"Anda datang sangat awal hari ini, Mr. Austin."
Seorang pria paruh baya berpostur tegap dengan rambut sedikit kemerahan bercampur putih karena usia berdiri melihat kedatangan Jessie.
"Tentu saja, Jessie. Aku sudah lama menunggu," balasnya.
"Sebenarnya aku cukup sibuk hari ini."
"Haha ... Memang seorang Jessie. Kau selalu sibuk setiap kali aku kemari." Austin tertawa kecil, mengerti maksud ucapan Jessie yang hendak mengusirnya secara halus. Bukan sekali atau dua kali, tapi sudah berkali-kali wanita itu lakukan.
"Bisa dibilang begitu." Jessie mengangguk.
"Baiklah, aku langsung saja. Bagaimana dengan Lawrence?" Pertanyaan sama yang selalu diajukan Austin, "bisa katakan saja dimana sebenarnya keponakan ku itu berada. Dia seharusnya berada di perusahaan untuk memimpin."
"Hanya kau dan Valeria yang dekat dengannya. Kalian orang kepercayaannya. Kalian pasti mengetahui sesuatu."
Jessie lagi-lagi menghembuskan nafas pelan.
"Sudah beberapa kali aku katakan, aku tidak tahu." Masih mencoba tersenyum, "lagipula anda tidak perlu khawatir soal perusahaan. Nona Lawrence selalu melakukan tanggungjawabnya."
"Sampai kapan dia bersembunyi. Dia bukan satu-satunya pewaris. Kami bahkan tidak tahu dia sudah menikah atau belum. Jadi bagaimana kami memutuskan?"
Lawrence merupakan pewaris utama dalam keluarganya. Ayah Austin atau kakek dari Lawrence bahkan menggunakan nama marga sebagai panggilan gadis itu.
Sejak kecil orang tua Lawrence sudah menyembunyikan wajah hingga nama sebenarnya gadis itu sehingga tidak ada satupun keluarganya yang benar-benar mengenalinya.
Mungkin hanya kakek atau bisa disebut Tuan besar yang pernah bahkan mengenalinya. Austin pernah tidak sengaja mendengar ayahnya berbicara pada Lawrence di telepon.
"Jika dia tidak muncul dalam waktu dekat, mungkin dia akan diturunkan dari daftar, kecuali Lawrence sudah memenuhi syarat."
Salah satu syarat menjadi pewaris seutuhnya adalah pernikahan. Lawrence harus menikah untuk menjadi pemegang penuh.
"Akan ku sampaikan semua pesan anda."
"Satu lagi. Putriku akan menikah dalam waktu dekat." Senyum mengembang di wajah Austin, "sebaiknya Lawrence menyingkir secepatnya jika tidak ingin memenuhi syarat."
Bagaimanapun, saat ini kuasa tetap di pegang oleh Lawrence sebagai Presdir dan akan naik menjadi CEO jika sudah memenuhi syarat. Setelah menikah, Lawrence akan memiliki kuasa penuh. Meski begitu, Austin tetap tidak bisa berbuat banyak untuk menyingkirkan keponakannya itu.
"Kita ikuti saja bagaimana takdir berjalan, Mr. Austin. Anda bisa keluar sekarang." Jessie mempersilahkan Autin keluar dengan tangan mengarah pintu.
"Aku sangat suka keberanianmu selama ini padaku. Jangan khawatir, jika putriku berhasil mengambil alih, aku bisa membuatmu menjadi direktur utama."
"Aku sangat menantikannya." Jessie tersenyum.
Bermimpi saja!
"Cih!" Austin berdecih sambil berjalan keluar.
Setelah pria itu benar-benar pergi, Jessie tak dapat menahan diri lagi. Ia menegak cepat segelas air di atas mejanya hingga tandas dan menyadarkan tubuhnya di kursi kerja menghadap dinding kaca.
"Lawrence ... Lawrence ... Keluarga macam apa yang kau miliki," gumamnya sinis.
"Kapan takdirku berubah," ucapnya hampir berbisik. Matanya menutup perlahan dan semuanya menjadi gelap dan hening.
*
*
Saat terbangun, Jessie merasakan sesuatu yang hangat ada di dahinya. Diambilnya benda aneh itu yang ternyata sebuah kain basah. Jessie tidak mengerti situasinya. Dirinya juga sudah dipindahkan ke kamar pribadi.
"Kau sudah bangun? Syukurlah." Valeria tersenyum lebar sembari memutar-mutar tubuhnya.
"Ada apa?" Jessie mengerjit bingung sambil menatap kain basah tersebut, kemudian di letakkan kasar di atas nakas.
"Kau tidur seharian. Bukan! Sepertinya kau pingsan. Aku masuk kesini dan membangunkan mu, tapi tidak bisa. Ternyata tubuhmu demam. Sangat panas," jelas Valerie menggebu-gebu. Jessie hanya menggeleng tidak peduli.
"Jam berapa sekarang?"
"Lima sore. Kau belum makan apapun. Aku sudah menyediakannya." Valerie mengambil makanan yang sempat dibelinya.
"Perlu ku suapi?"
"Tidak perlu!"
Valerie tersenyum melihat Jessie makan dengan lahap. Sebenarnya ia sempat melihat setitik cairan bening keluar dari sudut mata Jessie saat wanita itu masih tidak sadar. Valeria tentu terkejut karena itu adalah air mata pertama yang ia lihat setelah lima tahun kepergian orang tuanya.
Tampaknya Jessie menepati janjinya dengan sangat baik hingga menahan begitu keras.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Inonk_ordinary
sudah ku duga,,jessi bukan wanita biasa,,dia pasti nona lawrench
2025-03-25
0
riski sahid
me curiga lawrence yg di maksd mr. austin ya jessie.. 😌
2024-01-25
0
dewi
jangan² Jessi org yg dimaksud
2023-12-03
1