BAB 15 PERNIKAHAN DUA CINCIN

"Bagaimana jika mas menikahiku dan Larisa?"

"Apa? aku menikahi kalian berdua?"

"Tidak Tiana, itu tidak mungkin, para orang tua pasti tidak akan setuju dengan idemu itu"

"Semua keputusan ada padamu mas, aku hanya memberikanmu saran, aku akan membicarakan hal ini pada keluargaku, aku bersedia di poligami, aku menerima Larisa menjadi adik maduku"

"Kenapa kau mau melakukan itu Tiana, sedangkan banyak perempuan diluar sana yang tidak mau suaminya menikah dengan wanita lain, tapi kamu malah menyuruhku untuk berpoligami"

"Aku hanya melakukan apa yang diajarkan mas, tidak papa berpoligami, asalkan mas sanggup dan mampu, dan Tiana lihat dari segi materi mas sudah cukup mampu untuk bisa menghidupiku dengan Larisa, mungkin mas saja yang harus bersikap adil antara istri mas, aku hanya ini meringankan masalahmu mas, kau akan kesulitan jika harus memilih salah satu diantara kami, dan aku bersedia untuk berbagi suami dengan Larisa, aku ikhlas membagimu mas tapi jangan mengambil dirimu dariku, jujur aku juga menyukaimu mas"

Seketika air mata jatuh begitu saja di pipi Ardian mendengar apa yang Tiana ucapkan, begitu juga dengan Tiana yang tak sanggup lagi membendung air matanya, ia tak bisa membohongi perasaannya kepada Ardian, dan ia juga tak ingin membatalkan pernikahan ini sebab abah dan umi pasti akan sangat malu dan kecewa.

"Mas apakah kau menyetujui apa yang aku sarankan kepadamu?"

"Tiana terbuat dari apakah hatimu itu, hatimu sangat mulia, aku tak mengerti harus berkata apa kepadamu, aku minta maaf Tiana"

"Jangan minta maaf mas, sesama manusia kita memang harus saling tolong menolong, lagipula naluri keibuanku terpanggil melihat Larisa yang sedang hamil, aku kasihan jika anak yang ia kandung lahir tanpa ayah, seluruh ragaku mungkin akan menolak tindakanku ini mas, tapi jiwaku menginginkannya, aku tak bisa membiarkan Larisa melahirkan anak tanpa seorang ayah, jika kita menikah nanti dan kau mencintaiku sama seperti larisa maka aku akan sangat bersyukur dan rasa syukurku itu yang akan membawaku kesurga, namun jika kau menyakitiku maka aku akan tetap bersabar karena sabarku yang akan membawaku ke surga nanti mas"

Ardian terpana mendengar kalimat yang Tiana ucapkan, ia berpikir terbuat dari apa hati seorang Tiana yang ikhlas menerima dirinya dipoligami hanya karena tidak ingin melihat orang lain menderita melahirkan anak tanpa seorang ayah.

"Apakah kau bersungguh-sungguh dengan hal ini?"

"Iya mas aku bersungguh-sungguh dengan apa yang aku katakan, aku mau kau memberikan satu cincin untukku dan satu cincin untuk Larisa sebagai mahar pernikahan kami, biarlah ini menjadi pernikahan dua cincin antara aku dan Larisa, aku tidak akan menyebutnya poligami mas, karena akan terdengar sangat tidak enak, aku menamai pernikahan kita adalah pernikahan dua cincin, pernikahan dengan dua mempelai wanita"

"Kamu yakin dengan keputusanmu ini tiana?"

"Iya mas, insyaAllah Tiana sudah yakin sama keputusan Tiana mas"

"Baiklah kalau begitu, sebelum aku akan menikahi kalian berdua, aku akan membuat perjanjian pranikah, aku tak ingin ada hal yang tidak diinginkan terjadi dan itu merugikan antara aku dan kamu Tiana, biar bagaimanapun, ini tetaplah pernikahan antara kita berdua, aku menikahi Larisa hanya karena ia sedang mengandung anakku, aku tidak mencintainya, aku hanya menginginkanmu Tiana"

"Jangan berbicara seperti itu mas, kalo kau bersikap tidak adil itu hanya akan menyakiti hati Larisa, Allah juga akan sangat marah jika suami berbuat tidak adil kepada istri-istrinya, jika ia sudah menjadi istrimu, perlakukan ia sama seperti diriku mas, jangan ada garis pembatas yang membedakan antara aku dan Larisa, karena setelah menikah ia akan menjadi adik maduku, aku ingin hidup tentram damai bersama kalian"

"Baiklah jika itu mau mu, aku akan membicarakan hal ini pada kedua orang tuaku, tapi aku akan tetap membuat perjanjian pranikah, aku tak ingin Larisa berbuat seenaknya kepadamu, aku akan mengabarimu untuk bertemu dengan Larisa jika perjanjian telah selesai aku buat, aku harap ini adalah yang terbaik untuk kita berdua Tiana, terima kasih atas kebaikanmu, atas kemurahan hatimu mau menerimaku dan menerima Larisa sebagai madumu"

"Iya mas sama-sama, aku tunggu kabar darimu, aku tutup telponnya ya mas, assalamualaikum"

"Waalaikumsalam"

***

Setelah pembicaraan antara mereka selesai, Ardian kemudian keluar dari kamarnya menuju kemeja makan tempat semua orang sedang berkumpul.

Ardian mengisyaratkan kepada ibu dan bapak agar mengikutinya ketaman belakang karena ada hal yang akan ia bicarakan namun tak ingin ada orang lain yang tahu tentang pembicaraan mereka.

"Ada apa kamu nyuruh ibu sama bapak kesini, kamu mau ngomong apa?"

"Bu, pak, ada yang Ardian ingin katakan sama kalian"

"Kamu mau ngomong apa nak, ya sudah bicara saja,ibu sama bapak bakalan dengerin kamu kok"

Ucap bapak.

"Begini pak, sebenarnya Larisa sedang hamil"

Belum selesai Ardian berbicara, ibu langsung memotongnya.

"Terus kenapa kalo dia hamil?"

Ibu lalu menghentikan ucapannya, matanya melotot kearah ayah sambil satu tangannya menutup mulutnya.

Ibu kemudian berbalik, lalu menatap kearah Ardian lalu berbicara dengan suara yang keras, membuat Ardian takut akan kemarahan dari ibunya itu

"Terus kenapa kalo dia hamil, atau jangan-jangan kamu yang menghamilinya?"

Ardian hanya diam mematung, wajahnya hanya menunduk, ia tak berani memandang wajah kedua orang tuanya.

"Ayo jawab ibu, kenapa kamu cuma diam saja anak nakal, ayo bicara, apakah kamu yang sudah menghamili Larisa?"

Ibu kemudian menghampiri Ardian dan memukul-mukul dada bidang milik Ardian karena sangat marah dengan perbuatannya"

"Kenapa kamu melakukan ini nak, kamu sudah mempermalukan ibu sama bapak dengan perbuatanmu ini, pernikahanmu sudah dekat dan kau membuat kesalahan dengan menghamili Larisa, mau ditaruh dimana muka ibu nak, apa yang harus ibu sama bapak lakukan, orang tua Tiana pasti akan sangat marah dan malu dengan hal ini, kamu sudah buat ibu sama bapak kecewa"

"Bu sudah, ngomongnya pelan-pelan nanti yang lain dengar, kamu dengerin dulu penjelasan Ardian"

"Penjelasan apa lagi pak, anak kita satu-satunya sudah mencoreng nama baik kita, mau taruh dimana muka ibu pak, ibu malu sama keluarga pak Ahmad"

Ibu menangis terisak-isak dipelukan bapak, ia tak menyangka anak yang selama ini ia banggakan menghamili wanita lain.

"Aku akan menikahi Tiana dan Larisa"

Jawab Ardian dengan suara lantang dan tanpa ragu.

Seketika pandangan bapak dan ibu mengarah kepada Ardian, ibu yang mendengar perkataan dari anaknya itu membuat tangisnya semakin menjadi-jadi.

"Lihat anakmu pak, baru saja ia bilang jika ia telah menghamili Larisa, lalu dengan mudahnya ia bilang akan menikahi Tiana dan Larisa, anakmu itu sudah tidak waras pak, mana mau Tiana dipoligami?"

"Tiana yang memberiku saran agar aku menikahi mereka berdua pak, awalnya aku menolak, tapi kata Tiana dia setuju dan mau dipoligami"

Ibu pergi begitu saja meninggalkan bapak dan Ardian, ia tak kuat mendengarkan apa yang Ardian katakan, ibu merasa dirinya seperti akan gila, akhirnya ia memutuskan untuk pergi dan masuk kedalam kamarnya.

Tinggallah bapak dan Ardian ditaman, mereka berdua duduk lama dikursi taman namun tak mengeluarkan sepatah katapun, pandangan mereka berdua kosong memandang apa yang ada dihadapan mereka, namun pikiran mereka berdua melayang entah kemana.

Ardian sibuk memikirkan pernikahan antara dirinya, Tiana, dan Larisa, sedangkan bapak sibuk memikirkan apa yang akan ia katakan kepada pak ahmad, apakah pak ahmad akan menerima jika anaknya dipoligami.

Episodes
1 BAB 1 SEBUAH PERJODOHAN
2 BAB 2 LAMARAN
3 BAB 3 PERTENGKARAN
4 BAB 4 LARISA HAMIL
5 BAB 5 PENOLAKAN ARDIAN
6 BAB 6 LARISA MENJAUH DARI ALEX
7 BAB 7 PERMINTAAN LARISA
8 BAB 8 KEKECEWAAN ALEX
9 BAB 9 KEBAHAGIAAN KECILKU
10 BAB 10 ALEX AKHIRNYA TAU
11 BAB 11 PERTEMUAN TIANA DAN LARISA
12 BAB 12 GANGGUAN KECIL
13 BAB 13 AKU MENGINGINKANMU
14 BAB 14 SOLUSI DARI TIANA
15 BAB 15 PERNIKAHAN DUA CINCIN
16 BAB 16 KEPUTUSAN ABAH
17 BAB 17 KESEDIHAN ARDIAN
18 BAB 18 TUANMU ADALAH TUANKU JUGA
19 BAB 19 PERTEMUAN ARDIAN DAN ALEX
20 BAB 20 GAIRAH CINTA SATU MALAM
21 BAB 21 PERUBAHAN LARISA
22 BAB 22 BIDADARI SURGA
23 BAB 23 ALEX AKHIRNYA TUMBANG
24 BAB 24 KONSULTASI HATI
25 BAB 25 SOLUSI DOKTER CINTA
26 BAB 26 AISYAH DAN PERMASALAHANNYA (1)
27 BAB 27 AISYAH DAN PERMASALAHANNYA (2)
28 BAB 28 RARA MENGUNDURKAN DIRI
29 Pengumuman
30 BAB 29 HATI YANG TERSAKITI
31 BAB 30 HIKMAH DAN PEMBELAJARANNYA
32 BAB 31 SIASAT LICIK RARA
33 BAB 32 TANAMAN BERBAHAYA
34 BAB 33 RENCANA JAHAT TIARA DAN RARA
35 BAB 34 DI SEPERTIGA MALAM
36 BAB 35 AISYAH YANG MALANG
37 BAB 36 YANG SEBENARNYA...
38 BAB 37 ALEX VS ARDIAN
39 BAB 38 PENYESALAN SIDAN
40 BAB 39 BENAR-BENAR BERAKHIR?...
41 BAB 40 PERNIKAHAN ALEX
42 BAB 41 ALEX LARISA SAH
43 PENGUMUMAN NOVEL BARUKU
44 BAB 42 TERBONGKAR SEMUA
45 BAB 43 AWAL KEBAHAGIAAN ALEX & LARISA
46 BAB 44 PERMINTAAN LARISA
47 BAB 45 MALAM PERTAMA?
48 BAB 46 RENCANA PERJODOHAN KEMBALI
49 BAB 47 AKHIRNYA KEMBALI
50 BAB 48 ISTRI YANG SESUNGGUHNYA
51 BAB 49 ARDIAN DAN RARA MENIKAH?
52 BAB 50 MENIKAH KEMBALI
53 BAB 51 TIANA AZAM?
54 BAB 52 TIANA AZAM TA'ARUF?
55 BAB 53 BINGUNG
56 BAB 54 TIANA, LARISA, AISYAH BERPISAH
57 BAB 55 LARISA CEMBURU
58 BAB 56 KEJUTAN DARI ALEX
59 BAB 57 RARA CALON ISTRI
60 BAB 58 BUKAN KELUARGA LAGI
61 BAB 59 KONTRAKSI
62 BAB 60 KELUARGA BARU
63 BAB 61 AKHIR KEBAHAGIAAN ARDIAN & RARA?
64 BAB 62 MAMA MERTUA
65 BAB 63 MASA LALU AZAM
66 BAB 64 MAMA MERTUA BERULAH
67 BAB 65 MENERIMA
68 66 KABAR BAIK
69 BAB 67 BERTEMAN KEMBALI
70 BAB 68 SELANGKAH LEBIH SERIUS
71 BAB 69 ORANG TUA ALEX
72 BAB 70 ALEX SUDAH TIDAK TAHAN
73 BAB 71 SEPERTI ONDEL-ONDEL
74 BAB 72 BELANJA SESERAHAN
75 BAB 73 AZAM SULTAN?
76 BAB 74 MAMA LARISA MALING
77 BAB 75 KEBENARAN SIAPA AZAM
78 BAB 76 MENUJU HALAL
79 BAB 77 MANTAN ISTRI AZAM
80 BAB 78 KEMANA SITI?
81 BAB 79 MALAM PERTAMA
82 BAB 80 MALAM PERTAMA GAGAL LAGI
83 BAB 81 CICILAN MALAM PERTAMA
84 BAB 82 DUA KUBU
85 BAB 83 AKHIRNYA KETEMU JUGA
86 BAB 84 LEBIH KEJAM DARI PEMBUNUHAN
87 BAB 85 ENDING
88 Promo NovelKu
Episodes

Updated 88 Episodes

1
BAB 1 SEBUAH PERJODOHAN
2
BAB 2 LAMARAN
3
BAB 3 PERTENGKARAN
4
BAB 4 LARISA HAMIL
5
BAB 5 PENOLAKAN ARDIAN
6
BAB 6 LARISA MENJAUH DARI ALEX
7
BAB 7 PERMINTAAN LARISA
8
BAB 8 KEKECEWAAN ALEX
9
BAB 9 KEBAHAGIAAN KECILKU
10
BAB 10 ALEX AKHIRNYA TAU
11
BAB 11 PERTEMUAN TIANA DAN LARISA
12
BAB 12 GANGGUAN KECIL
13
BAB 13 AKU MENGINGINKANMU
14
BAB 14 SOLUSI DARI TIANA
15
BAB 15 PERNIKAHAN DUA CINCIN
16
BAB 16 KEPUTUSAN ABAH
17
BAB 17 KESEDIHAN ARDIAN
18
BAB 18 TUANMU ADALAH TUANKU JUGA
19
BAB 19 PERTEMUAN ARDIAN DAN ALEX
20
BAB 20 GAIRAH CINTA SATU MALAM
21
BAB 21 PERUBAHAN LARISA
22
BAB 22 BIDADARI SURGA
23
BAB 23 ALEX AKHIRNYA TUMBANG
24
BAB 24 KONSULTASI HATI
25
BAB 25 SOLUSI DOKTER CINTA
26
BAB 26 AISYAH DAN PERMASALAHANNYA (1)
27
BAB 27 AISYAH DAN PERMASALAHANNYA (2)
28
BAB 28 RARA MENGUNDURKAN DIRI
29
Pengumuman
30
BAB 29 HATI YANG TERSAKITI
31
BAB 30 HIKMAH DAN PEMBELAJARANNYA
32
BAB 31 SIASAT LICIK RARA
33
BAB 32 TANAMAN BERBAHAYA
34
BAB 33 RENCANA JAHAT TIARA DAN RARA
35
BAB 34 DI SEPERTIGA MALAM
36
BAB 35 AISYAH YANG MALANG
37
BAB 36 YANG SEBENARNYA...
38
BAB 37 ALEX VS ARDIAN
39
BAB 38 PENYESALAN SIDAN
40
BAB 39 BENAR-BENAR BERAKHIR?...
41
BAB 40 PERNIKAHAN ALEX
42
BAB 41 ALEX LARISA SAH
43
PENGUMUMAN NOVEL BARUKU
44
BAB 42 TERBONGKAR SEMUA
45
BAB 43 AWAL KEBAHAGIAAN ALEX & LARISA
46
BAB 44 PERMINTAAN LARISA
47
BAB 45 MALAM PERTAMA?
48
BAB 46 RENCANA PERJODOHAN KEMBALI
49
BAB 47 AKHIRNYA KEMBALI
50
BAB 48 ISTRI YANG SESUNGGUHNYA
51
BAB 49 ARDIAN DAN RARA MENIKAH?
52
BAB 50 MENIKAH KEMBALI
53
BAB 51 TIANA AZAM?
54
BAB 52 TIANA AZAM TA'ARUF?
55
BAB 53 BINGUNG
56
BAB 54 TIANA, LARISA, AISYAH BERPISAH
57
BAB 55 LARISA CEMBURU
58
BAB 56 KEJUTAN DARI ALEX
59
BAB 57 RARA CALON ISTRI
60
BAB 58 BUKAN KELUARGA LAGI
61
BAB 59 KONTRAKSI
62
BAB 60 KELUARGA BARU
63
BAB 61 AKHIR KEBAHAGIAAN ARDIAN & RARA?
64
BAB 62 MAMA MERTUA
65
BAB 63 MASA LALU AZAM
66
BAB 64 MAMA MERTUA BERULAH
67
BAB 65 MENERIMA
68
66 KABAR BAIK
69
BAB 67 BERTEMAN KEMBALI
70
BAB 68 SELANGKAH LEBIH SERIUS
71
BAB 69 ORANG TUA ALEX
72
BAB 70 ALEX SUDAH TIDAK TAHAN
73
BAB 71 SEPERTI ONDEL-ONDEL
74
BAB 72 BELANJA SESERAHAN
75
BAB 73 AZAM SULTAN?
76
BAB 74 MAMA LARISA MALING
77
BAB 75 KEBENARAN SIAPA AZAM
78
BAB 76 MENUJU HALAL
79
BAB 77 MANTAN ISTRI AZAM
80
BAB 78 KEMANA SITI?
81
BAB 79 MALAM PERTAMA
82
BAB 80 MALAM PERTAMA GAGAL LAGI
83
BAB 81 CICILAN MALAM PERTAMA
84
BAB 82 DUA KUBU
85
BAB 83 AKHIRNYA KETEMU JUGA
86
BAB 84 LEBIH KEJAM DARI PEMBUNUHAN
87
BAB 85 ENDING
88
Promo NovelKu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!