" Jason " Mommy Irena sambil berteriak menyebut nama putranya.
" Aku memang butuh Mom, karena aku sudah sangat lelah urusan kantor. masa aku tidak boleh memanjakan diriku sendiri dirumah".
" Carilah perempuan selain Lyra yang bisa kamu nikahi dan Mommy bisa dapat pastikan Mommy akan menyetujuinya"
" Ini bukan solusi Mom untuk aku. Lyra lain lagi.Kenapa kalian begitu tidak suka dengan Lyra. bahkan kalian saja belum sekalipun bertemu dengannya, Mom, Dad".
" Mommy tidak suka saja, melihatnya saja tampil di TV Mommy sangat malas apalagi bertemunya langsung. ini hanya feeling Mommy saja Je"
" Mommy tidak adil, James boleh sama Celia yang notabenenya sama persis dengan Lyra. kenapa aku tidak boleh?"
Perdebatan antara Mommy Irena dan Jason tidak berpengaruh apapun pada Daddy Leo. karena Daddy Leo tetap asik dengan koran dikedua tangannya.
" Baik Nyonya, Tuan Leo, Tuan Jason. Bibi dan Ayu kebelakang lagi melanjutkan pekerjaan".
" Iya Bi. Tolong jangan dengarkan bualan Jason ya Yu".
Ayu hanya mengangguk dan pergi bersama Bibi Yuni meninggalkan ruang makan.
" Mom " Panggil Jason seraya meraih kedua tangan Mommynya.
" Tidak Je, jika mau membahas Lyra. Mommy tidak mau".Mommy Irena tetap kekeuh dengan pendiriannya.
Jason pun tidak bisa berkata lagi. Kemudian Jason beranjak dari kursi dan meninggalkan Mommy dan Daddynya tanpa mengucapkan apapun.
Sementara di dapur kotor, semua pelayan sedang berkumpul beristirahat, ada yang sedang makan, hanya sekedar minum segelas air dingin, atau hanya sekedar bersandar saja pada daun pintu, setelah mereka menyelesaikan pekerjaannya. Bibi Yuni pun memperkenalkan Ayu pada mereka supaya mempermudah pekerjaan Ayu nantinya jika membutuhkan bantuan salah satu dari mereka.
" Senang bisa berkenalan dengan kalian"Ucap Ayu menyalami, Bibi Sinta, Risa, Bibi Wati, Mang Rudi dan Pak Wawan sesuai dengan nama yang sudah disebutkan Bibi Yuni.
" Iya Yu, kita kita juga senang bisa kenalan sama kamu. kamu cantik " Jawab Risa dengan jujur yang umurnya hanya terpaut dua tahun lebih tua Risa.
" Iya kamu sangat cantik Yu " Timpal semuanya.
" Terima kasih atas pujiannya. tapi sebenarnya biasa saja" Balas Ayu merendah.
Mereka pun melanjutkan istirahatnya sampai jam makan siang. setelah makan siang selesai mereka kembali lagi melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai atau hanya sekedar membantu pekerjaan yang lainnya.
.
.
.
.
Jason baru saja sampai di Apartemen Lyra. Sudah disambut dengan hal romatis yang langsung sanggup menghilangkan perasaan marah, kecewa, mumet, suntuk yang bersemayam dihatinya.
Lyra menaburkan kelopak bunga mawar merah di semua sudut ruang Apartemen mewahnya yang bisa dijangkau dengan mata sebelum kedatangan Jason. karena saat dalam perjalanan menuju Apartemen, Jason mengabarinya dan sedikit bicara tentang perdebatan dengan Mommynya. Sehingga Lyra tidak ingin melihat wajah tampan Jason menjadi kusut karena Mommynya. maka dari itu Lyra berinisiatif untuk menyenangkan Jason dengan tubuh mulus dan Sexynya, dan ternyata selalu berhasil.
" Sayang, kamu sungguh sangat mengerti aku".Ucap Jason yang membawa Lyra dalam pangkuannya. Bibir mereka sudah saling memagut, me lu mat, menghi sap dengan penuh gairah. kehidupan bebas yang keduanya lakukan membawa mereka dalam hubungan yang penuh dengan sentuhan, dan belaian mesra.
Kini keduanya sudah saling meraba dan meremas tanpa adanya kain yang menutupi setiap inci bagian tubuh mereka. Saling memberi dan menerima sentuhan dan rabaan sehingga menimbulkan percikan api gairah yang semakin berkobar.
" Eugh...Jas... stop!"
Terdengar rengekan Lyra yang begitu manja ditelinga Jason sehingga dengan cepat menggerakan lagi jarinya keluar masuk dari lu bang kenikmatan Lyra.
" Sebentar lagi sayang... "
Jason mempermainkan ritme gerak jarinya melambat, karena mengetahui puncak kenikmatan akan segera didapatkan Lyra.
" Akh sayang dipercepat, please... aku mau.. Akh"
Jason pun mengabulkan permintaan Lyra sehingga membawa Lyra terbang jauh keawan saat puncak kenikmatan datang padanya. Karena Jason sendiri pun sudah tidak tahan ingin cepat memasukkan senjatanya pada sarang yang Lyra punya.
" Terima kasih sayang "
Lyra mengecup bibir Jason sekilas sambil memegang dan membawa senjata Jason yang sudah sangat on sedari tadi memasuki sarangnya dengan perlahan dan pelan sehingga membangkitkan api gairah pada dirinya.
" Akh sayang... "
Jason mulai mengatur ritme gerakannya sesuai dengan kebutuhannya. karena sekarang ini Jason ingin menikmati waktu bercintanya dengan Lyra maka Jason tidak terlalu cepat dengan permainannya.
" Euhh... Akh... "
Tiba-tiba saja Jason melenguh dengan erangan ketika gelombang puncak kenikmatan menghantam tubuhnya saat Jason terlintas dengan apa yang terjadi kemarin malam antara dirinya dan Ayu.
Kemudian Jason melihat dua buah benda kenyal yang berada pada dada Lyra."Sepertinya tidak sama".
" Apa yang tidak sama? "Tanya Lyra mengulang apa yang dikatakan Jason.
" Bukan apa-apa sayang "Jason langsung membungkam bibir Lyra supaya tidak bertanya hal yang Jason sendiri tidak mengerti kenapa?.
.
.
.
.
Ayu sedang membantu Bi Sinta membereskan dapur kotor. meletakkan gelas, piring, sendok dan garpu yang sudah kering kedalam lemari yang berada didapur bersih. Kemudian membilas perabotan besar seperti panci, wajah dan dandang dan digantung pada dinding dapur kotor.
" Bibi Yuni kemana Yu, tumben nggak keliatan. biasanya paling senang kalau bantu Bibi?"Tanya Bi Sinta sambil merapikan wastafel. karena sudah selesai mencuci perabotan dapurnya.
" Tadi sepertinya Bibi lagi menerima telpon Bi, tapi Ayu kurang tau dari siapa? karena Bibi Yuni langsung pergi dari sini. tapi Ayu nggak tau juga Bi kemana perginya?"Jawab Ayu mengelap tangannya yang basah.
" Pekerjaan Bi Sinta sudah selesai, karena Ayu ikut membantu. Terima kasih ya Yu"Ucap Bi Sinta sambil duduk dikursi dekat rak piring.
" Iya sama-sama Bi, Ayu senang bisa bantu Bibi sama yang lainnya. Ayu mau mandi dulu ya Bi, sudah sore".Pamit Ayu sambil pergi meninggalkan Bi Sinta yang masih duduk didapur kotor.
Ayu mendorong daun pintu kamar Bibi Yuni. sekilas Ayu menangkap kesedihan yang terlihat dari wajahnya. tapi Ayu tidak berani bertanya karena takut Bibi Yuni tidak suka jika privasinya diganggu. jadi Ayu memutuskan untuk langsung masuk kekamar mandi membersihkan tubuhnya yang sudah terasa sangat lengket.
" Bagaimana cara memberitahukan Ayu?"Gumam Bibi Yuni menatap pintu kamar mandi yang baru saja ditutup oleh Ayu.
Ayu sudah keluar dari kamar mandi dengan wajah dan tubuh yang terasa sungguh sangat segar, tapi Ayu tidak melihat Bibi Yuni berada dikamar."Bibi kenapa ya?terlihat sangat sedih".
Ayu keluar kamar untuk mencari Bibi Yuni tapi tanpa sengaj Ayu melihat Bi santi yang sedang berbicara dengan Bibi Yuni dan berniat menghampirinya.
" Bibi Yu... " Ucapan Ayu menggantung begitu saja, karena mendengar Bibi Yuni yang berbicara juga pada Bibi Sinta.
" Aku membutuhkan uang Rp. 250.000.000,00. Bisa kamu pinjami aku Sin?"Tanya Bibi Yuni berharap Sinta mempunyai simpanan.
" Untuk apa Bibi Yuni perlu uang sebanyak itu?"Tanyanya pada diri sendiri.
" Ayu... " Bibi Yuni kaget melihat ada ayu berada disekitarnya. tapi Bibi Yuni berharapnya Ayu tidak mendengar apa yang katakannya pada Bi Sinta.
" Bibi, aku sedang mencari Risa. apa Bibi liaht atau Bi Sinta?" Tanya Ayu beralasan karena Ayu tau Bibi Yuni tidak ingin jika Ayu mengetahuinya.
" Jam segini mah Risa ada dikamarnya Yu telponan sama orang tuanya"Jawab Bi Sinta.
" Iya Bi, Ayu susul saja ke kamarnya. Ayu ke kamar Risa ya Bi"Pamit Ayu pada Bibi Yuni.
Bibi Yuni hanya mengagguk.
" Gimana Sin, kamu ada simpanan nggak?"Lanjut Bibi Yuni setelah melihat Ayu pergi.
" Uang sebanyak aku tidak ada Yun, paling ada juga 5 ribu (5 Juta) saja. karena anakku baru membayar untuk masuk kuliah. itu juga tidak banyak hanya 30 ribu (30 Juta). Buat apa kamu uang sebanyak itu?"
" Aku ada keperluan saja Sin. ya sudah tidak apa jika kamu tidak punya"Jawab Bibi Yuni tanpa memberi tau alasan sebenarnya.
Sementara itu Ayu sudah berada didalam kamar Risa. Ayu meminta izin pada Risa untuk memakai ponselnya, karena memang Ayu belum memiliki benda canggih itu. Untuk menelpon kedua orang tuanya juga.
Ayu menekan angka yang sesuai nomer telponnya yang sekarang Ayu tinggalkan dirumah untuk Umi dan Abahnya supaya gampang memberi kabar.
" Umi Ini Ayu... Ayu pinjem hape temen kerja Ayu disini" Ucap Ayu setelah telponnya diangkat oleh Umi dikampung.
" Ini Ayu, Ayu gimana betah kerjanya. sekarang mah kerja apa saja dulu ya Ayu supaya mendapatkan uang yang banyak. karena Abah lagi butuh uang Ayu. Abah harus cepat dioperasi kedua kakinya Ayu biar tidak jadi busuk".
Telinga yang sudah terasa panas mendengar keadaan Abah kesayangnnya yang sedang membutuhkan pengobatan dan tubuh yang mulai gemetar karena merasa belum jadi anak yang berguna. Tanpa terasa mata Ayu pun mengeluarkan buliran bening, tapi dengan cepat Ayu menghapusnya.
" Ayu...Ayu... masih dengar Umi kan! Ayu"Panggil Uminya berulang kali karena Ayu belum bersuara lagi.
" Iya Umi Ayu dengar. terus untuk sekarang Abahnya bagaimana Umi?"Tanya Ayu berusaha tenang.
" Sekarang ya hanya minum obat saja dari dokter, tapi tetap itu tidak bisa menolong kakinya dari bau busuk yang mulai kecium sama Umi juga. Jadi Ayu kerja saja disitu bersama Bibi Yuni nanti kalau uangnya sudah banyak baru kita bawa Abah ke rumah sakit untuk operasi ya Yu. nggak apa-apa kan kalau Ayu nggak kuliah dulu, yang penting Abah sembuh dulu ya Yu."Pinta Umi panjang lebar. Umi begitu khawatir pada keadaan Abah tapi tidak memaksa meminta uang padanya karena baru satu hari bekerja disini ya kali langsung digaji.
" Iya Umi Ayu akan kerja disini. Umi jangan khawatir.sampaikan salam Ayu untuk Abah ya Mi. Umi jaga kesehatan!Ayu tutup telponnya dulu ya Mi. Nanti Ayu telpon lagi".
Ayu langsng mematikan sambungan telponnya setelah Uminya mengucapkan salam.
" Bengong ajah"Risa menepuk pelan punggung Ayu.
" Terima kasih ya Ris, Ayu balik ke kamar dulu ya. takut Bibi Yuni butuh bantuan Ayu.sekali lagi Terima kasih ya Ris". Pamit Ayu keluar dari kamar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 223 Episodes
Comments
Ririn
koplak.si jason /Facepalm/
2024-01-06
0
kpop LOVERS
huh
2023-04-16
1
bunga
kasian ayu
2023-04-07
0