Kembali Pulang

Di keheningan ruangan sederhana malam itu tampak sosok gadis cantik yang hampir mirip dengan sosok wanita yang Saguna cari-cari.

Wajah yang sedikit lebar dan tubuh yang lebih tinggi dari Gita.

Tiga gelas minuman hangat ia bawa dengan satu nampan.

“Silahkan di minum, Kak Jupri, Paman.” tutur Shanika bertatap muka dengan Saguna kemudian pada Angga yang tampak menekuk alisnya.

“Paman? Siapa yang di panggilnya Paman? Aku? Benar-benar ini bocah.” gerutu Angga dalam hati namun tetap menahan diri mengingat suasana di ruangan itu saat ini sedang canggung.

“Kemana saja kamu, Jupri? Kamu main-main dengan keluarga saya?” Akhirnya setelah lama bungkam, Haidar pun bertanya dengan sang menantu. Meski pertanyaan itu terdengar menghakimi.

Saguna berdehem pelan lali mulai angkat bicara.

“Maafkan saya, Pak. Apa bisa kita bicara bersama Gita?” tanya Saguna merasa ini adalah masalah yang cukup penting terutama dengan hubungannya bersama sang istri.

“Gita di kota mencarimu.” Jawaban Haidar membuat mata Saguna membulat kaget. Ia bingung harus bicara apa saat ini.

Terlihat jelas masih raut emosi di wajah pria paruh baya itu.

“Saya datang kemari karena ingin membicarakan sesuatu dengan Gita dan juga Bapak dan Ibu. Ingatan saya sudah kembali, Pak, Bu.”

Sudah Haidar duga menghilangnya Jupri pasti karena ingatannya pulih. Pasti ia telah kembali ke keluarganya dan kehidupannya. Tak kaget melihat bagaimana penampilan menantunya saat ini.

Karena apa yang Jupri pakai tak jauh beda dengan pertemuan pertama saat kecelakaan Jupri saat itu.

Semua keluarga Gita tidak kaget melihat betapa mewahnya barang-barang yang pria tampak itu pakai.

“Lalu, dengan kembalinya ingatanmu itu apa yang akan kau lakukan?” Pertanyaan yang membuat Saguna diam seribu bahasa.

Sangat berat menjelaskan semuanya. Entah perasaan takut yang membuat ia sulit menjelaskan atau perasaan berat jika kenyataannya ia akan segera melepaskan Gita.

Saguna tertunduk kikuk. Ia benar-benar mati kutu di hadapan pria paruh baya yang baru saja memukulnya itu.

“Jupri, sebaiknya kamu temui Gita dulu. Ibu dan Bapak percaya kamu pria bertanggung jawab. Urusan rumah tanggamu dengan Gita tidak boleh terlalu kami campuri. Gita istrimu. Pergilah temui dia.” Dewi yang merasa sang suami tak akan menyelesaikan masalah segera angkat bicara.

Dan memang benar apa yang ia ucapkan itu pada Jupri.

Haidar menoleh sekilas pada sang istri.

“Temui Gita, jangan buat dia menangis. Dia sangat khawatir. Bahkan saat kau hilang entah kemana saja selama hampir satu bulan ini.” singgung Haidar kesal.

Sementara di kamar, Shanika yang menguping berkali-kali menelpon sang kakak. Sayangnya, Gita sudah terlelap karena kelelahan bekerja.

“Duh Kak Gita kemana sih? Di telpon nggak di angkat-angkat. Kak Jupri datang, Kak.” ujarnya gemas sendiri.

Panggilan pun Shanika hentikan. Ia memilih melanjutkan menguping kembali.

“Ini alamat Gita, dia tinggal dengan saudara saya. Jaga dia baik-baik.” ujar Haidar memperingati Saguna.

Saguna mengangguk patuh. Dalam hati yang paling dalam pria itu sanggup menjaga sang istri.

Angga yang sedari tadi hanya duduk diam tak bisa membantu apa pun untuk sang tuan.

“Kasihan, Tuan. Antara istri yang tidak di cintai atau calon istri yang sangat di cintai? Huh nasib anda ketiban enak Tuan.” gumamnya merasa Saguna beruntung sekali dapat masalah dapatnya dua wanita.

Setelah pertemuan singkat malam itu, Saguna pun berniat untuk segera kembali ke kota. Lusa adalah hari pernikahannya. Ia ingin segera menyelesaikan permasalahan yang tak ada ujungnya ini.

Sepanjang perjalanan Angga hanya fokus menyetir tanpa berani bersuara. Ia tahu kondisi sang tuan sedang buruk.

“Kita pulang ke rumah dulu, Angga. Besok pagi-pagi setelah dari RSJ baru kita datangi alamat itu. Rasanya tidak baik bertamu malam-malam seperti ini.” Saguna ingat jika sang mertua tadi mengatakan Gita menumpang di tempat saudaranya.

Sementara di sini sepasang suami istri tampak duduk berhadapan setelah mengantar kepergian sang menantu.

“Pak, Ibu kok nggak tenang begini yah?” Dewi mengungkapkan isi hatinya.

Haidar menatap sang istri. “Entahlah, Bu. Semoga saja semuanya baik-baik saja. Lagi pula mereka sudah terlihat dekat kok sebelum kepergian Jupri. Bapak yakin, mereka akan bersama seterusnya.” ucap Haidar mantap.

Terpopuler

Comments

Kanza Teodora

Kanza Teodora

jupri dilema aku pun ikut prihatin

2022-10-25

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!