BAB 12 GANGGUAN KECIL

Setelah pertemuannya tadi dengan Larisa, Tiana akhirnya pulang kerumah untuk bertemu dengan abah dan umi, ia berencana akan membicarakan hal ini dan meminta solusi.

Sesampainya Tiana dirumah ia tak menemukan mereka, yang ada hanya Fatimah yang sedang asyik menonton drama korea favoritnya sambil ditemani cemilan kesukaannya diruang tamu.

Ia pun memutuskan untuk menghubungi Ardian terlebih dahulu.

Ia berpikir lebih baik masalah ini ia bicarakan dulu baik-baik dengan Ardian, kalo tak ada solusi yang bisa mereka dapatkan, barulah ia berdua akan meminta bantuan pada para orang tua.

sudah beberapa kali Tiana menghubungi Ardian namun tidak ada jawaban, akhirnya ia memutuskan untuk mengirim pesan saja pada Ardian, ia berpikir mungkin ia sedang sibuk.

***

( Di kediaman orang tua Ardian )

Semalam saat makan malam keluarga telah selesai, Ardian memutuskan untuk beristirahat lebih awal di kamarnya, hari ini kegiatannya sangat padat, membuat tubuhnya sangat lelah.

Tak lama setelah berbaring ditempat tidur, Ardian akhirnya tertidur sangat pulas, karena kecapean seharian beraktifitas.

Keesokan harinya ia terbangun lebih awal, mandi, kemudian menjalankan rutinitasnya yang tidak boleh ia tinggalkan yaitu beribadah kepada Tuhannya.

Setelah selesai beribadah, ia bergegas keluar kamar dan melihat ibunya sudah sibuk melakukan aktifitasnya di dapur, dan datang menghampirinya.

"Bu"

"Ehh kamu sudah bangun? Tidur lagi sana, ini masih pagi banget, nanti ibu bangunin kalo nasi goreng kesukaan kamu udah masak"

"Udah gak ngantuk lagi bu, Ardian mau disini aja temenin ibu ngobrol sambil masak"

"Ya sudah, nanti sore jemput kakek, nenek, sama yang lain di bandara yah, awas kalo lupa, nanti nenekmu itu ngambek, kan kamu tau sendiri dia itu orangnya kayak bagaimana, suka ngambekan kalo nunggunya lama banget"

"Iya bu, nenek lucu ya bu, udah tua tapi masih kayak anak abege, suka ngambek-ngambekan"

"Namanya juga orang tua, lagian kamu juga nanti bakalan tua"

"Gak, Ardian gak mau, Ardian menolak untuk tua heheheh"

"Apaan sih, ada-ada aja ngomongnya"

"Bu nasi gorengnya seperti biasa kan?

"Nasi goreng seafood kan, kesukaan kamu?"

"Ibu yang terbaik"

Sambil menunjukkan kedua jempol tangannya pada ibunya, membuat bu mina menjadi gemas melihat tingkah anak satu-satunya itu.

"Bu bapak mana, kok belum kelihatan?"

"Bapak ada dibelakang nyiramin tanaman hias ibu"

"Bu"

"Hmmm"

"Tiana itu orangnya bagaimana bu?"

"Kok tumben tanya soal Tiana?"

"Ya Ardian mau tau lahh bu, kan Ardian juga harus tau dia orangnya seperti apa"

"Kan kamu tau sendiri, kalo abah mu yang memilihkan, sudah pasti itu yang terbaik untukmu, abah gak mungkin memilih wanita ugal-ugalan kayak si Larisa itu, wajahnya aja yang cantik, tapi perilakunya tidak secantik wajahnya"

Ardian yang mendengar ibunya berbicara mengenai Larisa merasa sangat gugup, benar kata Ardian ibunya sangat tak menyukai Larisa.

"Kok bahasnya Larisa sih bu, kan Ardian tanyanya Tiana"

"Gak tau, ibu juga gak ngerti kenapa tiba-tiba ingat anak itu, seandainya saja Larisa mau sedikit berubah, ibu gak akan menolak hubungan kalian, tapi memang dasarnya anak itu bandel, pergaulannya juga terlalu bebas, ibu takut kamu malahan akan kesusahan kalo punya istri macam kayak Larisa itu, taunya berdandan saja, gak tau ngurus suaminya"

"Apaan sih bu, udah gak usah ngomongin Larisa lagi"

"Nasi gorengnya sudah mateng, mau makan sekarang ibu siapin"

"Bentar aja bu makannya bareng-bareng sama bapak, Ardian mau kebelakang dulu nyusulin bapak"

"Ya udah kalo gitu, kalo bapakmu udah selesai nyiramin tanaman ibu, sekalian kamu ajak ya buat sarapan"

Ardian hanya menjawab pertanyaan ibunya dengan menganggukkan kepalanya, kemudian ia pergi ke taman belakang tempat bapak berada.

"Wah...bapak rajin banget nyiramin tanaman ibu"

Ardian berjalan mendekati bapak yang tengah menyirami tanaman.

"Yah begitulah nak, ibumu itu kalo bapak gak nyiramin tanamannya tiap pagi, pasti bapak bakalan di omelin seharian, bapak jadi heran dia sayangnya sama bapak atau tanamannya ini"

Ardian hanya tertawa mendengar perkataan bapak, ia merasa lucu melihat tingkah kedua orang tuannya itu.

Bapak mulai berbicara dan bercerita banyak hal tentang ia dan ibu, bapak juga memberi nasehat kepada Ardian agar rumah tangganya nanti bisa langgeng sampai maut memisahkan.

Tiba-tiba saja ibu datang dan menyuruh mereka berdua untuk masuk dan sarapan.

Akhirnya Ardian dan Bapak masuk mengikuti perintah ibu, karena ia tahu kalo membantah perintahnya, ia akan ngomel-ngomel sehari tanpa henti.

"Bapak, Ardian, masuk dulu sana sarapan, dari tadi ibu nungguin, kalian malah asyik ngobrol disini, ibu malah dilupain, dasar bapak sama anak sama saja"

"Iya bu"

Jawab bapak dan Ardian bersamaan, mereka berdua tertawa karena berhasil menjahili ibu.

Mereka bertiga akhirnya masuk dan duduk dimeja makan dan mulai sarapan tanpa berbicara sedikitpun.

Setelah makan rencananya bapak akan mengajak Ardian pergi sebentar untuk memeriksa beberapa kerjaan yang sempat tertunda.

Namun sepertinya ibu tidak setuju dengan pendapat bapak itu, ia ingin Ardian tetap tinggal saja dirumah menemaninya.

"Gak usah lah pak, biar Ardian dirumah saja nemenin ibu, calon pengantin gak usah keluyuran"

"Gak papa bu, kan Ardian perginya sama bapak, sekalian kalo kerjaan bapak sudah selesai, biar bapak dan Ardian langsung ke bandara jemput mereka semua"

"Oh iya ibu lupa, ternyata kalian harus jemput kakek, nenek, dan yang lain dibandara, ya sudah kalo gitu, Ardian kamu ikut sama bapak, jagain tuh biar matanya gak jelalatan liat yang bening-bening"

"Gimana sih bu, gitu aja lupa, semalam bukannya ibu sendiri yang ngingetin biar Ardian jangan sampai lupa, ehh ini malah ibu sendiri yang lupa"

"Maklum lah nak, usia ibu kan udah gak muda lagi, makanya sudah mulai pikun"

"Ahhh masa sih bu, bapak lihat ibu awet muda kok"

Ledek bapak pada ibu.

"Apaan sih bapak ini, udah yahh ngegombalnya, malu tuh diliat sama anak sendiri, gak lama lagi udah mau nikah"

***

(Di Apartemen Larisa)

Larisa akhirnya tiba di apartemen miliknya, pinggangnya terasa sakit setelah mengemudi begitu lama.

Ia kemudian naik kelantai yang ia tempati menggunakan lift, setelah sampai ia kemudian membuka pintu kamar apartemennya itu, tapi Larisa merasa heran sepertinya waktu ia pergi lampu di ruang tamu telah ia matikan tapi kenapa masih menyala, "mungkin itu hanya perasaanku saja, mungkin waktu pergi aku lupa mematikannya" ucap larisa dalam hati.

Karena merasa kehausan ia akhirnya menuju kedapur untuk mengambil segelas air minum.

Saat berjalan menuju kedapur untuk mengambil air minum untuk menghilangkan dahaganya, ia terkejut melihat ada Alex yang sedang tertidur di sofa memeluk kedua kakinya.

Jarak dapur dan ruang tamu tempat Alex tidur berjarak lumayan jauh, namun kita masih bisa melihat dari arah dapur ke ruang tamu jika ada seseorang yang duduk disana.

Larisa lalu berjalan mendekat kearah Alex, ia mengingat-ingat bagaimana Alex bisa masuk ke apartemennya.

Setelah lama berpikir, akhirnya ia ingat bahwa pernah memberika sandi kunci apartemen miliknya waktu itu, karena dompet Alex sempat tertinggal sedangkan Larisa sedang tidak ada diapartemennya.

Larisa mulai memandangi wajah tampan milik Alex itu, dan menyentuh pipinya, Larisa berpikir sejak kapan Alex berada disini, apakah ia mencariku hingga jauh-jauh datang kemari, sebegitu cintanya kah pria ini pada diriku.

Alex yang merasa ada yang menyentuhnya mulai membuka matanya, ia melihat ada Larisa dihadapannya, ia lalu menarik Larisa kedalam pelukannya dan memeluknya seerat mungkin.

Alex memeluk Larisa sangat kuat, ia memeluknya seakan-akan takut akan kehilangannya, ia tak sadar karena terlalu erat pelukannya Larisa sampai mulai kehabisan nafas.

"Lepasin, aku gak bisa bernafas"

"Gak, aku gak akan lepasin pelukan ini, kalo aku lepas pasti kau akan pergi lagi"

"Ya ampun lepasin Alex, nafasku udah mau abis, aku gak akan pergi, aku janji"

Akhirnya Alex mulai melepaskan pelukannya pada Larisa, namun tangannya masih tetap memegang tangan Larisa, ia berpikir jangan sampai Larisa kabur karena melihatnya ada di apartemennya.

Tiba-tiba hp larisa berdering, ia kemudian mengambil hpnya yang ada dalam tas dan melihat jika ada panggilan masuk dari mamanya.

"Ada apa mama menelfon, bukannya dia tadi sudah bicara denganku, lalu untuk apa lagi di menelpon? aduhhh mama ganggu aja deh"

Omel Larisa dalam hati yang jengkel pada mamanya karena terus saja mengganggunya.

Episodes
1 BAB 1 SEBUAH PERJODOHAN
2 BAB 2 LAMARAN
3 BAB 3 PERTENGKARAN
4 BAB 4 LARISA HAMIL
5 BAB 5 PENOLAKAN ARDIAN
6 BAB 6 LARISA MENJAUH DARI ALEX
7 BAB 7 PERMINTAAN LARISA
8 BAB 8 KEKECEWAAN ALEX
9 BAB 9 KEBAHAGIAAN KECILKU
10 BAB 10 ALEX AKHIRNYA TAU
11 BAB 11 PERTEMUAN TIANA DAN LARISA
12 BAB 12 GANGGUAN KECIL
13 BAB 13 AKU MENGINGINKANMU
14 BAB 14 SOLUSI DARI TIANA
15 BAB 15 PERNIKAHAN DUA CINCIN
16 BAB 16 KEPUTUSAN ABAH
17 BAB 17 KESEDIHAN ARDIAN
18 BAB 18 TUANMU ADALAH TUANKU JUGA
19 BAB 19 PERTEMUAN ARDIAN DAN ALEX
20 BAB 20 GAIRAH CINTA SATU MALAM
21 BAB 21 PERUBAHAN LARISA
22 BAB 22 BIDADARI SURGA
23 BAB 23 ALEX AKHIRNYA TUMBANG
24 BAB 24 KONSULTASI HATI
25 BAB 25 SOLUSI DOKTER CINTA
26 BAB 26 AISYAH DAN PERMASALAHANNYA (1)
27 BAB 27 AISYAH DAN PERMASALAHANNYA (2)
28 BAB 28 RARA MENGUNDURKAN DIRI
29 Pengumuman
30 BAB 29 HATI YANG TERSAKITI
31 BAB 30 HIKMAH DAN PEMBELAJARANNYA
32 BAB 31 SIASAT LICIK RARA
33 BAB 32 TANAMAN BERBAHAYA
34 BAB 33 RENCANA JAHAT TIARA DAN RARA
35 BAB 34 DI SEPERTIGA MALAM
36 BAB 35 AISYAH YANG MALANG
37 BAB 36 YANG SEBENARNYA...
38 BAB 37 ALEX VS ARDIAN
39 BAB 38 PENYESALAN SIDAN
40 BAB 39 BENAR-BENAR BERAKHIR?...
41 BAB 40 PERNIKAHAN ALEX
42 BAB 41 ALEX LARISA SAH
43 PENGUMUMAN NOVEL BARUKU
44 BAB 42 TERBONGKAR SEMUA
45 BAB 43 AWAL KEBAHAGIAAN ALEX & LARISA
46 BAB 44 PERMINTAAN LARISA
47 BAB 45 MALAM PERTAMA?
48 BAB 46 RENCANA PERJODOHAN KEMBALI
49 BAB 47 AKHIRNYA KEMBALI
50 BAB 48 ISTRI YANG SESUNGGUHNYA
51 BAB 49 ARDIAN DAN RARA MENIKAH?
52 BAB 50 MENIKAH KEMBALI
53 BAB 51 TIANA AZAM?
54 BAB 52 TIANA AZAM TA'ARUF?
55 BAB 53 BINGUNG
56 BAB 54 TIANA, LARISA, AISYAH BERPISAH
57 BAB 55 LARISA CEMBURU
58 BAB 56 KEJUTAN DARI ALEX
59 BAB 57 RARA CALON ISTRI
60 BAB 58 BUKAN KELUARGA LAGI
61 BAB 59 KONTRAKSI
62 BAB 60 KELUARGA BARU
63 BAB 61 AKHIR KEBAHAGIAAN ARDIAN & RARA?
64 BAB 62 MAMA MERTUA
65 BAB 63 MASA LALU AZAM
66 BAB 64 MAMA MERTUA BERULAH
67 BAB 65 MENERIMA
68 66 KABAR BAIK
69 BAB 67 BERTEMAN KEMBALI
70 BAB 68 SELANGKAH LEBIH SERIUS
71 BAB 69 ORANG TUA ALEX
72 BAB 70 ALEX SUDAH TIDAK TAHAN
73 BAB 71 SEPERTI ONDEL-ONDEL
74 BAB 72 BELANJA SESERAHAN
75 BAB 73 AZAM SULTAN?
76 BAB 74 MAMA LARISA MALING
77 BAB 75 KEBENARAN SIAPA AZAM
78 BAB 76 MENUJU HALAL
79 BAB 77 MANTAN ISTRI AZAM
80 BAB 78 KEMANA SITI?
81 BAB 79 MALAM PERTAMA
82 BAB 80 MALAM PERTAMA GAGAL LAGI
83 BAB 81 CICILAN MALAM PERTAMA
84 BAB 82 DUA KUBU
85 BAB 83 AKHIRNYA KETEMU JUGA
86 BAB 84 LEBIH KEJAM DARI PEMBUNUHAN
87 BAB 85 ENDING
88 Promo NovelKu
Episodes

Updated 88 Episodes

1
BAB 1 SEBUAH PERJODOHAN
2
BAB 2 LAMARAN
3
BAB 3 PERTENGKARAN
4
BAB 4 LARISA HAMIL
5
BAB 5 PENOLAKAN ARDIAN
6
BAB 6 LARISA MENJAUH DARI ALEX
7
BAB 7 PERMINTAAN LARISA
8
BAB 8 KEKECEWAAN ALEX
9
BAB 9 KEBAHAGIAAN KECILKU
10
BAB 10 ALEX AKHIRNYA TAU
11
BAB 11 PERTEMUAN TIANA DAN LARISA
12
BAB 12 GANGGUAN KECIL
13
BAB 13 AKU MENGINGINKANMU
14
BAB 14 SOLUSI DARI TIANA
15
BAB 15 PERNIKAHAN DUA CINCIN
16
BAB 16 KEPUTUSAN ABAH
17
BAB 17 KESEDIHAN ARDIAN
18
BAB 18 TUANMU ADALAH TUANKU JUGA
19
BAB 19 PERTEMUAN ARDIAN DAN ALEX
20
BAB 20 GAIRAH CINTA SATU MALAM
21
BAB 21 PERUBAHAN LARISA
22
BAB 22 BIDADARI SURGA
23
BAB 23 ALEX AKHIRNYA TUMBANG
24
BAB 24 KONSULTASI HATI
25
BAB 25 SOLUSI DOKTER CINTA
26
BAB 26 AISYAH DAN PERMASALAHANNYA (1)
27
BAB 27 AISYAH DAN PERMASALAHANNYA (2)
28
BAB 28 RARA MENGUNDURKAN DIRI
29
Pengumuman
30
BAB 29 HATI YANG TERSAKITI
31
BAB 30 HIKMAH DAN PEMBELAJARANNYA
32
BAB 31 SIASAT LICIK RARA
33
BAB 32 TANAMAN BERBAHAYA
34
BAB 33 RENCANA JAHAT TIARA DAN RARA
35
BAB 34 DI SEPERTIGA MALAM
36
BAB 35 AISYAH YANG MALANG
37
BAB 36 YANG SEBENARNYA...
38
BAB 37 ALEX VS ARDIAN
39
BAB 38 PENYESALAN SIDAN
40
BAB 39 BENAR-BENAR BERAKHIR?...
41
BAB 40 PERNIKAHAN ALEX
42
BAB 41 ALEX LARISA SAH
43
PENGUMUMAN NOVEL BARUKU
44
BAB 42 TERBONGKAR SEMUA
45
BAB 43 AWAL KEBAHAGIAAN ALEX & LARISA
46
BAB 44 PERMINTAAN LARISA
47
BAB 45 MALAM PERTAMA?
48
BAB 46 RENCANA PERJODOHAN KEMBALI
49
BAB 47 AKHIRNYA KEMBALI
50
BAB 48 ISTRI YANG SESUNGGUHNYA
51
BAB 49 ARDIAN DAN RARA MENIKAH?
52
BAB 50 MENIKAH KEMBALI
53
BAB 51 TIANA AZAM?
54
BAB 52 TIANA AZAM TA'ARUF?
55
BAB 53 BINGUNG
56
BAB 54 TIANA, LARISA, AISYAH BERPISAH
57
BAB 55 LARISA CEMBURU
58
BAB 56 KEJUTAN DARI ALEX
59
BAB 57 RARA CALON ISTRI
60
BAB 58 BUKAN KELUARGA LAGI
61
BAB 59 KONTRAKSI
62
BAB 60 KELUARGA BARU
63
BAB 61 AKHIR KEBAHAGIAAN ARDIAN & RARA?
64
BAB 62 MAMA MERTUA
65
BAB 63 MASA LALU AZAM
66
BAB 64 MAMA MERTUA BERULAH
67
BAB 65 MENERIMA
68
66 KABAR BAIK
69
BAB 67 BERTEMAN KEMBALI
70
BAB 68 SELANGKAH LEBIH SERIUS
71
BAB 69 ORANG TUA ALEX
72
BAB 70 ALEX SUDAH TIDAK TAHAN
73
BAB 71 SEPERTI ONDEL-ONDEL
74
BAB 72 BELANJA SESERAHAN
75
BAB 73 AZAM SULTAN?
76
BAB 74 MAMA LARISA MALING
77
BAB 75 KEBENARAN SIAPA AZAM
78
BAB 76 MENUJU HALAL
79
BAB 77 MANTAN ISTRI AZAM
80
BAB 78 KEMANA SITI?
81
BAB 79 MALAM PERTAMA
82
BAB 80 MALAM PERTAMA GAGAL LAGI
83
BAB 81 CICILAN MALAM PERTAMA
84
BAB 82 DUA KUBU
85
BAB 83 AKHIRNYA KETEMU JUGA
86
BAB 84 LEBIH KEJAM DARI PEMBUNUHAN
87
BAB 85 ENDING
88
Promo NovelKu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!