya. Yang baru saja bertanya kepadanya adalah ....Genbu Galibra. Akrab disapa Libra. Si pemilik julukan playboy kelas kakak di pasukan inti PASKA.
Bergeser ke kanan, ada sosok yang lebih tinggi dan tegap dari Libra. Itu pasti yang namanya Orion Gaiden. Ah, nama belakangnya mengingatkan Nara pada tokoh Neji Gaiden yang menjadi tumbal pada perang dunia Shinobi ke 4 di film kartun Naruto Shippuden. Orion menjabat sebagai wakil ketua di geng SPHINIX, dan bertugas sebagai ahli taktik di pasukan inti PASKA.
Bergeser ke sebelah kanan, dekat dengan deretan kursi dan bangku yang tidak terpakai, berdiri laki-laki yang wajahnya paling menonjolkan darah Europe. Namun, dari logat dan gaya bicara, ia yang paling berciri khas Sunda. Namanya adalah Aries Hiki, masih punya hubungan darah dengan Genbu Galibra. Lalu yang terakhir, laki-laki yang dielu-elukan sebagai laki-laki paling tampan dan rupawan seantero SMA Angkasa, bahkan ada yang menjuluki ia laki-laki tertampan seantero Jabodetabek, siapa lagi jika bukan Arganta Natadisastra. Leader geng SPHINIX dan jendral besar pasukan inti PASKA.
"Lo tuli atau sengaja nggak mau jawab?" desak Libra. berhasil membuat Nara kembali pada kesadaran sepenuhnya.
"Aku mau menyimpan ini, Kak." Alat kebersihan tidak terpakai yang ia bawa diperlihatkan. Tujuannya datang ke sini memang untuk itu.
"Ya udah taro, terus lo minggat sono!" usir Libra.
"Sensi amat bro, kek pantat baby," sindir Iki.
"Dia ganggu kita anj*ng!"
Iki mendengus seraya beralih ke arah Nara. "Simpen. Terus lo pergi," titahnya, lebih berperikemanusiaan.
"Ujung-ujungnya diusir juga sama lo, goblok," kesal Libra.
"Bahasa gue lebih berperikemanusiaan, nyet."
Ditengah-tengah perdebatan tersebut, tiba-tiba suara tawanan mereka mengalihkan perhatian.
"Dia yang ngasih video itu!"
Siswa berkacamata yang bernama Leon itu mengangkat tangan guna menunjuk ke arah Nara.
"Maksud lo?" tanya Orion. "Dia yang ngasih video itu?"
"Iya. Alea yang udah ngasih video itu," jawab Leon dengan suara bergetar.
"Jadi dia yang kasih video itu ke anak OSIS?" murka Libra. "Sial*n. Berani-beraninya Lo!"
Dengan sekali hentakan, Libra menarik lengan Nara supaya masuk ke ruangan tersebut. Saking tidak siapnya dengan tarikan tersebut, Nara sampai-sampai terhuyung.
"Lib, nggak usah pake kekerasan!" lerai Orion, namun tak digubris.
"Harusnya lo mikir ratusan kali sebelum ngasih video itu, tol*l." Libra naik pitam. Selama ini tidak ada yang berani melaporkan mereka ke OSIS, karena bagaimanapun juga PASKA adalah pelindung SMA Angkasa.
"Ngaku Lo!" desak Libra setelah berhasil membawa Nara ke hadapan Arganta.
"Memang aku yang kasih video itu, tapi...."
"Jadi lo 'kan pelakunya!" potongan Libra.
"Iya. Tapi..."
"Wah, berani banget lo." Kini giliran Iki yang memotong kalimat Nara. Membuat gadis itu hanya bisa menghembuskan napas lelah.
"Lo anak Osis?" Dengan mata memicing, Libra menatap pin yang tersemat di baju Nara.
"I-ya," jawab Nara dengan suara kecil.
"Terus karena alasan itu lo laporin kita?" sindir Libra. "Lo mau ditendang dari Angkasa hah?!" bentak Libra.
"Lo memang nggak kenal kita, atau memang udah bosen sekolah di Angkasa?" cibir Iki, ikut menambahi.
Nara menggelengkan kepala. Jujur, bukan itu tujuannya.
"Lo itu tol*l atau gobl*k sih? Kita itu tarung bawa nama sekolah, biar sekolah kita gak diinjak-injak!" tambah Libra, kian emosi.
Nara hanya diam di tempatnya berdiri. Memang benar ia yang menyerahkan video itu, tapi yang merekam bukan dirinya. Toh, Leon juga memang ada di lokasi kejadian. Bisa-bisanya Leon mengkambing hitamkan dirinya.
"Keluar kalian semua, biar gue yang urus."
Libra, Iki, serta Orion kompak menoleh ke arah sumber suara tersebut.
"Ta, biar gue aja yang kasih cewek ini pelajaran," ucap Libra. Masih belum puas memberi pelajaran pada Nara.
"Pergi!" titah Arganta lagi. Kali ini tidak ada yang berani membantah, karena onyx hitam itu berkilat marah.
"Cuma cowok pengec*t yang berani main tangan sama cewek," pesan Orion sebelum berlalu pergi bersama Libra dan Iki yang membawa serta Leon bersama mereka.
Ruangan yang pengap dan minim cahaya itu kian mencekam ketika menyisakan dua anak Adam beda gender di dalamnya.
"Dulu udah gue peringatan supaya lo nggak muncul di depan gue."
"...."
"Sekarang kenapa lo muncul di depan gue? bosen hidup bebas?"
Nara menggelengkan kepala. "Apa yang Kakak lakukan atas nama organisasi SPHINIX sudah tidak sesuai dengan tujuan Kak Seno."
Mendengar nama itu disebut oleh bibir Nara, kentara sekali perubahan ekspresi di wajah Arganta.
"Tau apa lo soal dia?!"
Dengan onyx hitam yang makin menggelap, Arganta mengikis jarak di antara mereka. Seharusnya gadis itu tahu, haram hukumnya nama tersebut disebut-sebut. Apalagi oleh dirinya.
"Aku nggak mau Kakak terus membawa pengaruh buruk buat organisasi yang dulu Kak Seno lindungi sepenuh hati."
"Berhenti sebut-sebut nama itu, atau..."
"Atau apa, Kak?"
Arganta tersenyum miring seraya menatap lawan bicaranya lekat-lekat. "Kebebasan lo akan sirna," sambung Arganta.
"Kak, aku cuma minta Kakak berhenti untuk bawa pengaruh buruk. Dan tolong berhenti jadi orang yang seolah-olah paling tersakiti dengan kepergian Kak Seno. Aku juga tersakiti dengan kepergian Kak Seno."
"Jangan pura-pura tersakiti, gue tahu itu cuma alibi."
"Kak...."
"Apa?!" sentak Arganta. "Jangan sok peduli. Lo lupa siapa yang bunuh dia?"
"Tragedi itu murni terjadi karena kesalahpahaman."
Arganta menyeringai tipis mendengarnya. "Kesalahpahaman? bukannya itu akibat dari penghianatan lo sama bajing*n itu?"
Arganta berhasil memojokkan Nara ke dinding kusam di belakangnya. Dengan onyx hitam gelapnya, ia menatap gadis yang sangat ia benci itu lekat. Setelah dua tahun tidak berjumpa, nestapa kembali membuat mereka bertatap muka.
"Lo sendiri yang udah muncul di hadapan gue. Jangan harap gue bakal lepasin lo lagi."
🫐🫐
TBC
Ayok ramaikan kolom komentar 🤗
Tanggerang 02-10-22
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Bzaa
ada alasan di balik kebencian Arga...
apa yak? penasaran
2024-05-22
0
Penusirin
2022-11-12
0
💕Erna iksiru moon💕
kan kan jadi penasaran aku
2022-11-02
1