BAB 2 LAMARAN

Setelah Tiana akhirnya menerima pinangan dari anak pak haji somat, abah kemudian menghubungi pak haji somat memberitahukan tentang perihal itu kepadanya, dan disepakati bahwa acara pernikahan akan dilaksanakan sebulan lagi, dan tiga hari lagi keluarga besar pak aji somat akan datang untuk acara lamarannya.

Segala hal untuk acara lamaran tiana dan ardian dipersiapkan dengan sangat matang, karena ini adalah acara pernikahan pertama untuk anak kepala pesantren terkemuka ditempat ini maka tak lupa pula akan diadakan pengajian dan syukuran atas pernikahan tiana, dan mengundang anak anak pesanten serta anak yatim untuk ikut mendoakan semoga acara berjalan lancar.

***

3 Hari kemudian ( Hari Lamaran )

Fatimah yang sedari tadi sibuk membantu untuk acara lamaran kakaknya nampak sangat bersemangat, dengan cekatan ia menata dan menyusun segala macam hal-hal apa saja yang dibutuhkan dan diperlukan dalam acara lamaran kakaknya, ia tak ingin ada hal yang kurang diacara kakak tersayangnya itu, sehingga ia bolak balik untuk mengecek semuanya tanpa rasa lelah sedikitpun.

"Istirahat dulu adek, kasian kamu dari tadi umi lihat gak ada berhentinya mondar mandir, semangat banget, yang mau nikah kakak kamu, yang semangatnya meledak ledak malah adiknya"

Ledek umi pada fatimah

"Iya Umi, bentar dikit lagi tanggung nih, adek gak suka kalo kerjaan adek gak kelar terus ditinggalin gitu aja, kan umi yang selalu ngajarin adek kalo misalkan ngerjain sesuatu itu harus sepenuh hati dan gak setengah setengah gitu, kan umi?" Jawab fatimah

"Iya adek bener, pinter banget anak umi, masyaAllah sudah tambah dewasa aja, cuma umi gak mau kalo sampe anak umi yang manis ini kelelahan, nanti malah sakit kalo kecapean, kan umi juga yang repot nantinya"

"Yah umi mah doain anaknya biar sakit beneran nih"

"Umi bukannya doain nak, cuma umi mengingatkan saja"

"Iya umi, ya udah umi istirahat aja duluan, acaranya bentar lagi dimulai sekalian umi siap-siap aja gih, terus itu juga jangan lupa umi lihat dulu kak tiana udah selesai belum itu make upnya yang ini biar adek yang selesaikan, tinggal dikit kok umi"

"Ya sudah kamu selesaikan ya, umi lihat kakakmu dlu dikamar"

"Iyaa umi"

***

Umi yang menuju kekamar Tiana ketika masuk sangat terkejut dengan penampilan anaknya, ia syok melihat keadaan anaknya yang semrawutan, para perias juga hanya diam saja, tak mengeluarkan sepatah katapun.

Lalu umi mendekat kearah tiana dan dengan lembut membelai puncak kepala putri sulungnya itu, dan mulai menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, mengapa tiana belum siap sedangkan acara sudah hampir akan dimulai.

"Ada apa nak? Kenapa kamu belum siap-siap acaranya sebentar lagi akan dimulai loh"

Tiana hanya diam tak mengeluarkan sepatah katapun dari bibirnya

"Bicaralah nak, umi akan selalu ada menemanimu, kalo kamu hanya diam saja kita tidak tau harus berbuat apa untukmu, insyaAllah setiap ada kesulitan disitu ada kemudahan nak"

Tak lama kemudian akhirnya tiana mulai menceritakan apa yang menyebabkan dirinya seperti itu.

"Tadi malam ada yang menghubungiku lewat sosial media tiana umi, dia bilang, dia adalah pacarnya mas ardian, dan dia juga bilang tidak akan membiarkan atau melepaskan mas ardian menikah denganku"

"Tapi dari mana dia tau tentang kamu? Selama ini kamu belum pernah bertemu dengan ardian"

Tanya umi kebingungan

"Tiana juga tidak tau umi,tiana takut sepertinya apa yang dia ancamkan tidak main-main"

"Sudahlah nak, jangan terlalu difikirkan mungkin itu hanya orang yang iseng-iseng tidak jelas, tidak usah dipikirkan lagi nak, nanti umi akan coba tanyakan pada nak ardian langsung, sekarang kamu siap-siap dulu, acaranya sebentar lagi akan dimulai, umi juga mau siap-siap dulu"

"Iya umi" jawab Tiana dengat singkat

Setelah umi keluar dari kamar Tiana, para perias mulai mendandani dan menyiapkan tiana agar terlihat cantik dihari lamarannya.

Tak lama berselang Fatimah masuk kedalam kamar Tiana, betapa terkagumnya Fatimah melihat kakaknya yang selama ini tak pernah memakai make up begitu cantik dengan polesan diwajahnya, selama ini Tiana memang sudah sangat cantik walaupun tak memakai riasan apapun diwajahnya, Kulit putih mulus terawat, alis yang tebal, bulu mata yang panjang dan lentik serta hidung yang mancung bak wanita timur, juga bibir merah alami tanpa sentuhan lipstik dan pipi yang kemerah-merahan, ditambah lesung pipi dikedua pipinya menambah kecantikannya, siapapun yang melihatnya tidak akan menyangka bahwa tiana adalah gadis yang sangat cantik rupawan sebab kecantikannya terjaga dan tertutupi oleh baju gamis, dan jilbab panjang serta niqab yang selalu tiana gunakan setiap hari.

Pantas saja jika tiana memiliki paras yang cantik, sebab uminya memang keturunan asli orang arab, bahkan kecantikannya itu diwarisi dari uminya, memang wajah tiana lebih didominasi oleh wajah ibunya, jadi tak heran jika ia memiliki wajah yang cantik serta tubuh yang tinggi semampai bak model majalah atau peragawati.

"MasyaAllah, kakak cantik banget"

Ucap Fatimah sambil membantu kakaknya itu memakai niqabnya

"Makasi dek,tapi kamu juga cantik kok"

"Iya dong pasti,adek siapa dulu,kak Tiana kan"

"Iya,kan adek kesayangan kakak"

"Udah kak, ni sudah rapi niqabya, sudah bagus, kakak cantik banget pake gamis warna peach ini, cocok banget sama kulit kakak yang putih"

"Masa sih dek, ya udah makasi yah udah bantuin kakak"

"Sama-sama kak, ya udah adek keluar dulu, kayaknya acara udah mau dimulai kak"

Fatimah keluar dari kamar Tiana, diluar sudah banyak orang yang berdatangan ingin menyaksikan acara ini, tak lupa pula para anak-anak santri dan anak yatim telah duduk rapi di ruang tamu menunggu acara dimulai, karena keluarga pak aji somat belum datang.

Tak berselang lama keluarga dari pak haji somat akhirnya datang, rombongan akhirnya memasuki halaman rumah abah yang berada dalam komplek pesantren, para rombongan juga membawa banyak seserahan untuk diberikan kepada tiana.

Rombongan keluarga pak aji somat akhirnya berada di halaman depan rumah dan disambut oleh Abah dan Umi, mereka semua dipersilahkan masuk kedalam rumah.

"Assalamualaikum calon besan" ucap pak haji somat kepada abah yang diikuti oleh rombongannya.

"Walaikumsalam,silahkan masuk pak hji somat" jawab umi

Akhirnya mereka semuapun masuk kedalam rumah, dan acarapun akan dimulai.

"Nak ardiannya tidak hadir pak haji somat?" Tanya abah

"Iya, Ardian belum bisa hadir, karena dia bilang ada urusan yang sangat penting dan mendadak, tidak bisa ditunda,ardian juga menitip salam untuk keluarga pak Ahmad, insyaAllah nanti kalo acara pernikahan akan hadir"

"Ya pasti hadirlah pak aji somat, yang mau nikah kan nak ardian bukan bapaknya"

Jawab abah dengan diiringi gelak tawa semua orang yang ada diruangan itu.

"Wah boleh juga usul dari pak ahmad ini, kalo begitu saya ijin dulu sama istri saya pak, gimana bu, bolehkan?"

Tanya pak haji somat yang menoleh pada istrinya ibu mina

"Jangan macam-macam ya pak, ingat itu umur sudah tidak mudah lagi, sudah bercandanya, itu acara sepertinya sudah mau dimulai, bapak ini gak dirumah gak dimana selalu aja bercanda, heran ibu lihatnya"

Jawab ibu mina sambil mencubit pinggang pak haji somat, dan semua orang kembali tertawa karena tingkah keduanya yang bak masih seperti anak muda yang lagi kasmaran.

Acara dimulai dengan khidmat, setelah menyampaikan maksud dari kedatangan pak aji somat beserta rombongan, untuk melamar anak sulung pak aji ahmad yang bernama Tiana Larasati untuk anak semata wayangnya Ardian Ahmad Maulana, dan diterima langsung oleh pak ahmad yang sebelumnya telah berunding terlebih dahulu bersama keluarga besarnya, tak lupa pula keluarga dari pak aji somat menyerahkan seserahan yang begitu banyak kepada keluarga pak ahmad, semua tamu undangan merasa takjub karena mereka merasa bahwa tiana sangat beruntung akan dipersuntingkan anak pak haji somat yang kaya raya.

Memang pak aji somat dikenal sebagai tuan tanah didaerah tempat tinggalnya, ia memiliki banyak usaha, serta banyak properti,beliau juga termasuk donatur yang selalu menyumbangkan hartanya untuk pesantren pak ahmad, maka tak heran jika pak aji somat mengenal tiana karena, pertemanan antara pak haji somat dan pak ahmad sudah terjalin sangat lama.

Setelah penyerahan seserahan yang dibawa oleh pak haji somat, abah menyuruh umi untuk membawa Tiana keluar untuk menemui calon mertuanya, umipun mengiyakan dan bergegas menuju kamar tiana dan membawanya keruang tamu tempat para tamu undangan beserta keluarga besar pak aji somat berada.

Saat akan menuruni tangga, semua mata tertuju pada Tiana, mereka takjub dengan penampilan Tiana yang sangat muslimah, mereka tak satupun yang berhenti memandangi Tiana yang kecantikannya tetap terpancar walaupun wajahnya tertutupi oleh niqabnya, tubuh yang tinggi semampai membuat penampilan tiana sangat sempurna.

Tiana kemudian menghampiri orang tua ardian dan menyalaminya dengan takzim, kedua orang tua Ardian sangat kagum melihat calon anak menantunya itu, tak lupa pula Tiana menyalami semua keluarga besar pak haji somat, terlihat seperti keluarga besar ardian sangat menyukai Tiana, karena walaupun Tiana termasuk anak rumahan yang tidak bergaul dengan sembarang orang tetapi Tiana sangat mudah mengakrabkan diri dengan orang lain, dia dikenal anak yang ramah, baik, dan suka menolong orang lain, tutur katanya pun sangat lembut, siapapun laki-laki akan jatuh hati kepada pesona Tiana, apalagi dia dikenal anak yang berprestasi disekolah sampai diperguruan tinggi.

Setelah sesi acara lamaran telah selesai para tamu undangan dipersilahkan untuk mencicipi hidangan yang telah tersedia, tak lupa anak-anak santri dan anak yatim bersholawat atas kebahagiaan Tiana karena lamaran dari ardian telah diterima, ituu tandanya tinggal menghitung hari dirinya akan dinikahi oleh ardian dan statusnya akan berubah menjadi istri orang.

Acara telah selesai, para tamu undangan dan rombongan keluarga besar pak haji somat pamit undur diri, tak lupa ibu ardian bu mina berpesan pada tiana agar jaga kesehatan, calon pengantin jangan terlalu kecapean, jangan sering begadang, sambil memeluk Tiana bu mina berkata dirinya ingin setelah Tiana dan ardian menikah nanti, ia mau cepat-cepat punya cucu, maklum Ardian anak semata wayang, seketika wajah Tiana memerah dan ia pun tersipu malu mendengar ucapan calon ibu mertuanya itu.

Para tamu satu persatu akhirnya meninggalkan kediaman keluarga pak ahmad, tak terkecuali dengan keluarga besar pak haji somat, mereka satu persatu menaiki kendaraan roda empat mereka masing dan bergegas meninggalkan halaman rumah pak ahmad.

Episodes
1 BAB 1 SEBUAH PERJODOHAN
2 BAB 2 LAMARAN
3 BAB 3 PERTENGKARAN
4 BAB 4 LARISA HAMIL
5 BAB 5 PENOLAKAN ARDIAN
6 BAB 6 LARISA MENJAUH DARI ALEX
7 BAB 7 PERMINTAAN LARISA
8 BAB 8 KEKECEWAAN ALEX
9 BAB 9 KEBAHAGIAAN KECILKU
10 BAB 10 ALEX AKHIRNYA TAU
11 BAB 11 PERTEMUAN TIANA DAN LARISA
12 BAB 12 GANGGUAN KECIL
13 BAB 13 AKU MENGINGINKANMU
14 BAB 14 SOLUSI DARI TIANA
15 BAB 15 PERNIKAHAN DUA CINCIN
16 BAB 16 KEPUTUSAN ABAH
17 BAB 17 KESEDIHAN ARDIAN
18 BAB 18 TUANMU ADALAH TUANKU JUGA
19 BAB 19 PERTEMUAN ARDIAN DAN ALEX
20 BAB 20 GAIRAH CINTA SATU MALAM
21 BAB 21 PERUBAHAN LARISA
22 BAB 22 BIDADARI SURGA
23 BAB 23 ALEX AKHIRNYA TUMBANG
24 BAB 24 KONSULTASI HATI
25 BAB 25 SOLUSI DOKTER CINTA
26 BAB 26 AISYAH DAN PERMASALAHANNYA (1)
27 BAB 27 AISYAH DAN PERMASALAHANNYA (2)
28 BAB 28 RARA MENGUNDURKAN DIRI
29 Pengumuman
30 BAB 29 HATI YANG TERSAKITI
31 BAB 30 HIKMAH DAN PEMBELAJARANNYA
32 BAB 31 SIASAT LICIK RARA
33 BAB 32 TANAMAN BERBAHAYA
34 BAB 33 RENCANA JAHAT TIARA DAN RARA
35 BAB 34 DI SEPERTIGA MALAM
36 BAB 35 AISYAH YANG MALANG
37 BAB 36 YANG SEBENARNYA...
38 BAB 37 ALEX VS ARDIAN
39 BAB 38 PENYESALAN SIDAN
40 BAB 39 BENAR-BENAR BERAKHIR?...
41 BAB 40 PERNIKAHAN ALEX
42 BAB 41 ALEX LARISA SAH
43 PENGUMUMAN NOVEL BARUKU
44 BAB 42 TERBONGKAR SEMUA
45 BAB 43 AWAL KEBAHAGIAAN ALEX & LARISA
46 BAB 44 PERMINTAAN LARISA
47 BAB 45 MALAM PERTAMA?
48 BAB 46 RENCANA PERJODOHAN KEMBALI
49 BAB 47 AKHIRNYA KEMBALI
50 BAB 48 ISTRI YANG SESUNGGUHNYA
51 BAB 49 ARDIAN DAN RARA MENIKAH?
52 BAB 50 MENIKAH KEMBALI
53 BAB 51 TIANA AZAM?
54 BAB 52 TIANA AZAM TA'ARUF?
55 BAB 53 BINGUNG
56 BAB 54 TIANA, LARISA, AISYAH BERPISAH
57 BAB 55 LARISA CEMBURU
58 BAB 56 KEJUTAN DARI ALEX
59 BAB 57 RARA CALON ISTRI
60 BAB 58 BUKAN KELUARGA LAGI
61 BAB 59 KONTRAKSI
62 BAB 60 KELUARGA BARU
63 BAB 61 AKHIR KEBAHAGIAAN ARDIAN & RARA?
64 BAB 62 MAMA MERTUA
65 BAB 63 MASA LALU AZAM
66 BAB 64 MAMA MERTUA BERULAH
67 BAB 65 MENERIMA
68 66 KABAR BAIK
69 BAB 67 BERTEMAN KEMBALI
70 BAB 68 SELANGKAH LEBIH SERIUS
71 BAB 69 ORANG TUA ALEX
72 BAB 70 ALEX SUDAH TIDAK TAHAN
73 BAB 71 SEPERTI ONDEL-ONDEL
74 BAB 72 BELANJA SESERAHAN
75 BAB 73 AZAM SULTAN?
76 BAB 74 MAMA LARISA MALING
77 BAB 75 KEBENARAN SIAPA AZAM
78 BAB 76 MENUJU HALAL
79 BAB 77 MANTAN ISTRI AZAM
80 BAB 78 KEMANA SITI?
81 BAB 79 MALAM PERTAMA
82 BAB 80 MALAM PERTAMA GAGAL LAGI
83 BAB 81 CICILAN MALAM PERTAMA
84 BAB 82 DUA KUBU
85 BAB 83 AKHIRNYA KETEMU JUGA
86 BAB 84 LEBIH KEJAM DARI PEMBUNUHAN
87 BAB 85 ENDING
88 Promo NovelKu
Episodes

Updated 88 Episodes

1
BAB 1 SEBUAH PERJODOHAN
2
BAB 2 LAMARAN
3
BAB 3 PERTENGKARAN
4
BAB 4 LARISA HAMIL
5
BAB 5 PENOLAKAN ARDIAN
6
BAB 6 LARISA MENJAUH DARI ALEX
7
BAB 7 PERMINTAAN LARISA
8
BAB 8 KEKECEWAAN ALEX
9
BAB 9 KEBAHAGIAAN KECILKU
10
BAB 10 ALEX AKHIRNYA TAU
11
BAB 11 PERTEMUAN TIANA DAN LARISA
12
BAB 12 GANGGUAN KECIL
13
BAB 13 AKU MENGINGINKANMU
14
BAB 14 SOLUSI DARI TIANA
15
BAB 15 PERNIKAHAN DUA CINCIN
16
BAB 16 KEPUTUSAN ABAH
17
BAB 17 KESEDIHAN ARDIAN
18
BAB 18 TUANMU ADALAH TUANKU JUGA
19
BAB 19 PERTEMUAN ARDIAN DAN ALEX
20
BAB 20 GAIRAH CINTA SATU MALAM
21
BAB 21 PERUBAHAN LARISA
22
BAB 22 BIDADARI SURGA
23
BAB 23 ALEX AKHIRNYA TUMBANG
24
BAB 24 KONSULTASI HATI
25
BAB 25 SOLUSI DOKTER CINTA
26
BAB 26 AISYAH DAN PERMASALAHANNYA (1)
27
BAB 27 AISYAH DAN PERMASALAHANNYA (2)
28
BAB 28 RARA MENGUNDURKAN DIRI
29
Pengumuman
30
BAB 29 HATI YANG TERSAKITI
31
BAB 30 HIKMAH DAN PEMBELAJARANNYA
32
BAB 31 SIASAT LICIK RARA
33
BAB 32 TANAMAN BERBAHAYA
34
BAB 33 RENCANA JAHAT TIARA DAN RARA
35
BAB 34 DI SEPERTIGA MALAM
36
BAB 35 AISYAH YANG MALANG
37
BAB 36 YANG SEBENARNYA...
38
BAB 37 ALEX VS ARDIAN
39
BAB 38 PENYESALAN SIDAN
40
BAB 39 BENAR-BENAR BERAKHIR?...
41
BAB 40 PERNIKAHAN ALEX
42
BAB 41 ALEX LARISA SAH
43
PENGUMUMAN NOVEL BARUKU
44
BAB 42 TERBONGKAR SEMUA
45
BAB 43 AWAL KEBAHAGIAAN ALEX & LARISA
46
BAB 44 PERMINTAAN LARISA
47
BAB 45 MALAM PERTAMA?
48
BAB 46 RENCANA PERJODOHAN KEMBALI
49
BAB 47 AKHIRNYA KEMBALI
50
BAB 48 ISTRI YANG SESUNGGUHNYA
51
BAB 49 ARDIAN DAN RARA MENIKAH?
52
BAB 50 MENIKAH KEMBALI
53
BAB 51 TIANA AZAM?
54
BAB 52 TIANA AZAM TA'ARUF?
55
BAB 53 BINGUNG
56
BAB 54 TIANA, LARISA, AISYAH BERPISAH
57
BAB 55 LARISA CEMBURU
58
BAB 56 KEJUTAN DARI ALEX
59
BAB 57 RARA CALON ISTRI
60
BAB 58 BUKAN KELUARGA LAGI
61
BAB 59 KONTRAKSI
62
BAB 60 KELUARGA BARU
63
BAB 61 AKHIR KEBAHAGIAAN ARDIAN & RARA?
64
BAB 62 MAMA MERTUA
65
BAB 63 MASA LALU AZAM
66
BAB 64 MAMA MERTUA BERULAH
67
BAB 65 MENERIMA
68
66 KABAR BAIK
69
BAB 67 BERTEMAN KEMBALI
70
BAB 68 SELANGKAH LEBIH SERIUS
71
BAB 69 ORANG TUA ALEX
72
BAB 70 ALEX SUDAH TIDAK TAHAN
73
BAB 71 SEPERTI ONDEL-ONDEL
74
BAB 72 BELANJA SESERAHAN
75
BAB 73 AZAM SULTAN?
76
BAB 74 MAMA LARISA MALING
77
BAB 75 KEBENARAN SIAPA AZAM
78
BAB 76 MENUJU HALAL
79
BAB 77 MANTAN ISTRI AZAM
80
BAB 78 KEMANA SITI?
81
BAB 79 MALAM PERTAMA
82
BAB 80 MALAM PERTAMA GAGAL LAGI
83
BAB 81 CICILAN MALAM PERTAMA
84
BAB 82 DUA KUBU
85
BAB 83 AKHIRNYA KETEMU JUGA
86
BAB 84 LEBIH KEJAM DARI PEMBUNUHAN
87
BAB 85 ENDING
88
Promo NovelKu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!