12. pergi

Besok harinya, Alexander mulai melakukan rencananya menghentikan memberikan nafkah kepada Anastasia dan kedua buah hatinya, berharap Anastasya akan kembali seperti dahulu kala.

berminggu-minggu Alexander tidak lagi kembali ke rumah itu, dan menghentikan pasokan untuk menghidupi orang yang ada di dalam rumah tersebut.

melihat bahan makanan yang sudah tidak tersedia lagi Anastasia menjadi geram sendiri, dan selama beberapa minggu ini, Anastasia merasa kurang enak badan.

di mana ia selalu kelelahan, apabila melakukan pekerjaan walaupun pekerjaan tersebut tidaklah berat.

"mbok apa stok makanan sudah tidak ada lagi?"tanya Anastasia kepada mbok Ning selaku orang yang mengurus mengenai stok sembako di kediaman mereka.

"tidak ada lagi neng, bahkan Tuan Alexander tidak mengirimkan uang sepersen pun untuk membeli bahan makanan itu." jelas mbok Ning. Anastasia pun kembali bernafas gusar.

akhirnya apa yang dikhawatirkannya pun terjadi juga. di mana Di sinilah titik Alexander tidak memperhatikan mereka. jangankan dirinya, kedua anaknya pun ia tidak Sudi untuk memenuhi kebutuhan mereka. dalam hatinya pun Anastasia benar-benar kecewa dengan perlakuan Alexander itu.

"tidak apa mbok. saya juga sudah tidak bisa memberikan mbok Ning dan bapak gaji. jadi, saya mohon maaf tidak bisa mempekerjakan lagi." ucap Anastasia dengan sedih. mbok Ning pun mengerti.

"tidak apa-apa neng, mbok dan bapak mengerti. kami juga akan segera kembali ke desa untuk memulai kehidupan di desa." ucap mbok Ning menenangkan sang majikan.

"Iya mbok, sekali lagi ana mengucapkan beribu kali maaf, dan Kami juga akan meninggalkan tempat ini. karena memang tempat kami bukan di sini." ucap Anastasia lagi.

setelah mengatakan hal itu, semua orang yang ada di rumah itu pun sepakat akan meninggalkan rumah tersebut. mbok Ning dan suaminya Kembali ke tempat mereka untuk membereskan barang-barang bawaan mereka.

Begitu juga dengan Anastasia, Iya kembali ke kamarnya untuk mengambil beberapa baju yang ia perlukan. setelah itu, ia menyeret koper turun ke bawah dan masuk ke kamar kedua putranya itu.

Anastasia juga membereskan baju kedua anaknya, bulat lah sudah keinginan Anastasia untuk meninggalkan kediaman Alexander ini. karena nyatanya mereka memang tidak diinginkan berada di sini.

"bunda, kenapa bunda membereskan barang-barang Ian dan adik. kita akan pergi ke mana bunda?" tanya ariano melihat sang Ibu membereskan barang-barang dan memasukkan baju-baju mereka ke dalam koper satu persatu. mendapat pertanyaan itu Anastasia pun tersenyum ke arah putranya.

"maafkan bunda ya, tapi hari ini kita akan segera meninggalkan tempat ini. karena tempat kita bukan di sini, tidak apa-apa kan sayang?" ucap Anastasia kepada putranya ariano.

"tidak apa-apa bunda, asalkan bunda tidak bersedih lagi."ucap ariano.

setelah itu, aryano juga membantu Anastasia untuk mengepak barang-barang mereka.

tak lama mereka pun selesai memasukkan barang-barang itu ke dalam koper, terlihatlah lima buah koper yang dipenuhi dengan barang-barang mereka. setelah itu Anastasia langsung memasukkannya ke dalam mobilnya itu.

Begitu juga dengan mbok Ning dan suaminya, mereka langsung memesan mobil pick up untuk mengangkut barang-barang mereka menuju desa mereka.

"neng, mbok dan bapak duluan ya, neng jaga diri dan jangan terlalu memaksakan pekerjaan. maafkan mbok dan bapak, apabila semasa di sini melakukan kesalahan."ucap mbok Ning.

"baik mbok. mbok dan bapak hati-hati di jalan ya. Dan juga jaga kesehatan." ucap Anastasia.

setelah mbok Ning dan suaminya berpamitan, Anastasia pun kembali ke kamar menggendong alzio dan menuntun aryano memasuki mobilnya. setelah itu, Anastasia sedikit mengamati rumah itu dari dalam mobil.

(selamat tinggal Anastasia asli, aku akan membawa anak-anakmu untuk bahagia bersamaku. dan aku juga mengucapkan selamat tinggal untuk rumah ini.) batin Anastasia. setelah membatin Anastasia pun langsung menghidupkan mobil dan pergi dari tempat itu.

***

sementara di sisi lain, sudah berminggu-minggu lamanya, Alexander tidak berkunjung ke rumah Anastasia yang masih berstatus menjadi istrinya.

dalam hati ia merasa gelisah, kenapa sampai sekarang Anastasia tidak datang menemuinya dan memohon seperti sebelumnya.

"arggg.... lama-lama Aku bisa gila memikirkan hal ini. Kenapa sudah berminggu-minggu lamanya Anastasia tidak datang menemuiku dan memohon kepadaku.!!" ucapnya dengan frustasi.

"tidak aku tidak boleh menyerah, palingan besok ia akan datang bertemu denganku dan meminta haknya. dari situlah aku akan memanfaatkan Anastasia kembali untuk mencintaiku dan memperjuangkanku." ucap Alexander kembali dengan percaya diri.

setelah itu, ia mulai larut dalam pekerjaannya, satu persatu ia mulai memeriksa beberapa laporan mengenai perusahaannya.

saat ia sedang fokus, tiba-tiba Ferry sang asisten masuk ke dalam ruangan Alexander.

tok tok tok tok suara ketukan di pintu.

"masuk...."ucap Alexander. pintu pun dibuka dan tampaklah sosok sang asisten yang berjalan mendekat ke arah Alexander.

"maaf tuan, hari ini kita ada meeting bersama klien yang ada di luar negeri." ucap Ferry mengingatkan Alexander. Alexander pun kembali melirik arloji yang melilit tangannya.

"Baiklah, siapkan mobil kita berangkat sekarang'" ucap Alexander.

setelah itu, Alexander dan Ferry pun langsung menghadiri meeting bersama para klien ini di tempat yang sudah dijanjikan.

tak lama, Alexander dan Ferry pun sampai di tempat tujuan, di sana mereka langsung bertemu dengan klien dan membahas beberapa pekerjaan.

Setelah itu, mereka langsung meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke perusahaan Alexander. tak lama mereka sudah sampai di depan lobby kantor Alexander pun turun dari mobil itu disusul oleh Ferry.

mereka berdua berjalan layaknya seorang superstar yang terkenal, mereka berjalan dengan gagah dan mempesona. tak lama mereka pun sampai di ruangan sang atasan, Alexander langsung membuang tubuhnya di atas sofa.

"huh lelah sekali.." ucap Alexander menyenderkan kepalanya di senderan kursi. tiba-tiba pikirannya langsung mengarah kepada Anastasia dan kedua anaknya.

iya berpikir, sedang apakah mereka ? Apakah mereka baik-baik saja tanpa nafkah darinya?. tapi tiba-tiba ia tersadar dan segera membuang pikiran itu dari kepalanya.

(Kenapa juga aku harus memikirkan mereka. aku yakin, aku akan segera mendapatkan Anastasia kembali) batinnya Ia pun langsung tersenyum sinis. Iya berali menatap sang asisten.

"ferry, apakah menurutmu tindakan yang aku lakukan ini sudah benar?" tanya Alexander kepada Ferry.

tentu saja feri paham, kemana alur cerita itu. karena ia yang sudah menghandle dan memutuskan untuk tidak memberi nafkah kepada Anastasia dan kedua anaknya.

"maaf tuan, Untuk masalah ini satu kata yang cocok untuk tuan yaitu kejam" ucap Ferry dengan ekspresi datarnya karena ia sedang fokus mengamati beberapa laporan dan jadwal untuk sang atasan.

sejenak Alexander terdiam mendengar ucapan fery. Iya teringat Apakah Aku benar Kejam atau tidak.

"maksudmu fer apa? aku juga tidak ingin melakukan hal ini, aku hanya menginginkan Anastasia kembali memohon kepadaku dan tidak mengacuhkan ku lagi, aku yakin dengan aku tidak memberikan nafkah kepada mereka, Anastasia pasti akan datang dan memohon kepadaku. dan dari situlah aku bisa mendapatkannya kembali."ucap Alexander dengan percaya diri terhadap rencananya itu.

namun Ferry yang mendengar rencana tersebut hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya, menurutnya cara yang dilakukan oleh tuannya itu benar-benar ekstrem, Apakah Alexander tidak pernah berpikir kalau seandainya Anastasia malah tambah membencinya dan akhirnya meninggalkannya.

namun kembali feri berpikir, jika seandainya Anastasia melakukan hal itu menurutnya sudah benar.

"Tuan, mohon maaf jika aku terlalu ikut campur dalam masalah pribadi tuan. aku hanya merasa punya kewajiban untuk mengatakan hal ini kepada Anda Tuan. Iya kalau Tuan berfikir, kalau nyonya Anastasia datang dan memohon kepada Tuan untuk kembali memberikan nafkah kepada mereka. namun apakah Tuan pernah berpikir, jika terjadi malah sebaliknya. Tuan kan sudah tidak memberikan nafkah apa-apa kepada mereka, kalau seandainya Anastasia malah berpikir kalau tuan benar-benar tidak menginginkan mereka, sehingga Anastasia malah mengambil jalan untuk keluar dari rumah dan pergi dari hidup tuan."ucap Ferry kepada Alexander.

pernyataan itu sontak membuat Alexander terkejut, Ia pun mengatupkan bibirnya dia mulai membuka pikirannya dan mencerna setiap kata-kata yang fery lontarkan.

"Kenapa aku tidak berpikir sejauh itu. tapi aku masih yakin, kalau Anastasia tidak akan melakukan hal itu mengingat dulu ia sangat tergila-gila kepadaku.." ucapnya lagi.

walaupun dalam hatinya mulai goyah dan mulai tumbuh rasa takut, takut apa yang disampaikan oleh feri menjadi kenyataan.

"itu kan dulu tuan, Apakah sekarang tuan tidak melihat perubahan yang ada pada nyonya. namun, Kalau menurut aku, jika seandainya nyonya memilih untuk pergi dan meninggalkan tuan, itu jauh lebih bagus. karena sudah cukup selama ini tuan mengabaikannya dan kedua anaknya."ungkap sang asisten.

ternyata ucapan itu juga sukses membuat perasaan Alexander semakin takut, Iya kembali mengingat-ingat kejadian setelah Anastasia bangun dari komanya.

Iya mengingat bagaimana tatapan Anastasia kepadanya, Iya juga mengingat bagaimana kelakuan dan kepribadian Anastasia berubah. Namun ternyata ia masih bertahan dengan egonya.

"tidak !! aku yakin dia tidak akan berani melakukan hal itu." ucap Alexander.

sementara asistennya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan tidak menimpali lagi ucapan atasannya. setelah memeriksa beberapa laporan dan jadwal Alexander, Ferry pun langsung pamit undur diri keluar dari ruangan itu.

***

di tempat lain, yaitu di rumah Narita yang saat ini sudah menjadi Anastasia.

Anastasia langsung memasuki pekarangan rumah tersebut. di mana, Ibu Rosma tetangga Narita dahulu sudah menyerahkan semua miliknya ketika ia kecelakaan.

sesampainya mereka di sana. ia mengajak kedua anaknya masuk ke dalam rumah. namun tentu saja, terlebih dahulu ia sudah melaporkan hal ini kepada RT setempat untuk mengetahui bahwa rumah Narita akan segera mereka tinggali.

***bersambung***

Terpopuler

Comments

𝐝𝐞𝐰𝐢

𝐝𝐞𝐰𝐢

𝐦𝐚𝐦𝐚𝐦 𝐭𝐮 𝐞𝐠𝐨𝐦𝐮 𝐥𝐞𝐱....


𝐂𝐄𝐎 𝐤𝐨𝐤 𝐩𝐞'𝐚

2024-11-19

0

JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊

JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊

Salah perhitungan Alex🤭🤭

2024-12-31

0

sherly

sherly

Alex oon gimana si ana mau balik sama kamu kalo kamunya kayak gitu

2024-11-10

0

lihat semua
Episodes
1 1. terbangun di tubuh asing
2 2. anak anak terlantar
3 3. kedatangan Alexander
4 4. meminta cerai
5 5. di benci mertua
6 6. di benci mertua 2
7 7. heran
8 8. ucapan polos aryano
9 9. kebimbangan Alexander
10 10. mengunjungi rumah Narita
11 11. berdebat dengan mama
12 12. pergi
13 13. bukan yang ku inginkan
14 14. hamil
15 15. jangan mengatai istriku pelacur
16 16. ngidam
17 17. ngidam lagi
18 18. 6 bulan kemudian
19 19. walaupun terpuruk, harus bangkit
20 20. menemukan mereka
21 21. tekad
22 22. tekad 2
23 23. kelewat bijak
24 24. mengurus kedua balita
25 25. kedatangan sahabat lama
26 26. flashback
27 27. CCTV
28 28. menyelidiki
29 29. detik detik lahiran
30 30. panik
31 31. ayah menyayangi kalian
32 32. lahiran
33 33. si peri kecil
34 34. kebahagiaan sederhana
35 35. Alexander marah
36 36. Ferry yang kesal
37 37. kabar untuk tuan Bastian
38 38. bos mah selalu ganteng
39 39. di intai
40 40. di selingkuhi
41 41. menyiapkan sarapan
42 42. perdebatan kecil
43 43. kembali kerumah Anastasia
44 44. informasi mengenai Laura
45 45. ternyata papa
46 46. menarik investasi dan pemutusan kerjasama
47 47. Alexander yang dulu sudah tidak ada
48 48. dinner bersama keluarga
49 49. dua tahun kemudian
50 50. liburan ke luar kota
51 51. rencana pembangunan wisata alam
52 52. berunding
53 53. musibah yang menimpah
54 54. mencari
55 55. Tim alfa
56 56. menyusul
57 57. suasana haru
58 58. ditemukan oleh warga
59 59. bukti pertama
60 60. rencana
61 61. kehidupan dua bocah
62 62. pengaruh obat
63 63. akhirnya
Episodes

Updated 63 Episodes

1
1. terbangun di tubuh asing
2
2. anak anak terlantar
3
3. kedatangan Alexander
4
4. meminta cerai
5
5. di benci mertua
6
6. di benci mertua 2
7
7. heran
8
8. ucapan polos aryano
9
9. kebimbangan Alexander
10
10. mengunjungi rumah Narita
11
11. berdebat dengan mama
12
12. pergi
13
13. bukan yang ku inginkan
14
14. hamil
15
15. jangan mengatai istriku pelacur
16
16. ngidam
17
17. ngidam lagi
18
18. 6 bulan kemudian
19
19. walaupun terpuruk, harus bangkit
20
20. menemukan mereka
21
21. tekad
22
22. tekad 2
23
23. kelewat bijak
24
24. mengurus kedua balita
25
25. kedatangan sahabat lama
26
26. flashback
27
27. CCTV
28
28. menyelidiki
29
29. detik detik lahiran
30
30. panik
31
31. ayah menyayangi kalian
32
32. lahiran
33
33. si peri kecil
34
34. kebahagiaan sederhana
35
35. Alexander marah
36
36. Ferry yang kesal
37
37. kabar untuk tuan Bastian
38
38. bos mah selalu ganteng
39
39. di intai
40
40. di selingkuhi
41
41. menyiapkan sarapan
42
42. perdebatan kecil
43
43. kembali kerumah Anastasia
44
44. informasi mengenai Laura
45
45. ternyata papa
46
46. menarik investasi dan pemutusan kerjasama
47
47. Alexander yang dulu sudah tidak ada
48
48. dinner bersama keluarga
49
49. dua tahun kemudian
50
50. liburan ke luar kota
51
51. rencana pembangunan wisata alam
52
52. berunding
53
53. musibah yang menimpah
54
54. mencari
55
55. Tim alfa
56
56. menyusul
57
57. suasana haru
58
58. ditemukan oleh warga
59
59. bukti pertama
60
60. rencana
61
61. kehidupan dua bocah
62
62. pengaruh obat
63
63. akhirnya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!