BAB 16 KEPUTUSAN ABAH

"Apa kamu yakin dengan keputusanmu untuk menikahi mereka berdua?"

"Aku sebetulnya juga kurang yakin pak, tapi Tiana meyakinkanku jika ini adalah solusi yang harus aku ambil, karena aku tak bisa memilih diantara mereka berdua, aku ingin Tiana tetap menjadi istriku, tapi aku juga tidak bisa untuk tidak mempedulikan Larisa, ia sedang mengandung anakku"

"Bukannya bapak tidak setuju dengan keputusanmu dan Tiana nak, siapapun laki-laki pasti akan merasa senang jika memiliki istri lebih dari satu, tapi itu tanggung jawab yang sangat berat nak, bapak khawatir jika kau nantinya tak mampu, banyak hal yang harus kau pahami dan pelajari terlebih dahulu, jika memang benar kau akan menikahi mereka berdua"

"Maka dari itu, aku akan membuat perjanjian pranikah untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan terjadi"

"Perjanjian pranikah?"

"Ia pak, aku akan membuat perjanjian agar aku tetap bisa menjaga rumah tanggaku dengan istri-istriku tetap damai, aku tak ingin mereka berselisih paham dan menimbulkan pertengkaran diantara mereka, yang namanya rumah tangga pasti ada saja cobaannya, makanya aku akan membuat perjanjian ini, agar tidak ada pihak yang dirugikan, aku akan membuat isi perjanjiannya agar semua pihak diuntungkan satu sama lainnya, selain itu, aku tak mau jika Larisa berbuat seenaknya pada Tiana, aku akan berusaha adil untuk mereka berdua"

"Bapak tidak mengerti dengan apa yang dipikirkan Tiana, Bapak saja sebagai lelaki, jika diberikan kesempatan untuk menjadi perempuan, bapak mungkin akan menolak, bapak tak bisa membayangkan seorang wanita harus berbagi suami dengan orang lain"

"Ardian juga gak tau pak, Tiana bilang ia hanya berusaha untuk menolongku, ia sedang membantuku dengan mengijinkan aku menikahi Larisa yang sejujurnya aku sendiripun tak ingin menikahinya"

"Bagaimana kalau pernikahan ini dibatalkan saja, bapak tidak mau kamu harus menanggung beban yang sangat berat dengan menikahi dua wanita sekaligus, lagipula bapak berpikir pasti pak Ahmad tidak akan setuju dengan hal ini, pak Ahmad tidak akan mengijinkan anak sulungnya yang menjadi satu-satunya kebanggan dikeluarga mereka harus dipoligami, pak Ahmad pasti akan membatalkan pernikahan ini walaupun kita tidak memintanya"

Ardian tak ingin jika pernikahannya dengan Tiana dibatalkan, ia merasa sedih jika sampai pak Ahmad melakukannya, namun ia berpikir apa yang bapak katakan ada benarnya, tidak ada seorangpun ayah didunia ini yang ingin anaknya dipoligami.

***

Tiana datang menghampiri abah dan umi yang sedang duduk bersantai di ruang tamu, ia lalu duduk tepat disamping tempat duduk abah.

Abah yang mengerti dengan apa yang dilakukan Tiana lalu memandang kearah putri sulungnya itu.

"Ada apa nak, ada yang ingin kau bicarakan pada abah?"

"Abah seperti peramal saja, abah seperti tahu jika Tiana memang ingin membicarakan sesuatu"

Abah lalu bertanya melalui pandangannya kearah umi, namun dijawab gelengan kepala olehnya, yang artinya umi tidak tau apa-apa.

"Kamu mau bicara apa nak?"

"Abah, maafkan Tiana"

"Kenapa kau meminta maaf nak, abah merasa kau tidak memiliki salah apa-apa pada abah"

Jawab abah sambil memegang puncak kepada putrinya.

"Abah, sebenarnya Tiana berat ingin mengatakan ini, Tiana yakin pasti abah tidak akan menyetujuinya, tapi aku mohon abah mau mempertimbangkannya dulu, karena ada dua hati yang tak ingin dipisahkan, dan ada ikatan yang tak bisa dihilangkan"

"Maksudmu apa nak berbicara seperti itu, abah tidak mengerti"

"Abah, umi, kemarin ada wanita yang datang menemuiku ia adalah pacar Mas Ardian dan ia sekarang sedang hamil dan anak yang ada dalam kandungannya adalah anak mas Ardian"

Abah yang mendengar apa yang Tiana katakan hanya menghela nafasnya, kemudian ia diam sejenak untuk berpikir apa yang akan ia katakan pada Tiana.

"Kamu yakin nak dengan keputusanmu itu?"

Umi yang sedari tadi memperhatikan abah dan Tiana merasa bingung apa yang sebenarnya mereka bicarakan, namun ia sangat kecewa dengan perbuatan Ardian yang telah menghamili wanita lain.

"InsyaAllah pak, Tiana sangat yakin dengan keputusan ini, aku juga sudah membicarakannya dengan Mas Ardian, awalnya ia menolak tapi aku berusaha meyakinkannya untuk menikahi kami berdua"

"Apakah sebaiknya pernikahan kalian dibatalkan saja nak, bapak khawatir jika kalian tetap ingin menikah lalu kalian bertiga hidup dalam satu atap, itu hanya akan membuat rumah tangga kalian malah akan semakin bermasalah, banyak pergesekan-pergesekan yang akan menimbulkan masalah dalam kasus ini, poligami memang tidak dilarang nak, dan itu merupakan sunah yang artinya tidak wajib untuk dilakukan, namun tidak semua laki-laki bisa menjalankan ibadah ini, perlu banyak pertimbangan nak, banyak kaum pria yang merasa bahwa mereka sanggup untuk melakukan poligami, namun kenyataannya praktek tak selalu sama dengan apa yang diharapkan, setelah melakukan poligami banyak dari mereka yang tidak adil pada istri-istri mereka, mereka menganggap materi adalah tolak ukur seorang pria bisa melakukan poligami, padahal tidak melulu selalu tentang materi nak, bapak tidak ingin kamu akan menyesali keputusanmu ini, abah ingin kamu bahagia nak, bukan malah menderita dengan mengizinkan Ardian berpoligami, abah saja merasa bahwa abah pun tak sanggup jika harus berpoligami, makanya istri abah cuma umi seorang"

Ucap abah yang menoleh kearah umi, yang dibalas dengan senyuman dan anggukan oleh umi, yang menandakan ia setuju dengan apa yang abah katakan.

"Abah, aku melakukan ini agar menghindari dosa, tiana tidak ingin menikah disaat ada orang lain merasa tidak bahagia dengan pernikahan ini, Tiana tidak ingin ketika nantinya Tiana telah menikah wanita itu terus saja mengganggu hubunganku dan mas Ardian, aku tidak mau itu, lagipula ia sedang mengandung anak dari mas Ardian, kasihan ia jika anak itu harus lahir tanpa kasih sayang dari seorang ayah, kalau pun nantinya mas Ardian khilaf dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan Tiana akan terus memaafkannya sampai ia sendiri yang memintaku untuk pergi dari hidupnya abah, Tiana akan terus bersabar, meminta kepada Allah agar diberikan kesabaran yang seluas samudra untuk menghadapi cobaan dalam kehidupan pernikahanku nanti"

Jawab Tiana yang berusaha meyakinkan abahnya jika ia tetap akan menikah dengan Ardian.

"Apakah kamu menyukai Ardian sehingga kamu tak ingin pernikahan ini dibatalkan?"

Tanya Abah pada Tiana sambil menatap dengan tajam kearahnya.

"Iya abah, Tiana menyukainya, dan Tiana ingin menikah dengannya"

Jawab Tiana dengan percaya diri, dan tanpa rasa ragu.

"Nak, bukannya abah tidak mendukungmu, tapi abah lebih memilih untuk membatalkan saja perjodohan ini, abah tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupanmu jika benar kalian menikah dan hidup dalam satu atap, biarkan saja abah malu, tapi abah tidak ingin kamu dipoligami nak, kalau kau ingin agar anak dari wanita itu mendapatkan kasih sayang seorang ayah, maka biarkan saja mereka menikah nak, biarkan Ardian dan wanita itu bersatu"

"Tapi abah"

"Tidak ada tapi-tapi nak, keputusan Abah sudah bulat, abah tidak akan menyetujui keputusanmu itu, Abah akan mencarikan pria lain untukmu, abah akan berbicara pada pak haji somat jika perjodohan kalian dibatalkan"

"Abah jangan lakukan itu, Tiana ingin menikah dengan Mas Ardian"

"Istighfar nak, setan sedang mempermainkan perasaanmu, cobalah untuk berpikir jernih, kau tidak akan mendapatkan apa-apa dengan tetap menikah dengannya, yang kau dapatkan hanya lelah dan penderitaan,

"Baiklah, Jika itu yang abah inginkan, Tiana akan menuruti apa kata abah"

"Cobalah untuk mengerti nak, abah melakukan ini demi untuk kebaikanmu, abah menyayangimu"

"Iya abah Tiana tau itu"

Abah lalu meninggalkan Tiana yang bersedih sambil menundukkan wajahnya karena tak ingin melihat Abah.

Umi lalu berpindah ketempat duduk yang tadinya ditempati oleh abah tepat disamping Tiana, untuk menenangkan sekaligus memberi pengertian pada Tiana bahwa apa yang abah bilang itu memang benar.

Abah melakukan itu semerta-merta karena tak ingin anaknya menderita, sehingga ia harus mengambil keputusan untuk membatalkan pernikahan ini.

"Sudahlah nak, jangan bersedih lagi, abah melalukan itu hanya untuk melindungimu, ia sangat sayang padamu, bukankah abah cinta pertamamu? Dulu waktu kau masih kecil, kau selalu bilang jika abah adalah orang yang paling kau sayangi dan kau cintai, dan begitulah cinta seorang Ayah kepada anaknya, ia tau bahwa keputusanmu untuk mengizinkan Ardian poligami tidak benar, itu hanya akan membuat hidupmu tidak bahagia, karena berbagi suami dengan orang lain bukanlah hal yang mudah nak"

"Iya umi, semoga ini yang terbaik untuk Tiana dan Mas Ardian"

"Iya nak, rasa sukamu padanya tidaklah lebih besar dari rasa cinta abah kepadamu, tidak ada orang tua yang ingin anaknya menderita, begitu juga dengan Abahmu, memang ada sebagian wanita yang bisa menjalankan hidup berumah tangga dengan berpoligami, namun masih lebih banyak wanita yang hidupnya tidak bahagia karena poligami dan akhirnya berujung pada perceraian, banyak rumah tangga yang hancur karena orang ketiga nak, sekalipun kau telah menyetujui ia menjadi adik madumu, belum menikah saja kau sudah dibuat pusing, bagaimana jika kau sudah menikah nanti, umi bahkan tak sanggup untuk membayangkannya, cobalah untuk menerima keputusan abahmu ini nak, lebih baik kau menderita karena pernikahanmu dibatalkan, karena seiring berjalannya waktu kau akan mulai melupakan rasa sakitmu itu, ketimbang kau menikah dan hidup bersama madumu tapi seumur hidup kau tidak merasakan kebahagiaan, bagaimana kau bisa membahagiakan orang lain sedangkan kau sendiri belum bisa bahagia nak"

Episodes
1 BAB 1 SEBUAH PERJODOHAN
2 BAB 2 LAMARAN
3 BAB 3 PERTENGKARAN
4 BAB 4 LARISA HAMIL
5 BAB 5 PENOLAKAN ARDIAN
6 BAB 6 LARISA MENJAUH DARI ALEX
7 BAB 7 PERMINTAAN LARISA
8 BAB 8 KEKECEWAAN ALEX
9 BAB 9 KEBAHAGIAAN KECILKU
10 BAB 10 ALEX AKHIRNYA TAU
11 BAB 11 PERTEMUAN TIANA DAN LARISA
12 BAB 12 GANGGUAN KECIL
13 BAB 13 AKU MENGINGINKANMU
14 BAB 14 SOLUSI DARI TIANA
15 BAB 15 PERNIKAHAN DUA CINCIN
16 BAB 16 KEPUTUSAN ABAH
17 BAB 17 KESEDIHAN ARDIAN
18 BAB 18 TUANMU ADALAH TUANKU JUGA
19 BAB 19 PERTEMUAN ARDIAN DAN ALEX
20 BAB 20 GAIRAH CINTA SATU MALAM
21 BAB 21 PERUBAHAN LARISA
22 BAB 22 BIDADARI SURGA
23 BAB 23 ALEX AKHIRNYA TUMBANG
24 BAB 24 KONSULTASI HATI
25 BAB 25 SOLUSI DOKTER CINTA
26 BAB 26 AISYAH DAN PERMASALAHANNYA (1)
27 BAB 27 AISYAH DAN PERMASALAHANNYA (2)
28 BAB 28 RARA MENGUNDURKAN DIRI
29 Pengumuman
30 BAB 29 HATI YANG TERSAKITI
31 BAB 30 HIKMAH DAN PEMBELAJARANNYA
32 BAB 31 SIASAT LICIK RARA
33 BAB 32 TANAMAN BERBAHAYA
34 BAB 33 RENCANA JAHAT TIARA DAN RARA
35 BAB 34 DI SEPERTIGA MALAM
36 BAB 35 AISYAH YANG MALANG
37 BAB 36 YANG SEBENARNYA...
38 BAB 37 ALEX VS ARDIAN
39 BAB 38 PENYESALAN SIDAN
40 BAB 39 BENAR-BENAR BERAKHIR?...
41 BAB 40 PERNIKAHAN ALEX
42 BAB 41 ALEX LARISA SAH
43 PENGUMUMAN NOVEL BARUKU
44 BAB 42 TERBONGKAR SEMUA
45 BAB 43 AWAL KEBAHAGIAAN ALEX & LARISA
46 BAB 44 PERMINTAAN LARISA
47 BAB 45 MALAM PERTAMA?
48 BAB 46 RENCANA PERJODOHAN KEMBALI
49 BAB 47 AKHIRNYA KEMBALI
50 BAB 48 ISTRI YANG SESUNGGUHNYA
51 BAB 49 ARDIAN DAN RARA MENIKAH?
52 BAB 50 MENIKAH KEMBALI
53 BAB 51 TIANA AZAM?
54 BAB 52 TIANA AZAM TA'ARUF?
55 BAB 53 BINGUNG
56 BAB 54 TIANA, LARISA, AISYAH BERPISAH
57 BAB 55 LARISA CEMBURU
58 BAB 56 KEJUTAN DARI ALEX
59 BAB 57 RARA CALON ISTRI
60 BAB 58 BUKAN KELUARGA LAGI
61 BAB 59 KONTRAKSI
62 BAB 60 KELUARGA BARU
63 BAB 61 AKHIR KEBAHAGIAAN ARDIAN & RARA?
64 BAB 62 MAMA MERTUA
65 BAB 63 MASA LALU AZAM
66 BAB 64 MAMA MERTUA BERULAH
67 BAB 65 MENERIMA
68 66 KABAR BAIK
69 BAB 67 BERTEMAN KEMBALI
70 BAB 68 SELANGKAH LEBIH SERIUS
71 BAB 69 ORANG TUA ALEX
72 BAB 70 ALEX SUDAH TIDAK TAHAN
73 BAB 71 SEPERTI ONDEL-ONDEL
74 BAB 72 BELANJA SESERAHAN
75 BAB 73 AZAM SULTAN?
76 BAB 74 MAMA LARISA MALING
77 BAB 75 KEBENARAN SIAPA AZAM
78 BAB 76 MENUJU HALAL
79 BAB 77 MANTAN ISTRI AZAM
80 BAB 78 KEMANA SITI?
81 BAB 79 MALAM PERTAMA
82 BAB 80 MALAM PERTAMA GAGAL LAGI
83 BAB 81 CICILAN MALAM PERTAMA
84 BAB 82 DUA KUBU
85 BAB 83 AKHIRNYA KETEMU JUGA
86 BAB 84 LEBIH KEJAM DARI PEMBUNUHAN
87 BAB 85 ENDING
88 Promo NovelKu
Episodes

Updated 88 Episodes

1
BAB 1 SEBUAH PERJODOHAN
2
BAB 2 LAMARAN
3
BAB 3 PERTENGKARAN
4
BAB 4 LARISA HAMIL
5
BAB 5 PENOLAKAN ARDIAN
6
BAB 6 LARISA MENJAUH DARI ALEX
7
BAB 7 PERMINTAAN LARISA
8
BAB 8 KEKECEWAAN ALEX
9
BAB 9 KEBAHAGIAAN KECILKU
10
BAB 10 ALEX AKHIRNYA TAU
11
BAB 11 PERTEMUAN TIANA DAN LARISA
12
BAB 12 GANGGUAN KECIL
13
BAB 13 AKU MENGINGINKANMU
14
BAB 14 SOLUSI DARI TIANA
15
BAB 15 PERNIKAHAN DUA CINCIN
16
BAB 16 KEPUTUSAN ABAH
17
BAB 17 KESEDIHAN ARDIAN
18
BAB 18 TUANMU ADALAH TUANKU JUGA
19
BAB 19 PERTEMUAN ARDIAN DAN ALEX
20
BAB 20 GAIRAH CINTA SATU MALAM
21
BAB 21 PERUBAHAN LARISA
22
BAB 22 BIDADARI SURGA
23
BAB 23 ALEX AKHIRNYA TUMBANG
24
BAB 24 KONSULTASI HATI
25
BAB 25 SOLUSI DOKTER CINTA
26
BAB 26 AISYAH DAN PERMASALAHANNYA (1)
27
BAB 27 AISYAH DAN PERMASALAHANNYA (2)
28
BAB 28 RARA MENGUNDURKAN DIRI
29
Pengumuman
30
BAB 29 HATI YANG TERSAKITI
31
BAB 30 HIKMAH DAN PEMBELAJARANNYA
32
BAB 31 SIASAT LICIK RARA
33
BAB 32 TANAMAN BERBAHAYA
34
BAB 33 RENCANA JAHAT TIARA DAN RARA
35
BAB 34 DI SEPERTIGA MALAM
36
BAB 35 AISYAH YANG MALANG
37
BAB 36 YANG SEBENARNYA...
38
BAB 37 ALEX VS ARDIAN
39
BAB 38 PENYESALAN SIDAN
40
BAB 39 BENAR-BENAR BERAKHIR?...
41
BAB 40 PERNIKAHAN ALEX
42
BAB 41 ALEX LARISA SAH
43
PENGUMUMAN NOVEL BARUKU
44
BAB 42 TERBONGKAR SEMUA
45
BAB 43 AWAL KEBAHAGIAAN ALEX & LARISA
46
BAB 44 PERMINTAAN LARISA
47
BAB 45 MALAM PERTAMA?
48
BAB 46 RENCANA PERJODOHAN KEMBALI
49
BAB 47 AKHIRNYA KEMBALI
50
BAB 48 ISTRI YANG SESUNGGUHNYA
51
BAB 49 ARDIAN DAN RARA MENIKAH?
52
BAB 50 MENIKAH KEMBALI
53
BAB 51 TIANA AZAM?
54
BAB 52 TIANA AZAM TA'ARUF?
55
BAB 53 BINGUNG
56
BAB 54 TIANA, LARISA, AISYAH BERPISAH
57
BAB 55 LARISA CEMBURU
58
BAB 56 KEJUTAN DARI ALEX
59
BAB 57 RARA CALON ISTRI
60
BAB 58 BUKAN KELUARGA LAGI
61
BAB 59 KONTRAKSI
62
BAB 60 KELUARGA BARU
63
BAB 61 AKHIR KEBAHAGIAAN ARDIAN & RARA?
64
BAB 62 MAMA MERTUA
65
BAB 63 MASA LALU AZAM
66
BAB 64 MAMA MERTUA BERULAH
67
BAB 65 MENERIMA
68
66 KABAR BAIK
69
BAB 67 BERTEMAN KEMBALI
70
BAB 68 SELANGKAH LEBIH SERIUS
71
BAB 69 ORANG TUA ALEX
72
BAB 70 ALEX SUDAH TIDAK TAHAN
73
BAB 71 SEPERTI ONDEL-ONDEL
74
BAB 72 BELANJA SESERAHAN
75
BAB 73 AZAM SULTAN?
76
BAB 74 MAMA LARISA MALING
77
BAB 75 KEBENARAN SIAPA AZAM
78
BAB 76 MENUJU HALAL
79
BAB 77 MANTAN ISTRI AZAM
80
BAB 78 KEMANA SITI?
81
BAB 79 MALAM PERTAMA
82
BAB 80 MALAM PERTAMA GAGAL LAGI
83
BAB 81 CICILAN MALAM PERTAMA
84
BAB 82 DUA KUBU
85
BAB 83 AKHIRNYA KETEMU JUGA
86
BAB 84 LEBIH KEJAM DARI PEMBUNUHAN
87
BAB 85 ENDING
88
Promo NovelKu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!