BAB 10 ALEX AKHIRNYA TAU

( Di apartemen Larisa )

Hari ini Larisa berencana akan pergi ke rumah sakit, selama ia tahu bahwa dirinya hamil, ia sama sekali belum pernah memeriksakan kandungannya.

Rencananya ia akan memeriksakan kandungannya di Rumah Sakit yang tak jauh dari apartmen nya, karena sejak hamil ia merasa agak sulit untuk menyetir terlalu lama, hal itu membuat punggung dan pinggangnya terasa pegal.

Setelah ia menyelesaikan sarapannya terlebih dahulu, ia pun bergegas menuju ke rumah sakit, karena kondisi jalan yang selalu ramai, ia takut akan terlambat karena terjebak macet, sehingga ia memutuskan untuk datang lebih awal.

Dan benar saja, hari ini jalanan yang ia lalui sangat ramai sehingga terjadi kemacetan dimana-mana, membuat pinggang Larisa menjadi sakit karena terlalu lama duduk.

***

( Di Rumah sakit )

Setelah sampai di rumah sakit, ia kemudian menuju resepsionis untuk mendaftarkan dirinya terlebih dahulu,

Karena merasa sakit di punggungnya, ia akhirnya duduk tepat didepan ruangan praktek dokter obgyn, sambil menunggu antriannya dipanggil.

Tanpa ia sadari dari kejauhan ada seseorang yang sedari tadi memperhatikannya, Alex merasa senang melihat wanita yang ia cintai, namun seketika ia merasa sedih karena Larisa pasti akan menghindar jika ia menemuinya.

"Tapi apa yang Larisa lakukan disini, sebaiknya aku perhatikan saja dulu apa yang akan ia lakukan, kalo ada yang mencurigakan baru aku akan segera menghampirinya, atau ia sedang berkencan dengan dokter yang bekerja disini? kurang kerjaan sekali kalo memang ia ingin berkencan di rumah sakit, seperti tak ada tempat lain saja, kalo memang benar dia berkencan dengan salah satu dokter disini, aku akan menyeret mereka berdua, dan tidak akan ku ampuni perbuatan mu itu Larisa"

Alex mengepalkan tangannya hingga terlihat buku-buku jarinya, wajah putihnya nampak memerah membayangkan, Larisa bersama pria lain.

Rumah sakit yang Larisa tempati untuk memeriksakan kandungannya adalah milik dari orang tua Alex, kedatangan Alex tak lain untuk melakukan kunjungan serta memeriksa semua unit bisnis yang orang tuanya jalankan, termasuk rumah sakit tempat Alex dan Larisa bertemu, kebetulan hari ini adalah jadwalnya untuk melakukan kunjungan guna memeriksa perkembangan sistem kerja di rumah sakit tersebut.

Sejak tadi Alex terus saja memperhatikan Larisa, karena takut ada seseorang yang mengenalinya akhirnya ia memutuskan untuk memakai masker.

"Ada bagusnya juga pandemi ini, kemana-mana kita selalu akan membawa dan memakai masker, jadi orang-orang biasanya sulit untuk mengenali wajah kita"

Ucap Alex dalam hati, sambil mengambil masker yang ada disaku jasnya kemudian memakainya.

Alex kemudian berjalan mendekat kearah Larisa yang sedang duduk di kursi tunggu yang telah disediakan oleh rumah sakit.

Ia kemudian duduk di dekat Larisa, namun masih berjarak tiga tempat duduk darinya, sehingga Larisa tak akan curiga jika yang duduk didekatnya adalah Alex.

Tak lama kemudian akhirnya nomor antrian Larisa dipanggil,

Alex yang melihat Larisa masuk kedalam ruangan praktek dokter kandungan menjadi heran dan bertanya-tanya, apa yang sebenarnya Larisa lakukan disini, mengapa ia masuk ke ruangan untuk ibu hamil.

Tapi bukankah dokter yang bertugas di sana adalah wanita, jadi tak mungkin jika Larisa kesini untuk berkencan, Alex berencana akan menanyakan langsung hal ini pada dokter Tiara, dokter spesialis kandungan yang hari ini bertugas.

Bukan tak mungkin jika dirinya mengenal dokter tiara, ia adalah dokter muda yang sangat baik kinerjanya, selain itu Alex juga mengenal hampir semua dokter yang bekerja di rumah sakit milik orang tuanya itu.

Dokter Tiara adalah mantan pacar Alex, mereka dulunya sempat berpacaran waktu kuliah dan sempat bertunangan, dulu Tiara sempat magang di rumah sakit milik orang tua Alex itu, dan disitulah mereka awalnya bertemu dan mulai memiliki perasaan satu sama lain, tapi karena dokter Tiara ingin meneruskan gelar dokternya, dan mengambil spesialisnya akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka.

Sejak saat itu Alex tak lagi menjalin hubungan dengan wanita manapun, ia lebih banyak menghabiskan waktunya bekerja, dan nongkrong bersama teman-temannya.

Wanita bukan menjadi prioritas utama lagi bagi Alex, ia trauma menjalin hubungan serius, ia takut jika akhirnya harus kecewa lagi.

Namun berbeda cerita, semenjak bertemu dengan Larisa ia seakan-akan mendapat gairah cintanya kembali dari wanita itu, dan ia bertekad akan memperjuangkan cintanya.

Alex berpikir jika saja dulu ia dan Tiara mau berkomitmen satu sama lain, mungkin saja sekarang wanita itu telah menjadi istrinya.

***

"Selamat siang pak, ada perlu apa bapak memanggil saya?"

Tiara langsung bertanya tanpa basa basi dulu dengan Alex, ia sangat malas berhadapan dan berlama-lama di ruangan kebesaran Alex itu.

"Lama tak bertemu dokter Tiara, kenapa bicaramu jadi se formal itu, kau membuatku jadi tak nyaman"

"Baiklah, ada apa kau memanggilku?"

"Aku membutuhkan sedikit bantuan mu"

"Bantuan apa? hari ini pasienku cukup banyak, aku tak ada waktu meladeni mu"

"Aku yang menggaji mu, suruh dokter arman untuk menggantikan mu jika pasien mu banyak, aku ada perlu sebentar dengan mu"

"Baiklah, cepat katakan apa mau mu"

"Aku membutuhkan informasi darimu"

"Informasi? Informasi apa itu?"

Alex lalu membuka galeri foto hpnya dan memperlihatkan foto Larisa pada Tiara.

"Kau mengenal wanita ini? kulihat tadi ia masuk keruangan mu"

Tiara memperhatikan dan mengingat-ingat siapa wanita yang Alex maksud itu, dan tak lama kemudian ia pun mulai mengingatnya.

"Memangnya kenapa dengan wanita itu?"

"Wanita itu istri temanku, mereka bertengkar dan temanku sedang mencari-cari keberadaan istrinya itu, makanya pas aku melihatnya tadi masuk keruangan mu aku heran apa yang ia lakukan disini, makanya itu aku memanggilmu, begitu"

Jawab Alex berbohong, ia berharap Tiara percaya dan memberi tahunya tentang mengapa Larisa bisa masuk keruangan nya.

"Ohhh wanita itu, ia kemari karena ingin memeriksakan kandungannya"

Mendengar perkataan dokter Tiara, Alex yang sedang minum menyemburkan air itu sangking terkejutnya, untung saja dokter tiara berada jauh darinya sehingga tak terkena semburan dari Alex.

"Kenapa kau begitu kaget, bukankah dia mempunyai suami, dan suaminya adalah temanmu, wajar saja jika ia hamil karena ia mempunyai suami, memangnya ada yang salah dengan hal itu?"

"Bu...bu...bukan begitu, maksudku, jadi wanita itu sekarang hamil berapa bulan?"

"Tunggu, biar ku ingat-ingat dulu, emmm kalo tidak salah ingat, dia sudah hamil tiga bulan"

"Apa? Tiga bulan?"

"Iya, kenapa sepertinya kau sangat terkejut mendengar dia sudah hamil tiga bulan?"

"Tidak papa, baiklah terima kasih atas informasi mu, kau boleh kembali keruangan mu"

Tiara keluar dari ruangan Alex dengan perasaan kecewa, awalnya ia senang karena Alex akhirnya mau berbicara dengannya, ia juga berharap Alex akan memaafkannya dan mau kembali menjalin hubungan dengannya, tapi ternyata itu hanya hayalan nya saja.

Alex memanggilnya bukan karena ia ingin memperbaiki hubungan mereka yang sebelumnya kandas, tapi Alex malah menanyakan mengenai istri temannya.

"Sejak kapan ia begitu perhatian dengan istri temannya itu? kurang kerjaan sekali, ahhh ntahlah itu urusan si tukang suruh itu, itu bukan urusanku"

Ucap Dokter Tiara dalam hati.

Ia kemudian pergi meninggalkan ruangan kebesaran Alex lalu kembali keruangan nya, di sana sudah banyak sekali pasien yang menunggu untuk diperiksa.

Alex yang masih ada dalam ruangannya mulai berpikir apakah anak yang Larisa kandung adalah anaknya, tapi jika anak itu adalah anaknya kenapa Larisa tak memberi tahunya.

Alex berencana akan menemui Larisa dan menanyakan sendiri kepadanya, ia tak bisa lagi menahan dirinya untuk bertanya langsung pada Larisa mengenai siapa yang telah menghamilinya, apakah ia adalah ayah dari anak itu?

Alex masih berada dalam ruangannya, yang ada dipikirannya saat itu juga hanya Larisa, ia berharap Larisa mau menjelaskan tentang siapa yang menghamilinya.

Alex lalu menekan tombol interkom yang menandakan bahwa dirinya memanggil asisten pribadinya Robi.

"Anda memanggil saya tuan?"

"Kosongkan jadwalku hari ini, aku ada urusan yang sangat penting, kuharap kau bisa mengaturnya dengan baik seperti biasa"

"Baik tuan"

Ucap Robi singkat, sepertinya ia tahu kemana tuannya itu akan pergi.

Episodes
1 BAB 1 SEBUAH PERJODOHAN
2 BAB 2 LAMARAN
3 BAB 3 PERTENGKARAN
4 BAB 4 LARISA HAMIL
5 BAB 5 PENOLAKAN ARDIAN
6 BAB 6 LARISA MENJAUH DARI ALEX
7 BAB 7 PERMINTAAN LARISA
8 BAB 8 KEKECEWAAN ALEX
9 BAB 9 KEBAHAGIAAN KECILKU
10 BAB 10 ALEX AKHIRNYA TAU
11 BAB 11 PERTEMUAN TIANA DAN LARISA
12 BAB 12 GANGGUAN KECIL
13 BAB 13 AKU MENGINGINKANMU
14 BAB 14 SOLUSI DARI TIANA
15 BAB 15 PERNIKAHAN DUA CINCIN
16 BAB 16 KEPUTUSAN ABAH
17 BAB 17 KESEDIHAN ARDIAN
18 BAB 18 TUANMU ADALAH TUANKU JUGA
19 BAB 19 PERTEMUAN ARDIAN DAN ALEX
20 BAB 20 GAIRAH CINTA SATU MALAM
21 BAB 21 PERUBAHAN LARISA
22 BAB 22 BIDADARI SURGA
23 BAB 23 ALEX AKHIRNYA TUMBANG
24 BAB 24 KONSULTASI HATI
25 BAB 25 SOLUSI DOKTER CINTA
26 BAB 26 AISYAH DAN PERMASALAHANNYA (1)
27 BAB 27 AISYAH DAN PERMASALAHANNYA (2)
28 BAB 28 RARA MENGUNDURKAN DIRI
29 Pengumuman
30 BAB 29 HATI YANG TERSAKITI
31 BAB 30 HIKMAH DAN PEMBELAJARANNYA
32 BAB 31 SIASAT LICIK RARA
33 BAB 32 TANAMAN BERBAHAYA
34 BAB 33 RENCANA JAHAT TIARA DAN RARA
35 BAB 34 DI SEPERTIGA MALAM
36 BAB 35 AISYAH YANG MALANG
37 BAB 36 YANG SEBENARNYA...
38 BAB 37 ALEX VS ARDIAN
39 BAB 38 PENYESALAN SIDAN
40 BAB 39 BENAR-BENAR BERAKHIR?...
41 BAB 40 PERNIKAHAN ALEX
42 BAB 41 ALEX LARISA SAH
43 PENGUMUMAN NOVEL BARUKU
44 BAB 42 TERBONGKAR SEMUA
45 BAB 43 AWAL KEBAHAGIAAN ALEX & LARISA
46 BAB 44 PERMINTAAN LARISA
47 BAB 45 MALAM PERTAMA?
48 BAB 46 RENCANA PERJODOHAN KEMBALI
49 BAB 47 AKHIRNYA KEMBALI
50 BAB 48 ISTRI YANG SESUNGGUHNYA
51 BAB 49 ARDIAN DAN RARA MENIKAH?
52 BAB 50 MENIKAH KEMBALI
53 BAB 51 TIANA AZAM?
54 BAB 52 TIANA AZAM TA'ARUF?
55 BAB 53 BINGUNG
56 BAB 54 TIANA, LARISA, AISYAH BERPISAH
57 BAB 55 LARISA CEMBURU
58 BAB 56 KEJUTAN DARI ALEX
59 BAB 57 RARA CALON ISTRI
60 BAB 58 BUKAN KELUARGA LAGI
61 BAB 59 KONTRAKSI
62 BAB 60 KELUARGA BARU
63 BAB 61 AKHIR KEBAHAGIAAN ARDIAN & RARA?
64 BAB 62 MAMA MERTUA
65 BAB 63 MASA LALU AZAM
66 BAB 64 MAMA MERTUA BERULAH
67 BAB 65 MENERIMA
68 66 KABAR BAIK
69 BAB 67 BERTEMAN KEMBALI
70 BAB 68 SELANGKAH LEBIH SERIUS
71 BAB 69 ORANG TUA ALEX
72 BAB 70 ALEX SUDAH TIDAK TAHAN
73 BAB 71 SEPERTI ONDEL-ONDEL
74 BAB 72 BELANJA SESERAHAN
75 BAB 73 AZAM SULTAN?
76 BAB 74 MAMA LARISA MALING
77 BAB 75 KEBENARAN SIAPA AZAM
78 BAB 76 MENUJU HALAL
79 BAB 77 MANTAN ISTRI AZAM
80 BAB 78 KEMANA SITI?
81 BAB 79 MALAM PERTAMA
82 BAB 80 MALAM PERTAMA GAGAL LAGI
83 BAB 81 CICILAN MALAM PERTAMA
84 BAB 82 DUA KUBU
85 BAB 83 AKHIRNYA KETEMU JUGA
86 BAB 84 LEBIH KEJAM DARI PEMBUNUHAN
87 BAB 85 ENDING
88 Promo NovelKu
Episodes

Updated 88 Episodes

1
BAB 1 SEBUAH PERJODOHAN
2
BAB 2 LAMARAN
3
BAB 3 PERTENGKARAN
4
BAB 4 LARISA HAMIL
5
BAB 5 PENOLAKAN ARDIAN
6
BAB 6 LARISA MENJAUH DARI ALEX
7
BAB 7 PERMINTAAN LARISA
8
BAB 8 KEKECEWAAN ALEX
9
BAB 9 KEBAHAGIAAN KECILKU
10
BAB 10 ALEX AKHIRNYA TAU
11
BAB 11 PERTEMUAN TIANA DAN LARISA
12
BAB 12 GANGGUAN KECIL
13
BAB 13 AKU MENGINGINKANMU
14
BAB 14 SOLUSI DARI TIANA
15
BAB 15 PERNIKAHAN DUA CINCIN
16
BAB 16 KEPUTUSAN ABAH
17
BAB 17 KESEDIHAN ARDIAN
18
BAB 18 TUANMU ADALAH TUANKU JUGA
19
BAB 19 PERTEMUAN ARDIAN DAN ALEX
20
BAB 20 GAIRAH CINTA SATU MALAM
21
BAB 21 PERUBAHAN LARISA
22
BAB 22 BIDADARI SURGA
23
BAB 23 ALEX AKHIRNYA TUMBANG
24
BAB 24 KONSULTASI HATI
25
BAB 25 SOLUSI DOKTER CINTA
26
BAB 26 AISYAH DAN PERMASALAHANNYA (1)
27
BAB 27 AISYAH DAN PERMASALAHANNYA (2)
28
BAB 28 RARA MENGUNDURKAN DIRI
29
Pengumuman
30
BAB 29 HATI YANG TERSAKITI
31
BAB 30 HIKMAH DAN PEMBELAJARANNYA
32
BAB 31 SIASAT LICIK RARA
33
BAB 32 TANAMAN BERBAHAYA
34
BAB 33 RENCANA JAHAT TIARA DAN RARA
35
BAB 34 DI SEPERTIGA MALAM
36
BAB 35 AISYAH YANG MALANG
37
BAB 36 YANG SEBENARNYA...
38
BAB 37 ALEX VS ARDIAN
39
BAB 38 PENYESALAN SIDAN
40
BAB 39 BENAR-BENAR BERAKHIR?...
41
BAB 40 PERNIKAHAN ALEX
42
BAB 41 ALEX LARISA SAH
43
PENGUMUMAN NOVEL BARUKU
44
BAB 42 TERBONGKAR SEMUA
45
BAB 43 AWAL KEBAHAGIAAN ALEX & LARISA
46
BAB 44 PERMINTAAN LARISA
47
BAB 45 MALAM PERTAMA?
48
BAB 46 RENCANA PERJODOHAN KEMBALI
49
BAB 47 AKHIRNYA KEMBALI
50
BAB 48 ISTRI YANG SESUNGGUHNYA
51
BAB 49 ARDIAN DAN RARA MENIKAH?
52
BAB 50 MENIKAH KEMBALI
53
BAB 51 TIANA AZAM?
54
BAB 52 TIANA AZAM TA'ARUF?
55
BAB 53 BINGUNG
56
BAB 54 TIANA, LARISA, AISYAH BERPISAH
57
BAB 55 LARISA CEMBURU
58
BAB 56 KEJUTAN DARI ALEX
59
BAB 57 RARA CALON ISTRI
60
BAB 58 BUKAN KELUARGA LAGI
61
BAB 59 KONTRAKSI
62
BAB 60 KELUARGA BARU
63
BAB 61 AKHIR KEBAHAGIAAN ARDIAN & RARA?
64
BAB 62 MAMA MERTUA
65
BAB 63 MASA LALU AZAM
66
BAB 64 MAMA MERTUA BERULAH
67
BAB 65 MENERIMA
68
66 KABAR BAIK
69
BAB 67 BERTEMAN KEMBALI
70
BAB 68 SELANGKAH LEBIH SERIUS
71
BAB 69 ORANG TUA ALEX
72
BAB 70 ALEX SUDAH TIDAK TAHAN
73
BAB 71 SEPERTI ONDEL-ONDEL
74
BAB 72 BELANJA SESERAHAN
75
BAB 73 AZAM SULTAN?
76
BAB 74 MAMA LARISA MALING
77
BAB 75 KEBENARAN SIAPA AZAM
78
BAB 76 MENUJU HALAL
79
BAB 77 MANTAN ISTRI AZAM
80
BAB 78 KEMANA SITI?
81
BAB 79 MALAM PERTAMA
82
BAB 80 MALAM PERTAMA GAGAL LAGI
83
BAB 81 CICILAN MALAM PERTAMA
84
BAB 82 DUA KUBU
85
BAB 83 AKHIRNYA KETEMU JUGA
86
BAB 84 LEBIH KEJAM DARI PEMBUNUHAN
87
BAB 85 ENDING
88
Promo NovelKu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!