Setelah menjelaskan kepada Larisa, bahwa Tiana telah mengetahui jika dirinya sedang mengandung anak dari Ardian ia menjadi sangat kesal.
Ia berpikir, wanita bodoh mana yang akan menikah dengan pria yang sedang menghamili wanita lain.
"Dasar wanita bodoh" umpat Larisa dalam hati, ia sangat kesal karena Tiana tak membatalkan pernikahannya dengan Ardian.
"Pokoknya aku mau kamu membatalkan pernikahanmu itu mas, aku mencintaimu, aku tak bisa hidup tanpamu, kalo kau tak mau, baiklah sekarang juga aku akan menemui ibumu dan memberi tahu jika aku hamil anakmu"
Ancam Larisa pada Ardian yang tak ingin membatalkan pernikahannya dengan Tiana.
"Jangan Larisa, Jangan, Jangan Lakukan itu, ibuku akan syok jika mengetahui hal ini kumohon Jangan lakukan itu"
"Jadi aku harus bagaimana, perutku sudah semakin membesar Mas Ardian, tidak mungkin aku memyembunyi kan perutku ini terus menerus, orang tuaku cepat atau lambat akan tahu"
"Ini semua salahmu, kenapa waktu itu kau melakukan hal bodoh itu, jika kau tak melakukannya, kau tak perlu hamil seperti ini"
"Aku sengaja melakukannya Mas Ardian, aku memang ingin hamil agar kau menikahi ku"
"Itulah kau dan pikiran bodoh mu itu Larisa, sekarang kau dan aku pusing dengan masalah yang kau buat ini"
"Iya aku bodoh, aku bodoh karena terlalu mencintaimu, sedangkan sekarang kau tak mencintaiku lagi dan akan segera menikahi wanita lain, aku tidak rela...!!! Selama ini aku menunggumu selama tiga tahun, dan kau ingin mencampakkan ku karena perjodohan yang dibuat oleh kedua orang tuamu? sebenarnya yang jahat disini itu kamu mas"
"Apa kau bilang aku yang jahat, apa kau tidak ingat siapa yang memulai semua ini? Tiga tahun memang bukan waktu yang singkat, tapi selama itu pula kau tak pernah menujuk kan sifat dan perubahan dirimu padaku Larisa, kau selalu saja mengulang-ulanginya terus menerus, aku bosan, aku capek, aku mau ini semua berakhir, kau hanya peduli dengan kehidupanmu yang glamor itu, kau tak pernah menghargai perasaanku"
"Memangnya selama ini apa yang aku lakukan kepadamu mas, aku selalu ada untukmu, buktinya aku selalu mengajakmu melakukannya tapi kau selalu saja menolak ku"
"Yang selalu kau pikirkan hanya nafsumu saja Larisa, kau tidak pernah berpikir selama tiga tahun aku selalu berusaha menjagamu, berusaha untuk merubah mu menjadi wanita yang lebih baik, tidak berpenampilan seksi, dan menjauhi dunia malam, kau selalu berkata iya aku akan berubah namun kenyataannya kau selalu mengulanginya, kau selalu saja pergi ke club malam bersama teman-teman sosialita mu itu"
"Tapi kan kau tau sendiri, jika pekerjaanku memang seorang model yang menuntut ku harus berpakaian seksi"
"Model itu tidak selamanya harus berpakaian seksi, banyak model diluar sana yang menggunakan hijab dan menutup auratnya"
"Itukan menurutmu mas"
"Aku capek bicara sama kamu"
Ardian yang lelah berdebat akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan Larisa, ia lelah menghadapi sikap keras kepala wanita itu.
"Lihat saja wanita bodoh aku akan menghancurkan pernikahanmu, tidak akan kubiarkan kau merenggut apa yang seharusnya menjadi milikku yaitu mas Ardian"
Larisa sangat bernafsu ingin menghancurkan pernikahan Ardian dan Tiana, ia tidak akan pernah berhenti sampai Ardian menjadi miliknya seutuhnya.
Apapun akan ia lakukan asalkan Ardian kembali lagi ke sisinya, ia tak akan bisa melihat ardian bahagia bersama wanita lain.
Hp Larisa berbunyi menandakan ada panggilan masuk, ia melihat ada panggilan dari Alex dan menjawab telfonnya.
Semenjak pertemuannya kembali dengan Alex waktu itu, ia tak lagi mendiamkannya, ia berusaha bersikap baik seperti dulu lagi, ia tak mau Alex curiga jika ia memiliki hubungan dengan Ardian, bagaimanapun Alex orang yang baik ia tak ingin mengakhiri hubungannya dengan Alex begitu saja, ia masih membutuhkannya, tapi ia belum siap bertemu dengan Alex.
"Sayang, kau dimana?"
"Ak...aku Aku di cafe tempat terakhir kita bertemu, memangnya ada apa?"
"Aku ingin bertemu denganmu sekarang, aku merindukanmu, aku juga ingin mengajakmu ke suatu tempat"
"Ke suatu tempat?"
"Iya, kau mau kan? Aku segera menuju ke sana, tunggu aku sayangku"
Lalu Alex mematikan telfonnya tanpa mendengarkan jawaban dari Larisa terlebih dahulu.
Alex mengendarai mobil sport miliknya, ia sangat tak sabar akan bertemu dengan wanita pujaan hatinya itu, sangking bersemangatnya ia hampir saja menabrak perjalanan kaki yang akan menyebrang, namun untung saja hal itu tak terjadi, karena Alex langsung membanting stir mobilnya kesamping dan menginjak rem sehingga tak sampai menabrak pejalan kaki itu.
Alex lalu keluar untuk melihat keadaan orang yang hampir ia tabrak, dan untung saja orang itu tak kenapa-kenapa, hanya mobil Alex saja yang sedikit lecet karena terkena gesekan trotoar jalan.
Ia kemudian masuk kedalam mobil, dan melanjutkan lagi perjalanannya, ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi karena ia tak mau Larisa menunggu dirinya terlalu lama.
Setibanya di sana ia tak menemukan Larisa, ia mencari kesemua sudut ruangan di cafe itu tapi tak juga menemukannya, ia akhirnya sadar jika Larisa tak ada ditempat itu.
Alex yang merasa sedih karena tak bertemu dengan Larisa sangat frustasi, ia berpikir kenapa Larisa selalu saja menghindar darinya, karena ia tak tau harus bagaimana, ia akhirnya memutuskan untuk kembali lagi ke kantornya.
Alex adalah seorang pebisnis muda, dia menjalankan bisnisnya yang tak terhitung banyaknya, awalnya ia hanya menjalankan perusahaan milik orang tuanya, namun ia berpikir untuk membangun sendiri perusahaannya.
Ia ingin hidup mandiri dengan membangun usahanya yang bergerak di bidang software, ia menamai perusahaannya dengan nama AGPWare, yang merupakan singkatan dari namanya sendiri yaitu Alex Giovano Putra.
Berkat kerja kerasnya ia bisa membangun usahanya tersebut, hingga menjadi perusahaan yang besar, dan menjadi perusahaan yang memiliki sistem keamanan kerja yang tinggi, dan jasanya banyak digunakan untuk melindungi data-data perusahaan lain sehingga tidak mudah untuk diretas oleh pesaingnya.
Alex kembali ke kantornya dengan perasaan yang sangat kecewa, ia merasa sangat dipermainkan oleh Larisa, sangking kesalnya, bahkan asisten pribadinya yang sejak tadi berada di hadapannya tak ia hiraukan sama sekali.
Robi yang merupakan asisten pribadi yang selalu setia mendampingi Alex menjadi heran dengan tingkah tuannya itu, tidak seperti biasanya tuannya marah-marah tidak jelas kepadanya, kalau pun ia melakukan kesalahan, tuannya tidak akan sungkan untuk menegurnya secara langsung.
Tapi ini berbeda, suasana hati tuan Alex hari ini sepertinya kurang baik, ntah apa yang membuatnya kesal, "semoga saja bukan karena wanita itu" gumam Robi dalam hatinya.
Minta bantuannya ya teman-teman para readers untuk like dan komen karyaku ini, karena karya ini masuk nominasi lomba You Are Writer Season 8
Makasi semuanya
Happy reading
ikuti terus kisah selanjutnya ya...!!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments