BAB 11 PERTEMUAN TIANA DAN LARISA

( Di apartemen Larisa )

Alex mengendarai mobil sport mewahnya menuju ke apartemen milik Larisa.

Ia mengendarai kendaraan roda empatnya itu dengan kecepatan tinggi, dadanya berdegup kencang mengingat Larisa, ia sangat berharap bahwa anak yang Larisa kandung adalah anaknya.

Sesampainya di sana, Alex mulai menekan bel pintu apartemen milik Larisa, namun ia tak kunjung membuka pintunya.

Untuk kesekian kalinya ia menekan bel pintu apartemen milik larisa itu, namun tak kunjung juga Larisa keluar.

Akhirnya ia ingat Larisa pernah memberikan kunci sandi untuk membuka pintu apartemen miliknya.

Iya kemudian memasukkan kunci sandinya dan kemudian pintu terbuka, ternyata Larisa belum juga mengganti nomor pin nya, guman nya dalam hati.

Alex kemudian masuk, ia mencari keberadaan Larisa, dikamar, di dapur, toilet, di semua sudut ruangan namun ia tak menemukannya.

Karena lelah mencari Larisa, ia akhirnya duduk di sofa ruang tamu sambil menangis terisak-isak, ia lalu berbaring karena lelah menangis ia akhirnya tertidur lelap seperti anak bayi.

***

Setelah dari rumah sakit hari ini, Larisa berencana akan menemui Tiana.

Pernikahan Ardian tinggal tiga hari lagi, ia harus membujuk Tiana agar ia mau membatalkan pernikahannya dengan Ardian.

Ia berharap Tiana akan kasihan setelah ia yang menemuinya langsung, dan memohon agar ia mau membatalkan pernikahannya sebab, ia sedang mengandung anak Ardian.

Tiba-tiba ia teringat pada Alex, ia merasa bersalah karena tak menunggunya waktu itu, Tiana berpikir sudah waktunya ia menjauh dari Alex, ia tak ingin memberikan harapan untuknya, karena ia adalah pria yang baik, tak sepantasnya ia berbuat jahat pada Alex dengan terus membohonginya.

"Maafkan aku Alex, maafkan aku karena menggunakan kehamilanku ini untuk mendapatkan Ardian, kau pria baik, semoga saja kau bisa mendapatkan wanita yang baik pula yang bisa menjadi pendampingi mu"

"Aku akan tetap menjaga anak kita, awalnya aku ingin memberikannya kepadamu, tapi sepertinya aku mulai mencintainya, maafkan aku yang tak bisa mencintaimu, di hatiku hanya ada mas Ardian"

Larisa melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, pondok pesantren tempat Larisa tinggal lumayan jauh, karena berada dipinggiran kota, namun tak mengurungkan semangatnya untuk bertemu dengan Tiana, ia juga tak mempedulikan lagi sakit di punggungnya, yang ia inginkan cepat sampai dan bertemu Tiana.

Ia bertekad untuk bertemu langsung dengan tiana dan akan membicarakan ini secara baik-baik.

Sesampainya Larisa di sana, ia memarkirkan mobilnya tepat di parkiran pondok pesantren, didalam mobil ia bingung harus bertanya pada siapa untuk bisa bertemu dengan tiana, lama ia berpikir namun tak kunjung juga mendapatkan cara.

Dari kejauhan ia melihat beberapa santri wati sedang berjalan kearah gerbang pondok pesantren, akhirnya Larisa memutuskan akan menanyakan pada santri wati itu, dimana ia bisa bertemu dengan Tiana.

"Permisi dek, saya mau nanya, kalo mau ketemu tiana dimana ya?"

Para santri wati itu hanya beristigfar, ada yang menggeleng-gelengkan kepalanya, ada pula yang langsung menundukkan pandangannya ketika melihat penampilan Larisa.

Kemudian salah satu dari santri wati itu mulai menjawab pertanyaan dari Larisa.

"Ustadzah Tiana maksud anda, anak pak ahmad?"

"Iii.iiya.."

Jawab Larisa, ia hanya menjawab seadanya, karena ia tak tau harus berkata apa, tak ada yang ia kenal di pondok pesantren ini.

"Baiklah kak, kakak tunggu sebentar disini, saya akan memanggil ustadzah, beliau sedang mengajar, tunggu sebentar ya kak"

Jawab santri wati tersebut, kemudian pergi diikuti oleh teman-temannya yang lain.

***

"Assalamualaikum ustadzah"

"Waalaikumsalam sifa, ada apa ini kok rame-rame?

"Maaf ustadzah, diparkiran pondok pesantren ada yang ingin bertemu ustadzah"

"Laki-laki atau perempuan"

"Perempuan ustadzah, tapi maaf pakaiannya sangat terbuka, jadi saya menyuruhnya untuk menunggu diparkiran saja, kalo masuk sampai disini bisa jadi tontonan gratis ustadzah"

"Apa yang kamu lakukan sudah benar, baiklah aku akan menemuinya, kalian semua bisa pergi"

"Baiklah ustadzah, assalamualaikum"

"Waalaikumsalam"

Setelah para santri wati itu memberi tahu jika ada yang menunggunya, ia pun akhirnya bergegas menemui wanita yang dimaksud oleh para santri wati tadi.

Setibanya diparkiran, ia melihat wanita cantik berdiri di samping mobilnya tengah melambaikan tangan kearah Tiana.

Tiana yang melihat lambaian tangan dari Larisa mengerti maksud darinya dan segera berjalan mendekat kearahnya.

"Assalamualaikum, apakah anda yang mencari saya?"

"ehhh waalaikumsalam, kamu Tiana?"

"Memangnya siapa yang anda cari?"

"Saya mencari Tiana"

"Kalau anda mencari Tiana, berarti anda mencari saya, yang namanya Tiana disini hanya saya, dan ada keperluan apa anda mencari saya?"

"Saya Larisa, pacarnya Mas Ardian"

Ucap Larisa dengan penuh percaya diri.

Tiana yang mendengar jawaban dari Larisa hanya bisa membalas dengan senyuman, namun Larisa tak bisa melihatnya karena wajahnya ditutupi oleh niqabnya.

Tiana merasa sekujur tubuhnya membeku, ntah apa yang wanita dihadapannya ini inginkan darinya, Tiana tak tau harus bagaimana, haruskah ia marah dan mencakar wajah cantiknya, tapi sepertinya hal itu tak mungkin ia lakukan.

Selama ini abah tak pernah mengajarinya untuk berbuat kasar pada orang lain, sekalipun orang itu melukai atau menyakiti kita.

Abah mengajarkan agar kita selalu menghadapi segala sesuatunya dengan kepala dingin, maksudnya dengan tidak mengutamakan emosi, sebab marah atau emosi hanya akan membuat masalah semakin besar, dan seseorang yang marah tidak akan mampu untuk berpikir jernih karena dirinya dikuasai oleh amarahnya sendiri, maka dari itu kita dianjurkan untuk jangan marah, atau berusaha untuk mengendalikan amarah kita dengan banyak-banyak beristigfar kepada Allah, sebab ketika kita marah maka setan akan berusaha membisiki kita dengan tipu muslihatnya, semoga Allah melindungi kita dari godaan setan, itu yang selalu abah katakan.

Kata-kata abah itulah yang selalu terngiang di telingaku dan tertanam dalam pikiranku.

"Ada perlu apa anda datang kemari ?"

"Sepertinya kau sudah tau maksud dan tujuanku datang kesini, mas Ardian bilang kalau kau sudah tau semuanya"

"Kalo aku sudah tau semuanya, lalu apa yang anda inginkan dari saya?"

"Saya mau kamu membatalkan pernikahanmu dengan Mas Ardian"

Mendengar apa yang Larisa katakan membuat jantung Tiana berdegup kencang.

Bibirnya seketika keluh mendengarkan apa yang barusan Larisa katakan.

Ia tak menyangkan ada seorang wanita yang rela menghancurkan impian orang lain, demi mewujudkan impiannya.

"Aku tidak bisa melakukan hal itu, siapa anda menyuruhku melalukan hal yang tidak ingin kulakukan?"

"Apakah kau lupa, atau kau hanya pura-pura lupa, aku sekarang hamil, dan anak yang ada dalam kandunganku adalah anak Mas Ardian"

"Jangan kau jadikan ke hamilanmu itu sebagai alasan untuk merusak kebahagiaan orang lain?"

"Apa katamu, kebahagiaan? Apakah kau tidak sedih melihat anak ini lahir tanpa seorang ayah, apakah kau pernah berpikir bagaimana perasaanmu jika kau yang berada di posisiku?

"Maaf, aku tak akan melakukan hal yang seperti itu, berzina sangat dilarang dalam agama kita"

"Aku mohon Tiana, aku mohon, aku tak bisa hidup tanpa Mas Ardian, aku sangat mencintainya"

"Jangan seperti ini, aku tak bisa menjanjikan mu apa-apa, berdoalah kepada Tuhan, dan mohonlah ampun atas segala apa yang pernah kau perbuat, semoga Allah memberikan rahmat dan hidayahnya kepadamu, dan berjanjilah untuk tak mengulanginya lagi, dan jangan pernah memohon hanya selain kepada Allah, aku tak pantas diperlakukan seperti itu, memohon lah pertolongan kepadaNya, jika memang kau dan mas Ardian berjodoh, tidak ada yang bisa memisahkan kalian, termasuk diriku."

Larisa yang mendengar perkataan Tiana seakan tertampar, bukan sakit diwajahnya tapi sakit dihatinya, karena perkataan Tiana sungguh menampar perasaannya.

Ia malu dengan dirinya sendiri, mengapa ia menjadi manusia yang tak punya malu, ia bahkan terang-terangan meminta Tiana membatalkan pernikahannya dengan Mas Ardian.

"Sudahlah, jangan menangis, insyaAllah pasti ada solusi dari masalah ini, kamu harus yakin bahwa dimana ada kesusahan disitu pula ada kemudahan"

Ucap tiana pada Larisa sambil memegang kedua tangannya untuk saling menguatkan.

Mendengar apa yang dikatakan Tiana, hati Larisa merasa tenang, sebelumnya ia tak pernah merasa setenang dan sedamai ini.

"Sebaiknya kamu pulang dulu, biar nanti masalah ini akan ku bicarakan bersama Mas Ardian dan keluarga, semoga Allah memberikan petunjuk terbaik dan memberikan solusi dari permasalahan ini"

"Baiklah aku pamit pulang dulu Tiana, ternyata kamu orang yang baik, awalnya aku berpikir ketika nanti bertemu denganmu kita akan saling jambak-jambakan, saling pukul, dan saling adu jotos sampai salah satu diantara kita menang seperti sinetron yang kebanyakan kulihat di televisi, tapi ternyata aku salah, kau tidak seperti yang ada dalam pikiranku tadi, sangat berbanding terbalik dengan apa yang aku bayangkan, wajar saja jika mas Ardian sepertinya tak ingin membatalkan pernikahannya denganmu"

"Sudah dulu ngomongnya, sekarang kamu pulang dulu, hari sudah semakin sore, tidak baik untuk ibu hamil nyetir sendirian,apalagi perjalananmu pasti lumayan jauhkan?"

"Baiklah aku pulang dulu, assalamualaikum"

"Waalaikumsalam, kamu hati-hati dijalan"

Yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Larisa.

Setelah Larisa pergi, Tiana menjadi bingung apa yang akan ia katakan kepada abah dan uminya tentang hal ini.

Mereka pasti akan sangat marah dan kecewa mengetahui Mas Ardian telah menghamili perempuan lain.

Episodes
1 BAB 1 SEBUAH PERJODOHAN
2 BAB 2 LAMARAN
3 BAB 3 PERTENGKARAN
4 BAB 4 LARISA HAMIL
5 BAB 5 PENOLAKAN ARDIAN
6 BAB 6 LARISA MENJAUH DARI ALEX
7 BAB 7 PERMINTAAN LARISA
8 BAB 8 KEKECEWAAN ALEX
9 BAB 9 KEBAHAGIAAN KECILKU
10 BAB 10 ALEX AKHIRNYA TAU
11 BAB 11 PERTEMUAN TIANA DAN LARISA
12 BAB 12 GANGGUAN KECIL
13 BAB 13 AKU MENGINGINKANMU
14 BAB 14 SOLUSI DARI TIANA
15 BAB 15 PERNIKAHAN DUA CINCIN
16 BAB 16 KEPUTUSAN ABAH
17 BAB 17 KESEDIHAN ARDIAN
18 BAB 18 TUANMU ADALAH TUANKU JUGA
19 BAB 19 PERTEMUAN ARDIAN DAN ALEX
20 BAB 20 GAIRAH CINTA SATU MALAM
21 BAB 21 PERUBAHAN LARISA
22 BAB 22 BIDADARI SURGA
23 BAB 23 ALEX AKHIRNYA TUMBANG
24 BAB 24 KONSULTASI HATI
25 BAB 25 SOLUSI DOKTER CINTA
26 BAB 26 AISYAH DAN PERMASALAHANNYA (1)
27 BAB 27 AISYAH DAN PERMASALAHANNYA (2)
28 BAB 28 RARA MENGUNDURKAN DIRI
29 Pengumuman
30 BAB 29 HATI YANG TERSAKITI
31 BAB 30 HIKMAH DAN PEMBELAJARANNYA
32 BAB 31 SIASAT LICIK RARA
33 BAB 32 TANAMAN BERBAHAYA
34 BAB 33 RENCANA JAHAT TIARA DAN RARA
35 BAB 34 DI SEPERTIGA MALAM
36 BAB 35 AISYAH YANG MALANG
37 BAB 36 YANG SEBENARNYA...
38 BAB 37 ALEX VS ARDIAN
39 BAB 38 PENYESALAN SIDAN
40 BAB 39 BENAR-BENAR BERAKHIR?...
41 BAB 40 PERNIKAHAN ALEX
42 BAB 41 ALEX LARISA SAH
43 PENGUMUMAN NOVEL BARUKU
44 BAB 42 TERBONGKAR SEMUA
45 BAB 43 AWAL KEBAHAGIAAN ALEX & LARISA
46 BAB 44 PERMINTAAN LARISA
47 BAB 45 MALAM PERTAMA?
48 BAB 46 RENCANA PERJODOHAN KEMBALI
49 BAB 47 AKHIRNYA KEMBALI
50 BAB 48 ISTRI YANG SESUNGGUHNYA
51 BAB 49 ARDIAN DAN RARA MENIKAH?
52 BAB 50 MENIKAH KEMBALI
53 BAB 51 TIANA AZAM?
54 BAB 52 TIANA AZAM TA'ARUF?
55 BAB 53 BINGUNG
56 BAB 54 TIANA, LARISA, AISYAH BERPISAH
57 BAB 55 LARISA CEMBURU
58 BAB 56 KEJUTAN DARI ALEX
59 BAB 57 RARA CALON ISTRI
60 BAB 58 BUKAN KELUARGA LAGI
61 BAB 59 KONTRAKSI
62 BAB 60 KELUARGA BARU
63 BAB 61 AKHIR KEBAHAGIAAN ARDIAN & RARA?
64 BAB 62 MAMA MERTUA
65 BAB 63 MASA LALU AZAM
66 BAB 64 MAMA MERTUA BERULAH
67 BAB 65 MENERIMA
68 66 KABAR BAIK
69 BAB 67 BERTEMAN KEMBALI
70 BAB 68 SELANGKAH LEBIH SERIUS
71 BAB 69 ORANG TUA ALEX
72 BAB 70 ALEX SUDAH TIDAK TAHAN
73 BAB 71 SEPERTI ONDEL-ONDEL
74 BAB 72 BELANJA SESERAHAN
75 BAB 73 AZAM SULTAN?
76 BAB 74 MAMA LARISA MALING
77 BAB 75 KEBENARAN SIAPA AZAM
78 BAB 76 MENUJU HALAL
79 BAB 77 MANTAN ISTRI AZAM
80 BAB 78 KEMANA SITI?
81 BAB 79 MALAM PERTAMA
82 BAB 80 MALAM PERTAMA GAGAL LAGI
83 BAB 81 CICILAN MALAM PERTAMA
84 BAB 82 DUA KUBU
85 BAB 83 AKHIRNYA KETEMU JUGA
86 BAB 84 LEBIH KEJAM DARI PEMBUNUHAN
87 BAB 85 ENDING
88 Promo NovelKu
Episodes

Updated 88 Episodes

1
BAB 1 SEBUAH PERJODOHAN
2
BAB 2 LAMARAN
3
BAB 3 PERTENGKARAN
4
BAB 4 LARISA HAMIL
5
BAB 5 PENOLAKAN ARDIAN
6
BAB 6 LARISA MENJAUH DARI ALEX
7
BAB 7 PERMINTAAN LARISA
8
BAB 8 KEKECEWAAN ALEX
9
BAB 9 KEBAHAGIAAN KECILKU
10
BAB 10 ALEX AKHIRNYA TAU
11
BAB 11 PERTEMUAN TIANA DAN LARISA
12
BAB 12 GANGGUAN KECIL
13
BAB 13 AKU MENGINGINKANMU
14
BAB 14 SOLUSI DARI TIANA
15
BAB 15 PERNIKAHAN DUA CINCIN
16
BAB 16 KEPUTUSAN ABAH
17
BAB 17 KESEDIHAN ARDIAN
18
BAB 18 TUANMU ADALAH TUANKU JUGA
19
BAB 19 PERTEMUAN ARDIAN DAN ALEX
20
BAB 20 GAIRAH CINTA SATU MALAM
21
BAB 21 PERUBAHAN LARISA
22
BAB 22 BIDADARI SURGA
23
BAB 23 ALEX AKHIRNYA TUMBANG
24
BAB 24 KONSULTASI HATI
25
BAB 25 SOLUSI DOKTER CINTA
26
BAB 26 AISYAH DAN PERMASALAHANNYA (1)
27
BAB 27 AISYAH DAN PERMASALAHANNYA (2)
28
BAB 28 RARA MENGUNDURKAN DIRI
29
Pengumuman
30
BAB 29 HATI YANG TERSAKITI
31
BAB 30 HIKMAH DAN PEMBELAJARANNYA
32
BAB 31 SIASAT LICIK RARA
33
BAB 32 TANAMAN BERBAHAYA
34
BAB 33 RENCANA JAHAT TIARA DAN RARA
35
BAB 34 DI SEPERTIGA MALAM
36
BAB 35 AISYAH YANG MALANG
37
BAB 36 YANG SEBENARNYA...
38
BAB 37 ALEX VS ARDIAN
39
BAB 38 PENYESALAN SIDAN
40
BAB 39 BENAR-BENAR BERAKHIR?...
41
BAB 40 PERNIKAHAN ALEX
42
BAB 41 ALEX LARISA SAH
43
PENGUMUMAN NOVEL BARUKU
44
BAB 42 TERBONGKAR SEMUA
45
BAB 43 AWAL KEBAHAGIAAN ALEX & LARISA
46
BAB 44 PERMINTAAN LARISA
47
BAB 45 MALAM PERTAMA?
48
BAB 46 RENCANA PERJODOHAN KEMBALI
49
BAB 47 AKHIRNYA KEMBALI
50
BAB 48 ISTRI YANG SESUNGGUHNYA
51
BAB 49 ARDIAN DAN RARA MENIKAH?
52
BAB 50 MENIKAH KEMBALI
53
BAB 51 TIANA AZAM?
54
BAB 52 TIANA AZAM TA'ARUF?
55
BAB 53 BINGUNG
56
BAB 54 TIANA, LARISA, AISYAH BERPISAH
57
BAB 55 LARISA CEMBURU
58
BAB 56 KEJUTAN DARI ALEX
59
BAB 57 RARA CALON ISTRI
60
BAB 58 BUKAN KELUARGA LAGI
61
BAB 59 KONTRAKSI
62
BAB 60 KELUARGA BARU
63
BAB 61 AKHIR KEBAHAGIAAN ARDIAN & RARA?
64
BAB 62 MAMA MERTUA
65
BAB 63 MASA LALU AZAM
66
BAB 64 MAMA MERTUA BERULAH
67
BAB 65 MENERIMA
68
66 KABAR BAIK
69
BAB 67 BERTEMAN KEMBALI
70
BAB 68 SELANGKAH LEBIH SERIUS
71
BAB 69 ORANG TUA ALEX
72
BAB 70 ALEX SUDAH TIDAK TAHAN
73
BAB 71 SEPERTI ONDEL-ONDEL
74
BAB 72 BELANJA SESERAHAN
75
BAB 73 AZAM SULTAN?
76
BAB 74 MAMA LARISA MALING
77
BAB 75 KEBENARAN SIAPA AZAM
78
BAB 76 MENUJU HALAL
79
BAB 77 MANTAN ISTRI AZAM
80
BAB 78 KEMANA SITI?
81
BAB 79 MALAM PERTAMA
82
BAB 80 MALAM PERTAMA GAGAL LAGI
83
BAB 81 CICILAN MALAM PERTAMA
84
BAB 82 DUA KUBU
85
BAB 83 AKHIRNYA KETEMU JUGA
86
BAB 84 LEBIH KEJAM DARI PEMBUNUHAN
87
BAB 85 ENDING
88
Promo NovelKu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!