Setelah acara lamaran telah selesai diselenggarakan, undangan pun juga telah mulai disebar,untuk acara akad pernikahannya sendiri di selenggarakan di rumah tiana,dan malamnya akan diadakan resepsi di hotel mewah bintang lima dan mengundang banyak kerabat dan teman kerja dari pak aji somat dan ardian.
Rencananya tiana dan ardian akan melakukan fitting baju pengantin disalah satu butik terkenal, mereka pun janjian bertemu untuk pertama kalinya di butik tersebut, Karena acara pernikahan tinggal seminggu lagi, dan mereka berdua diharuskan untuk mengurangi kegiatan mereka masing-masing karena calon pengantin tidak diperbolehkan lagi melakukan aktifitas yang terlalu sering diluar rumah, istilah lainnya orang sering bilang dipingit.
***
( Disebuah butik )
Tiana yang ditemani oleh fatimah untuk fitting baju pengantin, ternyata tiba lebih awal dari ardian, akhirnya mereka pun duduk di ruang tunggu sambil menunggu kedatangan ardian.
"Mas ardian kok lama banget ya kak, katanya janjian jam 1 ini udah mau jam 3 belum nongol juga tu batang hidungnya, adekkan bosan duduk terus kak, ntar pantat adek malah tambah tepos lagi gara-gara jamuran nungguin calon pengantin kakak itu"
Tanya fatimah dengan kesal karena terlalu lama menunggu namun nampaknya ardian belum juga terlihat keberadaannya.
"Yang sabar ya dek, mungkin mas ardian ada urusan yang perlu diselesaikan dulu, atau dia udah menuju kesini tapi terjebak macet dek, kita aja tadi berangkatnya awal, tapi karena jalannya lumayan macet makanya sampai butiknya jadi lama kan, untung aja mas ardian belum datang"
"Iya deh yang mau jadi pengantin baru,tapi adek haus nih kak, adek beli minum dulu yah?"
"Gak usah, itu lihat sana, mbaknya sudah nyiapin kita minum dari tadi, ini kan VIP room"
tunjuk tiana kearah belakang mereka yang ada meja dan terisi berbagai macam makanan dan minuman
"Oh iya adek gak tau sih kak, lagian ini kan pertama kali adek pergi tempat beginian, ya karena kakak mau nikah, entar adek ambil dulu ya minumnya, kakak mau juga?"
"Ya udah kakak mau air putih aja ya dek, ingat jangan yang dingin loh"
"Siap bos"
Jawab fatimah sambil memberi hormat kepada kakaknya, membuat tiana menjadi tertawa karena kelakuan adik satu satunya itu.
karena lama menunggu dan merasa bosan bermain handphone akhirnya tiana memutuskan untuk keluar sebentar dari butik tersebut dan duduk disebuah kursi cantik yang disediakan tepat didepan butik itu.
Tanpa sengaja matanya tertuju pada seorang lelaki dan wanita yang sedang beradu mulut satu sama lain tepat di depan parkiran butik tempat dimana tiana sedang duduk.
Dan tanpa tanggung tanggung wanita yang bersama ardian beradu mulut tersebut mengeluarkan suara yang cukup keras hingga naik beberapa oktaf layaknya seorang penyanyi, dan tanpa mereka sadari tiana mendengarkan semua apa yang sedang mereka perdebatkan.
Tiba-tiba fatimah keluar dari balik pintu butik, mendekati tiana dan memegang pundak kakaknya, spontan saja tiana yang asyik melihat tontonan gratis perdebatan dua insan kekasih menjadi sangat kaget karena tiba-tiba saja fatimah telah ada didekatnya, bersamaan dengan itu wanita yang bersama dengan ardian juga telah pergi, meninggalkan ardian seorang diri diparkiran.
"Liatin apaan sih kak, kok kayaknya asik bener?"
Tanya fatimah sambil melihat kearah tempat yang kakaknya lihat
"Nah itu mas ardian, kalo gak salah lihat foto yang ditunjukin sama ibunya mas ardian waktu lamaran itu sama kayak dia tapi ngapain dia berdiri sendiri diparkiran gitu kayak patung?"
Tanya fatimah lagi yang melihat tingkah calon kakak iparnya itu
Akhirnya fatimah memutuskan menghampiri ardian keparkiran karena sebal tiana tidak menjawab pertanyaan darinya
"Mas ini mas ardian kan?"
Namun tak dijawab oleh ardian
"Mas, mas, kok ngelamun sih"
Karena tidak mendapat jawaban akhirnya fatimah memukul pundak ardian yang membuat ardian terkaget dan menoleh kearah fatimah
"Mas ini ardian kan?"
"Kamu siapa" tanya balik ardian sambil menoleh kearah fatimah
"Ditanya kok malah balik bertanya"
"Oh iya saya ardian, emangnya kenapa, kamu siapa?"
"Kenalin dan diingat baik-baik, awas kalo lupa, namaku Fatimah adik kandung kak tiana dan calon adek ipar mas ardian"
Jelas fatimah dengan gaya narsisnya
"Oh adiknya tiana, tapi tunggu, kakak kamu mana, kok kamu cuma sendiri?"
"Itu disana"
Tunjuk fatimah menggunakan bibirnya yang dimonyongkan kearah tiana
"Tiana dari tadi nunggu disitu?"
"Iya mas, aku tadinya nunggu mas ardian didalam sama kak tiana, cuma karena bosan, katanya kak tiana mau keluar dulu bentar buat nyari angin segar, lama aku nungguin kak tiana kok gak masuk-masuk, akhirnya aku samperin deh, ternyata mas udah datang"
Ardian yang mendengar penjelasan dari fatimah seketika merasa sedikit gelisah karena takut jika tiana menyaksikan pertengkarannya tadi bersama larisa.
"Mas, mas, ya ampun kok bengong sih, emang gitu yah orang kalo mau jadi pengantin jadinya malah suka ngelamun?"
"oh iya maaf, gak kok, ini cuma mikirin tadi mahasiswa mas dikampus, udah ayo kita masuk sekarang"
ajak ardian pada fatimah menuju ketempat dimana tiana sedang duduk menuggu.
"Maaf sudah nunggu lama, tadi jalanan agak macet jadi sampai sini lumayan lama, maaf ya"
Jelas ardian pada tiana dengan perasaan yang tidak karuan karena takut jika tiana menyaksikan pertengkarannya dengan larisa.
"Walaikumsalam, iya mas tidak apa-apa"
Jawab tiana tanpa menoleh kearah ardian
"Astaga iya maaf, saya sampai lupa ucapkan salam dulu"
Ardian yang merasa tidak enak menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Makanya mas ucap salam dulu, main nyelonong aja kayak kambing"
Ucap fatimah meledek
"Iya lain kali bakalan ucap salam kok, ya sudah ayo kita masuk, udah sore banget ini kayaknya, nanti umi dan abi khawatir sama kalian kalo baliknya terlalu sore"
Akhirnya mereka bertiga pun masuk kedalam butik dan mulai memilih baju pengantin mana yang akan digunakan ketika hari akad dan resepsinya nanti.
Setelah selesai memilih baju pengantin, tiana dan fatimah akhirnya pamit untuk pulang, awalnya ardian akan mengantar mereka pulang kepesantren tetapi langsung ditolak oleh tiana, dengan alasan ada hal yang harus diselesaikan terlebih dahulu, tapi ardian sempat meminta nomor kontak telepon milik tiana agar lebih mudah untuk berkomunikasi, bagaimanapun mereka akan menjadi suami istri nantinya.
Akhirnya tiana menyetujui untuk memberikan nomor teleponnya kepada ardian, dan mempersilahkan ardian untuk pulang lebih dulu tanpa mengantar mereka.
Sesampainya dirumah umi yang sedari tadi menunggu kedatangan mereka berdua karena sangat khawatir akhirnya merasa senang karena anak-anaknya telah pulang.
Tiana yang sampai dirumah, hanya mengucapkan salam kemudian berlalu meninggalkan umi yang duduk di kursi ruang tamu yang sedari tadi menunggu mereka berdua, akan tetapi, apa yang umi lihat sepertinya tiana sedang ada masalah karena tidak seperti biasanya anaknya baru pulang namun tak berbicara sepatah katapun padanya, tiana langsung saja menuju kekamarnya tanpa basa basi dulu bersama uminya.
"Ada apa dengan Tiana, semoga tak terjadi apa-apa"
ucap umi dalam hati
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments