BAB 7 PERMINTAAN LARISA

( Di kampus )

Hari ini Ardian mengajar di kampus seperti biasa, namun sejak pembelajaran dimulai ia kurang fokus membawakan materinya, pikirannya selalu tertuju pada Tiana.

Ia selalu terbayang-bayang mata indah milik Tiana "apakah dirinya telah menaruh hati padanya?" Ucapnya dalam hati.

Tiba-tiba handphone dalam sakunya berbunyi, ia lalu mengambil handphone tersebut dan melihat ada panggilan dari ibunya.

"Bapak tinggal sebentar ya anak-anak, jangan sampai tugas yang bapak berikan tidak dikerjakan,15 menit lagi semua harus terkumpul dimeja bapak, mengerti?"

Ardian memberi arahan pada mahasiswanya dan dijawab serentak oleh mereka semua, kemudian keluar meninggalkan ruangan.

"Assalamualaikum bu, ada apa?"

"Walaikumsalam nak, kamu lagi mengajar?"

"Iya bu hari ini jadwal mengajar Ardian lumayan padat, hari ini aku akan menyelesaikan dulu semua urusanku dengan para mahasiswaku sebelum akhirnya aku mengambil cuti ku"

"Ya sudah kamu selesaikan semuanya dengan baik, ingat pernikahanmu hanya tinggal tiga hari lagi, ibu mau kamu tinggal di rumah ibu jangan pulang ke rumahmu,ibu mau kamu tidak usah beraktifitas yang terlalu berat, pokoknya tiga hari ini ibu mau kamu istirahat yang full ya anak nakal"

"Baiklah ratuku, perintah akan segera dilaksanakan"

"Jaga dirimu baik-baik nak, jangan lupa makannya harus tepat waktu"

"Makasih bu atas perhatian ibu, Ardian tidak tau akan jadi seperti apa tanpa ibu di sisiku"

"Ya kamu tetap akan seperti dirimu nak, nanti kalo kamu sudah menikah dengan Tiana, perlakukan dia sebaik mungkin ya nak, cintai dan sayangi dia, Tiana anak yang baik dan sholeha, jangan pernah kamu menyia-nyiakan wanita sebaik dirinya"

Tiba-tiba Ardian teringat pada Larisa, bagaimana caranya ia menyampaikan jika Larisa sedang hamil, dan yang menghamilinya adalah dia.

"Bisa-bisa aku dikeluarkan dari kartu keluarga dan tidak dianggap lagi sebagai anak oleh bapak dan ibu, dasar! wanita itu selalu saja mengganggu pikiranku dan merubah mood ku jadi tidak enak"

Ucap Ardian dalam hati yang mengingat Larisa yang sedang hamil anaknya.

"Ardian kamu dengar ibu kan nak?"

Panggil ibu pada Ardian yang sedari tadi menunggu jawaban dari anaknya itu.

"Iy..iya bu, Ardian dengar kok"

"Lagian kamu nya ibu panggil panggil nggak nyahut"

"Maaf bu mungkin jaringan sedang tidak baik"

"Kalo begitu selesaikan urusanmu secepatnya hari ini juga, terus balik ke rumah ibu, ibu tunggu kamu, ibu sudah masakin makanan kesukaan kamu, jangan keluyuran lagi anak nakalnya ibu"

"Iya ibuku sayang, Ardian bakalan selesaikan semua secepatnya, Ardian gak sabar mau makan masakan buatan ibu"

Akhirnya mereka mengakhiri percakapan tersebut, lalu Ardian kembali masuk kedalam ruangan untuk melanjutkan pembelajaran yang sempat ia tinggalkan.

***

Saat berjalan di koridor kampus, Ardian yang sedang fokus pada handphonenya tak sengaja menabrak seseorang.

Ardian jatuh terduduk dilantai, lalu pria yang tadi ia tabrak dengan senang hati menjulurkan tangannya pada Ardian untuk sekedar membantunya berdiri.

"Anda tidak papa kan tuan, saya minta maaf karena sudah membuat anda seperti ini"

"Tidak papa tuan, jangan minta maaf, seharusnya yang meminta maaf adalah saya, saya yang kurang hati-hati sehingga saya menabrak anda"

"Kalo begitu saya duluan tuan, masih ada urusan yang perlu saya selesaikan"

Ardian meminta izin agar segera pergi dan dijawab anggukan kepala oleh pria tersebut.

Pria tersebut memandangi kepergian Ardian, ia merasa pernah melihat pria itu, tapi ntah dimana.

***

Sesampainya diparkiran kampus, Ardian masuk kedalam mobilnya, dan lagi-lagi handphonenya berdering tanda ada panggilan.

Ia lalu melihat dilayar handphone ada panggilan masuk dari Larisa.

"Ya Tuhan, aaakkkhhhh..... mau apa lagi wanita ini menghubungiku, apakah dia belum mengerti juga dengan maksud ucapan ku waktu itu?"

Ucap Ardian yang menatap layar handphone yang sedang berdering karena telfon dari Larisa dan kemudian mengangkat telfon itu.

"Sayang kamu dimana? Aku ingin bertemu denganmu, ada hal penting yang ingin ku bicarakan"

"Ada apa lagi Larisa, apakah kau tidak mengerti maksud perkataan ku waktu itu, aku tidak bisa, aku sedang sibuk"

Ucap Ardian yang menolak permintaan Larisa.

"Aku tunggu kau di cafe yang kemarin yah, bye sayangku"

Larisa kemudian menutup telfon tanpa memberikan kesempatan pada Ardian untuk menolak keingina nya.

"Halo...Halo...,Larisa"

Panggil Ardian tapi ternyata telfon sudah dimatikan lebih dulu oleh Larisa, mau tidak mau akhirnya Ardian harus menemui Larisa, ia takut jika Larisa akan melakukan hal yang nekat apalagi sampai memberi tahu kepada bapak dan ibunya mengenai kehamilannya.

Ardian akhirnya menuju ke cafe yang Larisa maksud, tempat dimana terakhir mereka bertemu, di sana sudah ada Larisa yang duduk manis menunggunya.

Dengan malas-malasan akhirnya Ardian duduk tepat didepan Larisa, ia merasa sangat tidak bersemangat untuk membahas masalah kehamilan Larisa.

"Sayang kenapa wajahmu begitu, apakah kau tidak bahagia bertemu denganku?"

"Iya aku tidak bahagia bertemu denganmu"

Jawab Ardian dalam hati, namun ia tidak mungkin mengatakannya secara langsung, itu akan membuat Larisa akan marah besar.

"Cepat katakan hal penting apa yang ingin kau katakan padaku?"

"Aku ingin kau membatalkan pernikahanmu dengan wanita pilihan orang tuamu itu"

"Apa kau bilang, jadi kau ingin bertemu hanya untuk menyuruhku membatalkan pernikahanku, begitu?"

"Aku sedang mengandung anakmu sayang, tidakkah kau kasihan pada anakmu jika ia tidak memiliki ibu dan ayah"

"Lebih baik aku tidak menikah, biarkan saja anakku tidak mempunyai ibu, aku tak ingin ia tahu jika ibunya seorang penipu"

Jawab Ardian kasar, ia tak sanggup lagi menahan amarahnya mendengar ucapan dari Larisa.

"Kalo kau tak mau membatalkan pernikahanmu, aku akan menemui wanita itu dan memberitahukan bahwa aku sedang hamil anak dari calon suaminya"

"Percuma saja kau melakukan hal itu, sekarang tiana sudah tau semuanya"

"Jadi wanita itu namanya Tiana" ucap Larisa pada Ardian, ia sengaja berpura-pura tidak tau tentang tiana, padahal sebenarnya ia sudah tau karena ia sempat menyadap hp Ardian, dan pernah sekali Larisa meneror tiana, agar ia tak menerima lamaran dari Ardian waktu itu, namun kenyataannya Tiana tetap menerima lamaran dari Ardian.

"Iya namanya Tiana"

"Bohong, tidak mungkin, bagaimana dia bisa tau, lalu kenapa dia tidak membatalkan pernikahannya denganmu?"

Larisa mulai merasa sangat emosi, wanita seperti apakah yang akan Ardian nikahi ini, mengapa wanita itu tidak membatalkan pernikahannya walaupun ia sudah tau bahwa calon suaminya telah menghamili wanita lain.

"Dia berbeda denganmu Larisa, itulah istimewanya wanita yang akan ku nikahi ini, bahkan aku pun heran dibuatnya, mengapa sepertinya ia merasa tidak terjadi apa-apa"

"Kenapa wanita itu bisa tau mengenai permasalahan kita?"

Kemudian Ardian menceritakan secara detail bagaimana awalnya Tiana bisa mengetahui jika Larisa sedang hamil.

Episodes
1 BAB 1 SEBUAH PERJODOHAN
2 BAB 2 LAMARAN
3 BAB 3 PERTENGKARAN
4 BAB 4 LARISA HAMIL
5 BAB 5 PENOLAKAN ARDIAN
6 BAB 6 LARISA MENJAUH DARI ALEX
7 BAB 7 PERMINTAAN LARISA
8 BAB 8 KEKECEWAAN ALEX
9 BAB 9 KEBAHAGIAAN KECILKU
10 BAB 10 ALEX AKHIRNYA TAU
11 BAB 11 PERTEMUAN TIANA DAN LARISA
12 BAB 12 GANGGUAN KECIL
13 BAB 13 AKU MENGINGINKANMU
14 BAB 14 SOLUSI DARI TIANA
15 BAB 15 PERNIKAHAN DUA CINCIN
16 BAB 16 KEPUTUSAN ABAH
17 BAB 17 KESEDIHAN ARDIAN
18 BAB 18 TUANMU ADALAH TUANKU JUGA
19 BAB 19 PERTEMUAN ARDIAN DAN ALEX
20 BAB 20 GAIRAH CINTA SATU MALAM
21 BAB 21 PERUBAHAN LARISA
22 BAB 22 BIDADARI SURGA
23 BAB 23 ALEX AKHIRNYA TUMBANG
24 BAB 24 KONSULTASI HATI
25 BAB 25 SOLUSI DOKTER CINTA
26 BAB 26 AISYAH DAN PERMASALAHANNYA (1)
27 BAB 27 AISYAH DAN PERMASALAHANNYA (2)
28 BAB 28 RARA MENGUNDURKAN DIRI
29 Pengumuman
30 BAB 29 HATI YANG TERSAKITI
31 BAB 30 HIKMAH DAN PEMBELAJARANNYA
32 BAB 31 SIASAT LICIK RARA
33 BAB 32 TANAMAN BERBAHAYA
34 BAB 33 RENCANA JAHAT TIARA DAN RARA
35 BAB 34 DI SEPERTIGA MALAM
36 BAB 35 AISYAH YANG MALANG
37 BAB 36 YANG SEBENARNYA...
38 BAB 37 ALEX VS ARDIAN
39 BAB 38 PENYESALAN SIDAN
40 BAB 39 BENAR-BENAR BERAKHIR?...
41 BAB 40 PERNIKAHAN ALEX
42 BAB 41 ALEX LARISA SAH
43 PENGUMUMAN NOVEL BARUKU
44 BAB 42 TERBONGKAR SEMUA
45 BAB 43 AWAL KEBAHAGIAAN ALEX & LARISA
46 BAB 44 PERMINTAAN LARISA
47 BAB 45 MALAM PERTAMA?
48 BAB 46 RENCANA PERJODOHAN KEMBALI
49 BAB 47 AKHIRNYA KEMBALI
50 BAB 48 ISTRI YANG SESUNGGUHNYA
51 BAB 49 ARDIAN DAN RARA MENIKAH?
52 BAB 50 MENIKAH KEMBALI
53 BAB 51 TIANA AZAM?
54 BAB 52 TIANA AZAM TA'ARUF?
55 BAB 53 BINGUNG
56 BAB 54 TIANA, LARISA, AISYAH BERPISAH
57 BAB 55 LARISA CEMBURU
58 BAB 56 KEJUTAN DARI ALEX
59 BAB 57 RARA CALON ISTRI
60 BAB 58 BUKAN KELUARGA LAGI
61 BAB 59 KONTRAKSI
62 BAB 60 KELUARGA BARU
63 BAB 61 AKHIR KEBAHAGIAAN ARDIAN & RARA?
64 BAB 62 MAMA MERTUA
65 BAB 63 MASA LALU AZAM
66 BAB 64 MAMA MERTUA BERULAH
67 BAB 65 MENERIMA
68 66 KABAR BAIK
69 BAB 67 BERTEMAN KEMBALI
70 BAB 68 SELANGKAH LEBIH SERIUS
71 BAB 69 ORANG TUA ALEX
72 BAB 70 ALEX SUDAH TIDAK TAHAN
73 BAB 71 SEPERTI ONDEL-ONDEL
74 BAB 72 BELANJA SESERAHAN
75 BAB 73 AZAM SULTAN?
76 BAB 74 MAMA LARISA MALING
77 BAB 75 KEBENARAN SIAPA AZAM
78 BAB 76 MENUJU HALAL
79 BAB 77 MANTAN ISTRI AZAM
80 BAB 78 KEMANA SITI?
81 BAB 79 MALAM PERTAMA
82 BAB 80 MALAM PERTAMA GAGAL LAGI
83 BAB 81 CICILAN MALAM PERTAMA
84 BAB 82 DUA KUBU
85 BAB 83 AKHIRNYA KETEMU JUGA
86 BAB 84 LEBIH KEJAM DARI PEMBUNUHAN
87 BAB 85 ENDING
88 Promo NovelKu
Episodes

Updated 88 Episodes

1
BAB 1 SEBUAH PERJODOHAN
2
BAB 2 LAMARAN
3
BAB 3 PERTENGKARAN
4
BAB 4 LARISA HAMIL
5
BAB 5 PENOLAKAN ARDIAN
6
BAB 6 LARISA MENJAUH DARI ALEX
7
BAB 7 PERMINTAAN LARISA
8
BAB 8 KEKECEWAAN ALEX
9
BAB 9 KEBAHAGIAAN KECILKU
10
BAB 10 ALEX AKHIRNYA TAU
11
BAB 11 PERTEMUAN TIANA DAN LARISA
12
BAB 12 GANGGUAN KECIL
13
BAB 13 AKU MENGINGINKANMU
14
BAB 14 SOLUSI DARI TIANA
15
BAB 15 PERNIKAHAN DUA CINCIN
16
BAB 16 KEPUTUSAN ABAH
17
BAB 17 KESEDIHAN ARDIAN
18
BAB 18 TUANMU ADALAH TUANKU JUGA
19
BAB 19 PERTEMUAN ARDIAN DAN ALEX
20
BAB 20 GAIRAH CINTA SATU MALAM
21
BAB 21 PERUBAHAN LARISA
22
BAB 22 BIDADARI SURGA
23
BAB 23 ALEX AKHIRNYA TUMBANG
24
BAB 24 KONSULTASI HATI
25
BAB 25 SOLUSI DOKTER CINTA
26
BAB 26 AISYAH DAN PERMASALAHANNYA (1)
27
BAB 27 AISYAH DAN PERMASALAHANNYA (2)
28
BAB 28 RARA MENGUNDURKAN DIRI
29
Pengumuman
30
BAB 29 HATI YANG TERSAKITI
31
BAB 30 HIKMAH DAN PEMBELAJARANNYA
32
BAB 31 SIASAT LICIK RARA
33
BAB 32 TANAMAN BERBAHAYA
34
BAB 33 RENCANA JAHAT TIARA DAN RARA
35
BAB 34 DI SEPERTIGA MALAM
36
BAB 35 AISYAH YANG MALANG
37
BAB 36 YANG SEBENARNYA...
38
BAB 37 ALEX VS ARDIAN
39
BAB 38 PENYESALAN SIDAN
40
BAB 39 BENAR-BENAR BERAKHIR?...
41
BAB 40 PERNIKAHAN ALEX
42
BAB 41 ALEX LARISA SAH
43
PENGUMUMAN NOVEL BARUKU
44
BAB 42 TERBONGKAR SEMUA
45
BAB 43 AWAL KEBAHAGIAAN ALEX & LARISA
46
BAB 44 PERMINTAAN LARISA
47
BAB 45 MALAM PERTAMA?
48
BAB 46 RENCANA PERJODOHAN KEMBALI
49
BAB 47 AKHIRNYA KEMBALI
50
BAB 48 ISTRI YANG SESUNGGUHNYA
51
BAB 49 ARDIAN DAN RARA MENIKAH?
52
BAB 50 MENIKAH KEMBALI
53
BAB 51 TIANA AZAM?
54
BAB 52 TIANA AZAM TA'ARUF?
55
BAB 53 BINGUNG
56
BAB 54 TIANA, LARISA, AISYAH BERPISAH
57
BAB 55 LARISA CEMBURU
58
BAB 56 KEJUTAN DARI ALEX
59
BAB 57 RARA CALON ISTRI
60
BAB 58 BUKAN KELUARGA LAGI
61
BAB 59 KONTRAKSI
62
BAB 60 KELUARGA BARU
63
BAB 61 AKHIR KEBAHAGIAAN ARDIAN & RARA?
64
BAB 62 MAMA MERTUA
65
BAB 63 MASA LALU AZAM
66
BAB 64 MAMA MERTUA BERULAH
67
BAB 65 MENERIMA
68
66 KABAR BAIK
69
BAB 67 BERTEMAN KEMBALI
70
BAB 68 SELANGKAH LEBIH SERIUS
71
BAB 69 ORANG TUA ALEX
72
BAB 70 ALEX SUDAH TIDAK TAHAN
73
BAB 71 SEPERTI ONDEL-ONDEL
74
BAB 72 BELANJA SESERAHAN
75
BAB 73 AZAM SULTAN?
76
BAB 74 MAMA LARISA MALING
77
BAB 75 KEBENARAN SIAPA AZAM
78
BAB 76 MENUJU HALAL
79
BAB 77 MANTAN ISTRI AZAM
80
BAB 78 KEMANA SITI?
81
BAB 79 MALAM PERTAMA
82
BAB 80 MALAM PERTAMA GAGAL LAGI
83
BAB 81 CICILAN MALAM PERTAMA
84
BAB 82 DUA KUBU
85
BAB 83 AKHIRNYA KETEMU JUGA
86
BAB 84 LEBIH KEJAM DARI PEMBUNUHAN
87
BAB 85 ENDING
88
Promo NovelKu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!