H-3 festival kebudayaan, beberapa siswa sudah selesai menyiapkan bahan untuk tampil. Seperti regu Taro yang menjadi Putri Kerajaan untuk menyiapkan pesta minum teh hijau, Regu Maulana menyiapkan diri menjadi "Maid", serta Regu Taguchi dan Rio yang menyiapkan diri mereka menjadi penampil dalam panggung komedi.
Sepulang sekolah...
Miyamura nampak mendekati Misaki yang sejak tadi berjalan sendirian karena terpisah dengan Maulana dan Taguchi, sementara Yuki yang saat itu juga baru pulang melihat sosok Miyamura dengan langkah dan tingkah yang aneh.
"Menculik Taro, untuk mendapatkan Misaki. Aku rasa itu agak kasar, tapi perlu dicoba." tutur batin Miyamura
"Miyamura? Kenapa dia menguntit Taro? Sebaiknya aku mengikutinya." Yuki juga mendekati Miyamura
Mendekati rumah Furuhashi 古橋みさき、太郎
Misaki masuk ke dalam rumah tanpa melihat sekeliling, sementara Miyamura juga nampak mendekati gerbang rumah sebelum Yuki menarik lengannya.
"Yuki?" Miyamura terkejut
"Kenapa kamu mengikuti Taro hah? Apa yang mau kamu lakukan?" Yuki langsung melemparkan pertanyaan
"Diam kamu ya! Jangan ikut campur!" Miyamura menutup rapat mulut Yuki dengan satu tangan dan membawanya menjauh dari rumah Furuhashi
"TOLONG! TOLONG...!" Yuki menggigit tangan Miyamura dan berteriak minta tolong
"Heh! Apa - apaan kamu ini?" dengan sigap Miyamura berlari menjauh dari Yuki
"Apapun yang kamu lakukan, aku akan melindungi Misaki dan Taro. Dan tentu saja, Maulana juga." Yuki membereskan tas dan pulang
Di kediaman Furuhashi
Misaki melempar pertanyaan ke Taro soal Maulana, Taro membuang muka.
"Kakak kenapa sih kayak gitu ke Maulana? Dia kan cuman becanda aja kak." Misaki menaikkan nada bicaranya
"Diem ya, kakak gak mau berurusan sama dia apalagi ngomongin hal yang gak penting." Taro membuang muka
"Aku sudah lelah membangun pertemanan dengan Maulana, malah dirusak oleh orang ini. PAYAH!" tutur batin Misaki
Beberapa saat kemudian, seseorang mengetuk pintu kediaman Furuhashi.
"Siapa ya?" Misaki mendekati pintu lalu membukanya
"Selamat Sore." itu Maulana
"Maulana...?" Misaki sedikit terkejut
"Maaf, apa aku bisa bertemu dengan Taro. Kamu pasti Misaki kan?" Maulana langsung mengenali Misaki meskipun pertama Kali bertemu
"Eh.. Iya. Oh iya silahkan masuk." Misaki mengangguk saja
"Aku mengenalmu dari Taro, dia sering membicarakanmu sambil menunjukkan foto kegiatanmu di rumah." Maulana menjelaskan bagaimana dia bisa mengenali Misaki
"Oh iya, kakak mau minum apa?" tanya Misaki dengan menunduk
"Tidak perlu, aku hanya ingin bicara dengan Taro sebentar." Mendengar hal itu, Misaki segera mendekati Taro dan memintanya menemui Maulana
*Di kamar
"Kakak, ada Maulana pengen ketemu" ucap Misaki
"Ah ngapain sih tuh anak?! Males ah!" ucap Taro sambil tidur membelakangi Misaki
"Awas ya besok!" ucap Misaki
Misaki memutuskan untuk ke bawah kembali bicara dengan Maulana, namun dia tidak mencoba untuk menjadi Taro dihadapan Maulana.
"Kakak lagi tidur, katanya gak mau ketemu orang. Maaf ya, kakak kadang - kadang begitu." ucap Misaki
"Ah kalo begitu baiklah, aku harus segera pulang." sat hendak bangkit dari duduknya, Maulana ditahan Misaki
"Tunggu, aku mau kenalan dulu sama kakak. Kita bisa ngobrol sebentar kan?" Misaki sedikit merayu, Maulana sepertinya sedikit tertarik
"Hemm gimana ya? Masalahnya aku mencari kakakmu." ucap Maulana
"Sebentar aja, lagian aku mau kenalan sama temen kakakku. Dia gak pernah ngajak temennya ke rumah, lebih tepatnya dia gak mau temennya ketemu sama papa mama aku." Misaki sedikit membicarakan kedua orangtuanya
"Memangnya kenapa papa mama kamu?" tanya Maulana penasaran
"Papa sama Mama paling benci kalo liat Anaknya main sama orang lain, apalagi kalo soal harta." Misaki mengatakannya dengan nada meledek
"Maksudnya, Taro sama kamu cuman boleh berteman sama orang Kaya?" Maulana seolah seperti berusaha masuk ke pembicaraan yang lebih dalam
"Eh, kok jadi ngebahas Papa sama Mama? Maaf ya kak." ucap Misaki menyesal
"Iya gak apa - apa." Maulana hanya tersenyum
"Oh iya soal kakak, memangnya kakak ada masalah apa di sekolah?" Pertanyaan Misaki membuat Maulana berjalan menuju alam bawah sadar lebih dalam dan menjelaskan semuanya kepada Misaki
"Sangat tidak sehat bertengkar setiap hari dengan siswa lain, lagipula aku hanya ingin saat festival nanti tidak ada gangguan dari gangster sekolah." ucap Maulana meyakinkan Misaki
"Aku yakin, nanti Taro pasti akan menghancurkan rencanaku dan Maulana soal Ryusei dan Gangster sekolah. Kalo begitu, aku harus berfikir lagi bagaimana Taro tidak menghancurkan rencana Maulana." Misaki berfikir
"Oh iya ini sudah sore, sebaiknya aku pulang. Lagipula Taro tidak mau menemuiku, maaf ya sudah mengganggumu Misaki." ucap Maulana, bangkit dari sofa
"Eh enggak kok, kakak gak ganggu kok. Lagian kan, aku yang pengen ngobrol sama kakak." ucap Misaki tersenyum
"Wajah kalian memang mirip ya, aku tadi hampir mengira kalau kamu adalah Taro. Tapi saat aku melihat rambutmu yang terurai dan kamu memakai Rok, aku sadar kalo kamu Misaki." ucap Maulana sambil tersenyum kepada Misaki
Maulana mengambil langkah pulang, Misaki hanya memandangi punggung Maulana yang semakin menjauh darinya.
Keesokan hari
Miyamura memaksa diri menjauhi beberapa orang, saat berangkat maupun pulang sekolah. Yuki Hasegawa mendekati Miyamura dan itu terlihat oleh Maulana dan Misaki, namun Miyamura mencoba berlari menjauh saat melihat Maulana dan Misaki.
"Hentikan langkahmu! MIYAMURA!" Yuki teriak, langsung saja Miyamura berbalik arah
"Apa yang kau inginkan dariku hah?" Miyamura malah berbalik memaki Yuki
"Apapun yang kamu lakukan, Misaki tidak akan kembali padamu." Yuki seperti menegaskan apa yang Misaki ingin katakan
"Apapun itu, kamu tidak berhak untuk menahanku atas Misaki. Dengar ya, apapun itu kamu tidak akan bisa merebut hatiku. Jangan harap aku akan menyerah soal Misaki, dan kamu.." Miyamura terpaksa menghentikan pembicaraan saat melihat sosok Taro yang sebenarnya Misaki kini berjalan mendekatinya bersama Maulana
"Untuk apa kamu mengajakku kesini Taro?" Maulana kebingungan
"Ada seseorang yang ingin bicara." Misaki akhirnya memanggil Yuki untuk mendekati Maulana "Hasegawa"
"Taro? Kenapa ini?" Yuki juga bingung
"Sebaiknya aku pergi sekarang." Miyamura berlari menjauh
"Yah, dia kabur." Yuki sedikit kecewa karena tak berhasil menahan Miyamura, kini dia mendekati Misaki dan Maulana
"Taro? Maulana? Ada apa?" tanya Yuki
"Taro yang memanggilmu, aku diseret olehnya." jawab Maulana
"Mengecewakan sekali, tadi katanya kamu mau menyatakan cinta padanya." Misaki membuat Maulana menaikkan dahi
"Apa? Omong kosong, apa - apaan ini Taro? Jangan mengatakan hal aneh, kan kau yang menarikku ke sini." Maulana mulai memanas
"Sepertinya bukan Maulana yang ingin bicara, tapi aku." ucap Yuki
"Apa?" Maulana kini terkejut
"Baiklah kalo gitu aku pulang duluan, sampai jumpa." Misaki menarik diri dari Maulana dan Yuki
"Payah kau Taro, apa yang kau inginkan?" suara Maulana sepertinya tidak didengar Misaki
"Bisa bicara sebentar?" tanya Yuki yang kini berharap lebih
"Ada apa Hasegawa? Maaf, tapi waktumu 5 menit untuk bicara." Maulana seperti tidak mau terlalu lama di luar
"Maukah kau berkencan denganku?" pertanyaan Yuki benar - benar di luar dugaan, Maulana hanya bisa terdiam
"Apa? Kencan?" tutur batin Maulana
"Bagaimana? Ada sesuatu yang aku ingin kamu tau, jika tidak bisa juga tidak apa - apa." Yuki berbalik membelakangi Maulana dan sedikit kecewa
"Maaf, tapi aku sedang dalam persiapan festival nanti. Jadi akan sangat jarang ke luar rumah, maaf ya Hasegawa-san." jawaban Maulana seperti memberikan ide kepada Yuki
"Hemm tidak apa, kalo gitu aku duluan ya Maulana." ucap Yuki sambil berjalan menjauh
"Ada apa dengan orang - orang ini? Lalu tadi, Miyamura? Ah sudahlah, sebaiknya aku kembali sebelum penyakit ayah kambuh." Maulana juga berjalan menuju rumah
"Di festival nanti, akan aku dapatkan hatimu Maulana." tutur batin Yuki yang kini benar - benar berencana untuk berbuat sesuatu di festival kebudayaan nanti
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments