Jason hanya melamun selama perjalanannya pulang ke rumah. semua perasaan campur aduk menjadi satu. Untung saja Agas bisa mengantarkannya pulang setelah bertemu dengan investor yang sudah dijanjikan bertemu dengannya.
" Sudah sampai Tuan Jason!"Ucap Agas membuatnya tersadar dari lamunan.
" Akh iya, terima kasih kau sudah mengantarku".
" Iya Tuan sudah menjadi tugas saya ".
Jason keluar dari dalam mobil membawa tas kerjanya.
Terasa berat kedua kakinya melangkah kedalam bila situasinya tidak seperti yang diinginkannya.
" Lama sekali kamu sampai rumah Je?"Tanya Mommy Irena melihat putra keduanya baru sampai ruang keluarga.
" Iya Mom, ada pertemuan dengan investor "Jawab Jason singkat sambil mencium pipi Mommy nya.
" Jason "Panggil Oma Grace setengah berteriak.
" Iya Oma sayang "Sahut Jason sambil merentangkan kedua tangannya dan menghampiri Oma Grace yang sedang duduk di sofa. kemudian memeluknya dengan erat.
" I Miss You Oma Sayang ".
Oma Grace mengusap sayang kepala Jason dan mengusap wajah tampannya yang kini mulai ditumbuhi bulu kasar disekitar rahang.
" Oma kira kamu pulang lama karena mengajak wanita mu Je? tahu nya pulang sendiri juga"Oma begitu kesal.
" Em itu Oma, Lyra sibuk dengan pemotretan hari ini. jadi lain kali saja aku bawa kesininya"Ucap Jason beralasan karena Jason belum tahu pasti apa yang diinginkannya sekarang.
" Bagaimana pekerjaan mu Jas?"Tanya Daddy Leo duduk bergabung bersama mereka.
" Lancar Dadd, tadi ada investor yang bergabung dengan perusahaan".
" Baguslah, tidak sia-sia ilmu Daddy turun juga padamu".
" Iya begitu lah! ".
Oma Grace menatap Daddy Leo dan Jason bergantian sambil tersenyum kecut.
Mommy Irena mengusap lengan Oma Grace dengan sayang.
" Baiklah aku ganti pakaian dulu Oma sayang, Mom, Dadd "Jason bangkit dari duduk nya dan langsung menaiki anak tangga.
Saat berjalan semakin dekat dengan pintu kamarnya, Jason bertemu Ayu ketika keluar dari dalam kamar nya.
" Tuan Jason "Sapa Ayu ramah.
" Ay, masuk! "Jason menghalangi jalan Ayu.
" Kemana Tuan? "Mata keduanya bersitatap.
" Masuklah ada yang ingin aku tanyakan?"Jason menarik lengan Ayu membawanya masuk lalu menutup pintunya.
Jason memegang kedua pundak Ayu." Bagaimana Jika aku mengajakmu untuk menikah?".
" Tuan "
Ayu balas menatap kedua manik Jason yang sanggup menghipnotisnya.
" Jawab Ay?".
" Maaf Tuan saya tidak bisa!"
" Kenapa? ".
" Saya ingin membahagiakan Abah dan Umi dan saya ingin melanjutkan pendidikan saya Tuan ".
" Setelah kita menikah, kamu masih bisa melakukan itu semua Ay. aku bisa menjamin itu? ".
Ayu menggeleng pelan,"Tidak akan mudah Tuan".
" Yakin tidak ada alasan lain Ay? ".
" Tanpa saya jawab pun Tuan pasti tahu alasan yang satu itu ".
" Harta bukan segalanya Ay,kedua orang tua ku tidak melihat seseorang karena harta Ay".
" Tidak Tuan, maaf kan saya ".
" Aku suka sama kamu Ay, Apa kamu juga sama Ay?"Jason berharap Ayu akan bilang Iya agar Jason bisa menentukan pilihannya.
Ayu menggeleng dengan cepat.
Jason pun menurunkan kedua tangannya dari pundak Ayu dengan lemas dan membiarkannya keluar dari kamar.
Jason terduduk diatas Sofa mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Jason mengirimkan pesan pada Lyra untuk datang ke rumahnya pas nanti makan malam.Dan Jason sudah bulat dengan keputusannya.
Waktu makan malam pun tiba, dimana semua orang sudah berkumpul disana. kecuali Jason yang belum terlihat.
Jason menunggu kedatangan Lyra didepan pintu utama.
" Sayang, kamu lama ya nunggu aku?"Lyra menghampiri Jason ketika sudah keluar dari mobil.
" Tidak, Ayo masuk mereka sudah menunggu kita!".
" Tunggu sayang, bagaimana penampilanku. sempurnakan? tidak ada yang kurangkan sayang?".
" Tidak sayang, kamu selalu terlihat sangat cantik. pasti mereka sangat senang dengan mu".
" Ok, Ayo sayang "Ajak Lyra dengan semangat karena ini yang selalu diinginkannya masuk dalam keluarga Jason dengan menjadi Nyonya Gilbert.
sedangkan didapur bersih, Ayu terlihat sangat sibuk membantu Bibi Yuni memotong beberapa jenis buah, ada melon,semangka, apel serta pear. dan menatanya dalam piring berukuran sedang berbentuk oval.
" Ayu minta tolong bawakan buahnya, letakkan saja disebelah Nyonya Irena. karena biasa Nyonya Irena yang sering menghabiskan banyak potongan buahnya".
Ayu melihat Bibi Yuni yang masih mengolah berkutat dengan penggorengannya.
" Iya Bi, Ayu bawa kedepan ya sekarang!".
" Iya Ayu ".
Ayu masuk ke ruang makan, Oma Grace yang melihat kedatangan Ayu pertama kali. Melihat nya dengan tatapan mata yang sulit diartikan.
Ayu meletakkan piring oval yang isinya potongan buah tersebut tepat di samping Nyonya Irena sesuai yang perintahkan Bibi Yuni.
" Permisi Nyonya "
" Iya Ay, terima kasih "Ucap Nyonya Irena melirik kerah Ayu yang berada disampingnya.
Jason dan Lyra berjalan menuju ruang makan dengan saling berpegangan tangan.
" Selamat malam semuanya " Sapa Lyra dengan senyum yang sangat mengembang dari kedua sudut bibirnya.
Semua pasang mata tertuju pada dua orang manusia berbeda jenis kelamin yang berdiri tepat dihadapan mereka dan saling berpegangan tangan.
Tak luput dari kedua mata Ayu melihat pria yang beberapa jam lalu meminta menikah dengannya. kini ia sudah menggandeng perempuan yang sangat berkelas sama dengan sang pria. kedua tangan Ayu memegang pinggiran meja makan untuk mendapatkan kekuatannya.
Tatapan mata Jason sangat menghunus ulu hatinya, dan kini Ayu menunduk dan hendak pergi dari ruang makan.
Ada yang berkedut nyeri disudut hatinya, namun Ayu berusaha tetap mengontrol semua rasa yang datang menerpanya saat ini dengan perlahan menarik nafas dengan dalam dan pelan.
" Perkenalkan ini Lyra, Calon Istri ku. yang pernah aku bilang sama Mommy dan Daddy. kami sudah berhubungan sejak lama, dengan setia Lyra selalu berada disisiku "Ucap Jason memperkenalkan Lyra pada keluarganya.
" Saya Lyra Agatha ".
Lyra menyalami dengan santun semua orang yang sedang duduk di meja makan.
Mommy Irena dan Daddy Leo saling beradu pandang seakan mereka berbicara dengan menggunakan isyarat lewat matanya.
Daddy Leo memegang tangan Mommy Irena yang berada diatas meja makan.
" Hei, siapa namamu? jangan hanya berdiri saja disitu. ambilkan satu piring lagi lagi buat Oma dan isi dengan potongan buah yang sama persis dengan milik Irena. tapi Oma mau nya yang baru"Telunjuk lentik Oma Grace tepat menunjuk pada Ayu yang masih berdiri mematung disamping Nyonya Irena.
Ayu menelan saliva dengan kasar, saat mendengar Oma Grace berbicara padanya.
" Ini Ayu Oma, Anaknya Bibi Yuni ".Jawab Mommy Irena.
Ayu mengangguk pelan.
" Lyra, Jason duduklah disebalah Oma".
Jason sesekali mencuri pandang pada arah Ayu. yang Jason tahu, Ayu pasti sedang tidak baik. tapi Jason tidak tahu apa penyebabnya.
" Permisi "
Ayu balik badan meninggalkan ruang makan untuk membuat apa yang diminta oleh Oma Grace.
Ayu menggelengakn kepalanya berulang kali untuk meredam rasa yang kian sesak saja didalam hatinya. sambil tetap berusah fokus pada pekerjaannya.
" Yang tadi bukannya sudah banyak Yu potongan buahnya?"
" Iya Bi, Tapi Nyonya besar meminta yang baru".
" Iya Yu. Bibi mau bawa ini kedepan dulu"Bibi Yuni membawa nampan berisi sayuran dan olahan daging serta ada berapa gorengan.
Ayu buru-buru menyeka kedua ekor matanya karena air matanya tidak sabar menunggu untuk keluar dari sana.
***
" Sabar ya Ay... "
" Orang sabar ..... Lebar"
" Apa Ay????"
Jangan lupa mampir di karya pertama ku ya,
" Cinta Tuan Alex "
Terima kasih 🙏😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 223 Episodes
Comments
Zerazat
makanya Ayu kamu jangan sok suka aja bilang ngak,Jason orang nya Gentle karena kamu bilang ngak suka makanya Jason langsung pilih Liyra,kamu suka jadi yang kedua ya Yu
2024-11-05
0
Tiwik Firdaus
sok2an nolak diajak nikah
2023-05-19
1
Lestari Sijabat
entah siapa yg salah, ku tak tau.. lebar???? 🤔
2023-03-10
1