Siang itu disebuah cafe, ardian janjian dengan larisa akan bertemu dan makan siang bersama di sana, awalnya ardian menolak ajakan larisa tersebut, karena ardian takut jika nanti kedua orang tuanya tahu kalau ia masih berhubungan dengan larisa.
Ardian takut karena sebelumnya pak aji somat dan ibu mina sudah mengingatkan dirinya untuk tak berhubungan lagi dengan larisa.
Sebab mereka sangat tidak menyukai kepribadian larisa yang terlalu bar bar, seksi, dan selalu ingin tampil wow dimuka umum.
Kedua orang tua ardian juga sudah menolak mentah mentah hubungan antara ardian dan larisa, dan mengingatkan ardian bahwa dirinya akan dijodohkan dengan anak teman pak aji somat, yang tak lain adalah tiana.
Pak aji somat yang notabene adalah donatur di pesantren abah tiana, membuat dirinya pernah beberapa kali melihat dan memperhatikan anak sulung pak ahmad tersebut.
Pak aji somat pernah sekali melihat tiana yang sedang mengajar disebuah kelas untuk mengisi materi pelajaran untuk para santri wati di pesantren abahnya itu.
Sejak saat itu pak aji somat berniat ingin menjodohkan ardian dan tiana nanti, jika tiana sudah lulus sekolah menengah atas.
Akan tetapi niat itu pak aji somat urungkan karena ternyata pak ahmad belum ingin menikahkan anak sulungnya tersebut, beliau menginginkan anaknya tiana agar menyelesaikan dlu pendidikannya dan belajar ilmu agama lebih lama lagi.
Sehingga kelak saat tiana dipersunting oleh lelaki maka, abah tak akan khawatir sebab, abah berpikir umur yang matang dan ilmu yang telah putrinya pelajari selama di pesantren dan perguruan tinggi sudah cukup, sehingga ilmu serta pengalaman itu bisa tiana amalkan di kehidupan sehari-hari kelak jika ia telah berumah tangga.
***
( disebuah cafe )
Ardian tiba lebih dulu, ia lalu masuk dan duduk disebuah meja di dalam ruangan cafe yang pengunjungnya lumayan rame, nampak para pelayan sedang sibuk-sibuknya melayani para tamu yang mulai berdatangan.
Tepat satu jam kemudian, akhirnya larisa pun muncul dengan nafas yang ngos ngosan,ia pun duduk tepat didepan ardian, memberikan senyuman terbaiknya namun dibalas senyum biasa saja oleh ardian.
"Hai sayang,kamu udah nunggu lama ya, maaf ya aku datangnya telat soalnya jalanan macet banget, maaf ya sayang"
"Iya gak papa" balas ardian singkat.
Merekapun akhirnya memesan makanan dan minuman mereka masing-masing.
Sambil makan, Ardian memulai pembicaraannya dengan larisa bahwa, dirinya tidak bisa menikahinya, ia sudah dijodohkan oleh kedua orang tuanya, namun sepertinya larisa tidak bisa menerima hal itu karena ia sedang mengandung anak dari Ardian.
"Kok kamu ngomongnya gitu, kamu kan tau aku sedang mengandung anak kamu"
"Tapi aku sudah dijodohkan oleh kedua orang tuaku Larisa, sebelum kejadian waktu itu, aku sudah memberitahumu agar hubungan kita diakhiri saja, sebab aku merasa, kita sepertinya tidak cocok"
"Tapi kita melakukannya sama-sama suka sayang, dan kau pun sangat menikmatinya waktu itu"
"Jangan coba-coba mempermainkan aku Larisa, ini semua terjadi karena kamu menaruh obat penambah stamina untuk laki-laki di minuman, makanya waktu itu aku merasa tubuhku sangat panas dan rasanya aku ingin melepaskan semua pakaianku saat itu juga, makanya aku mau melakukannya denganmu, itupun karena kau terus memaksaku dan membawaku ke hotel tempat kau menginap waktu itu"
"Aku sengaja lakuin itu karena kamu selalu menolak untuk melakukan itu denganku Ardian"
"Aku menolak melakukannya karena aku tidak ingin kita berzina Larisa, karena aku sangat menjaga kehormatan dan kesucianmu, makannya aku selalu menolak jika kau mengajakku melakukan hubungan suami istri tanpa ikatan apa-apa diantara kita"
"Persetan dengan kehormatan dan kesucian itu, lagi pula kita berdua sudah melakukannya, kalo kamu tidak mau menikahi ku, aku akan datang pada kedua orang tuamu dan mengatakan kepada mereka bahwa aku telah hamil, dan yang menghamili ku itu adalah anak kesayangannya yaitu kamu"
"Tega sekali kau kepadaku Larisa, awalnya kau telah menipuku dengan memasukkan obat itu kedalam minumanku, dan sekarang kau mengancam ku dan membawa-bawa kehamilan mu kepada orangtuaku.
"Aku melakukan itu semua karena aku sangat mencintaimu Ardian, aku tidak ingin kehilangan dirimu, apakah waktu 3 tahun yang kita lalui bersama kurang cukup membuktikan bahwa aku sangat mencintaimu dan ingin kita menikah"
Jawab larisa sambil menangis, karena suaranya yang sangat keras, para pengunjung yang mendengar perdebatan mereka memandangi mereka terus menerus, mereka berfikir bahwa Larisa dan Ardian adalah pasangan suami istri yang sedang bertengkar dan itu hal biasa dalam kehidupan berumah tangga.
"Tapi kedua orang tuaku tidak merestui hubungan kita Larisa, mereka tidak ingin aku menikah denganmu, cobalah untuk mengerti, aku berharap kau akan mendapat pria lain yang lebih baik dari diriku,soal anak dalam kandungan mu, setelah nanti kau melahirkannya, aku akan datang untuk mengambilnya, jadi rawat dan jagalah anak itu walaupun ia masih dalam kandunga mu, bagaimanapun,anak yang ada dalam kandungan mu itu adalah anakku dan aku akan merawat dan membesarkannya, tapi maaf saja aku tak bisa menikahi mu, mungkin ini terdengar kejam dan tak adil bagimu, tapi ini semua adalah kesalahanmu dari awal, jika saja kau tidak menaruh obat itu pada minumanku mungkin kau pun tak akan hamil seperti ini, aku mohon terimalah kenyataan ini Larisa"
Ardian kemudian pergi meninggalkan Larisa sendiri di cafe itu, ia bingung harus bagaimana lagi untuk membuat Larisa mau mengerti bahwa mereka tidak akan bisa bersama.
Larisa yang masih berada didalam cafe memandangi kepergian Ardian hingga tak nampak lagi, ia lalu menghapus air mata buayanya, ia merasa percuma saja mengeluarkan air mata, aktingnya kali ini gagal, tapi ia berfikir tidak akan menyerah,ia akan melakukan segala cara apapun untuk mendapatkan ardian.
Tiba-tiba Larisa merasa ada seseorang yang memegangi pundaknya dari belakang, ia pun berbalik dan melihat seorang pria tampan dengan tubuh kekar tinggi, dan kulit yang putih sedang berada dibelakangnya.
"Apa kabar larisa sayang, lama kita tak berjumpa?"
Tanya Alex, pacar sekaligus selingkuhan larisa.
"Mau apa kau disini?"
Tanya balik Larisa yang sangat tidak senang bertemu dengan Alex.
"Aku tak sengaja melihatmu tadi disini dengan seorang pria, apakah dia pacar baru?"
"Bukan urusanmu"
"Luar biasa, setelah sebulan tak ada kabar darimu, dengan waktu yang singkat kau mampu mendapatkan pengganti ku Larisa"
"Apakah kau sudah melupakan malam-malam indah kita di hotel malam itu?"
*Flash back on*
Disebuah club malam, larisa nampak uring-uringan karena Ardian, ia minum terlalu banyak sehingga mabuk dan mulai meracau.
Tiba-tiba Alex muncul bersama teman-temannya ingin menggoda Larisa yang sedang duduk sendirian tanpa seseorang yang menemaninya.
"Hai manis, sendirian aja nih, mau kita temenin gak?"
Tanya Alex pada Larisa yang sudah mulai mabuk.
"Sayang, sedang apa kau ditempat seperti ini, bukankah kau sangat tak menyukai tempat seperti ini?"
Tanya Larisa yang mengira bahwa Alex adalah Ardian.
"Sayang, kenapa kau diam saja, ayo jawab aku?"
Namun Alex tak kunjung menjawab pertanyaan dari Larisa, membuatnya semakin marah dan semakin meracau tidak jelas.
Alex yang kala itu sedang bersama teman-temannya akhirnya memutuskan pergi bersama Larisa, ia membawa Larisa kesebuah hotel untuk memanfaatkan keadaan Larisa yang sedang mabuk.
Mereka masuk kedalam kamar hotel, kemudian Alex membaringkan Larisa di tempat tidur, memandang wajah Larisa yang cantik lalu dengan lembut mulai menciumi kedua pipi Larisa.
Karena merasa ada yang menciumnya Larisa pun terbangun, Alex menjadi kaget dan bingung, ntah apa yang akan ia ucapkan pada Larisa melihat ada pria asing didalam kamar hotel bersama dengan dirinya.
Namun Larisa hanya terbangun sebentar, melihat pria didepannya yang tak lain adalah Alex sebagai Ardian dan kemudian tertidur lagi, ntah lah apakah ia tertidur atau pingsan.
"Huhhhff syukurlah akhirnya dia tertidur lagi" ucap Alex merasa lega karena ternyata Larisa terbangun hanya sebentar.
Akhirnya Alex mulai melancarkan aksinya, perlahan-lahan mulai menanggalkan pakaian larisa satu persatu hingga tak ada sehelai benangpun Yang menempel pada tubuh larisa, kemudian Alex mulai menciumi bibir larisa, menggigit dan ******* bibir seksi miliknya, Larisa yang merasa ada yang meraba-raba tubuhnya akhirnya terbangun dan melihat bahwa Ardian yang merupakan Alex yang sedang berciuman dengannya, ia pun membalas ciuman Alex begitu ganasnya, merasa ada perlawanan Alex pun mulai meraba bagian p*******a milik Larisa yang sangat besar dan berisi itu, Alex menjilat dan menghisap dua b**** milik Larisa yang membuatnya menggelinjang karena sensasi yang diberikan oleh Alex.
keduanya saling bertukar kenikmatan, saling menikmati tubuh satu sama lainnya, hingga akhirnya Alex mulai memposisikan alat kejantanannya dan mulai memasukkannya kedalam lubang kenikmatan milik Larisa.
"Astaga, wanita ini masih perawan, pantas saja punyaku sulit menembus pertahanannya.
Ucap Alex yang mengetahui bahwa ternyata Larisa masih perawan.
Larisa meringis kesakitan, bagaimanapun ini adalah pertama kalinya buat Larisa, namun lama-kelamaan ia mulai menikmati permainannya bersama Alex.
Tak terhitung sudah berapa banyak gaya yang mereka lakukan, dan entah sudah berapa kali mereka melakukanya, hingga waktu sudah menjelang pagi akhirnya mereka menyudahi pertempuran yang sangat mereka nikmati itu dan mulai tertidur.
Keesokan harinya, Alex terbangun lebih dulu, ia melihat seorang gadis cantik sedang tidur disampingnya, ia pun mengingat apa yang terjadi semalam, dan mengingat malam panas nan menggairahkan yang mereka lalui bersama.
"Aku tidak akan melepaskan mu manis, kau harus jadi milikku" ucap Alex sambil membelai lembut wajah Larisa.
Larisa terbangun, ia terkejut melihat pria yang ada disampingnya bukan Ardian.
"Kamu siapa, kenapa aku bisa ada disini, apa yang sudah kau lakukan padaku?"
Tanya Larisa yang begitu terkejut melihat tubuh polosnya tanpa sehelai benangpun.
"Tenanglah sayang, kita sudah melakukan apa yang seharusnya seorang pria dan wanita lakukan"
Jelas Alex pada Larisa
"Apa? maksudmu yang semalam bercinta denganku itu kamu?"
Tanya Larisa yang kaget, ia mengira bahwa semalam yang ber***** dengannya adalah Ardian.
"Benar sayang, apakah kau menginginkannya lagi, semalam kau sangat menikmatinya, kau terus saja memintaku untuk mengulangnya hingga berkali-kali"
Kemudian Larisa berpikir dengan liciknya, sudah terlanjur mereka berdua sudah melakukannya, ia tak perduli lagi dengan Ardian, selama ini ia selalu menolak ketika Larisan mengajaknya untuk berhubungan suami istri.
Ia berpikir bagaimana jika ia berselingkuh saja dengan Alex, ia merasa sangat menyukai permainan panas yang semalam mereka lakukan.
"Nama kamu siapa?" Tanya Larisa, ia merasa tidak nyaman karena orang tersebut telah memper****nya semalam namun ia tak tau dengan siapa ia melakukannya.
"Namaku Alex, sayang, kamu Larisa kan? Namamu cantik, secantik orangnya"
"Bagaimana kamu tau?"
"Semalam karena kau mabuk, jadi aku terpaksa melihat kartu identitas mu,aku ingin mengantarmu pulang tapi tak mungkin kulakukan mengingat kondisimu sedang mabuk"
Jawab Alex yang berbohong mengatakan akan mengantarnya pulang, padahal, memang ia ingin memanfaat kondisi Larisa yang sedang mabuk, makanya Alex membawanya ke hotel.
Alex pun menciumi seluruh wajah Larisa, pipi, hidung, kening, dan bibirnya pun tak luput dari jangkauannya.
Larisa yang merasa nyaman dengan perlakuan Alex merasa tersanjung dan sangat bahagia, ia merasa menemukan kebahagiaan yang tak ia dapatkan saat bersama Ardian.
Semenjak saat itu merekapun sepakat menjalin hubungan dan sering bertemu untuk sekedar menghilangkan nafsu yang tak bisa mereka salurkan.
*flashback off*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
anan
karna perempuan butuh untuk bersandar
2022-12-21
1
Halfiah Sam
hem perempuan haus belaian laki-laki ternyata
2022-11-18
1