Tiara memasuki ruangan departemen promo dan event sebelum ia pergi ke bagian informasi. Bu Ratih memberinya instruksi agar Tiara menemui pak Sofyan, manager HRD yang sudah menunggunya disana.
"Selamat siang pak!" Tiara menyapa pak Sofyan saat membuka pintu ruangan manager.
Pak Sofyan tidak menjawab, ia masih memeriksa lembaran kertas di depannya. Kacamata plus yang bertengger di hidungnya tampak sedikit melorot. Tiara menunggu respon pak Sofyan. Semenit, dua menit, Tiara kesal. Ia mencoba kembali menyapa lelaki yang usianya terbilang masih cukup muda, 34 tahun.
"Ehm, pak?"
"Ya, tunggu! Duduk dulu!" lagi-lagi pak Sofyan fokus pada tulisan diatas kertas, Tiara hanya bisa bersabar dan menghela nafas seraya menggerutu, 'Nasib jadi bawahan!'
"Ada apa kemari?" Pak Sofyan masih belum mau menatap Tiara.
"Bu Ratih menyuruh saya kesini sebelum memulai tugas di bagian informasi pak."
Akhirnya suara Tiara mendapat perhatian pak Sofyan. Dia meletakkan pulpen, melepas kacamata, dan … ia terkejut. Mata pak Sofyan terbelalak melihat kecantikan paripurna Tiara.
Pak Sofyan menempelkan punggung di sandaran kursi, ia tak berkedip menatap Tiara. Jakunnya naik turun menatap dada penuh Tiara yang membusung jelas di balik kemejanya yang berwarna putih.
"Kamu, Tiara? Anak cleaning service itu kan?"
"Iya pak, Bu Ratih memindahkan saya hari ini ke bagian informasi."
Pak Sofyan manggut-manggut, ia berdiri dan duduk di tepian meja. Hal yang sama seperti yang pak Amrin lakukan dulu, ini membuat Tiara tak nyaman.
"Surat mutasi sudah kamu serahin?"
"Sudah pak, kemarin langsung ke mbak Rina."
"Bagus, coba kamu berdiri!"
DEG!!
Jantung Tiara berdebar tak karuan, ia mulai berpikiran macam-macam. Apa pak Sofyan juga akan melakukan hal yang sama dengan pak Amrin?
Tiara berdiri, pak Sofyan memindainya dari atas sampai bawah. "Cantik, badan kamu bagus, cocok! Bu Ratih tepat mengirim kamu ke bagian informasi."
Tiara setengah memaksakan senyum, ia menunggu perintah manager HRD itu. Tapi yang ditunggu tak kunjung tiba, pak Sofyan malah asik menatap wajah dan tubuh molek Tiara yang tercetak jelas dengan balutan pakaian seragam.
Rok selutut dengan belahan belakang yang pas body berwarna krem dengan atasan kemeja lengan panjang putih yang sedikit transparan hingga menampakkan penutup dada berwarna hitam yang dikenakan Tiara cukup membuat sesuatu dibalik celana pak Sofyan berkedut dan mengeras. Ia membayangkan rasanya jika adik kecil yang tersembunyi di bawah sana mendapat perlakuan khusus dari Tiara.
"Apa saya bisa mulai bekerja pak?" Tiara gelisah karena tatapan nakal pak Sofyan membuatnya tak nyaman.
"Eh, ah ya! Kamu keluar deh, kerja yang baik ini hari pertama kamu!"
Pak Sofyan tersadar dari lamunan mesumnya. Kepala atas bawahnya dibuat pusing dengan kehadiran Tiara. Ia tak menyangka jika salah satu karyawan yang bekerja di mall ini memiliki wajah secantik dan tubuh semolek Tiara.
Tiara mengangguk dan langsung keluar menuju ke bagian informasi. Suasana mall sudah sangat ramai dan dipadati pengunjung apalagi sekarang memasuki liburan anak sekolah. Tiara berjalan dengan cepat menembus keramaian, ia tak ingin terlambat.
Siulan dan gumaman memuja terdengar ditujukan untuknya. Sedikit risih dan tak nyaman berada di bawah tatapan mata lelaki dari tua dan muda yang hampir semuanya tak berkedip saat Tiara berjalan melewati.
"Mereka kenapa sih?! Ini hari yang aneh!" ia kembali bergumam sendiri.
Sesampainya di bagian informasi ia berkenalan dengan dua orang lain, Anita dan Rio. Mereka menyambut baik kedatangan rekan barunya. Setiap shift akan ada tiga orang yang bekerja di bagian informasi. Biasanya terdiri dari dua wanita satu pria atau sebaliknya. Setelah mendapat penjelasan singkat Tiara pun mulai bekerja.
Ia menikmati pekerjaannya kali ini, tak ada lagi cibiran dan sindiran kasar dari para pegawai mall lain, pelayan toko, atau para pengunjung. Hari pertama Tiara bekerja, hari pertama ia memulaskan bedak ajaib, dan hari pertama bagi Tiara saat mata lelaki menatapnya takjub dan penuh g**rah.
"Hai, mbak!" seorang pengunjung lelaki bersama dua temannya mendekati booth tempat Tiara bekerja.
"Ada yang bisa saya bantu mas?" Tiara menyambutnya dengan ramah dan senyum manis.
"Ada mbak, ini kami butuh bantuan. Kayaknya kami tersesat deh!" Pria muda yang mungkin seumuran Tiara itu menggaruk rambut cepaknya.
"Lho mas bukan orang asli Semarang? Masa tersesat di mall? Mau kemana mas-mas ini biar saya bantu?" balas Tiara tanpa curiga.
Ketiga lelaki muda itu saling berpandangan, tersenyum lalu berkata. "Anu deh mbak, kita bertiga tersesat di hatimu!"
Tiara menatap ketiganya sejenak sebelum akhirnya tergelak. "Mas nya bisa aja nih!"
"Boleh minta nomor ponsel nggak mbak?"
"Ehm, nggak!" jawab Tiara tegas.
"Yah, boleh dong mbak. Saya pengen kenal deket deh sama mbaknya. Ngopi yuk, apa jalan deh, belanja-belanja gitu?!" lelaki yang kemudian memperkenalkan diri sebagai Arka itu berani menggoda dan menyentuh tangan Tiara.
Dengan sopan Tiara menepis dan menolaknya, "Maaf mas, saya lagi kerja mungkin lain waktu ya!"
Raut kecewa nampak jelas terlihat di wajah Arka, "Cck, nggak seru nih mbaknya! Mbak … Tiara ya?" ia membaca name tag di dada, dan Tiara pun mengangguk.
"Ya udahlah, sampai ketemu besok mbak Tiara manis!"
Tiara hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat ketiga pemuda itu beranjak pergi.
"Biasain diri kamu Tiara, kamu bakal ketemu banyak tipe cowok begitu nantinya! Siapin mental!" ujar Anita yang sedang asyik menikmati cemilan manis di mejanya.
"Banyak ya mbak yang begitu?"
"Banyak, kadang nekat, kadang ada yang datang marah-marah. Komplit deh!" Anita menjawab dengan santai sambil melihat drama Korea favoritnya.
Sementara Rio hanya tersenyum sinis sembari memainkan ponselnya. Sesekali Rio mencuri pandang ke arah Tiara yang masih berdiri mengagumi besarnya mall tempatnya bekerja. Sungguh sangat berbeda saat dilihat ketika Tiara menjadi cleaning service. Dunia Tiara hanya berkutat pada kamar mandi dan lantai kotor tapi sekarang, ia ada ditengah tengah mall yang megah.
Dunia yang jauh berbeda dengan dunianya yang dulu. Kini Tiara bisa bangga menegakkan kepala untuk menatap setiap orang, tidak lagi sibuk menutupi wajahnya dengan topi untuk menghindari tatapan sinis para pengunjung.
Waktu terus berjalan hingga akhirnya jam operasional mall berakhir. Badan Tiara terasa lelah meski tak melakukan apapun, ia hanya menyapa dan memberikan informasi pada para pengunjung ataupun pegawai toko yang membutuhkannya. Sudah hampir jam sebelas malam, Tiara berjalan keluar bersama karyawan lain.
Ia melangkah gontai, perutnya lapar dan ingin segera pulang ke rumah. Hari ini Bayu tidak menghubunginya sama sekali membuat Tiara kesal. Tapi setibanya di ujung gang, wajah lelah Tiara berseri. Bayu berdiri disana dengan seikat bunga berwarna putih.
"Bayu!"
Tiara berlari ke pelukan Bayu, sosok yang ia rindukan hadir mengobati lelah. Ia tak peduli meski teriakannya membangunkan orang lain di tengah malam.
"Capek ya?"
Tiara mengangguk dan menerima bunga dari Bayu, tapi kemudian ia mengernyit. "Lho kok sedap malam, bunga mawar kek, bunga krisan gitu!"
"Ssst, udah nggak usah protes. Yang penting kan bunga dan sama-sama wangi! Aku suka wangi bunga ini, jadi aku bawainnya ya ini!" kilah Bayu dengan cengiran yang semakin menambah ketampanan wajahnya.
"Pulang yuk, bawa makanan nggak? Aku lapar!" rengek Tiara seraya menggamit tangan Bayu.
"Hhhm lapar ya, mau dimakan apa memakan?" bisik Bayu menggoda.
Tiara merona dibuatnya, bersentuhan dengan Bayu membuat hormon wanitanya naik seketika. Ia menginginkan Bayu setelah seharian tidak bertemu. Keduanya mempercepat langkah agar segera tiba dirumah.
"Aku mau mandi dulu, lengket badan!"
Bayu tersenyum, matanya gelap menahan hasrat yang pagi tadi tertunda. "Aku ikut ya?!"
Tiara tak menjawab tapi gerakannya menggoda Bayu dan mengundangnya untuk ikut masuk bersama ke kamar mandi. Bayu pun tak membuang waktu, ia melingkari pinggang ramping Tiara dan memeluknya dari belakang mencium dengan penuh hasrat, membelai puncak dada Tiara yang tegak menantang. Menyentuh bagian sensitif di pangkal paha, mengirimkan sensasi nikmat yang Tiara dambakan.
Selanjutnya yang terdengar dari luar hanya ******* dan lenguhan kenikmatan yang saling bersahutan di antara keduanya. Tiara semakin dalam terjebak dalam kenikmatan basah yang diberikan Bayu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
tiara kesane jd perempuan murahan deh, sm cowok kok gt banget d tgglin nnti tau rasa, bkn laki2 besar kepala merasa dicintai bgtu dlm. jablay smpe br kenal n d perhatike o gendruwo aja sdh mabuk kapayang smpe menawarkan diri u djamah..mbok trma saja akibatnya. wajah cm kelihatan cantik krn mantra g akan berfaedah
2024-05-04
0
Namika
lanjut
2022-12-11
3
Ganuwa Gunawan
oh s adik kecil pengen d kasih perhatian...
sini dek...tak jitak helm mu
2022-11-24
1